Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Islam Moderat di Persimpangan Jalan

  • account_circle Alam Khaerul Hidayat
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 313
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah riuhnya perbincangan tentang agama di ruang publik Indonesia, istilah Islam moderat seolah menemukan momentumnya. Ia hadir sebagai penyeimbang di antara tarikan ekstrem yang kerap mengeras dalam wajah keberagamaan kita di satu sisi konservatisme yang eksklusif, di sisi lain liberalisme yang kadang kehilangan pijakan nilai. Dalam konteks masyarakat yang majemuk, gagasan ini terasa penting, bahkan mendesak. Ia menjanjikan harmoni, menawarkan jalan tengah, dan diharapkan mampu meredam ketegangan yang terus berulang.

Namun, justru karena sering disebut, Islam moderat perlahan menghadapi persoalan lain yang tidak kalah serius: ia mulai terdengar seperti sesuatu yang sudah selesai dipahami. Seolah-olah semua orang sepakat tentang maknanya, padahal jika ditanya lebih jauh, tidak selalu jelas di mana batasnya, apa ukuran keberhasilannya, dan bagaimana ia benar-benar bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Di sinilah letak kegelisahan yang jarang diucapkan: apakah gagasan Islam moderat benar-benar telah menjadi cara hidup, atau ia masih sebatas bahasa yang indah di tingkat wacana?

Sebagai gagasan, moderasi tentu tidak bermasalah. Nilai-nilai yang dikandungnya keseimbangan, keadilan, toleransi adalah inti dari ajaran Islam itu sendiri. Tidak ada yang perlu diperdebatkan dari sisi normatif. Tetapi persoalan muncul ketika nilai-nilai itu diterjemahkan ke dalam praktik sosial. Moderasi sering dipahami sebagai “berada di tengah”, tetapi tengah antara apa dan siapa, itu yang kerap luput dijelaskan. Akibatnya, moderasi menjadi istilah yang lentur, bisa dipakai oleh siapa saja, bahkan dalam konteks yang berbeda-beda.

Dalam situasi tertentu, kelenturan ini memang menguntungkan karena membuka ruang dialog. Namun di sisi lain, ia juga berisiko mengaburkan makna. Moderasi bisa berubah menjadi sekadar label yang moderat dianggap benar, yang tidak moderat dianggap bermasalah tanpa penjelasan yang memadai. Di titik ini, moderasi kehilangan ketajamannya sebagai prinsip, dan bergeser menjadi kategori sosial yang cenderung simplistik.

Perjalanan Islam moderat di Indonesia menjadi semakin menarik ketika ia masuk ke dalam wilayah kebijakan negara. Apa yang semula merupakan etika keberagamaan, kini menjadi program yang dirancang, diukur, dan dijalankan secara institusional. Negara, melalui berbagai perangkatnya, berupaya menjadikan moderasi sebagai fondasi dalam menjaga kohesi sosial. Dalam batas tertentu, ini adalah langkah penting. Negara tidak bisa bersikap netral sepenuhnya ketika berhadapan dengan potensi konflik berbasis agama.

  • Penulis: Alam Khaerul Hidayat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Gorontalo Gelar Sidang MP-TGR, Dalami Potensi Kerugian Daerah

    Pemkab Gorontalo Gelar Sidang MP-TGR, Dalami Potensi Kerugian Daerah

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 244
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kabupaten Gorontalo menggelar sidang Majelis Pertimbangan Tuntutan Ganti Rugi (MP-TGR), Selasa (21/04/2026), di Ruang Dulohupa Kantor Bupati Gorontalo. Sidang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Sugondo Makmur, didampingi sejumlah pejabat terkait, di antaranya Asisten III Setda, Inspektorat, Badan Keuangan, serta Bagian Hukum. Agenda utama sidang adalah melakukan pendalaman terhadap potensi tuntutan ganti rugi […]

  • Catatan Kecil Seorang Anak PNS

    Catatan Kecil Seorang Anak PNS

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Opini ini saya tulis di sela perjalanan panjang, di ruang tunggu Bandara Cengkareng, Jakarta. Waktu seakan berhenti sejenak di antara pengumuman keberangkatan dan langkah-langkah penumpang yang tergesa. Saya dan seorang sahabat—sesama PNS, sama-sama dipercaya mengemban amanah pada penugasan kali ini mendampingi Wakil Walikota Gorontalo Bapak Indra Gobel — sedang bersiap menunggu penerbangan menuju Aceh Tamiang, […]

  • Beban Langit

    Beban Langit

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 257
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang dengan dua laporan keuangan: yang satu laporan arus kas, yang lain laporan arus “ke atas”. Yang pertama bikin kepala pening, yang kedua bikin hati bening. Di antara keduanya, manusia sering keliru membedakan mana beban operasional, mana beban langit. Dalam akuntansi, kita mengenal beban (expense) sebagai pengurang laba. Listrik naik, harga cabai melonjak, […]

  • SulSel darurat perbaikan jalan, Gubernur Paving Blok!!!

    SulSel darurat perbaikan jalan, Gubernur Paving Blok!!!

    • calendar_month Selasa, 9 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — Provinsi Sulawesi Selatan adalah Provinsi yang paling strategis di pulau Sulawesi namun menyimpang dalam perbaikan jalan. Hampir setiap hari sosial media menjadi media kritik namun gubernur Sulawesi Selatan A. Sudirman Sulaiman lamban dalam menangani kritik yang hadir akan daerahnya Berbeda dengan saudaranya A. Amran Sulaiman selaku menteri Pertanian yang sangat jelas Kinerjanya […]

  • Akuntansi Program Bantuan Sosial: Efektivitas Penyaluran dan Tantangan Pengawasan

    Akuntansi Program Bantuan Sosial: Efektivitas Penyaluran dan Tantangan Pengawasan

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Muhamad Pauzan
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Bangsa ini memikul tanggung jawab moral yang besar: memastikan setiap rupiah yang dialokasikan untuk program bantuan sosial benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan. Namun, realitas menunjukkan bahwa akuntansi program bantuan sosial masih menghadapi berbagai tantangan serius. Pertanyaan mendasar yang perlu diajukan adalah: sejauh mana efektivitas penyaluran bantuan sosial, dan apa saja hambatan dalam pengawasannya? Indonesia, […]

  • Belasan Chromebook ANBK SMP PGRI 2 Maros Digondol Maling, Kerugian Capai Rp90 Juta

    Belasan Chromebook ANBK SMP PGRI 2 Maros Digondol Maling, Kerugian Capai Rp90 Juta

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros — SMP PGRI 2 Maros menjadi sasaran aksi pencurian pada Senin (15/12/2025) pagi. Belasan perangkat Chromebook milik sekolah raib digondol pelaku, dengan total kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Guru PJOK SMP PGRI 2 Maros, Suhardi, mengungkapkan sebanyak 15 unit Chromebook dan satu unit speaker hilang dari ruang kantor sekolah. Aksi pencurian itu […]

expand_less