Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Elite Dorong Pilkada Lewat DPRD, Kritik Soal Penyempitan Hak Rakyat Menguat

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
  • visibility 247
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Wacana mengembalikan mekanisme pemilihan kepala daerah melalui Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menguat di kalangan elite politik nasional. Usulan ini memantik perdebatan luas karena dinilai berpotensi menyempitkan hak politik rakyat dan menandai kemunduran demokrasi pasca-Reformasi.

Lebih dari dua dekade setelah Reformasi 1998 dan hampir 20 tahun sejak pilkada langsung pertama kali digelar pada 2005, gagasan memindahkan kembali pemilihan gubernur, bupati, dan wali kota ke tangan parlemen daerah kembali mencuat. Alasan yang dikemukakan para pengusul relatif seragam: tingginya biaya politik, maraknya politik uang, konflik sosial, serta efektivitas pemerintahan daerah.

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia menyebut pilkada langsung bukan satu-satunya bentuk demokrasi. Golkar, kata dia, membuka peluang formulasi baru pemilihan kepala daerah melalui DPRD dengan tetap melibatkan aspirasi publik. Salah satu opsi yang ditawarkan adalah mekanisme “setengah konvensi”, di mana survei publik dilakukan terlebih dahulu sebelum partai-partai menawarkan kandidat kepada publik dan memutuskan melalui mekanisme perwakilan.

“Survei dilakukan dulu. Kemudian partai-partai itu menawarkan kepada publik. Jadi semacam ada proses, ya setengah konvensi lah,” ujar Bahlil dalam diskusi di Jakarta.

Nada serupa disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno. Menurutnya, pilkada langsung selama satu dekade terakhir tidak lepas dari persoalan politik identitas, politik dinasti, dan terutama politik uang. Eddy menilai pemilihan kepala daerah oleh DPRD layak dipertimbangkan sebagai alternatif.

“Kami melihat ini sebagai usulan yang memang layak dipertimbangkan,” kata Eddy. Ia berpendapat biaya politik yang tinggi dalam pilkada langsung kerap membebani kepala daerah terpilih dengan janji kepada sponsor dan donor politik. Dalam skema pemilihan melalui DPRD, beban tersebut diharapkan berkurang.

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) juga berada di barisan yang sama. Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar secara terbuka menyebut pilkada langsung tidak produktif dan perlu dievaluasi. Sementara Partai Gerindra menyatakan terbuka terhadap perubahan sistem pilkada, dengan alasan ongkos politik yang sangat besar, baik bagi kandidat maupun negara.

Ketua OKK DPP Partai Gerindra Prasetyo Hadi mengatakan kajian internal partainya menemukan banyak sisi negatif dari pilkada langsung. Ia bahkan menyebut pembahasan revisi undang-undang pemilihan kepala daerah telah berlangsung sejak pemerintahan sebelumnya.

Dengan PAN, PKB, Golkar, dan Gerindra berada di jalur yang relatif searah, peta politik terkait perubahan sistem pilkada dinilai mulai mengeras.

Namun, penolakan datang dari PDI Perjuangan. Ketua DPP PDIP Said Abdullah mengingatkan agar wacana tersebut tidak dilakukan secara gegabah. Menurutnya, pilkada langsung merupakan bagian dari demokrasi substantif yang telah diperjuangkan sejak Reformasi.

“Hati-hati. Kita sudah begitu maju. Jangan tiba-tiba ditarik mundur lagi ke belakang,” tegas Said. Ia mempertanyakan asumsi bahwa pilkada melalui DPRD otomatis lebih murah dan bersih dari praktik politik uang.

Sejumlah pengamat menilai wacana pilkada oleh DPRD lebih dari sekadar evaluasi teknis. Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia, Arifki, menyebut skema tersebut berpotensi menguntungkan partai besar yang memiliki kursi dan jaringan kuat di parlemen daerah.

“Kompetisi berpindah dari arena publik ke ruang tertutup parlemen, tempat lobi dan kesepakatan elite menjadi penentu,” ujarnya. Dalam kondisi itu, partai kecil, calon independen, dan figur non-elite dinilai akan semakin tersisih.

Kritik juga disampaikan Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti. Ia menilai argumen penolakan pilkada langsung—mulai dari politik uang hingga konflik sosial—bukanlah persoalan sistem, melainkan budaya dan kualitas pendidikan politik partai.

