Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Isra Mi’raj, Air, dan Passili: Kesucian Perjalanan Nabi dalam Ritual Budaya Lokal

  • account_circle Afidatul Asmar
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 317
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Isra Mi’raj adalah peristiwa langit yang selalu diperingati dengan suara lantang. Namun sering kali kita lupa pada bagian yang paling sunyi: penyucian. Sebelum Nabi Muhammad SAW “naik” menembus lapis-lapis langit, beliau lebih dulu “dibersihkan”. Dada beliau dibelah, hatinya dicuci dengan air zamzam, lalu diisi hikmah dan iman. Tidak ada Mi’raj tanpa pembersihan. Tidak ada kenaikan derajat tanpa kesediaan untuk disucikan.

Di titik inilah, tradisi lokal bernama Passili ritual penyucian dengan air dalam budaya Bugis menjadi menarik untuk dibaca ulang. Bukan untuk disamakan secara teologis, tetapi untuk dipertemukan secara maknawi. Sebab baik wahyu maupun budaya, sama-sama mengenal satu bahasa universal: air sebagai simbol penyucian.

Al-Qur’an berulang kali menyebut air sebagai sarana pembersih lahir dan batin. “Dan Kami turunkan dari langit air yang suci” (QS. Al-Furqan: 48). Dalam ayat lain, air disebut sebagai sarana Allah menyucikan orang beriman dan meneguhkan hati mereka (QS. Al-Anfal: 11). Wudhu, mandi janabah, dan tayammum bukan sekadar ritual teknis, melainkan latihan spiritual: membersihkan diri sebelum menghadap Yang Mahasuci.

Dalam hadis Nabi disebutkan bahwa wudhu dapat menggugurkan dosa-dosa kecil hingga keluar dari anggota tubuh terakhir yang dibasuh (HR. Muslim). Pesannya jelas: kesucian adalah prasyarat kedekatan dengan Tuhan. Maka tidak mengherankan jika Isra Mi’raj perjalanan spiritual paling agung diawali dengan proses penyucian yang sangat simbolik.

Al-Isra’:1 menyebut perjalanan malam Nabi sebagai tanda kebesaran Allah. Namun para mufasir klasik seperti Ibnu Katsir dan Al-Qurthubi memberi perhatian khusus pada fase sebelum Mi’raj: pembelahan dada Nabi. Tafsir menyebutkan bahwa penyucian itu bertujuan menyiapkan Rasulullah menghadapi pengalaman spiritual yang melampaui batas manusia biasa.

Quraish Shihab dalam tafsir tematiknya menegaskan bahwa peristiwa ini bukan sekadar mukjizat fisik, melainkan pendidikan ruhani. Mi’raj adalah kenaikan, tetapi kenaikan itu menuntut kebersihan batin. Langit tidak bisa disentuh oleh hati yang masih keruh.

Dalam tradisi Bugis, Passili adalah ritual air untuk membersihkan diri dari bala, sakit, atau fase hidup yang dianggap “berat”. Air dipercikkan, doa dilantunkan, dan tubuh disentuh dengan niat pemulihan. Bagi masyarakat pendukungnya, air bukan benda netral. Ia adalah medium yang membawa harapan, ketenangan, dan keseimbangan.

Antropolog Mircea Eliade menyebut air sebagai simbol regenerasi kosmik sesuatu yang menghapus yang lama dan membuka yang baru. Victor Turner menyebut ritual seperti ini sebagai fase liminalitas: masa peralihan dari satu kondisi ke kondisi lain. Dalam kerangka ini, Passili bukan sekadar adat, melainkan mekanisme budaya untuk memulihkan makna hidup.

Ironisnya, di zaman modern, banyak orang ingin “naik” naik jabatan, naik popularitas, naik pengaruh tanpa mau dibersihkan. Kita ingin Mi’raj sosial tanpa Passili moral. Kita rajin merayakan Isra Mi’raj, tetapi malas membersihkan hati dari iri, dendam, dan keserakahan. Barangkali inilah satir paling sunyi dari peristiwa langit itu: kita ingin sampai, tapi enggan disucikan.

Penulis berpendapat dengan senyum getir: bahwa manusia hari ini ingin langsung ke langit, padahal kakinya masih kotor oleh lumpur etika. Padahal Isra Mi’raj sendiri mengajarkan urutan yang tegas: bersih dulu, baru naik.

Islam tidak menolak simbol air; Islam justru memurnikannya. Air dalam Passili tidak perlu ditolak mentah-mentah, tetapi perlu diarahkan agar tidak menjadi objek sakral yang berdiri sendiri. Tauhid hadir untuk meluruskan orientasi: air tidak menyembuhkan, Allah yang menyembuhkan; air tidak menyucikan dengan sendirinya, Allah yang mensucikan.

Di sinilah dakwah budaya menemukan jalannya. Bukan dengan memukul simbol, tetapi dengan menafsirkan makna. Bukan dengan menghapus tradisi, tetapi dengan menanamkan tauhid di dalamnya. Islam di Nusantara tumbuh dengan cara seperti ini: perlahan, dialogis, dan berakar pada empati.

