Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ada apa?Empat Tuntutan PMII Belum Tuntas, Perwakilan Polres Maros Tinggalkan Forum Dialog

  • account_circle Hardiansyah
  • calendar_month 4 jam yang lalu
  • visibility 73
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com–Maros— Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) kembali turun ke jalan menyuarakan keresahan masyarakat Kabupaten Maros. Pada Senin, 14 September 2026, massa aksi PMII menggelar demonstrasi di dua titik sebagai bentuk kritik terhadap sejumlah persoalan pelayanan publik yang dinilai belum mendapatkan penyelesaian secara konkret.

Aksi diawali di Simpang Empat BRI Kabupaten Maros. Massa menyampaikan sejumlah aspirasi dan tuntutan kepada pemerintah serta pihak-pihak terkait. Setelah menyampaikan aspirasi di jalan, massa kemudian bergerak menuju Kantor DPRD Kabupaten Maros untuk meminta ruang dialog sekaligus menyampaikan tuntutan secara langsung.

Setibanya di Kantor DPRD, massa aksi tidak langsung masuk ke dalam gedung. Mereka terlebih dahulu menyampaikan aspirasi melalui orasi di depan kantor DPRD. Setelah mendapat persetujuan, massa kemudian diterima di ruang aspirasi DPRD Kabupaten Maros.

Dalam forum tersebut, PMII meminta sejumlah pihak yang dianggap berkaitan dengan persoalan masyarakat untuk hadir dan memberikan penjelasan, di antaranya PLN, PDAM, Polres Maros, dan Pemerintah Kabupaten Maros. Namun, Bupati Maros tidak hadir secara langsung dan diwakili oleh Dinas Kopurindag.

PMII membawa empat persoalan utama dalam forum tersebut, yakni krisis air bersih, kelangkaan BBM bersubsidi, kelangkaan LPG 3 kilogram, serta pemadaman listrik secara bergilir.

Keempat persoalan tersebut dinilai bukan sekadar persoalan administratif, melainkan menyangkut kebutuhan dasar masyarakat yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari.

Sorotan kemudian tertuju kepada perwakilan Polres Maros yang hadir dalam forum tersebut. Saat dialog masih berlangsung dan pembahasan tuntutan belum sepenuhnya selesai, perwakilan Polres Maros diketahui meninggalkan ruang forum.

Kepergian tersebut menjadi tanda tanya bagi massa aksi. Sebab, kehadiran pihak kepolisian sejak awal diharapkan bukan hanya sebagai bagian dari pengamanan aksi, tetapi juga sebagai pihak yang dapat memberikan penjelasan terhadap persoalan yang berkaitan dengan kepentingan dan keresahan masyarakat.

Hardiansyah, Ketua II PMII Maros sekaligus Koordinator Lapangan (Korlap), mempertanyakan sikap tersebut.

“Seharusnya di tengah dialog hadir pihak kepolisian untuk menjawab tuntutan kami. Namun sangat disayangkan, perwakilan Polres Maros justru meninggalkan ruangan tanpa penjelasan yang disampaikan kepada massa aksi. Hal ini menjadi tanda tanya besar. Apakah tidak ada pengawasan dari Polres Maros terhadap situasi yang terjadi hari ini di tengah masyarakat, khususnya terkait kemacetan berkepanjangan, pelansir BBM bersubsidi, kelangkaan dan dugaan penimbunan LPG bersubsidi?”

“Termasuk persoalan kebijakan genap-ganjil dalam pengisian BBM. Kebijakan tersebut semestinya tidak hanya dilihat dari sisi pengaturan teknis, tetapi juga perlu dikaji dampaknya terhadap masyarakat. Jangan sampai masyarakat yang sedang menghadapi keterbatasan akses BBM justru kembali dibebani oleh mekanisme yang dalam pelaksanaannya belum tentu menyelesaikan akar persoalan. Yang kami pertanyakan adalah bagaimana pengawasan dan langkah konkret kepolisian agar distribusi BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu.”

