Breaking News
light_mode
Trending Tags

Islam Moderat di Persimpangan Jalan

  • account_circle Alam Khaerul Hidayat
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 257
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah riuhnya perbincangan tentang agama di ruang publik Indonesia, istilah Islam moderat seolah menemukan momentumnya. Ia hadir sebagai penyeimbang di antara tarikan ekstrem yang kerap mengeras dalam wajah keberagamaan kita di satu sisi konservatisme yang eksklusif, di sisi lain liberalisme yang kadang kehilangan pijakan nilai. Dalam konteks masyarakat yang majemuk, gagasan ini terasa penting, bahkan mendesak. Ia menjanjikan harmoni, menawarkan jalan tengah, dan diharapkan mampu meredam ketegangan yang terus berulang.

Namun, justru karena sering disebut, Islam moderat perlahan menghadapi persoalan lain yang tidak kalah serius: ia mulai terdengar seperti sesuatu yang sudah selesai dipahami. Seolah-olah semua orang sepakat tentang maknanya, padahal jika ditanya lebih jauh, tidak selalu jelas di mana batasnya, apa ukuran keberhasilannya, dan bagaimana ia benar-benar bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Di sinilah letak kegelisahan yang jarang diucapkan: apakah gagasan Islam moderat benar-benar telah menjadi cara hidup, atau ia masih sebatas bahasa yang indah di tingkat wacana?

Sebagai gagasan, moderasi tentu tidak bermasalah. Nilai-nilai yang dikandungnya keseimbangan, keadilan, toleransi adalah inti dari ajaran Islam itu sendiri. Tidak ada yang perlu diperdebatkan dari sisi normatif. Tetapi persoalan muncul ketika nilai-nilai itu diterjemahkan ke dalam praktik sosial. Moderasi sering dipahami sebagai “berada di tengah”, tetapi tengah antara apa dan siapa, itu yang kerap luput dijelaskan. Akibatnya, moderasi menjadi istilah yang lentur, bisa dipakai oleh siapa saja, bahkan dalam konteks yang berbeda-beda.

Dalam situasi tertentu, kelenturan ini memang menguntungkan karena membuka ruang dialog. Namun di sisi lain, ia juga berisiko mengaburkan makna. Moderasi bisa berubah menjadi sekadar label yang moderat dianggap benar, yang tidak moderat dianggap bermasalah tanpa penjelasan yang memadai. Di titik ini, moderasi kehilangan ketajamannya sebagai prinsip, dan bergeser menjadi kategori sosial yang cenderung simplistik.

Perjalanan Islam moderat di Indonesia menjadi semakin menarik ketika ia masuk ke dalam wilayah kebijakan negara. Apa yang semula merupakan etika keberagamaan, kini menjadi program yang dirancang, diukur, dan dijalankan secara institusional. Negara, melalui berbagai perangkatnya, berupaya menjadikan moderasi sebagai fondasi dalam menjaga kohesi sosial. Dalam batas tertentu, ini adalah langkah penting. Negara tidak bisa bersikap netral sepenuhnya ketika berhadapan dengan potensi konflik berbasis agama.

  • Penulis: Alam Khaerul Hidayat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Perdagangan Gas Dunia Terhenti, Asia Terancam Krisis Energi

    Perdagangan Gas Dunia Terhenti, Asia Terancam Krisis Energi

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 174
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Perdagangan gas alam cair (LNG) global mengalami gangguan serius menyusul meningkatnya konflik di Timur Tengah, dengan jalur vital Selat Hormuz praktis terhenti. Situasi ini memicu kekhawatiran krisis energi baru, terutama di kawasan Asia yang sangat bergantung pada pasokan dari Teluk. Data pelacakan kapal menunjukkan sejumlah tanker LNG menghentikan perjalanan dari dan menuju Qatar […]

  • Kolaborasi Kemanusiaan: HUT ke-78 Reskrim Polres Maros Dimeriahkan Bakti Sosial bersama PAC Maros Baru   

    Kolaborasi Kemanusiaan: HUT ke-78 Reskrim Polres Maros Dimeriahkan Bakti Sosial bersama PAC Maros Baru  

    • calendar_month Sabtu, 6 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-78 Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros, PAC Kiwal Garuda Hitam Maros Baru menunjukkan komitmennya sebagai jembatan kemanusiaan dengan menyelenggarakan kegiatan bakti sosial yang menyentuh langsung masyarakat yang membutuhkan. Perayaan hari jadi Reskrim yang ke-78 ini dirangkaikan dengan penyaluran paket sembako kepada warga di Kelurahan Baji […]

  • Pameran Seni “Sangkut Paut” Kolaborasi dan kreativitas dalam Residensi MTN Lab Gorontalo

    Pameran Seni “Sangkut Paut” Kolaborasi dan kreativitas dalam Residensi MTN Lab Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Pameran seni bertajuk “Sangkut Paut” resmi dibuka, Selasa (25/11/2025) di Hartdisk Studio, Bone Bolango. Pameran ini merupakan hasil proses kreativitas dari program MTN Lab Residence Gorontalo, yang menghadirkan 29 seniman dan 8 kurator dalam kerja kolaboratif selama dua minggu terakhir. Residensi ini memperlihatkan bagaimana gagasan tumbuh ketika praktik seni dirawat melalui kedekatan—antara seniman, kurator, ruang […]

  • Wagub Gorontalo Terima Audiensi Mata Garuda, Dorong Alumni LPDP Berkontribusi untuk Daerah

    Wagub Gorontalo Terima Audiensi Mata Garuda, Dorong Alumni LPDP Berkontribusi untuk Daerah

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menerima audiensi Organisasi Mata Garuda Gorontalo, komunitas penerima dan alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Selasa (7/4/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan resmi organisasi, serta penegasan komitmen alumni LPDP untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Salah satu pengurus Mata […]

  • Lestari Moerdijat Dorong Kesehatan Mental Masuk Kurikulum Nasional

    Lestari Moerdijat Dorong Kesehatan Mental Masuk Kurikulum Nasional

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 197
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menilai kesehatan mental harus menjadi bagian penting dalam kurikulum pendidikan nasional. Hal ini menyusul kondisi darurat kesehatan mental yang tengah dihadapi anak dan remaja di Indonesia. “Penanganan yang terintegrasi untuk mengatasi masalah kesehatan mental anak dan remaja sangat krusial, demi menyelamatkan masa depan generasi penerus bangsa,” […]

  • Didesak Massa, KemenHAM Janji Bentuk Tim Tindaklanjuti Penangkapan 11 Warga Maba Sangaji

    Didesak Massa, KemenHAM Janji Bentuk Tim Tindaklanjuti Penangkapan 11 Warga Maba Sangaji

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Aliansi Masyarakat Adat menggelar aksi unjuk rasa mendesak Kementerian HAM (KemenHAM) untuk bersikap tegas atas penangkapan 11 warga Maba Sangaji oleh Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara. Massa juga menuntut dihentikannya aktivitas PT Position yang dinilai merusak wilayah adat dan memicu konflik. Senin, 26 Mei 2025. Aksi dimulai dari titik kumpul menuju kantor KemenHAM wilayah kerja […]

expand_less