Breaking News
dark_mode
Trending Tags

EduArt Exhibition 2026 Jilid XI Digelar di UNG, Hadirkan “Satu Ruang Seribu Bahasa Visual”

  • account_circle Fitri Nur'aini
  • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
  • visibility 138
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BONE BOLANGO, NULONDALO.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan Seni Rupa dan Desain (HMJ SRD), Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menggelar pameran seni rupa tingkat nasional bertajuk EduArt Exhibition 2026 Jilid XI dengan tema “Satu Ruang Seribu Bahasa Visual”.

Pameran tahunan tersebut berlangsung pada 24–30 September 2026 di gerbang depan Kampus IV Universitas Negeri Gorontalo, Bone Bolango. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan pelaku seni untuk menampilkan karya, mengembangkan kreativitas, sekaligus memperluas apresiasi masyarakat terhadap seni visual.

Pembukaan pameran dihadiri Dekan Fakultas Teknik UNG Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., IPU, ASEAN Eng., Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain Dr. I Wayan Sudana, S.Sn., M.Sn., Sekretaris Jurusan Dr. Isnawaty Mohammad, S.Pd., M.Pd., Ketua Program Studi Pendidikan Seni Rupa Mursidahwaty, S.Pd., M.Sn., Ketua Program Studi Vokasional Desain Fashion Ulin Naini, S.Pd., M.Sn., serta jajaran dosen.

Hadir pula sejumlah tamu dari Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta, yakni Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Fakultas Seni Rupa dan Desain Dr. Nur Rahmat Ardi Candra Dwi Atmaja, M.Sn., Ketua Jurusan Kriya Dr. Aan Sudarwanto, S.Sn., M.Sn., serta Kepala Bagian Umum Fakultas Seni Rupa dan Desain Arich Juwadianto, S.Kom., M.Sn.

Rangkaian pembukaan diawali dengan penampilan Tari Tidi yang dibawakan mahasiswa Jurusan Seni Rupa dan Desain.

Ketua Panitia Pelaksana, Fadel Mohamad, mengatakan EduArt Exhibition merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam mengembangkan dunia seni.

“Pameran EduArt Exhibition merupakan wujud kontribusi mahasiswa dalam mewujudkan dunia seni. Kegiatan ini menjadi ruang bagi mahasiswa dan pelaku seni untuk berkarya, berekspresi, dan memperluas apresiasi terhadap karya visual,” ujar Fadel.»

Menurut Fadel, pameran tahun ini memiliki cakupan peserta yang lebih luas karena tidak hanya melibatkan mahasiswa dari Jurusan Seni Rupa dan Desain Fakultas Teknik UNG.

Peserta juga berasal dari sejumlah daerah di luar Gorontalo, antara lain Sulawesi Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Tengah.

Karya yang dipamerkan pun beragam, mulai dari lukisan, digital art, karya tiga dimensi (3D), hingga karya fashion. Pameran tersebut terbuka bagi mahasiswa maupun masyarakat umum.

Memasuki Tahun ke-11

Ketua Jurusan Seni Rupa dan Desain UNG, Dr. I Wayan Sudana, S.Sn., M.Sn., mengatakan EduArt Exhibition merupakan agenda tahunan yang telah memasuki penyelenggaraan ke-11.

“Pameran ini adalah pameran yang rutin kita laksanakan setiap tahun dan ini memasuki tahun ke-11 yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Seni Rupa dan Desain,” kata I Wayan.

Ia menjelaskan, Jurusan Seni Rupa dan Desain UNG secara rutin menggelar dua pameran dalam satu tahun. Salah satunya merupakan pameran yang digagas HMJ dan biasanya berlangsung pada pertengahan tahun, sementara pameran lainnya digelar pada akhir tahun.

Menurutnya, EduArt Exhibition merupakan kegiatan yang lahir dari inisiatif mahasiswa, termasuk dalam penyusunan karya dan rangkaian kegiatan pameran.

“Pameran ini murni dari inisiatif HMJ, termasuk semua yang terkait dengan karya-karya dan rangkaian kegiatannya,” ujarnya.

I Wayan juga menjelaskan karakter pendidikan seni rupa di UNG yang memiliki orientasi kependidikan. Hal tersebut membedakannya dengan institusi seni yang lebih berorientasi pada pengembangan kompetensi seni secara spesifik.

“Di Jurusan Pendidikan Seni Rupa, keluarnya kependidikan. Berbeda dengan di ISI Surakarta. Di pendidikan, mereka bisa sedikit dari yang banyak, sedangkan di ISI Surakarta bisa banyak dari yang sedikit,” jelasnya.

Menurut dia, mahasiswa pendidikan seni rupa dibekali berbagai kemampuan dasar seni, seperti menari, melukis, menyanyi, hingga memahat. Kemampuan tersebut menjadi bagian dari kompetensi calon pendidik yang nantinya diharapkan mampu mengajarkan berbagai bidang seni.

“Walaupun di Jurusan Seni Rupa, mereka bisa menari, melukis, menyanyi, memahat, walaupun hanya dasar-dasarnya. Karena kompetensi mereka adalah menjadi calon pendidik, membelajarkan,” katanya.

Selain menjadi calon pendidik, ia menyebut kompetensi kewirausahaan juga menjadi salah satu bidang yang banyak diminati mahasiswa.

Dorong Seni Gorontalo Tampil di Tingkat Nasional

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNG Dr. Ir. Sardi Salim, M.Pd., IPU, ASEAN Eng., secara resmi membuka pameran tersebut.

