Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Gus Yahya dan Ikhtiar Menguatkan Khidmah Keagamaan NU

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month 5 jam yang lalu
  • visibility 9
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

NULONDALO.COM – Satu periode membersamai KH Yahya Cholil Staquf dalam kepengurusan PBNU 2022–2026 memberikan banyak pengalaman dan pelajaran bagi saya. Tentu setiap masa kepemimpinan memiliki dinamika, tantangan, kekurangan, sekaligus capaian yang kelak akan dinilai secara lebih jernih oleh sejarah. Namun, ada satu hal yang sejak awal saya tangkap dari Gus Yahya: kesadarannya bahwa Nahdlatul Ulama pertama-tama adalah jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah—organisasi keagamaan dan kemasyarakatan—dan kata diniyyah berada di depan.

Saya masih ingat ketika Gus Yahya meminta saya ikut membantu beliau sebagai Wakil Ketua Umum PBNU. Dalam percakapan itu, beliau menekankan bahwa NU adalah jam’iyyah diniyyah ijtima’iyyah. Karena itu, menurut beliau, bidang keagamaan harus memperoleh perhatian yang sungguh-sungguh dan menjadi salah satu poros utama kerja PBNU.

Kepercayaan tersebut tentu merupakan amanah yang berat. Saya kemudian banyak berkoordinasi dan bekerja bersama orang-orang yang memiliki perhatian besar terhadap khazanah keislaman, fikih, dan pemikiran keagamaan NU. Di antaranya Gus Ulil Abshar Abdalla, Kiai Tajul mafakhir, Gus Fahrur Rozi, Gus Aab, Kiai Mahbub, Gus Silahuddin, Kiai Khodri, Gus Aniq, dan banyak kiai, akademisi, serta kader NU lainnya yang tidak mungkin saya sebutkan satu per satu.

Dari kerja bersama itulah lahir dan berkembang berbagai ikhtiar di bidang keagamaan. Ada Halaqah Fikih Peradaban, penguatan metodologi istinbath hukum, seminar-seminar keagamaan, penataan berbagai Peraturan Perkumpulan NU (Perkum), serta sejumlah agenda lain untuk memperkuat tradisi intelektual dan kelembagaan NU. Bersamaan dengan itu, melalui Digdaya Persuratan, tata kelola administrasi organisasi juga mulai diarahkan menjadi lebih tertib dan terdigitalisasi.

Perhatian kepengurusan periode ini terhadap turats dan khazanah keislaman Nusantara juga merupakan hal yang patut dicatat. Bersama Kiai Tajul dan kawan-kawan, saya berkesempatan terlibat dalam sejumlah kerja untuk menggali, menghimpun, dan menghadirkan kembali warisan intelektual para ulama. Di antaranya penyusunan Majmū‘ Mu’allafāt Ulama Indonesia, yang menghimpun karya-karya ulama Nusantara, serta penyusunan kitab Tsaquf al-Akhyar menjelang Seminar Internasional Fikih Peradaban.

Bagi saya, ikhtiar semacam ini penting karena NU tidak boleh tercerabut dari akar keilmuannya. Membicarakan masa depan NU dan peradaban dunia harus berjalan beriringan dengan merawat sanad keilmuan, membaca kembali turats, dan mengenalkan karya para ulama Nusantara kepada generasi berikutnya. Berpikir tentang masa depan tidak berarti meninggalkan khazanah masa lalu. justru dari akar keilmuan yang kuat itulah NU dapat memberikan jawaban terhadap persoalan-persoalan baru.

Program-program tersebut tentu bukan karya satu atau dua orang. Semuanya merupakan hasil kerja kolektif banyak kiai, pengurus, lembaga, dan kader NU. Namun, saya kira patut dicatat bahwa Gus Yahya memberikan ruang dan dukungan organisatoris agar berbagai ikhtiar tersebut dapat berjalan dan berkembang.

