Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Konflik Pesantren Darul Istiqomah Pusat Maros belum usai, Ratusan Santriwati SPIDI Merasa Terancam

  • account_circle Hardiansyah
  • calendar_month Sabtu, 5 Sep 2026
  • visibility 151
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com–Maros–Konflik internal di lingkungan Pesantren Darul Istiqomah Kabupaten Maros kembali memanas. Situasi tersebut mencuat setelah Polda Sulawesi Selatan melakukan pemasangan police line pada portal pesantren.

Menurut informasi yang dihimpun awak media, langkah tersebut merupakan tindak lanjut dari pelaporan perwakilan warga yang berada di lingkungan pesantren beberapa bulan lalu.

Konflik keluarga tersebut diketahui telah berlangsung cukup lama dan hingga kini belum menemukan titik temu.

Di tengah proses hukum yang sedang berjalan di Polda Sulawesi Selatan, situasi di kawasan pendidikan Sekolah Putri Darul Istiqomah (SPIDI) juga disebut Mendapat imbasnya.

Sejumlah pihak diduga melakukan aksi yang dinilai sebagai bentuk penyerobotan dan pendudukan secara paksa terhadap kawasan pendidikan SPIDI. Aksi tersebut diduga berkaitan dengan ketidakpuasan terhadap proses hukum yang saat ini berjalan.

Dalam proses hukum tersebut,Salah Satu pimpinan Pesantren Darul Istiqomah, disebut berstatus sebagai terlapor dalam laporan terkait dugaan tindak pidana perintangan jalan dan dugaan eksploitasi anak di bawah umur yang dilaporkan beberapa bulan lalu.

Namun, status terlapor tersebut tentunya masih berada dalam proses hukum dan belum dapat dimaknai sebagai bentuk kesalahan atau vonis terhadap yang bersangkutan.

Sementara itu,terlihat dilokasi pintu gerbang Sekolah Putri Darul Istiqomah (SPIDI) disebut diduduki oleh sejumlah warga yang mengklaim bahwa lokasi SPIDI masuk dalam kawasan Pesantren Darul Istiqomah.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di pihak sekolah karena dikhawatirkan dapat mengganggu aktivitas belajar mengajar sekaligus kenyamanan dan keamanan ratusan santriwati yang berada di lingkungan SPIDI.

Pihak SPIDI berharap persoalan yang terjadi tidak sampai mengganggu proses pendidikan para santriwati. Sebab, aktivitas di sekitar gerbang sekolah, terlebih jika berlangsung hingga malam hari, dinilai dapat membuat para santriwati merasa tidak nyaman dan khawatir.

Salah satu pembina SPIDI saat ditemui awak media mengungkapkan keprihatinannya. Menurutnya, pihak sekolah saat ini hanya ingin memastikan proses pendidikan dan kehidupan para santriwati tetap berjalan dengan aman dan tenang di tengah konflik yang terjadi.

“Tentu terganggu, apalagi murid kami perempuan. Logikanya saja pak, kalau yang datang itu niatnya baik alhamdulillah. Tapi kalau kedatangan mereka tidak baik, apalagi sudah tengah malam kira-kira bagaimana,” ucapnya.»

Ia menegaskan bahwa pihak SPIDI tidak ingin para santriwati ikut terseret dalam persoalan yang terjadi.

Menurutnya, ratusan santriwati memiliki hak untuk mendapatkan suasana belajar yang nyaman tanpa harus merasa terganggu dengan aktivitas maupun perselisihan yang berlangsung di lingkungan pesantren.

“Kasihan anak-anak kami. Mereka datang ke sini untuk belajar. Kami berharap jangan sampai persoalan ini mengganggu ketenangan dan kenyamanan mereka,” tuturnya.»

Pihak SPIDI berharap semua pihak dapat menahan diri dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan, sehingga persoalan tersebut tidak melebar dan berdampak terhadap lingkungan pendidikan.

Pihak sekolah juga meminta agar kawasan pendidikan tidak dijadikan tempat untuk melampiaskan konflik maupun perbedaan kepentingan antarpihak.

Ia hanya bisa pasrah dan menyerahkan seluruh persoalan kepada Allah SWT.

“Tentu persoalan ini kita serahkan kepada Allah SWT, agar bisa cepat berlalu. Kasihan santri kami yang berjumlah ratusan orang, kalau terganggu,” ujarnya.

Sementara itu, Ustadz Muallim salah satu pimpinan Pesantren Darul Istiqamah,saat ditemui awak media mengungkapkan bahwa konflik di Pesantren Darul Istiqomah sudah berlangsung hampir 15 tahun.

Ia juga menyebut adanya rencana perubahan pesantren menjadi kawasan properti terpadu.

“Jadi konflik di pesantren ini sudah hampir 15 tahun. Ada rencana merubah pesantren ini menjadi kawasan properti, kawasan terpadu kata dia, dan yang di belakang adik saya, Pak Tamsil Linrung,” ucapnya.»

Ustadz Muallim tersebut mengaku tidak sepakat dengan rencana tersebut. Sebagian keluarga, menurutnya, menganggap tanah tersebut merupakan tanah wakaf dan tidak boleh diperjualbelikan.

“Sebagian kecil daripada saya bersaudara, itu menganggap bahwa ini adalah wakaf. Wakaf mau dikomersilkan dan mau dijual, hukumnya haram,” ungkapnya.»

