Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Isra Mi’raj, Air, dan Passili: Kesucian Perjalanan Nabi dalam Ritual Budaya Lokal

  • account_circle Afidatul Asmar
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 306
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Isra Mi’raj adalah peristiwa langit yang selalu diperingati dengan suara lantang. Namun sering kali kita lupa pada bagian yang paling sunyi: penyucian. Sebelum Nabi Muhammad SAW “naik” menembus lapis-lapis langit, beliau lebih dulu “dibersihkan”. Dada beliau dibelah, hatinya dicuci dengan air zamzam, lalu diisi hikmah dan iman. Tidak ada Mi’raj tanpa pembersihan. Tidak ada kenaikan derajat tanpa kesediaan untuk disucikan.

Di titik inilah, tradisi lokal bernama Passili ritual penyucian dengan air dalam budaya Bugis menjadi menarik untuk dibaca ulang. Bukan untuk disamakan secara teologis, tetapi untuk dipertemukan secara maknawi. Sebab baik wahyu maupun budaya, sama-sama mengenal satu bahasa universal: air sebagai simbol penyucian.

Al-Qur’an berulang kali menyebut air sebagai sarana pembersih lahir dan batin. “Dan Kami turunkan dari langit air yang suci” (QS. Al-Furqan: 48). Dalam ayat lain, air disebut sebagai sarana Allah menyucikan orang beriman dan meneguhkan hati mereka (QS. Al-Anfal: 11). Wudhu, mandi janabah, dan tayammum bukan sekadar ritual teknis, melainkan latihan spiritual: membersihkan diri sebelum menghadap Yang Mahasuci.

Dalam hadis Nabi disebutkan bahwa wudhu dapat menggugurkan dosa-dosa kecil hingga keluar dari anggota tubuh terakhir yang dibasuh (HR. Muslim). Pesannya jelas: kesucian adalah prasyarat kedekatan dengan Tuhan. Maka tidak mengherankan jika Isra Mi’raj perjalanan spiritual paling agung diawali dengan proses penyucian yang sangat simbolik.

Al-Isra’:1 menyebut perjalanan malam Nabi sebagai tanda kebesaran Allah. Namun para mufasir klasik seperti Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi memberi perhatian khusus pada fase sebelum Mi’raj: pembelahan dada Nabi. Tafsir menyebutkan bahwa penyucian itu bertujuan menyiapkan Rasulullah menghadapi pengalaman spiritual yang melampaui batas manusia biasa.

Quraish Shihab dalam tafsir tematiknya menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar mukjizat fisik, melainkan pendidikan ruhani. Mi’raj adalah kenaikan, tetapi kenaikan itu menuntut kebersihan batin. Langit tidak bisa disentuh oleh hati yang masih keruh.

Dalam tradisi Bugis, Passili adalah ritual air untuk membersihkan diri dari bala, sakit, atau fase hidup yang dianggap “berat”. Air dipercikkan, doa dilantunkan, dan tubuh disentuh dengan niat pemulihan. Bagi masyarakat pendukungnya, air bukan benda netral. Ia adalah medium yang membawa harapan, ketenangan, dan keseimbangan.

Antropolog Mircea Eliade menyebut air sebagai simbol regenerasi kosmik sesuatu yang menghapus yang lama dan membuka yang baru. Victor Turner menyebut ritual seperti ini sebagai fase liminalitas: masa peralihan dari satu kondisi ke kondisi lain. Dalam kerangka ini, Passili bukan sekadar adat, melainkan mekanisme budaya untuk memulihkan makna hidup.

Ironisnya, di zaman modern, banyak orang ingin “naik” naik jabatan, naik popularitas, naik pengaruh tanpa mau dibersihkan. Kita ingin Mi’raj sosial tanpa Passili moral. Kita rajin merayakan Isra Mi’raj, tetapi malas membersihkan hati dari iri, dendam, dan keserakahan. Barangkali inilah satir paling sunyi dari peristiwa langit itu: kita ingin sampai, tapi enggan disucikan.

Penulis berpendapat dengan senyum getir: bahwa manusia hari ini ingin langsung ke langit, padahal kakinya masih kotor oleh lumpur etika. Padahal Isra Mi’raj sendiri mengajarkan urutan yang tegas: bersih dulu, baru naik.

Islam tidak menolak simbol air; Islam justru memurnikannya. Air dalam Passili tidak perlu ditolak mentah-mentah, tetapi perlu diarahkan agar tidak menjadi objek sakral yang berdiri sendiri. Tauhid hadir untuk meluruskan orientasi: air tidak menyembuhkan, Allah yang menyembuhkan; air tidak menyucikan dengan sendirinya, Allah yang mensucikan.

Di sinilah dakwah budaya menemukan jalannya. Bukan dengan memukul simbol, tetapi dengan menafsirkan makna. Bukan dengan menghapus tradisi, tetapi dengan menanamkan tauhid di dalamnya. Islam di Nusantara tumbuh dengan cara seperti ini: perlahan, dialogis, dan berakar pada empati.

