Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Tahajud Sang Aktivis Reborn: Napas Baru Tasawuf Progresif dalam Sastra Indonesia

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 147
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dunia literasi spiritual Indonesia kembali hidup dengan hadirnya edisi re-born novel Tahajud Sang Aktivis, karya Pepi Al Bayqunie, seorang penulis sekaligus aktivis kebudayaan dan Gusdurian di Sulawesi Selatan yang dikenal dengan pendekatan Islam progresif dan humanis.

Novel ini bukan sekadar fiksi keagamaan. Ia adalah refleksi mendalam tentang perjalanan iman, kegelisahan eksistensial, dan pencarian makna hidup yang berpijak pada nilai-nilai tasawwuf. Tahajud Sang Aktivis mengajak pembaca menyelami spiritualitas yang membumi—agama yang tidak terjebak dalam dogma kaku, tapi tumbuh dari kesadaran kemanusiaan.

Ketika Tasawuf dan Aktivisme Bertemu

Tokoh utama novel ini, Zaki, adalah potret Muslim muda yang resah. Ia bertanya, meragukan, mencari, lalu menemukan bahwa iman bukan sekadar ritual, tetapi perjuangan batin yang hidup berdampingan dengan nurani kemanusiaan.

Zaki dipertemukan dengan Karaeng Anom, seorang sufi kontemporer yang membawa nuansa spiritualitas dalam diam. Dialog antara keduanya menjadi titik balik dalam perjalanan Zaki, dan sekaligus menjadi jembatan antara keberanian berpikir kritis dan kedalaman dzikir yang menenangkan.

Bukan Tasawuf yang Pasif, Tapi Progresif

Melalui novel ini, Pepi Al Bayqunie menolak dikotomi lama antara ortodoksi dan liberalisme yang sering memperhadap-hadapkan agama dan kemanusiaan. Sebaliknya, ia menawarkan jalan ketiga: tasawuf progresif—sebuah pendekatan spiritual yang tetap setia pada substansi ajaran Islam, namun terbuka terhadap realitas sosial dan keadilan.

“Agama dan kemanusiaan bukan dua kutub yang harus dipisahkan, tapi satu kesatuan yang tak terpisahkan,” tulis Pepi dalam pengantar novel ini.

Sebuah Bacaan untuk Jiwa dan Pikiran

Dengan gaya penulisan yang sederhana namun sarat makna, Tahajud Sang Aktivis menjadi bacaan wajib bagi siapa pun yang tengah mencari kedalaman spiritual di tengah kompleksitas zaman.

Kehadirannya bukan hanya memperkaya khasanah sastra Islam di Indonesia, tapi juga menjadi ruang refleksi bagi pembaca lintas latar belakang—aktivis, santri, pencari makna, hingga akademisi.

Dapatkan Sekarang!

Edisi re-born Tahajud Sang Aktivis kini tersedia secara terbatas di sejumlah toko buku independen, serta bisa dipesan langsung melalui kanal pribadi penulis resmi @pepi_albayqunie (Instagram) dan @saprillah.albayqunie (Facebook)

Bonus khusus untuk 100 pembeli pertama: tanda tangan langsung dari penulis

Apaka Kata mereka ?

“Tahajud Sang Aktivis bukan sekadar novel. Ia adalah jalan sunyi yang penuh cahaya, tempat kita menemukan ulang makna agama dalam denyut kemanusiaan”, kata Abdul Kadir Direktur Yayasan Pendidikan Nulondalo

Sudahkah Anda membacanya?