Saya juga menyaksikan sendiri bagaimana Gus Yahya menempatkan bidang keagamaan dalam struktur kepengurusan. Ketika pernah muncul usulan agar Wakil Ketua Umum yang membidangi sektor lain ditempatkan secara urutan di atas Wakil Ketua Umum bidang keagamaan, Gus Yahya tetap meminta agar Wakil Ketua Umum yang membidangi keagamaan ditempatkan pada urutan pertama dan langsung setelah Ketua Umum.

Bagi sebagian orang, urutan seperti itu mungkin terlihat sebagai persoalan administratif yang sederhana. Tetapi bagi saya, keputusan tersebut menggambarkan cara pandangnya tentang identitas dasar NU: sebesar apa pun NU berkembang dalam bidang sosial, ekonomi, politik kebangsaan, pendidikan, teknologi, dan berbagai bidang lainnya, ruh utamanya tetaplah khidmah keagamaan.

Tentu kepemimpinan Gus Yahya selama satu periode tidak berlangsung tanpa perdebatan. Ada keputusan yang mendapatkan dukungan, ada pula yang mengundang kritik. Itu merupakan sesuatu yang wajar dalam organisasi sebesar NU. Saya sendiri tidak selalu mempunyai pandangan yang sama dalam setiap persoalan. Tetapi perbedaan pandangan tidak semestinya membuat kita kehilangan kemampuan untuk mengakui hal-hal baik yang telah dikerjakan.

Beberapa warisan periode ini menurut saya layak dijaga dan dikembangkan: Digdaya, Halaqah Fikih Peradaban, perhatian terhadap turats dan karya ulama Nusantara, penguatan sistem dan Perkum NU, serta pengembangan metodologi istinbath melalui berbagai seminar dan forum keilmuan. Yang sudah baik perlu diteruskan, yang masih kurang perlu disempurnakan, dan yang belum selesai perlu dituntaskan.

Secara pribadi, saya juga menyadari bahwa berbagai kepercayaan yang kemudian saya terima dari banyak kiai, pengurus, dan warga NU selama beberapa tahun terakhir tidak dapat dilepaskan dari keputusan Gus Yahya yang memberikan kepercayaan kepada saya untuk menjadi Wakil Ketua Umum PBNU. Amanah itu memperluas ruang khidmah saya sekaligus mempertemukan saya dengan begitu banyak kiai, kader, dan jaringan NU di berbagai daerah.

Karena itu, untuk kepercayaan dan kesempatan berkhidmah tersebut, saya menyampaikan terima kasih kepada Gus Yahya. Kepercayaan seseorang sering kali membuka jalan bagi tumbuhnya kepercayaan dari banyak orang lainnya. Dalam perjalanan khidmah saya selama satu periode ini, saya tidak melupakan bahwa salah satu pintu itu dibukakan oleh Gus Yahya.

Pada akhirnya, jabatan dalam NU datang dan pergi, sedangkan khidmah kepada jam’iyyah harus terus berjalan. Setiap kepemimpinan menerima warisan dari pendahulunya, kemudian mempunyai kewajiban untuk merawat yang baik, memperbaiki yang kurang, dan menghadirkan pembaruan sesuai kebutuhan zamannya.

Karena itu, kepada Gus Kikin, Ketua Umum PBNU yang mendapat amanah untuk periode berikutnya, saya menaruh harapan besar. Semoga beliau dapat meneruskan hal-hal baik yang telah dibangun pada masa Gus Yahya, sekaligus menyempurnakan apa yang masih memerlukan perbaikan. Terutama, saya berharap khidmah keagamaan tetap ditempatkan sebagai ruh utama PBNU, tradisi keilmuan dan turats para ulama terus diperkuat, serta seluruh potensi besar yang dimiliki NU dapat dirangkul untuk bekerja bersama.

Setiap zaman mempunyai tantangannya dan setiap pemimpin mempunyai caranya. Yang tidak boleh berubah adalah tujuan kita: menjaga agama, merawat jam’iyyah, dan menghadirkan kemaslahatan sebesar-besarnya bagi umat, bangsa, dan kemanusiaan.