“Jika memang terdapat alasan tertentu sehingga perwakilan Polres harus meninggalkan forum, semestinya alasan tersebut disampaikan secara terbuka. Kami datang membawa keresahan masyarakat, bukan untuk mencari keributan. Karena itu, kami membutuhkan jawaban dan kejelasan dari institusi yang memiliki kewenangan.” ujarnya

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kritik PMII tidak hanya diarahkan pada kepergian perwakilan Polres dari forum, tetapi juga pada persoalan pengawasan terhadap berbagai keresahan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan distribusi BBM bersubsidi.

Bagi massa aksi, forum dialog semestinya menjadi ruang untuk mempertemukan tuntutan masyarakat dengan pihak yang memiliki kewenangan untuk memberikan jawaban. Ketika salah satu pihak meninggalkan forum sebelum pembahasan selesai, muncul pertanyaan mengenai alasan dan sikap institusional di balik keputusan tersebut.

Kritik lebih keras disampaikan Rahmat Hidayat selaku Jenderal Lapangan PMII Maros. Menurutnya, kehadiran aparat dalam ruang dialog tidak seharusnya hanya bersifat formalitas.

“Jika kepolisian hadir hanya untuk menunjukkan formalitas, lalu pergi tanpa komunikasi kepada massa aksi, maka apa makna dialog yang sejak awal dibangun? Massa aksi datang membawa keresahan dan tuntutan publik, termasuk mempertanyakan kebijakan genap-ganjil dalam pengisian BBM yang perlu dievaluasi dari sisi dampaknya terhadap masyarakat dan efektivitasnya dalam menjawab persoalan distribusi BBM bersubsidi.”

“Institusi kepolisian semestinya hadir dengan itikad untuk mendengar, menjelaskan, dan mempertanggungjawabkan sikapnya di hadapan publik. Kami tidak membutuhkan kehadiran yang sekadar menggugurkan kewajiban, tetapi membutuhkan keberanian institusional untuk duduk sampai persoalan menemukan titik terang.”

“Jangan menjadikan dialog sebagai panggung formalitas. Ketika aparat memilih meninggalkan meja tanpa penjelasan, yang ditinggalkan bukan hanya forum, tetapi juga pertanyaan dan keresahan masyarakat yang belum memperoleh jawaban. Karena itu, kami meminta agar sikap tersebut dapat dijelaskan secara terbuka.” ujarnya

Krisis air bersih, kelangkaan BBM bersubsidi, kelangkaan LPG 3 kilogram, dan pemadaman listrik bergilir menjadi empat persoalan utama yang dibawa PMII dalam forum DPRD Kabupaten Maros.

Namun, di tengah pembahasan tersebut, sikap perwakilan Polres Maros yang meninggalkan forum sebelum dialog berakhir justru menjadi perhatian tersendiri.

Apalagi, setelah forum selesai, perwakilan Polres Maros kembali muncul. Situasi tersebut semakin memunculkan pertanyaan di tengah massa aksi mengenai alasan kepergian tersebut dan mengapa tidak ada penjelasan kepada peserta forum sebelum meninggalkan ruangan.

PMII menegaskan bahwa kritik yang disampaikan merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa terhadap pelayanan publik dan kebijakan yang berdampak kepada masyarakat.

Pertanyaan yang kemudian tersisa bukan hanya mengenai empat tuntutan yang belum sepenuhnya terjawab, tetapi juga mengenai sikap perwakilan Polres Maros dalam forum tersebut: mengapa meninggalkan ruang dialog ketika pembahasan masih berlangsung?

Hingga forum berakhir, pertanyaan tersebut menjadi catatan PMII Maros dan diharapkan dapat memperoleh penjelasan secara terbuka dari pihak Polres Maros agar tidak menimbulkan berbagai tafsir di tengah masyarakat.

