Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Elite Dorong Pilkada Lewat DPRD, Kritik Soal Penyempitan Hak Rakyat Menguat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
  • visibility 187
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menguat di kalangan elite politik nasional. Usulan ini memantik perdebatan luas karena dinilai berpotensi menyempitkan hak politik rakyat dan menandai kemunduran demokrasi pasca-Reformasi.

Lebih dari dua dekade setelah Reformasi 1998 dan hampir 20 tahun sejak pilkada langsung pertama kali digelar pada 2005, gagasan memindahkan kembali pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota ke tangan parlemen daerah kembali mencuat. Alasan yang dikemukakan para pengusul relatif seragam: tingginya biaya politik, maraknya politik uang, konflik sosial, serta efektivitas pemerintahan daerah.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyebut pilkada langsung bukan satu-satunya bentuk demokrasi. Golkar, kata dia, membuka peluang formulasi baru pemilihan kepala daerah melalui DPRD dengan tetap melibatkan aspirasi publik. Salah satu opsi yang ditawarkan adalah mekanisme “setengah konvensi”, di mana survei publik dilakukan terlebih dahulu sebelum partai-partai menawarkan kandidat kepada publik dan memutuskan melalui mekanisme perwakilan.

“Survei dilakukan dulu. Kemudian partai-partai itu menawarkan kepada publik. Jadi semacam ada proses, ya setengah konvensi lah,” ujar Bahlil dalam diskusi di Jakarta.

Nada serupa disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno. Menurutnya, pilkada langsung selama satu dekade terakhir tidak lepas dari persoalan politik identitas, politik dinasti, dan terutama politik uang. Eddy menilai pemilihan kepala daerah oleh DPRD layak dipertimbangkan sebagai alternatif.

“Kami melihat ini sebagai usulan yang memang layak dipertimbangkan,” kata Eddy. Ia berpendapat biaya politik yang tinggi dalam pilkada langsung kerap membebani kepala daerah terpilih dengan janji kepada sponsor dan donor politik. Dalam skema pemilihan melalui DPRD, beban tersebut diharapkan berkurang.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga berada di barisan yang sama. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar secara terbuka menyebut pilkada langsung tidak produktif dan perlu dievaluasi. Sementara Partai Gerindra menyatakan terbuka terhadap perubahan sistem pilkada, dengan alasan ongkos politik yang sangat besar, baik bagi kandidat maupun negara.

Ketua OKK DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi mengatakan kajian internal partainya menemukan banyak sisi negatif dari pilkada langsung. Ia bahkan menyebut pembahasan revisi undang-undang pemilihan kepala daerah telah berlangsung sejak pemerintahan sebelumnya.

Dengan PAN, PKB, Golkar, dan Gerindra berada di jalur yang relatif searah, peta politik terkait perubahan sistem pilkada dinilai mulai mengeras.

Namun, penolakan datang dari PDI Perjuangan. Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengingatkan agar wacana tersebut tidak dilakukan secara gegabah. Menurutnya, pilkada langsung merupakan bagian dari demokrasi substantif yang telah diperjuangkan sejak Reformasi.

“Hati-hati. Kita sudah begitu maju. Jangan tiba-tiba ditarik mundur lagi ke belakang,” tegas Said. Ia mempertanyakan asumsi bahwa pilkada melalui DPRD otomatis lebih murah dan bersih dari praktik politik uang.

Sejumlah pengamat menilai wacana pilkada oleh DPRD lebih dari sekadar evaluasi teknis. Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki, menyebut skema tersebut berpotensi menguntungkan partai besar yang memiliki kursi dan jaringan kuat di parlemen daerah.

“Kompetisi berpindah dari arena publik ke ruang tertutup parlemen, tempat lobi dan kesepakatan elite menjadi penentu,” ujarnya. Dalam kondisi itu, partai kecil, calon independen, dan figur non-elite dinilai akan semakin tersisih.

Kritik juga disampaikan Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti. Ia menilai argumen penolakan pilkada langsung—mulai dari politik uang hingga konflik sosial—bukanlah persoalan sistem, melainkan budaya dan kualitas pendidikan politik partai.

