Kiai Ahmad Masduki Ajak Nahdliyin Teladani Rasulullah dan Hormati Hasil Muktamar NU ke-35
- account_circle Tim Redaksi
- calendar_month 4 jam yang lalu
- visibility 37
- print Cetak

Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Gorontalo, KH Ahmad Masduki Al-Jabalani, saat memberikan sambutan dalam kegiatan Ta'dim Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, Sidomukti, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, Selasa malam (9/9/2026). Ia mengajak warga Nahdliyin meneladani Nabi Muhammad SAW dan menghormati hasil keputusan Muktamar NU ke-35.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABUPATEN GORONTALO, NULONDALO.COM – Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Gorontalo, KH Ahmad Masduki Al-Jabalani, mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama (Nahdliyin) untuk meneladani Nabi Muhammad SAW dalam seluruh aspek kehidupan serta menghormati hasil keputusan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama.
Ajakan tersebut disampaikan Kiai Ahmad Masduki saat memberikan sambutan dalam kegiatan Ta’dim Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkaikan dengan Haul Masyayikh Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Mujaddadiyah dan tasyakuran suksesnya Muktamar NU ke-35.
Kegiatan berlangsung di Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin, Sidomukti, Kecamatan Mootilango, Kabupaten Gorontalo, Selasa malam (9/9/2026).
Kiai Ahmad Masduki yang juga Pengasuh Pondok Pesantren Sirojuth Tholibin menekankan pentingnya umat Islam, terutama warga Nahdlatul Ulama, menjadikan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan dalam menjalani kehidupan.
Menurutnya, mengikuti keteladanan Rasulullah merupakan jalan untuk memperoleh keselamatan, baik di dunia maupun di akhirat.
Selain meneladani Rasulullah, ia juga mengingatkan pentingnya warga NU mengikuti jalan para ulama dan masyayikh, para sesepuh, serta guru-guru mulia sebagai bagian dari tradisi dan jalan berjam’iyah di Nahdlatul Ulama.
“Setiap orang NU yang mengikuti thoriqoh jam’iyah Nahdliyah, meneladani para ulama dan masyayikh serta para sesepuh dan guru-guru mulia sebagai jalan atau thoriqah, sangatlah penting dalam ber-NU,” ujar Kiai Ahmad Masduki.
Dalam kesempatan tersebut, ia juga menekankan pentingnya Haul Masyayikh Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Mujaddadiyah bagi penguatan amaliah Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah.
Menurutnya, Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Mujaddadiyah merupakan salah satu thoriqoh mu’tabarah yang memiliki pengaruh besar terhadap penguatan tradisi dan amaliah warga Nahdlatul Ulama.
“Haul Masyayikh Thoriqoh Naqsabandiyah Kholidiyah Mujaddadiyah ini merupakan haul yang sangat penting karena thoriqoh ini merupakan salah satu thoriqoh mu’tabarah yang menurut NU mempunyai pengaruh yang sangat besar terhadap amaliah Ahlussunnah Wal Jamaah An-Nahdliyah,” tegasnya.
Terkait Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama yang telah berlangsung pada 28–31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Kiai Ahmad Masduki mengajak seluruh warga Nahdliyin, khususnya di Kabupaten Gorontalo, untuk menghormati seluruh hasil keputusan Muktamar.
Ia berharap seluruh warga NU dapat menerima setiap keputusan dengan hati yang lapang dan mengakhiri berbagai perbedaan pendapat yang muncul di lingkungan organisasi pasca-Muktamar.
“Terkait Muktamar NU, saya mengajak kepada seluruh jamaah Nahdliyin di Kabupaten Gorontalo untuk menghormati seluruh hasil keputusan Muktamar dengan hati lapang dan mengakhiri perbedaan-perbedaan pendapat yang ada di lingkungan NU,” imbau Kiai Ahmad Masduki.
Kegiatan Ta’dim Maulid Nabi tersebut turut dihadiri Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Gorontalo, Ariyanto Mopangga, S.Ag, jajaran pengurus harian PCNU, badan otonom dan lembaga NU, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Rangkaian kegiatan diisi dengan Khithab Iftitah, pembacaan tahlil, Sholawat Diba’, Mahallul Qiyam Marhaban yang diiringi musik hadrah, serta doa bersama.
Usai kegiatan seremonial, acara dilanjutkan dengan silaturahmi dan diskusi lepas seputar perkembangan ke-NU-an di Kabupaten Gorontalo.
- Penulis: Tim Redaksi

Saat ini belum ada komentar