Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Marhaban Ya Ramadhan

  • account_circle Ilham Sopu 
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 89
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam salah satu bukunya yang masuk kategori best seller yakni Lentera Al-Qur’an, kisah dan hikmah kehidupan, salah satu tema yang dikupas Prof Quraish adalah menyangkut ramadhan. Ada dua kata yang digunakan untuk menyambut tamu yang datang, yakni marhaban dan ahlan wa sahlan, keduanya berarti selamat datang, tapi beda dalam penggunaan kalimat tersebut.

Menurut Prof Quraish, ahlan terambil dari kata ahl yang berarti “keluarga”, sedangkan sahlan dari kata sahl yang berarti “mudah”. Jadi ahlan wa sahlan  adalah ungkapan selamat datang yang di celahnya terdapat kalimat yang tersirat yaitu anda berada di tengah keluarga dan melangkahkan kaki di dataran rendah yang mudah.

Sedangkan marhaban terambil dari kata rahb yang berarti “luas atau lapang”, sehingga marhaban menggambarkan bahwa tamu yang datang disambut dan diterima dengan lapang dada, penuh kegembiraan, serta dipersiapkan baginya ruangan yang luas untuk melakukan apa saja yang diinginkannya, demikian penjelasan Prof Quraish.

Menyambut ramadhan dengan ucapan marhaban, karena ramadhan itu adalah tamu agung, oleh sebab itu disambut dengan penuh kegembiraan, kita semua bergembira dengan kedatangan bulan ramadhan, karena banyaknya keuntungan-keuntungan yang didapatkan seorang hamba di dalam bulan suci ramadhan. Nabi bersabda “Seandainya umatku mengetahui (semua) keistimewaan ramadhan, niscaya mereka mengharap agar semua bulan menjadi ramadhan.” saking banyak hal-hal yang menguntungkan dari bulan suci ramadhan.

Salah satu yang sering disampaikan oleh para ulama adalah bahwa di bulan ramadhan ada malam “qadr” malam penentuan, yang akan menemui setiap orang yang mempersiapkan diri sejak dini untuk menyambutnya. Kebaikan dan kemuliaan yang dihadirkan oleh lailat al-Qadr tidak mungkin akan diraih kecuali oleh orang-orang tertentu saja.

Ramadhan juga terambil dari akar kata yang berarti membakar, penamaan ini dikarenakan ketika terjadi perubahan nama-nama bulan, penduduk Makkah menamai bulan-bulan sesuai dengan suasana iklim mereka alami ketika itu atau tradisi yang mereka lakukan. Seperti muharram yang berarti diharamkan karena masyarakat arab ketika itu mengharamkan pertumpahan darah, kemudian shafar yang berarti kosong, karena ketika itu penduduk Makkah, khususnya kaum pria, meninggalkan kota Makkah untuk berperang sehingga Makkah seakan kosong tak berpenghuni dan kosongnya kepemilikan harta dan jiwa akibat perang.

Demikian juga dengan nama rabiul awal dan rabiul akhir yakni musim bunga pertama dan kedua karena bulan-bulan itu terjadi di musim bunga. Selanjutnya Jumadil al-awwal dan akhir yang berarti kebekuan pertama dan kedua karena terjadi di musim dingin sehingga air sampai membeku. Kemudian rajab atau pengagungan karena bulan ini adalah salah satu bulan yang diagungkan sehingga terlarang melakukan peperangan, dan sya’ban yang berati keterpencaran karena pada bulan ini mereka terpencar di aneka penjuru untuk berperang dan mencari rezeki.

Demikian pula dzu al-qaidah yakni bulan ketika mereka harus duduk tidak  bepergian untuk berperang, serta dzu al-Hijjah karena bulan ini ibadah haji mereka laksanakan. Kemudian ramadhan yang berarti membakar  karena ketika itu suhu udara demikian panas dan membara, lalu Syawal yang antara lain menunjukkan penampakan bintang tertentu di tempat yang tinggi,  atau karena unta-unta mengangkat ekor-ekornya dan menjadi banyak air susunya.

Dari pengertian-pengertian tersebut, ramadhan yang diartikan membakar yakni bulan yang membakar panasnya, mengesankan bahwa siapa yang menyambut bulan ramadhan dengan benar dan antusias, maka akan pupus, habis terbakar dosa-dosanya, dan ini sejalan dengan hadis Nabi: “Siapa yang berpuasa ramadhan didorong oleh keimanan dan dilaksanakan dengan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang terdahulu (HR.Bukhari dan Muslim).

Syarat untuk diampuni dosa menurut hadis ini adalah berpuasa dengan didorong keimanan dan dilaksanakan dengan penuh  keikhlasan, iman adalah pondasi dalam beragama, seluruh amal-amal yang dikerjakan mesti berangkat dari keimanan. Iman itu adalah sesuatu yang sangat urgen dalam beragama. Tapi iman bukanlah sesuatu yang statis, iman ada dalam dada semua orang, tapi kadang ia tertirai, tidak berfungsi dengan baik. Oleh sebab itu iman itu dinamis, sifatnya fluktuatif, dalam bahasa agamanya iman itu “yazidu” dan “yankusu”, kadang menguat dan kadang melemah.