  • Penulis: Hardiansyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BSG Dukung Skema Pembiayaan Melawan Rentenir, Tutup Rangkaian PES PWNU Gorontalo 2025

    BSG Dukung Skema Pembiayaan Melawan Rentenir, Tutup Rangkaian PES PWNU Gorontalo 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025 yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo resmi ditutup dengan seminar bertema “Skema Pembiayaan Melawan Rentenir”, Kamis (30/10/2025). Acara yang berlangsung di pelataran Kantor PWNU Gorontalo ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian kegiatan PES yang telah diselenggarakan sejak 28 Oktober 2025. Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari […]

  • Medan Ekstrem dan Kabut Tebal, Tim SAR Amankan Jenazah Korban Kedua ATR 42-500

    Medan Ekstrem dan Kabut Tebal, Tim SAR Amankan Jenazah Korban Kedua ATR 42-500

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 256
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, PANGKEP — Operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, kembali membuahkan hasil. Satu jenazah korban kedua berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan di medan pegunungan yang ekstrem, Senin (19/1/2026). Korban ditemukan oleh Saiful Malik, anggota Komunitas Pencinta Alam Arai Sulawesi Selatan, […]

  • “Tuhan-tuhan Kecil” Yang Suka Menghukumi

    “Tuhan-tuhan Kecil” Yang Suka Menghukumi

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 457
    • 0Komentar

    Lagi-lagi belakangan ini media sosial kita khususnya Facebook, dipenuhi dengan berbagai postingan yang mengekspresikan penolakan terhadap keberadaan kelompok LGBT di Gorontalo. Banyak pengguna yang mengangkat isu seperti “Tolak LGBT”, “Selamatkan Gorontalo sebagai Serambi Madinah dari Kelompok LGBT”, dan “Hilangkan kaum LGBT dari Bumi Gorontalo”. Fenomena ini mencerminkan adanya gelombang penolakan yang kuat terhadap keberadaan LGBT […]

  • Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

    Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 389
    • 0Komentar

    Senja turun perlahan di pesisir Mandar bukanlah perkara jarang ditemukan. Langit memerah di atas laut, dan perahu-perahu nelayan kembali dengan layar yang mulai dilipat merupakan penghias keseharian hidup orang Mandar. Di sela desir angin laut, terdengar adzan Magrib memanggil dari masjid kampung. Suaranya lembut, tetapi tegas—seperti panggilan yang sudah akrab sejak kecil. Orang-orang berhenti sejenak. […]

  • IKA PMII Gorontalo Gelar “Munajat Cinta Ramadhan”, Salurkan 250 Kg Beras untuk Pesantren photo_camera 4

    IKA PMII Gorontalo Gelar “Munajat Cinta Ramadhan”, Salurkan 250 Kg Beras untuk Pesantren

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 489
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kegiatan bertajuk “Munajat Cinta Ramadhan” yang dilaksanakan di Grand Q Hotel Gorontalo pada Sabtu (7/3/2026) diawali dengan pembagian takjil oleh Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Provinsi Gorontalo. Ketua PKC PMII Gorontalo, Windy Olivia Dawa, menuturkan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang buka puasa bersama, tetapi juga menjadi ruang temu […]

  • Membangun Dunia Baru: Prospek Dunia Pasca-Amerika di Tengah Kebangkitan China

    Membangun Dunia Baru: Prospek Dunia Pasca-Amerika di Tengah Kebangkitan China

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Muhammad Suryadi R
    • visibility 419
    • 0Komentar

    Dunia di abad ke-21 bergerak kian cepat daripada kemampuan manusia untuk merenungkannya. Inovasi teknologi, kecerdasan buatan, dan konektivitas global menciptakan kesan bahwa umat manusia telah melampaui batas-batas lama sejarah. Tapi di balik kemajuan itu, dunia justru menampakkan kerapuhannya dengan telanjang bulat bahwa perang kembali menjadi bahasa politik, krisis kemanusiaan diperlakukan sebagai gangguan statistik, dan lembaga […]

expand_less