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dilepas ke Papua, 450 Prajurit Yonif 713 Diingatkan Disiplin dan Profesional

    Dilepas ke Papua, 450 Prajurit Yonif 713 Diingatkan Disiplin dan Profesional

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 301
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebanyak 450 prajurit Batalyon Infanteri (Yonif) 713/Satya Tama resmi diberangkatkan untuk menjalankan misi negara di Papua, Kamis (26/03/2026). Pelepasan ini menjadi momentum penting dalam upaya memperkuat stabilitas keamanan di wilayah Indonesia Timur. Bupati Gorontalo, Sofyan Puhi, hadir langsung memimpin prosesi pelepasan sekaligus memberikan arahan tegas kepada seluruh personel. Ia menekankan pentingnya menjaga disiplin […]

  • Satker PCK Gorontalo Buka Rekrutmen Pendamping Pamsimas 2026, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

    Satker PCK Gorontalo Buka Rekrutmen Pendamping Pamsimas 2026, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Satuan Kerja Pelaksanaan Cipta Karya (Satker PCK) Provinsi Gorontalo membuka rekrutmen Tenaga Pendamping Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) Tahun Anggaran 2026. Rekrutmen ini ditujukan untuk mendukung pelaksanaan program penyediaan air minum berbasis masyarakat di sejumlah desa sasaran di Provinsi Gorontalo. Dalam pengumuman yang diterbitkan Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan […]

  • Warga Kota Timur Keluhkan Variasi Menu MBG, DPRD Kota Gorontalo Siap Lakukan Sidak

    Warga Kota Timur Keluhkan Variasi Menu MBG, DPRD Kota Gorontalo Siap Lakukan Sidak

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 227
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Kota Timur, Kota Gorontalo, menuai keluhan dari warga. Seorang warga, Sintia Bumulo, menyoroti variasi menu yang dinilai kurang beragam dan cenderung monoton. Menurut Sintia, program yang bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa tersebut seharusnya dibarengi dengan perencanaan menu yang lebih variatif dan bergizi seimbang. Ia menilai […]

  • Tarawih Tanpa Manipulasi

    Tarawih Tanpa Manipulasi

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 297
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan fenomena tahunan yang menarik untuk diamati dengan kacamata akuntansi: masjid penuh, saf rapat, parkir meluber, dan sandal kadang tertukar sebuah metafora kecil tentang risiko pengendalian internal. Namun yang paling menarik adalah tarawih: ibadah malam yang khusyuk, sekaligus ladang potensial “manipulasi spiritual”. Dalam dunia akuntansi, manipulasi bisa terjadi ketika laporan keuangan disusun bukan […]

  • Jangan Jadi Nahdliyyin Imma’ah

    Jangan Jadi Nahdliyyin Imma’ah

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Abdullah Aniq Nawawi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Ada hadits yang patut direnungkan oleh kita semua, khususnya oleh warga Nahdliyyin yang akhir-akhir ini menyaksikan banyak kejanggalan pada tubuh organisasi Nahdlatul Ulama (NU). Mulai dari konflik internal hingga kasus-kasus yang menyeret para pengurus dan tokohnya. Nabi bilang begini: لا تَكُونُوا إمعة تَقولُونَ إِن أحسن النَّاس أحسنا وَإِن ظلمُوا ظلمنَا “Janganlah kalian menjadi “imma’ah”. Yaitu […]

  • Paradigma yang Berkembang: Menempatkan “Mahkota Ilmu” sebagai Proses Dialektis-Epistemologis

    Paradigma yang Berkembang: Menempatkan “Mahkota Ilmu” sebagai Proses Dialektis-Epistemologis

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Donald Qomaidiasyah Tungkagi
    • visibility 758
    • 0Komentar

    Pengantar Tulisan ini merupakan respon atas kritik Tarmizi Abbas terhadap sanggahan saya sebelumnya. Ia menulis sangat baik, “Tak Ada Yang Integratif Dari ‘Epistemologi Integratif’ dalam Paradigma Makuta Ilmu: Itu Kesesatannya” (10 Januari 2026) di nulondalo.com. Saya tetap mengapresiasi, serta belajar banyak hal dari kritik tersebut. Sebelumnya, diskursus melalui beberapa tulisan dengan Tarmizi Abbas, dipantik dari […]

expand_less