Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Isra Mi’raj Bukan Sekadar Kisah Mukjizat, Ini Pesan Gus Aniq Nawawi

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 424
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW tidak semata-mata dimaknai sebagai kisah mukjizat perjalanan dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Lebih dari itu, Isra Mi’raj menyimpan pesan mendalam tentang iman, proses perjuangan, dan makna tawakal dalam kehidupan umat Islam.

Pesan tersebut disampaikan KH Abdullah Aniq Nawawi, MA atau Gus Aniq dalam pengajian daring peringatan Isra Mi’raj yang diselenggarakan Politeknik Energi dan Mineral (PEM) AKAMIGAS pada 2022 dengan tema “Mantapkan Iman dan Taqwa kepada Allah SWT di Era Global.”

Gus Aniq menegaskan, Isra Mi’raj merupakan peristiwa yang melampaui batas logika manusia. Karena itu, Al-Qur’an mengawalinya dengan kalimat; Subhānalladzī asrā  سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَى yang menegaskan bahwa perjalanan tersebut sepenuhnya merupakan kehendak Allah SWT.

“Kata Subhānā menunjukkan bahwa Isra Mi’raj adalah hak prerogatif Allah dan tidak bisa diukur dengan logika manusia,” ujar Gus Aniq.

Ia menjelaskan, penegasan serupa juga terdapat dalam Surah An-Najm, ketika Allah bersumpah dengan bintang. Menurutnya, sumpah tersebut menandakan bahwa Isra Mi’raj adalah peristiwa luar biasa yang hanya dapat diterima dengan keimanan.

“Iman bukan hanya percaya pada hal yang menyenangkan, tetapi juga pada hal-hal yang tidak terjangkau oleh akal,” katanya.

Dalam Isra Mi’raj, lanjut Gus Aniq, Nabi Muhammad SAW bukanlah pelaku utama, melainkan hamba yang diperjalankan oleh Allah SWT. Dari peristiwa tersebut, Nabi Muhammad menerima perintah salat, satu-satunya ibadah yang disyariatkan secara langsung tanpa perantara.

“Salat adalah mi’rajnya orang beriman. Jika dilaksanakan dengan benar, salat akan mengangkat ruh manusia untuk semakin dekat kepada Allah,” jelasnya.

Gus Aniq juga menyinggung dialog Nabi Muhammad SAW dengan Nabi Musa AS terkait jumlah salat. Dari perintah awal 50 waktu hingga akhirnya menjadi lima waktu, Nabi Musa berulang kali menyarankan keringanan sebagai bentuk kasih sayang kepada umat Nabi Muhammad.

“Nabi Musa memahami beratnya memimpin umat. Karena itu beliau menginginkan umat Muhammad mendapatkan kemudahan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Gus Aniq menekankan bahwa Isra Mi’raj terjadi setelah Nabi Muhammad SAW melewati masa-masa terberat dalam hidupnya, seperti wafatnya Abu Thalib dan Khadijah, penolakan di Thaif, serta tekanan yang terus-menerus dari kaum Quraisy.

“Pelajaran penting dari Isra Mi’raj adalah ikhtiar maksimal dan tawakal total. Tawakal bukan berhenti berusaha, tetapi titik akhir setelah ikhtiar,” tegasnya.

Ia menambahkan, penutup Surah Al-Isra dengan kalimat innahu huwas-samī‘ul bashīr إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ menjadi pengingat bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat setiap doa serta perjuangan hamba-Nya.

“Allah mendengar doa, melihat usaha, dan menyaksikan kesabaran,” tutup Aniq.