“Kalau politik uang marak di semua pemilihan, maka masalahnya bukan pada sistem, tetapi pada budaya politik,” kata Ray. Menurutnya, mengubah mekanisme pilkada justru berisiko merampas hak rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri.

Di tengah tarik-menarik kepentingan elite, wacana pilkada oleh DPRD dinilai menjadi ujian serius arah demokrasi Indonesia. Publik kini dihadapkan pada pilihan antara demokrasi yang lebih rapi namun tertutup, atau demokrasi yang bising tetapi tetap memberi ruang bagi kedaulatan rakyat.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Presiden Prabowo Rencanakan Tahun Baru di Lokasi Bencana Sumatra, Jakarta Gelar Perayaan Tanpa Kembang Api

    Presiden Prabowo Rencanakan Tahun Baru di Lokasi Bencana Sumatra, Jakarta Gelar Perayaan Tanpa Kembang Api

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 209
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto berencana menghabiskan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 di wilayah Sumatra yang terdampak banjir bandang dan longsor. Hal tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi usai konferensi pers penanganan bencana di Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Senin (29/12/2025). “Direncanakan begitu (tahun baru ke Sumatra),” ujar Prasetyo Hadi, […]

  • Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Pernakah kita berpikir kenapa fasilitas publik seperti rumah sakit atau taman kota bisa dinamai sesuai dengan nama seseorang? Memang sih, terkadang kita menganggap bagian dari menamai ruang publik itu adalah salah satu bentuk penghormatan kepada seseorang. Tapi, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah; apakah semua fasilitas publik harus terhubung dengan nama seseorang? Lebih-lebih di balik penamaan […]

  • GP Ansor Sulsel Tegaskan Satu Komando Pimpinan Pusat Soal Kasus Kuota Haji

    GP Ansor Sulsel Tegaskan Satu Komando Pimpinan Pusat Soal Kasus Kuota Haji

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 229
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Makassar – Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan resmi merilis pernyataan sikap terkait polemik dugaan penyimpangan kuota haji yang menyeret nama mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas (Gus Yaqut). Ketua GP Ansor Sulsel, Muhammad Ridwan Yusuf, menegaskan bahwa seluruh kader di daerah tetap berada dalam satu komando yang solid. Ia menyatakan bahwa GP […]

  • Komisi V DPR Soroti Kelaikudaraan Pesawat IAT yang Hilang Kontak di Maros

    Komisi V DPR Soroti Kelaikudaraan Pesawat IAT yang Hilang Kontak di Maros

    • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 257
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi V DPR RI menyoroti hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) dengan registrasi PK-THT di wilayah Maros, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/1/2026). Sorotan tersebut terutama berkaitan dengan pengawasan kelaikudaraan pesawat, khususnya armada yang telah beroperasi dalam jangka waktu panjang. Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Syaiful Huda, meminta Kementerian Perhubungan […]

  • Medan Ekstrem dan Kabut Tebal, Tim SAR Amankan Jenazah Korban Kedua ATR 42-500

    Medan Ekstrem dan Kabut Tebal, Tim SAR Amankan Jenazah Korban Kedua ATR 42-500

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 205
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, PANGKEP — Operasi pencarian korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, kembali membuahkan hasil. Satu jenazah korban kedua berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan di medan pegunungan yang ekstrem, Senin (19/1/2026). Korban ditemukan oleh Saiful Malik, anggota Komunitas Pencinta Alam Arai Sulawesi Selatan, […]

  • Eks Kapolres Bima Kota Dipecat Tidak Hormat, KKEP Nyatakan Terbukti Terlibat Narkoba dan Pelanggaran Berat

    Eks Kapolres Bima Kota Dipecat Tidak Hormat, KKEP Nyatakan Terbukti Terlibat Narkoba dan Pelanggaran Berat

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap eks Kapolres Bima Kota AKBP DPK resmi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Putusan tersebut dibacakan dalam sidang etik yang digelar di Gedung TNCC Mabes Polri, Kamis (19/2/2026). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa sidang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga […]

expand_less