Di tengah konflik yang telah berlangsung bertahun-tahun tersebut, persoalan kini tidak hanya menyangkut hubungan internal keluarga, tetapi juga mulai berdampak terhadap lingkungan pendidikan SPIDI.

Pihak sekolah berharap seluruh pihak tidak melakukan tindakan yang dapat mengganggu akses, aktivitas belajar mengajar, maupun ketenangan ratusan santriwati.

Terlebih, proses hukum yang sedang berjalan di Polda Sulawesi Selatan hendaknya dihormati dan diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

Pihak SPIDI menilai penyelesaian konflik secara hukum dan musyawarah jauh lebih penting daripada melakukan aksi pendudukan atau tindakan lain yang berpotensi menimbulkan keresahan di kawasan pendidikan.

Mereka berharap SPIDI tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para santriwati untuk menuntut ilmu, tanpa harus ikut terseret dalam konflik yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.

Ratusan santriwati bukan bagian dari konflik. Mereka hanya ingin belajar dengan tenang.

  • Penulis: Hardiansyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Andi Nur Hidayat Nahkodai GenPi Maros, Dorong Organisasi Lebih Harmonis dan Transparan

    Andi Nur Hidayat Nahkodai GenPi Maros, Dorong Organisasi Lebih Harmonis dan Transparan

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Musyawarah Generasi Pesona Indonesia (GenPi) Kabupaten Maros berlangsung penuh semangat kebersamaan dan demokrasi di Gedung PKK Kabupaten Maros, Minggu (10/05/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Menguatkan Integritas, Mempererat Solidaritas Menuju GenPi Maros yang Lebih Berkualitas.” Musyawarah ini menjadi momentum penting bagi organisasi kepemudaan dan pariwisata tersebut dalam menentukan arah kepemimpinan baru GenPi Maros […]

  • Wagub Gorontalo Terima Audiensi Mata Garuda, Dorong Alumni LPDP Berkontribusi untuk Daerah

    Wagub Gorontalo Terima Audiensi Mata Garuda, Dorong Alumni LPDP Berkontribusi untuk Daerah

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 279
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, menerima audiensi Organisasi Mata Garuda Gorontalo, komunitas penerima dan alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), di Rumah Dinas Wakil Gubernur, Selasa (7/4/2026). Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus perkenalan resmi organisasi, serta penegasan komitmen alumni LPDP untuk berkontribusi dalam pembangunan daerah. Salah satu pengurus Mata […]

  • Idiosinkrasi

    Idiosinkrasi

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 234
    • 0Komentar

    Sebagai individu, manusia sangat beragam. Tidak ada satu pun manusia yang identik, bahkan untuk yang kembar identik sekalipun. Setiap kita memiliki ke-khas-an sendiri-sendiri. Ada orang yang cara berpikirnya melompat-lompat namun kreatif. Ada yang pendiam, tetapi tajam membaca situasi. Ada yang bekerja lambat namun nyaris tidak pernah keliru. Pada banyak keadaan, kita menyebut mereka “unik”. Namun […]

  • Kolaborasi SEMA-HABAR Koter Bersama Puskesmas Jailolo Adakan Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis

    Kolaborasi SEMA-HABAR Koter Bersama Puskesmas Jailolo Adakan Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – SEMA-HABAR Kota Ternate Bersama Puskesmas Jailolo dan Himpa Pabos Melakukan Pengecekan Dan Pengobatan Gratis Di Desa Payo dan Pateng Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat, Rabu 20 Mei 2026. Menurut Riwan Basir, Ketua Sentral Mahasiswa Halmahera Barat (SEMA-HABAR) Kota Ternate, Program Pengobatan Gratis yang di lakukan merupakan tanggung jawab pemerintah dalam Memberikan Kesehatan […]

  • Ketika Azan Bersahutan Menjelang Fajar: Rahasia Gorontalo Serambi Madinah yang Masih Terjaga

    Ketika Azan Bersahutan Menjelang Fajar: Rahasia Gorontalo Serambi Madinah yang Masih Terjaga

    • calendar_month Selasa, 23 Jun 2026
    • account_circle Husin Ali
    • visibility 258
    • 1Komentar

    Pukul tiga dini hari. Kota Gorontalo masih terbungkus gelap. Jalan-jalan utama yang pada siang hari dipenuhi kendaraan tampak lengang. Lampu-lampu kota memantulkan cahaya kekuningan di antara pepohonan yang diam diterpa angin malam. Dari kejauhan, siluet menara-menara masjid berdiri tenang menembus langit yang masih pekat. Pada jam-jam seperti inilah sebuah daerah memperlihatkan wajahnya yang paling jujur. […]

  • Ritual Mappeca Sure (Bubur Asyura); Tak Sekedar Memperingati Tragedi

    Ritual Mappeca Sure (Bubur Asyura); Tak Sekedar Memperingati Tragedi

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Fajar baru saja menyingsing di langit Karbala. Angin padang gurun mengalir pelan, membelai tenda-tenda yang berdiri di bawah langit merah muda. Seorang lelaki berusia 58 tahun baru saja menyelesaikan salat Subuh. Ia berdiri hening dalam doa, menatap ke luar tenda, ke seberang padang tempat pasukan besar telah mengepungnya. Empat ribu orang, bersenjata, berbanjar. Sementara di […]

expand_less