Dalam sambutannya, Sardi mengapresiasi kreativitas mahasiswa yang diwujudkan melalui EduArt Exhibition. Ia berharap karya-karya yang dihasilkan mahasiswa dapat turut memperkenalkan dan mengangkat seni yang berkembang di Gorontalo.

“Kami berharap dengan karya-karya seni yang diberikan oleh anak-anak kita ini, setidaknya bisa mulai mengangkat seni yang ada di Gorontalo,” ujarnya.»

Ia juga mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan dan tidak berhenti pada ruang pameran kampus. Mahasiswa diharapkan aktif mengikuti berbagai kompetisi dan kegiatan seni di tingkat nasional.

Selain menampilkan karya visual, pembukaan EduArt Exhibition 2026 Jilid XI juga diramaikan dengan pertunjukan Fashion Show Karawo yang melibatkan mahasiswa Jurusan Seni Rupa dan Desain bersama mahasiswa Program Studi Vokasional Desain Fashion.

Pameran kemudian resmi dibuka melalui pengguntingan pita oleh Dekan Fakultas Teknik UNG, menandai dimulainya EduArt Exhibition 2026 Jilid XI dengan tema “Satu Ruang Seribu Bahasa Visual”.

Pameran yang berlangsung hingga 30 September 2026 tersebut diharapkan menjadi ruang pertemuan berbagai gagasan, karya, dan bahasa visual dari mahasiswa serta pelaku seni dari berbagai daerah.

  • Penulis: Fitri Nur'aini

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    (catatan reflektif untuk gagasan penulisan ulang sejarah Indonesia) Sejarah, pada hakikatnya, tidak pernah beku. Ia adalah aliran waktu yang terus bergerak, terus diinterpretasi ulang. Gagasan untuk menulis ulang sejarah, dalam kondisi tertentu, bukanlah hal yang tabu—bahkan sebaliknya, bisa menjadi langkah penting untuk menyembuhkan luka kolektif, membetulkan narasi yang timpang, dan membuka ruang bagi suara-suara yang […]

  • Membunuh ‘tuhan’ dengan Puasa

    Membunuh ‘tuhan’ dengan Puasa

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Secara tidak sadar, manusia telah merancang ‘tuhan’ di altar persembahannya, memuja ilusi yang lahir dari tangannya sendiri, dan puasa hadir untuk membunuhnya. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah ritual penyucian jiwa yang mendalam. Di balik setiap detik penantian dan keheningan, tersimpan makna esoterik memerangi dan memusnahkan segala bentuk penyembahan terhadap duniawi […]

  • Mahasiswa, Demonstrasi dan Kesantunan

    Mahasiswa, Demonstrasi dan Kesantunan

    • calendar_month Minggu, 4 Sep 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Menarik memang mengelaborasi gerakan mahasiswa sebagai agen of change atau sebagai agen of control. Sudah menjadi tradisi yang terwariskan sejak zaman pra kemerdekaan hingga saat ini, bahwa mahasiswa yang dikenal sebagai kelompok elit pelajar akan selalu garang ketika berhadapan dengan kebijakan-kebijakan pemerintah yang tidak populis. Pada momen-momen tertentu, pemandangan yang sudah lazim akan terlihat di setiap kantor pemerintah, […]

  • Titik Nadir Gorontalo Vs BSG: Fokus Rebut Kuasa, Bukan Bank Baru!

    Titik Nadir Gorontalo Vs BSG: Fokus Rebut Kuasa, Bukan Bank Baru!

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Saat ini di kancah global kita menyaksikan dinamika perang dagang antara kekuatan besar seperti Amerika Serikat dan Tiongkok, di mana kebijakan proteksionis dan persaingan sengit mewarnai hubungan ekonomi. Di tingkat regional, dinamika serupa tampaknya terjadi dalam hubungan antara Gorontalo dan Bank SulutGo (BSG). Isu keputusan Gorontalo untuk mempertimbangkan keluar dari struktur pemegang saham BSG dan […]

  • Ekonom UNUSIA: Kesuksesan KDKMP Sangat Ditentukan Pertimbangan Antropologi dan Sosiologi

    Ekonom UNUSIA: Kesuksesan KDKMP Sangat Ditentukan Pertimbangan Antropologi dan Sosiologi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 170
    • 0Komentar

    Program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang menjadi salah satu agenda prioritas Presiden dalam RAPBN 2026 dinilai berpotensi menjadi tonggak kemandirian ekonomi rakyat. Namun menurut Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak, Ekonom dan Ketua Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), kesuksesan program ini sangat ditentukan oleh pertimbangan antropologi dan sosiologi dalam tata kelolanya. Dalam […]

  • Penyadapan Getah Pinus di Laiya Disorot, Diduga Keluar Titik Koordinat hingga Kunci Mobil Pengangkut Disita

    Penyadapan Getah Pinus di Laiya Disorot, Diduga Keluar Titik Koordinat hingga Kunci Mobil Pengangkut Disita

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 62
    • 0Komentar

      Nulondalo.com, MAROS — Aktivitas penyadapan getah pinus di wilayah Desa Laiya, Kecamatan Cenrana, Kabupaten Maros, menuai sorotan dari kalangan lembaga swadaya masyarakat (LSM). Dugaan penyadapan di luar titik koordinat yang telah ditentukan disebut perlu mendapat perhatian dan penjelasan dari pihak terkait. Sorotan tersebut disampaikan Abdul Malik dari LSM KIPFA RI Kabupaten Maros. Ia menduga […]

expand_less