Isra Mi’raj dan Passili bertemu pada satu pesan universal: penyucian adalah jalan menuju kemuliaan. Yang satu hadir sebagai wahyu, yang lain sebagai kearifan lokal. Keduanya mengingatkan bahwa hidup tidak melompat; ia berproses. Tidak semua perjalanan ke langit berbentuk Mi’raj, tetapi setiap kenaikan derajat spiritual maupun sosial menuntut pembersihan diri.

Mungkin itulah pesan terdalam Isra Mi’raj hari ini: sebelum kita sibuk ingin “naik”, ada baiknya kita bertanya dengan jujur sudah sejauh mana kita bersedia dibersihkan?

Penulis : (Dosen & Peneliti Bidang Antropologi Dakwah Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah IAIN Parepare/ Alumni PPNK LEMHANNAS RI)

  • Penulis: Afidatul Asmar
  • Editor: Afidatul Asmar

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eks Pelatih Kanada, John Herdman, Ditunjuk Latih Timnas Indonesia

    Eks Pelatih Kanada, John Herdman, Ditunjuk Latih Timnas Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 334
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia. Pengumuman tersebut disampaikan pada Sabtu (3/1/2026). John Herdman merupakan pelatih asal Inggris yang memiliki pengalaman panjang di level internasional. Ia dikenal luas lewat kiprahnya bersama Timnas Kanada, baik di sektor putra maupun putri. Dalam rekam jejak kepelatihannya, Herdman mencatat prestasi penting dengan membawa […]

  • Nahkoda Baru HIPMI PT IAI DDI Maros:Ishak Maulana Siap bersinergi Demi kemajuan Kampus

    Nahkoda Baru HIPMI PT IAI DDI Maros:Ishak Maulana Siap bersinergi Demi kemajuan Kampus

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Nulondalo.com,Maros– Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) IAI DDI Maros resmi melantik jajaran pengurus baru untuk masa bakti mendatang. Pelantikan ini menjadi tonggak awal kepengurusan baru yang diharapkan mampu memperkuat eksistensi organisasi sebagai wadah pembinaan, pengembangan, dan pencetak generasi pengusaha muda yang inovatif, mandiri, serta berdaya saing. Dalam suasana penuh semangat dan optimisme, […]

  • Dari Gedung IP-DDI, PMII Maros Tetapkan Alif Al Isra sebagai Ketua Umum

    Dari Gedung IP-DDI, PMII Maros Tetapkan Alif Al Isra sebagai Ketua Umum

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 323
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Konferensi Cabang (Konfercab) ke-IX Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Maros sukses digelar di Gedung IP-DDI Maros, Sabtu, 25 Januari 2026. Forum tertinggi organisasi di tingkat cabang ini berlangsung khidmat, dinamis, dan penuh semangat kaderisasi. Dalam forum tersebut, M. Alif Al Isra resmi terpilih sebagai Ketua Umum PMII Cabang Maros periode 2026–2027, […]

  • Sekolah Kader KOPRI PMII Makassar Hadirkan Farid F. Saenong Bahas Gerakan Perempuan Masa Depan

    Sekolah Kader KOPRI PMII Makassar Hadirkan Farid F. Saenong Bahas Gerakan Perempuan Masa Depan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 206
    • 0Komentar

    MAKASSAR, nulondalo.com – Korps PMII Putri (KOPRI) PMII Kota Makassar menghadirkan Koordinator Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia, Farid F. Saenong, Ph.D., sebagai narasumber nasional dalam kegiatan Sekolah Kader KOPRI (SKK). Dalam forum kaderisasi tersebut, Farid membawakan materi bertajuk “KOPRI dan Sinergi Gerakan Multisektoral”, yang menyoroti pentingnya membangun gerakan perempuan melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan […]

  • Kopma Unhas Fair 2025: Menakar Peluang Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

    Kopma Unhas Fair 2025: Menakar Peluang Ekonomi Menuju Indonesia Emas 2045

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 179
    • 0Komentar

    Nulondalo.com—Koperasi Mahasiswa Universitas Hasanuddin (Kopma Unhas) kembali menunjukkan perannya sebagai ruang belajar dan inkubator gagasan ekonomi mahasiswa melalui penyelenggaraan Kopma Unhas Fair 2025, yang digelar pada Sabtu, 13 Desember 2025 di Unhas TV. Mengusung tema “Ekonomi Kolektif, Generasi Inovatif”, kegiatan tahunan ini menjadi refleksi semangat Kopma Unhas dalam membangun kesadaran ekonomi berbasis kebersamaan sekaligus mendorong […]

  • Kronologi Dugaan Korupsi Perumda Aneka Usaha Majene, Sekda dan Bupati Diperiksa Kejati Sulbar

    Kronologi Dugaan Korupsi Perumda Aneka Usaha Majene, Sekda dan Bupati Diperiksa Kejati Sulbar

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 338
    • 0Komentar

    nulondalo.com-Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat terus mengusut kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan di Perumda Aneka Usaha Majene. Dalam penyidikan tersebut, penyidik telah memeriksa Sekretaris Daerah dan Bupati Majene sebagai saksi bersama puluhan pihak lainnya. Kasus ini menjerat mantan Penjabat Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Majene berinisial AA yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Berikut kronologi pengungkapan kasus […]

expand_less