Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Desa Bukan Sekadar laporan Dan infrastruktur. Ia Rasa kepemilikan kolektif

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 476
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Pembangunan desa hari ini kerap berjalan dalam irama yang terlalu kaku: serba terukur, serba terlapor, tetapi kerap lupa untuk dirasakan. Desa dipaksa berbicara dalam bahasa angka—persentase pertumbuhan, serapan anggaran, dan indikator kinerja—seolah kemajuan hanya sah jika bisa dirumuskan dalam tabel dan grafik. Di tengah gegap gempita itu, sesuatu yang paling mendasar justru perlahan tersisih: manusia dengan segala rasa, relasi, dan maknanya. Ketika “rasa” dicabut dari jantung kebijakan, desa berubah menjadi ruang administratif yang tertib, namun kehilangan jiwa.

Padahal desa, sejak awal, bukan sekadar wilayah geografis atau satuan birokrasi. Ia adalah ruang hidup yang dibangun dari ingatan kolektif, dari kebiasaan yang diwariskan, dari relasi yang tumbuh tanpa dipaksa. Desa adalah tempat di mana orang tidak hanya tinggal, tetapi saling mengenal, saling mengingat, dan saling merasa. Maka ketika pembangunan hanya berorientasi pada fisik dan prosedur, yang sebenarnya sedang terkikis bukan hanya wajah desa, melainkan makna hidup di dalamnya.

Karena itu, menghidupkan kembali desa tidak cukup dengan menambah program atau memperbaiki tata kelola administratif. Yang lebih mendasar adalah membongkar cara pandang tentang apa itu kemajuan. Kita perlu berani menggeser pusat gravitasi pembangunan: dari yang semula berpusat pada sistem, kembali kepada manusia. Dari yang semula mengejar capaian, kembali pada pengalaman hidup. Dari yang semula dikendalikan dari atas, kembali pada kedaulatan warga sebagai pemilik sah arah perubahan.

Langkah paling awal dari upaya itu adalah merebut kembali ruang bicara. Musyawarah desa tidak boleh terus dipertahankan sebagai ritual formal yang sekadar memenuhi kewajiban regulasi. Ia harus dihidupkan sebagai ruang publik yang otentik—ruang di mana warga benar-benar hadir sebagai subjek, bukan pelengkap prosedur. Dalam musyawarah yang sehat, perbedaan bukan ancaman, melainkan sumber kekayaan. Ketegangan bukan sesuatu yang harus dihindari, melainkan tanda bahwa gagasan sedang bekerja.

Secara sosiologis, kualitas musyawarah tidak diukur dari cepatnya kesepakatan tercapai, tetapi dari kedalaman proses yang terjadi. Apakah suara perempuan didengar? Apakah anak muda diberi ruang? Apakah mereka yang selama ini terpinggirkan benar-benar bisa berbicara tanpa takut? Desa yang hidup bukan desa yang selalu sepakat, melainkan desa yang mampu mengelola perbedaan tanpa kehilangan kohesi sosialnya.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bravo TNI Kasdam XIV/Hsn Lepas Yonif 721/Makassau ke Papua: Berangkat dengan Kehormatan, Kembali dengan Kemenangan!

    Bravo TNI Kasdam XIV/Hsn Lepas Yonif 721/Makassau ke Papua: Berangkat dengan Kehormatan, Kembali dengan Kemenangan!

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Nulondalo.com Makassar – Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIV/Hasanuddin Brigjen TNI Ayi Lesmana, S.E., memimpin kegiatan pengantaran, serta penyerahan bantuan logistik pergeseran pasukan (Serpas) menuju daerah operasi bagi prajurit Yonif 721/Makassau yang akan melaksanakan Satgas Pengamanan Perbatasan (Pamtas) RI–PNG Mobile Tahun Anggaran 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Dermaga Baru Breakwater Kodaeral VI, Jl. Yos Sudarso, Kota […]

  • Tumbilotohe: Cahaya Tradisi Gorontalo Menyambut Idulfitri

    Tumbilotohe: Cahaya Tradisi Gorontalo Menyambut Idulfitri

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 354
    • 0Komentar

    Setiap daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Di Gorontalo, ada sebuah tradisi yang sarat dengan nilai adat dan spiritualitas Islam, yakni tumbilotohe. Tradisi ini digelar setiap malam ke-27 Ramadan dan dikenal sebagai malam pemasangan lampu oleh masyarakat di berbagai sudut kota dan desa. Konon, tradisi tumbilotohe telah ada sejak abad […]

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 197
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Gorontalo – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Seminar Hasil Kajian Pariwisata dan Pendidikan yang berlangsung di Resto Onato By Swiss 18, Senin (24/11/2025). Seminar ini memaparkan dua kajian strategis, yakni “Optimalisasi Kebutuhan Ruang Destinasi Pariwisata Unggulan Provinsi Gorontalo” serta “Strategi Penanggulangan Anak Putus Sekolah karena Faktor Sosial Ekonomi Keluarga di Provinsi […]

  • Akuntansi Tidak Menjual Angka, Melainkan Kepercayaan

    Akuntansi Tidak Menjual Angka, Melainkan Kepercayaan

    • calendar_month Senin, 13 Jul 2026
    • account_circle Sutanti Idris
    • visibility 161
    • 0Komentar

    Di tengah gelombang transformasi digital, ketika kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), big data, dan otomatisasi mulai mengambil alih berbagai pekerjaan administratif, profesi akuntan kerap dipertanyakan relevansinya. Jika mesin mampu menyusun laporan keuangan dalam hitungan detik dengan tingkat akurasi yang tinggi, apakah akuntan masih dibutuhkan? Pertanyaan tersebut sesungguhnya berangkat dari pemahaman yang keliru bahwa akuntansi hanyalah aktivitas […]

  • Kunjungan Mendadak Prabowo Subianto di Senen, Datang Tanpa Didampingi Mensos

    Kunjungan Mendadak Prabowo Subianto di Senen, Datang Tanpa Didampingi Mensos

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 468
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto melakukan kunjungan mendadak ke permukiman padat warga di Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, Kamis (26/03/2026) sore. Berbeda dari kunjungan resmi pada umumnya, Presiden datang tanpa didampingi Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Kehadiran orang nomor satu di Indonesia itu secara tiba-tiba langsung menyedot perhatian warga, khususnya yang tinggal di kawasan bantaran […]

  • Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati di Papua Dirilis untuk Publik

    Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati di Papua Dirilis untuk Publik

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 352
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Upaya baru dalam pelestarian alam di Indonesia bagian timur lahir dengan selesainya identifikasi Important Bird and Biodiversity Areas (IBAs) di wilayah Papua. Melalui kerja sama antara Burung Indonesia dan berbagai mitra strategis, data ini kini dapat diakses oleh publik sebagai alat bantu utama dalam menentukan daerah prioritas pelestarian keanekaragaman hayati di Papua dengan menggunakan […]

expand_less