EduArt Exhibition 2026 Jilid XI Digelar di UNG, Hadirkan “Satu Ruang Seribu Bahasa Visual”
- account_circle Fitri Nur'aini
- calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
- visibility 79
- print Cetak

Dekan Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG) Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., IPU, ASEAN Eng., menyampaikan sambutan saat pembukaan EduArt Exhibition 2026 Jilid XI di Kampus IV UNG, Bone Bolango, Kamis (24/9/2026). Pameran seni rupa bertema “Satu Ruang Seribu Bahasa Visual” tersebut digelar hingga 30 September 2026.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
BONE BOLANGO, NULONDALO.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan Seni Rupa dan Desain (HMJ SRD), Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menggelar pameran seni rupa tingkat nasional bertajuk EduArt Exhibition 2026 Jilid XI dengan tema “Satu Ruang Seribu Bahasa Visual”.
Pameran tahunan tersebut berlangsung pada 24–30 September 2026 di gerbang depan Kampus IV Universitas Negeri Gorontalo, Bone Bolango. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan pelaku seni untuk menampilkan karya, mengembangkan kreativitas, sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni visual.
Pembukaan pameran dihadiri Dekan Fakultas Teknik UNG Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., IPU, ASEAN Eng., Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain Dr. I Wayan Sudana, S.Sn., M.Sn., Sekretaris Jurusan Dr. Isnawaty Mohammad, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Seni Rupa Mursidahwaty, S.Pd., M.Sn., Ketua Program Studi Vokasional Desain Fashion Ulin Naini, S.Pd., M.Sn., serta jajaran dosen.
Hadir pula sejumlah tamu dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, yakni Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Seni Rupa dan Desain Dr. Nur Rahmat Ardi Candra Dwi Atmaja, M.Sn., Ketua Jurusan Kriya Dr. Aan Sudarwanto, S.Sn., M.Sn., serta Kepala Bagian Umum Fakultas Seni Rupa dan Desain Arich Juwadianto, S.Kom., M.Sn.
Rangkaian pembukaan diawali dengan penampilan Tari Tidi yang dibawakan mahasiswa Jurusan Seni Rupa dan Desain.
Ketua Panitia Pelaksana, Fadel Mohamad, mengatakan EduArt Exhibition merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan dunia seni.
“Pameran EduArt Exhibition merupakan wujud kontribusi mahasiswa dalam mewujudkan dunia seni. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan pelaku seni untuk berkarya, berekspresi, dan memperluas apresiasi terhadap karya visual,” ujar Fadel.»
Menurut Fadel, pameran tahun ini memiliki cakupan peserta yang lebih luas karena tidak hanya melibatkan mahasiswa dari Jurusan Seni Rupa dan Desain Fakultas Teknik UNG.
Peserta juga berasal dari sejumlah daerah di luar Gorontalo, antara lain Sulawesi Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.
Karya yang dipamerkan pun beragam, mulai dari lukisan, digital art, karya tiga dimensi (3D), hingga karya fashion. Pameran tersebut terbuka bagi mahasiswa maupun masyarakat umum.
Memasuki Tahun ke-11
Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain UNG, Dr. I Wayan Sudana, S.Sn., M.Sn., mengatakan EduArt Exhibition merupakan agenda tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-11.
“Pameran ini adalah pameran yang rutin kita laksanakan setiap tahun dan ini memasuki tahun ke-11 yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Seni Rupa dan Desain,” kata I Wayan.
Ia menjelaskan, Jurusan Seni Rupa dan Desain UNG secara rutin menggelar dua pameran dalam satu tahun. Salah satunya merupakan pameran yang digagas HMJ dan biasanya berlangsung pada pertengahan tahun, sementara pameran lainnya digelar pada akhir tahun.
Menurutnya, EduArt Exhibition merupakan kegiatan yang lahir dari inisiatif mahasiswa, termasuk dalam penyusunan karya dan rangkaian kegiatan pameran.
“Pameran ini murni dari inisiatif HMJ, termasuk semua yang terkait dengan karya-karya dan rangkaian kegiatannya,” ujarnya.
I Wayan juga menjelaskan karakter pendidikan seni rupa di UNG yang memiliki orientasi kependidikan. Hal tersebut membedakannya dengan institusi seni yang lebih berorientasi pada pengembangan kompetensi seni secara spesifik.
“Di Jurusan Pendidikan Seni Rupa, keluarnya kependidikan. Berbeda dengan di ISI Surakarta. Di pendidikan, mereka bisa sedikit dari yang banyak, sedangkan di ISI Surakarta bisa banyak dari yang sedikit,” jelasnya.
Menurut dia, mahasiswa pendidikan seni rupa dibekali berbagai kemampuan dasar seni, seperti menari, melukis, menyanyi, hingga memahat. Kemampuan tersebut menjadi bagian dari kompetensi calon pendidik yang nantinya diharapkan mampu mengajarkan berbagai bidang seni.
“Walaupun di Jurusan Seni Rupa, mereka bisa menari, melukis, menyanyi, memahat, walaupun hanya dasar-dasarnya. Karena kompetensi mereka adalah menjadi calon pendidik, membelajarkan,” katanya.
Selain menjadi calon pendidik, ia menyebut kompetensi kewirausahaan juga menjadi salah satu bidang yang banyak diminati mahasiswa.
Dorong Seni Gorontalo Tampil di Tingkat Nasional
Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNG Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., IPU, ASEAN Eng., secara resmi membuka pameran tersebut.
Dalam sambutannya, Sardi mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang diwujudkan melalui EduArt Exhibition. Ia berharap karya-karya yang dihasilkan mahasiswa dapat turut memperkenalkan dan mengangkat seni yang berkembang di Gorontalo.
“Kami berharap dengan karya-karya seni yang diberikan oleh anak-anak kita ini, setidaknya bisa mulai mengangkat seni yang ada di Gorontalo,” ujarnya.»
Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan tidak berhenti pada ruang pameran kampus. Mahasiswa diharapkan aktif mengikuti berbagai kompetisi dan kegiatan seni di tingkat nasional.
Selain menampilkan karya visual, pembukaan EduArt Exhibition 2026 Jilid XI juga diramaikan dengan pertunjukan Fashion Show Karawo yang melibatkan mahasiswa Jurusan Seni Rupa dan Desain bersama mahasiswa Program Studi Vokasional Desain Fashion.
Pameran kemudian resmi dibuka melalui pengguntingan pita oleh Dekan Fakultas Teknik UNG, menandai dimulainya EduArt Exhibition 2026 Jilid XI dengan tema “Satu Ruang Seribu Bahasa Visual”.
Pameran yang berlangsung hingga 30 September 2026 tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan berbagai gagasan, karya, dan bahasa visual dari mahasiswa serta pelaku seni dari berbagai daerah.
- Penulis: Fitri Nur'aini

Saat ini belum ada komentar