Isra Mi’raj dan Passili bertemu pada satu pesan universal: penyucian adalah jalan menuju kemuliaan. Yang satu hadir sebagai wahyu, yang lain sebagai kearifan lokal. Keduanya mengingatkan bahwa hidup tidak melompat; ia berproses. Tidak semua perjalanan ke langit berbentuk Mi’raj, tetapi setiap kenaikan derajat spiritual maupun sosial menuntut pembersihan diri.

Mungkin itulah pesan terdalam Isra Mi’raj hari ini: sebelum kita sibuk ingin “naik”, ada baiknya kita bertanya dengan jujur sudah sejauh mana kita bersedia dibersihkan?

Penulis : (Dosen & Peneliti Bidang Antropologi Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare/ Alumni PPNK LEMHANNAS RI)

  • Penulis: Afidatul Asmar
  • Editor: Afidatul Asmar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

    Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Nurul Izah Rahareng
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Diskursus publik mengenai akuntabilitas keuangan negara sering kali hanya terfokus pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Padahal, pengelolaan keuangan publik tidak berhenti di tingkat pusat. Di luar APBN, terdapat ekosistem keuangan yang luas dan kompleks, meliputi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Badan Usaha Milik Negara/Daerah (BUMN/BUMD), hingga Dana Desa. Sektor-sektor tersebut justru kerap […]

  • Istighosah Tutup Rangkaian Pekan Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Gorontal

    Istighosah Tutup Rangkaian Pekan Ekonomi Syariah Nahdlatul Ulama Gorontal

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 141
    • 0Komentar

    Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan istighosah sebagai salah satu rangkaian dari Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo . Kegiatan ini berlangsung di Kantor PWNU Gorontalo, dihadiri oleh jajaran pengurus, para kiai, tokoh agama, dan peserta dari berbagai kalangan serta seluruh masyarakat Nahdatul ulama, kamis  (30/10/2025) Istighosah tersebut dipimpin KH. Muhyidin Zeni Wakil […]

  • Bantuan UEP dan PK Bukan untuk Dikonsumsi

    Bantuan UEP dan PK Bukan untuk Dikonsumsi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan pentingnya pemanfaatan bantuan sosial secara produktif, bukan konsumtif. Hal ini disampaikannya saat menyerahkan bantuan bahan pokok dalam program BLP3G di dua kecamatan di Kabupaten Boalemo, Rabu (2/7/2025). Selain program BLP3G, Idah menjelaskan bahwa Dinas Sosial Provinsi Gorontalo juga memiliki berbagai skema bantuan lainnya, salah satunya adalah Usaha […]

  • GERAK Laporkan Dugaan Monopoli dan Korupsi Alkes Rp50,9 M di Dinkes Boalemo ke Kejaksaan Agung

    GERAK Laporkan Dugaan Monopoli dan Korupsi Alkes Rp50,9 M di Dinkes Boalemo ke Kejaksaan Agung

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) Provinsi Gorontalo, yang dikomandoi oleh Abdul Wahidin Tutuna, resmi melaporkan dugaan tindak pidana korupsi dan monopoli dalam proyek pengadaan alat kesehatan (alkes) dan bahan medis habis pakai (BMHP) senilai Rp50,9 miliar di Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo ke Kejaksaan Agung RI, Selasa (15 /7/2025). Laporan tersebut disampaikan langsung di Jakarta, dengan […]

  • PT Pegadaian Kanwil 9 Jakarta 2 Berangkatkan 500 Orang, Mudik 2025 Aman Sampai Tujuan 

    PT Pegadaian Kanwil 9 Jakarta 2 Berangkatkan 500 Orang, Mudik 2025 Aman Sampai Tujuan 

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H, PT Pegadaian Kanwil 9 Jakarta 2 kembali menggelar program Mudik Gratis bagi masyarakat. Program ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung mobilitas masyarakat yang ingin merayakan Lebaran di kampung halaman dengan aman sampai tujuan. Jakarta, 27 Maret 2025. Acara pelepasan peserta mudik gratis ini dilaksanakan […]

  • Rusia Evakuasi 84 Warganya dari Mesir ke Moskow di Tengah Ketegangan Timur Tengah

    Rusia Evakuasi 84 Warganya dari Mesir ke Moskow di Tengah Ketegangan Timur Tengah

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Rusia mengevakuasi 84 warganya dari Mesir ke Moskow menggunakan pesawat angkut militer Il-76 milik Kementerian Situasi Darurat Rusia (EMERCOM), menyusul meningkatnya ketegangan di Timur Tengah akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Di antara 84 orang yang dievakuasi, terdapat 38 anak-anak. Proses evakuasi dilakukan pada malam hari dan terekam dalam video […]

expand_less