Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Islam Moderat di Persimpangan Jalan

  • account_circle Alam Khaerul Hidayat
  • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
  • visibility 420
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah riuhnya perbincangan tentang agama di ruang publik Indonesia, istilah Islam moderat seolah menemukan momentumnya. Ia hadir sebagai penyeimbang di antara tarikan ekstrem yang kerap mengeras dalam wajah keberagamaan kita di satu sisi konservatisme yang eksklusif, di sisi lain liberalisme yang kadang kehilangan pijakan nilai. Dalam konteks masyarakat yang majemuk, gagasan ini terasa penting, bahkan mendesak. Ia menjanjikan harmoni, menawarkan jalan tengah, dan diharapkan mampu meredam ketegangan yang terus berulang.

Namun, justru karena sering disebut, Islam moderat perlahan menghadapi persoalan lain yang tidak kalah serius: ia mulai terdengar seperti sesuatu yang sudah selesai dipahami. Seolah-olah semua orang sepakat tentang maknanya, padahal jika ditanya lebih jauh, tidak selalu jelas di mana batasnya, apa ukuran keberhasilannya, dan bagaimana ia benar-benar bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Di sinilah letak kegelisahan yang jarang diucapkan: apakah gagasan Islam moderat benar-benar telah menjadi cara hidup, atau ia masih sebatas bahasa yang indah di tingkat wacana?

Sebagai gagasan, moderasi tentu tidak bermasalah. Nilai-nilai yang dikandungnya keseimbangan, keadilan, toleransi adalah inti dari ajaran Islam itu sendiri. Tidak ada yang perlu diperdebatkan dari sisi normatif. Tetapi persoalan muncul ketika nilai-nilai itu diterjemahkan ke dalam praktik sosial. Moderasi sering dipahami sebagai “berada di tengah”, tetapi tengah antara apa dan siapa, itu yang kerap luput dijelaskan. Akibatnya, moderasi menjadi istilah yang lentur, bisa dipakai oleh siapa saja, bahkan dalam konteks yang berbeda-beda.

Dalam situasi tertentu, kelenturan ini memang menguntungkan karena membuka ruang dialog. Namun di sisi lain, ia juga berisiko mengaburkan makna. Moderasi bisa berubah menjadi sekadar label yang moderat dianggap benar, yang tidak moderat dianggap bermasalah tanpa penjelasan yang memadai. Di titik ini, moderasi kehilangan ketajamannya sebagai prinsip, dan bergeser menjadi kategori sosial yang cenderung simplistik.

Perjalanan Islam moderat di Indonesia menjadi semakin menarik ketika ia masuk ke dalam wilayah kebijakan negara. Apa yang semula merupakan etika keberagamaan, kini menjadi program yang dirancang, diukur, dan dijalankan secara institusional. Negara, melalui berbagai perangkatnya, berupaya menjadikan moderasi sebagai fondasi dalam menjaga kohesi sosial. Dalam batas tertentu, ini adalah langkah penting. Negara tidak bisa bersikap netral sepenuhnya ketika berhadapan dengan potensi konflik berbasis agama.

  • Penulis: Alam Khaerul Hidayat

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pergantian Tahun, Masyarakat Diimbau Waspadai Keamanan hingga Cuaca Ekstrem

    Pergantian Tahun, Masyarakat Diimbau Waspadai Keamanan hingga Cuaca Ekstrem

    • calendar_month Rabu, 31 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 286
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menjelang malam pergantian Tahun Masehi, masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai potensi risiko, mulai dari gangguan keamanan, kecelakaan lalu lintas, hingga cuaca ekstrem. Pengamat dan aparat keamanan menilai euforia perayaan tahun baru kerap dibarengi peningkatan kerawanan di ruang publik. Pengamat sosial dari Universitas Indonesia, Dr. Devie Rahmawati, menilai keramaian pada malam tahun baru […]

  • Saham PIPA dan MINA Anjlok Usai Bareskrim Ungkap Dugaan Pidana Pasar Modal

    Saham PIPA dan MINA Anjlok Usai Bareskrim Ungkap Dugaan Pidana Pasar Modal

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 365
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Perdagangan saham PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) dan PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA) dibuka melemah tajam pada Rabu (4/2/2026), menyusul mencuatnya sentimen negatif terkait pengungkapan dugaan tindak pidana pasar modal oleh Bareskrim Polri. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.15 WIB, saham PIPA tercatat merosot 31 poin atau sekitar 14,62 […]

  • Koalisi Masyarakat Gorontalo Nilai Gugatan Menteri Pertanian terhadap Tempo Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

    Koalisi Masyarakat Gorontalo Nilai Gugatan Menteri Pertanian terhadap Tempo Ancaman Serius bagi Kebebasan Pers

    • calendar_month Selasa, 4 Nov 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Sejumlah organisasi masyarakat sipil yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Gorontalo untuk Demokrasi menilai gugatan hukum yang dilayangkan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman terhadap majalah Tempo merupakan bentuk pembungkaman terhadap kebebasan pers sekaligus ancaman serius bagi demokrasi di Indonesia. Pandangan tersebut mengemuka dalam Diskusi Publik bertajuk “Pembungkaman Ruang Publik dalam Gugatan Perdata Menteri Pertanian terhadap Tempo” […]

  • Investasi Langit

    Investasi Langit

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 449
    • 0Komentar

    Di bulan Ramadhan, manusia mendadak berubah menjadi “analis investasi spiritual.” Yang biasanya sibuk menghitung cicilan motor, tiba-tiba rajin menghitung pahala. Bahkan ada yang sudah seperti akuntan publik: setiap amal dicatat, setiap sedekah dihitung, setiap tarawih dianggap sebagai “portofolio akhirat.” Kalau di dunia bisnis kita mengenal investasi saham, obligasi, atau deposito, maka Ramadhan sebenarnya mengajarkan satu […]

  • Dijaga TNI, Tapi Cuma Pisang dan Ubi: Sengketa Lahan Warga vs Pertamina di Maros Makin Panas

    Dijaga TNI, Tapi Cuma Pisang dan Ubi: Sengketa Lahan Warga vs Pertamina di Maros Makin Panas

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 231
    • 0Komentar

    nulondalo.com, MAROS–Sengketa kepemilikan lahan antara warga dan PT Pertamina di Jalan Pertamina, Kelurahan Temmapaduae, Kecamatan Marusu, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, kian memanas dan memicu sorotan publik. Ahli waris menegaskan bahwa di lokasi tersebut tidak terdapat kilang, pipa, maupun aktivitas produksi Pertamina, Jumat (16/1/2026). Meski demikian, sejumlah oknum TNI terlihat berjaga di lahan yang diklaim sebagai […]

  • Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)

    Tsuwaibah Al Aslamiyah: Ibu Susu Pertama Nabi (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #11)

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 456
    • 0Komentar

    Sebagian besar kita, umat Islam, pasti mengenal nama Halimah al‑Sa’diyyah sebagai pengasuh dan ibu susu Nabi Muhammad. Kisah hidup Nabi pasti tidak akan pernah luput dari nama Halimah al-Sa’diyah. Namun, sebenarnya ada seorang perempuan yang menjadi ibu susu pertama Nabi sebelum diserahkan kepada Halimah al-Sa’diyah. Namanya Tsuwaibah. Tsuwaibah al-Aslamiyah adalah seorang budak perempuan milik Abu […]

expand_less