Iman bukanlah hanya sekedar percaya, menurut Cak Nur, bahwa iman adalah percaya, mempercayai dan menaruh kepercayaan kepada Tuhan, yakni kepercayaan yang holistik.  Itulah yang di maksud dengan iman yang dinamis. Itulah sebabnya dalam al-Qur’an, perkataan iman dan amal saleh selalu berdampingan, bahwa keimanan adalah dasar tapi tindak lanjut dari keimanan itu adalah amal saleh.

Marilah kita sambut ramadhan dengan  kesiapan iman yang teguh, iman yang punya pondasi yang kuat, sehingga kualitas puasa kita baik, dan dosa-dosa kita terhapus sebagaimana yang disinggung dalam hadis di atas.

(Bumi Pambusuang, 16 Pebruari 2026)

  • Penulis: Ilham Sopu 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DPW Tani Merdeka Indonesia Gorontalo Siap Hadiri RAPIMNAS di Jakarta, Tegaskan Dukungan terhadap Program Presiden Prabowo

    DPW Tani Merdeka Indonesia Gorontalo Siap Hadiri RAPIMNAS di Jakarta, Tegaskan Dukungan terhadap Program Presiden Prabowo

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Menjelang pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional (RAPIMNAS) Tani Merdeka Indonesia di Jakarta, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Gorontalo menyatakan dukungan penuh dan memastikan kehadiran dalam agenda nasional tersebut. RAPIMNAS Tani Merdeka Indonesia akan digelar di Gedung Kementerian, Jakarta, pada 27–28 Agustus 2025. Forum ini menjadi ajang strategis konsolidasi nasional untuk memperkuat peran petani dalam […]

  • Menjelaskan “Makuta Ilmu” Tanpa Menyesatkan: Kritik atas Kritik Tarmizi Abbas

    Menjelaskan “Makuta Ilmu” Tanpa Menyesatkan: Kritik atas Kritik Tarmizi Abbas

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Donald Qomaidiasyah Tungkagi
    • visibility 1.070
    • 0Komentar

    Saya mulai dengan mengapresiasi kritik saudara Tarmizi Abbas terhadap tulisan saya tentang “Makuta Ilmu”—belakangan saya rubah jadi “Mahkota Ilmu”—sebagai paradigma keilmuan UIN Sultan Amai Gorontalo nanti. Saya senang sekali dikritisi, sejak kemarin tulisan seperti ini memang ditunggu. Dialektika melalui tulisan belakangan jarang terjadi di lingkungan kampus. Seringkali sebuah gagasan dibalas dengan kalimat singkat satir, sindiran, […]

  • Nasaruddin Umar Office Apresiasi Komitmen MNC Asset Management Jaga Tata Kelola Investasi Syariah

    Nasaruddin Umar Office Apresiasi Komitmen MNC Asset Management Jaga Tata Kelola Investasi Syariah

    • calendar_month Selasa, 26 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Direktur Keuangan Nasaruddin Umar Office, Karim Bakri, mengapresiasi komitmen MNC Asset Management dalam menjaga tata kelola investasi syariah melalui penyaluran dana pembersihan (cleansing) reksa dana syariah kepada lembaga sosial dan keagamaan. Apresiasi tersebut disampaikan menyusul penyaluran dana pembersihan reksa dana syariah sebesar Rp35 juta kepada Nasaruddin Umar Office dan Rp35 juta kepada Lazismu. […]

  • Habis Gelap Ada yang Belum Terang: Kartini, Emansipasi dan Ilusi Kolonial

    Habis Gelap Ada yang Belum Terang: Kartini, Emansipasi dan Ilusi Kolonial

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    “Ibu Kita Kartini, putri sejati, wanita yang mulia dan harum namanya.” Begitulah yang terpatri di benak para anak-anak sekolah.  Lagunya kerap didendangkan, hari lahirnya ditetapkan sebagai emansipasi wanita dan kiprahnya dijadikan patokan gerakan perempuan di Indonesia.  Setiap tanggal 21 April, Kartini dan narasi tentangnya dilantangkan kembali. Kalau anda hidup dan sudah bisa memahami situasi pada masa orde […]

  • OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Permudah Akses Pembiayaan Peternak Sapi Perah

    OJK dan ILO Luncurkan Sistem ERP untuk Permudah Akses Pembiayaan Peternak Sapi Perah

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 71
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama International Labour Organization (ILO) meluncurkan Sistem Enterprise Resource Planning (ERP) dan program akses keuangan inklusif bagi peternak sapi perah di Jawa Timur, Kamis (11/6). Program tersebut diharapkan dapat memperluas akses pembiayaan formal sekaligus mempercepat digitalisasi sektor peternakan. Peluncuran yang berlangsung di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, Kabupaten Malang, […]

  • Hasil Rapat Badan Pengurus Lengkap Tim Caretaker BPD HIPMI Maluku Utara

    Hasil Rapat Badan Pengurus Lengkap Tim Caretaker BPD HIPMI Maluku Utara

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 558
    • 0Komentar

    Jakarta – Tim Caretaker BPD Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Maluku Utara telah melaksanakan Rapat Badan Pengurus Lengkap (RBPL) pada 29 Januari 2026 di Jakarta. RBPL ini dilaksanakan sebagai bagian dari mandat organisasi berdasarkan SK BPP HIPMI Nomor 139/Kep/Sek/BPP/I/26, guna memastikan keberlanjutan dan ketertiban organisasi BPD HIPMI Maluku Utara sesuai dengan Anggaran Dasar, Anggaran Rumah […]

expand_less