 

Penulis KH Zulfa Mustofa

Waketum PBNU masa khidmat 2022- 2026

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua Umum MUI Ajak Bangsa Perkuat Persatuan dan Doa Hadapi Dinamika Global

    Ketua Umum MUI Ajak Bangsa Perkuat Persatuan dan Doa Hadapi Dinamika Global

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 214
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Iskandar, mengajak seluruh elemen bangsa untuk memperkuat persatuan nasional serta meningkatkan ikhtiar spiritual di tengah dinamika geopolitik dan geoekonomi global yang terus berkembang. Hal tersebut disampaikan Anwar usai menghadiri kegiatan silaturahmi antara Presiden dan para kiai serta tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta pada […]

  • Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Tujuh Menteri Dikabarkan Dievaluasi

    Isu Reshuffle Kabinet Prabowo Menguat, Tujuh Menteri Dikabarkan Dievaluasi

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 350
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Isu perombakan kabinet kembali mencuat di tengah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Kabinet Merah Putih disebut-sebut akan mengalami reshuffle dalam waktu dekat, menyusul agenda pelantikan sejumlah pejabat yang dijadwalkan berlangsung di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (28/1/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak Istana, rencana pelantikan tersebut memicu spekulasi bahwa […]

  • Video Diduga Libatkan Oknum Aleg Kabgor Viral, PKB Siapkan Sanksi Tegas

    Video Diduga Libatkan Oknum Aleg Kabgor Viral, PKB Siapkan Sanksi Tegas

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah video yang diduga melibatkan oknum anggota legislatif Kabupaten Gorontalo dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) kembali beredar dan viral di media sosial pada Februari 2026. Video tersebut disebut-sebut merupakan rekaman lama yang diunggah ulang hingga memicu sorotan publik. Dalam cuplikan yang beredar, terlihat seorang pria yang diduga anggota DPRD Kabupaten Gorontalo tengah melakukan […]

  • Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Jembatani Komunikasi Warga Tuli

    Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Jembatani Komunikasi Warga Tuli

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Komitmen untuk membangun masyarakat yang inklusif terus digalakkan oleh Yayasan Gorontalo Baik Indonesia (Goroba). Bersama Gerakan Kesejahteraan Untuk Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) cabang Gorontalo, Goroba menggelar kelas bahasa isyarat yang diikuti oleh 50 relawan, Minggu (4/10/20225). Kelas bahasa isyarat  ini mendapat dukungan anggota DPR Rachmat Gobel yang langsung memfasilitasi ruang kelas kantor DPW NasDem sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan. Kelas […]

  • PC PMII Kepulauan Sula Desak APH Usut Tuntas Dugaan Illegal Logging di Kepulauan Sula

    PC PMII Kepulauan Sula Desak APH Usut Tuntas Dugaan Illegal Logging di Kepulauan Sula

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Dugaan aktivitas illegal logging di Desa Capalulu, Kecamatan Mangoli Tengah, Kabupaten Kepulauan Sula, menuai perhatian publik. Dalam video yang beredar di media sosial tersebut, warga terlihat menyampaikan keluhan serta meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) segera turun tangan menindak aktivitas penebangan kayu yang diduga tidak memiliki izin. Hamit Capalulu […]

  • Gus Ipul Tegas! 2.708 Pegawai Kemensos Bolos Disanksi, 1 ASN Dipecat

    Gus Ipul Tegas! 2.708 Pegawai Kemensos Bolos Disanksi, 1 ASN Dipecat

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 319
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Langkah tegas diambil Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat memimpin apel pembinaan pegawai pada Kamis (26/3/2026). Apel ini menjadi tindak lanjut dari inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan pada hari pertama masuk kerja. Dari hasil evaluasi, terungkap angka ketidakhadiran yang cukup mencolok. Dari total 46.090 pegawai Kemensos, sebanyak 2.708 orang tidak masuk kerja tanpa keterangan […]

expand_less