Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Yang Luput dari yang Luput: Respon Atas Tulisan Arief Abas

  • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 730
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam tulisan arif yang sangat panjang yang berjudul “Yang Barangkali Luput dalam Perbincangan Soal Sadakah”, ada 3 hal yang dianggap Arief luput dalam beberapa tulisan Momy Hunowu, dan saya sebelumnya sebagai berikut:

Dalam perdebatan soal sadaka beberapa hari belakangan, Arief menggarisbawahi beberapa hal yang barangkali luput dibaca. Meskipun orang-orang bilang “seikhlasnya”, praktik ini terlembaga, beratasnamakan adat dan Islam Gorontalo. Memori kolektif orang-orang Gorontalo mengingatnya dalam-dalam. Tapi, ada konsekuensi: ia mengabaikan kondisi sosial-ekonomi warga yang rentan.

Kedua, praktik ini berpotensi membelah hubungan sosial antarwarga sebab, tak ada ukuran dari kata “seikhlasnya”. Jika si A tidak mengundang pembesar karena tidak mampu, maka ia berpotensi dilabeli “hajatannya tidak sesuai dengan adat” atau “sudah semiskin apa sampai dia tidak bisa mengeluarkan uang?”.

Ketiga, praktik ini menciptakan heroisme di kalangan pembesar dan pemangku adat karena secara eksplisit sadaka adalah bentuk penghormatan kepada mereka. Sehingga, jika tidak dilakukan, maka akan kembali pada premis “tidak sesuai dengan adat” atau “tidak berkah”.

Di sisi yang lain, problem sadaka yang memberatkan ini tidak bukan barang baru. Setiap tahun ada keluhan. Intinya sama: memberatkan. Tapi apakah merekonfigurasi adat akan menyelesaikan persoalan? Arief pikir tidak juga. Tidak sesederhana itu.

Tulisan Arief Abas memberikan kritik sosiologis yang tajam terhadap “sisi gelap” institusionalisasi adat, namun sebagai sebuah argumen diskursif, terdapat beberapa celah metodologis dan perspektif yang bisa dikritisi guna memperkaya debat mengenai sadakah di Gorontalo. Adalah beberapa poin kritik terhadap kelemahan atau keterbatasan argumen dalam tulisan Arief. Tulisan Arief Abas kuat dalam menangkap keresahan sosial, namun lemah dalam memberikan landasan empiris yang sistematis dan cenderung terjebak pada dikotomi biner antara “adat” dan “kondisi ekonomi” tanpa menawarkan sintesis solusi yang konkret.

  • Penulis: Dr. Samsi Pomalingo, MA

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kader PMII Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah Hingga ke Tingkat Pusat 

    Kader PMII Kota Gorontalo Tegaskan Komitmen Kawal Isu Daerah Hingga ke Tingkat Pusat 

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 160
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Gorontalo kembali menunjukkan sikap kritisnya terhadap persoalan-persoalan serius yang menghantui daerah. Salah satu aktivisnya, Sandri atau yang lebih akrab disapa Kevin Lapendos, menegaskan komitmennya untuk terus berada di garis depan dalam mengawal isu-isu strategis, mulai dari dugaan tindak pidana korupsi, pertambangan ilegal, hingga persoalan tata kelola sumber […]

  • Asyiknya Sensus Burung Air di Danau Limboto

    Asyiknya Sensus Burung Air di Danau Limboto

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 303
    • 0Komentar

    NULONDALO.com  – Ratusan individu burung air residen (penetap) dan jenis migran (pendatang) di Danau Limboto tercatat dalam pengamatan dan sensus burung-air Asia (Asian Waterbird Census) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Jenis burung-burung tersebut antara lain blekok sawah (Ardeola speciosa), kuntul kecil (Egretta garzetta), kuntul kerbau (Bubulcus ibis), cangak merah (Ardea purpurea), gagang bayam (Himantopus himantopus), […]

  • GUSDURian Ternate Mendukung Perjuangan Perempuan Pada Moment International Women’s Day 2025

    GUSDURian Ternate Mendukung Perjuangan Perempuan Pada Moment International Women’s Day 2025

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Nulondalo – Hari Internasional Perempuan (International Women’s Day / IWD) yang diperingati setiap 8 Maret menjadi pengingat bahwa perjuangan hak perempuan masih panjang. Tahun ini, IWD 2025 mengusung tema “Aksi Akselerasi”, yang menekankan percepatan pencapaian kesetaraan gender, terutama dalam ranah politik. Suwarno Djabar, Koordinator Gusdurian Ternate, menilai bahwa sejak IWD pertama kali diperingati pada 1911, […]

  • Audensi DPP GENINUSA Bersama Komisaris Pelita Air Bahas Kolaborasi Program Strategis 

    Audensi DPP GENINUSA Bersama Komisaris Pelita Air Bahas Kolaborasi Program Strategis 

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Pusat Gerakan SantriPreuner Nusantara (DPP GENINUSA) menggelar audiensi dengan Komisaris Pelita Air, Bapak Cris Kuntadi, dalam upaya membangun kolaborasi strategis. Pertemuan yang berlangsung di Jakarta ini mendiskusikan sejumlah rencana yang dinilai akan membuka peluang besar pengembangan generasi muda, Senin, 28 April 2025. Dalam diskusi tersebut, DPP GENINUSA bersama Pelita Air membahas sejumlah inisiatif […]

  • Merdeka, tapi Bagi Siapa? Catatan Kecil soal Kebebasan Beragama Menjelang 17 Agustus

    Merdeka, tapi Bagi Siapa? Catatan Kecil soal Kebebasan Beragama Menjelang 17 Agustus

    • calendar_month Kamis, 13 Agt 2026
    • account_circle Wahiyudin Mamonto
    • visibility 194
    • 0Komentar

    Setiap kali Agustus tiba, saya selalu berpikir: kemerdekaan itu sebenarnya milik siapa? Bendera dikibarkan, lomba panjat pinang digelar, pidato-pidato disiapkan. Tapi di balik semua kemeriahan itu, ada pertanyaan yang jarang benar-benar dijawab tuntas—apakah setiap warga negara, tanpa memandang apa yang ia yakini, benar-benar sudah merdeka untuk beribadah dan hidup sesuai keyakinannya? Kalau bicara soal aturan, […]

  • Sabar dan Syukur dalam Politik; Mendengar Tausiah Singkat KH. Zulfa Mustafa

    Sabar dan Syukur dalam Politik; Mendengar Tausiah Singkat KH. Zulfa Mustafa

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 267
    • 0Komentar

    Nulondalo.com-Dalam acara buka puasa bersama Partai Nasdem dan anak yatim piatu, KH. Zulfa Mustafa menyampaikan tausiah yang menyoroti makna sabar dan syukur dalam kehidupan orang-orang beriman, termasuk dalam ranah politik. Mengutip kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali, ia menegaskan bahwa iman terdiri dari dua bagian: separuh sabar dan separuh syukur. Menurutnya, kualitas keimanan terimplementasikan melalui […]

expand_less