“Kalau politik uang marak di semua pemilihan, maka masalahnya bukan pada sistem, tetapi pada budaya politik,” kata Ray. Menurutnya, mengubah mekanisme pilkada justru berisiko merampas hak rakyat untuk memilih pemimpinnya sendiri.

Di tengah tarik-menarik kepentingan elite, wacana pilkada oleh DPRD dinilai menjadi ujian serius arah demokrasi Indonesia. Publik kini dihadapkan pada pilihan antara demokrasi yang lebih rapi namun tertutup, atau demokrasi yang bising tetapi tetap memberi ruang bagi kedaulatan rakyat.

  • Penulis: Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mahasiswa KKN Unhas Gelar Edukasi Pelestarian Mangrove di Desa Pajukukang

    Mahasiswa KKN Unhas Gelar Edukasi Pelestarian Mangrove di Desa Pajukukang

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 111
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM–MAROS–Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Perubahan Iklim Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja Edukasi Pelestarian Mangrove di Aula Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros, Sabtu (1/8). Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pentingnya tanaman mangrove dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir. Program ini terlaksana melalui sinergi dengan Balai Riset Perikanan Budidaya Air […]

  • Menag Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran

    Menag Larang ASN Kemenag Gunakan Kendaraan Dinas untuk Mudik Lebaran

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nasaruddin Umar menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kementerian Agama Republik Indonesia dilarang menggunakan kendaraan dinas untuk kepentingan mudik Lebaran. Larangan tersebut disampaikan Menag sebagai bagian dari upaya menjaga integritas serta memastikan fasilitas negara digunakan secara bertanggung jawab dan sesuai peruntukannya. “ASN wajib menjaga integritas, profesionalitas, serta menggunakan fasilitas negara secara […]

  • Ustadz Nur Maulana Jelaskan Tiga Kategori Amal di MAN 1 Makassar

    Ustadz Nur Maulana Jelaskan Tiga Kategori Amal di MAN 1 Makassar

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle -
    • visibility 60
    • 0Komentar

    Nulondalo, Makassar – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Makassar bekerja sama dengan Sahabat Yatim Indonesia menggelar Tabligh Akbar di lapangan indoor madrasah, Senin (5/10/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan dai nasional Ustadz Nur Maulana sebagai penceramah. Sekitar 1.000 siswa, bersama guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Makassar, mengikuti acara yang berlangsung khidmat dan penuh antusias. Rangkaian […]

  • Pendapatan Langit

    Pendapatan Langit

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 484
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan fenomena unik dalam dunia akuntansi: grafik konsumsi naik, grafik diskon bertebaran, dan grafik kesabaran kadang turun—terutama saat menjelang buka puasa. Namun di balik riuhnya “war takjil” dan promo “beli dua gratis pahala (eh, maksudnya gratis satu)”, ada satu jenis pendapatan yang jarang dicatat dalam laporan keuangan: Pendapatan Langit. Sebagai dosen akuntansi, saya […]

  • Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan dalam Reses Muhammad Dzikyan di Boalemo

    Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan dalam Reses Muhammad Dzikyan di Boalemo

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 208
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat berskala provinsi dengan nilai anggaran sekitar Rp134 miliar menjadi salah satu sorotan utama masyarakat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan Pohuwato–Boalemo, Muhammad Dzikyan, di Desa Bongo Dua, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Jumat (6/2/2026). Dalam dialog bersama warga, sejumlah masyarakat mempertanyakan dampak langsung pembangunan tersebut terhadap perekonomian […]

  • Di Hadapan Ketua DPC Terpilih, Faisol Riza Sampaikan Pesan Khusus Gus Muhaimin untuk PKB Gorontalo

    Di Hadapan Ketua DPC Terpilih, Faisol Riza Sampaikan Pesan Khusus Gus Muhaimin untuk PKB Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 16 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 309
    • 0Komentar

    nulondalo.com -Wakil Ketua Umum DPP PKB sekaligus Wakil Menteri Perindustrian Republik Indonesia, H. Faisol Riza, menyampaikan pesan khusus Ketua Umum DPP PKB, H. A. Muhaimin Iskandar (Gus Muhaimin), kepada jajaran pengurus dan kader PKB Gorontalo saat memimpin Rapat Formatur Pembentukan dan Penetapan Kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB se-Provinsi Gorontalo Masa Bhakti 2026–2031 di Grand […]

expand_less