DUKUNG TIM NULONDALO DENGAN DONASI SEIKHLASNYA

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Pesantren untuk Masa Depan Khatamun Nabiyyin dan BSI Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan serta Investasi Emas Syariah

    Dari Pesantren untuk Masa Depan Khatamun Nabiyyin dan BSI Bersinergi Tingkatkan Literasi Keuangan serta Investasi Emas Syariah

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 313
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Suasana pagi itu berbeda dari biasanya di Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin, Condet, Jakarta Timur. Deretan santri dan pengurus duduk rapi di auditorium pesantren, bukan untuk mengaji kitab kuning seperti hari-hari sebelumnya, melainkan untuk menyimak sesuatu yang selama ini jarang menjadi pembahasan di lingkungan pesantren: literasi keuangan syariah. Pada Sabtu, 9 Mei 2025, Bank […]

  • Kajian Entrepreuner : 5 Tips Menjadi Pengusaha Muda oleh Ceo Eksyarprenuer Indonesia

    Kajian Entrepreuner : 5 Tips Menjadi Pengusaha Muda oleh Ceo Eksyarprenuer Indonesia

    • calendar_month Jumat, 28 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Kajian entrepreneur dan ngabuburit bulan ramadhan yang dimediasi oleh Kopma Al-Hikmah dengan tema “berbisnis secara syariah Agar hidup menjadi berkah” menghadirkan Arya Nur Fauzi, salah satu pemateri muda dan sukses. Arya memiliki banyak pengalaman dan berprestasi, hingga sekarang ia adalah seorang CEO EKSYARPRENUER Indonesia sekaligus menjabat sebagai sekretaris jenderal DPP Gerakan SantriPreuner Nusantara (GENINUSA). Kegiatan […]

  • Ramadhan Momentum Menakar Diri

    Ramadhan Momentum Menakar Diri

    • calendar_month Minggu, 18 Apr 2021
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Pelan namun pasti, Ramadhan terus merangkak. Ada hari yang telah terlewati. Setuju atau tidak, Ramadhan adalah momentum terbaik untuk menakar dan mengukur diri. Pasti ada yang bertanya-tanya, mengapa harus Ramadhan ? Bukankah ada bulan lainnya. Muharram misalnya ? Alasannya sederhana. Meski baru beberapa hari menjalani kawah candradimuka Ramadhan, kuantitas dan kualitas ibadah kita  telah terukur […]

  • Puasa dan Neraca Hati

    Puasa dan Neraca Hati

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 315
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang seperti auditor independen: tidak bisa disuap, tidak bisa dinegosiasi, dan tidak menerima “opini titipan”. Ia hadir untuk memeriksa sesuatu yang sering luput dari laporan keuangan yakni neraca hati. Kalau dalam akuntansi kita mengenal aset, liabilitas, dan ekuitas, maka dalam puasa kita mengenal sabar sebagai aset, nafsu sebagai liabilitas, dan takwa sebagai ekuitas […]

  • Hizbut Tahrir Bangkit, Satkornas Banser NU: Saatnya Pemerintah Mengambil Langkah Tegas

    Hizbut Tahrir Bangkit, Satkornas Banser NU: Saatnya Pemerintah Mengambil Langkah Tegas

    • calendar_month Rabu, 26 Feb 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Nulondalo – Organisasi terlarang yang telah dibubarkan pemerintah pada 19 Juli 2017 bernama Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) kembali bangkit di beberapa titik di Indonesia. Komandan Satuan Koordinasi Nasional Banser PP GP Ansor, H. Syafiq Syauqi menyampaikan bahwa HTI telah dibubarkan Pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM karena bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945, dan mengancam keutuhan NKRI. “GP […]

  • Rencana Industri Panas Bumi di Halmahera Barat, Ketua SEMA-HABAR : Saya Menyarankan Pemda dan DPRD Untuk Mengkaji Ulang

    Rencana Industri Panas Bumi di Halmahera Barat, Ketua SEMA-HABAR : Saya Menyarankan Pemda dan DPRD Untuk Mengkaji Ulang

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Nulondalo – Riwan Basir, Ketua Umum Sentral Mahasiswa Halmahera Barat (SEMA-HABAR) menyampaikan pandangannya soal rencana masuknya industri panas bumi di kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. Ia menilai, meskipun industri ini berpotensi meningkatkan pendapatan daerah, pemerintah daerah harus mempertimbangkan dampak negatifnya terhadap lingkungan dan masyarakat. “Saat ini, Halmahera Barat mengalami tekanan ekonomi dengan pendapatan APBD yang […]

expand_less