Breaking News
light_mode
Trending Tags

Marhaban Ya Ramadhan

  • account_circle Ilham Sopu 
  • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
  • visibility 66
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dalam salah satu bukunya yang masuk kategori best seller yakni Lentera Al-Qur’an, kisah dan hikmah kehidupan, salah satu tema yang dikupas Prof Quraish adalah menyangkut ramadhan. Ada dua kata yang digunakan untuk menyambut tamu yang datang, yakni marhaban dan ahlan wa sahlan, keduanya berarti selamat datang, tapi beda dalam penggunaan kalimat tersebut.

Menurut Prof Quraish, ahlan terambil dari kata ahl yang berarti “keluarga”, sedangkan sahlan dari kata sahl yang berarti “mudah”. Jadi ahlan wa sahlan  adalah ungkapan selamat datang yang di celahnya terdapat kalimat yang tersirat yaitu anda berada di tengah keluarga dan melangkahkan kaki di dataran rendah yang mudah.

Sedangkan marhaban terambil dari kata rahb yang berarti “luas atau lapang”, sehingga marhaban menggambarkan bahwa tamu yang datang disambut dan diterima dengan lapang dada, penuh kegembiraan, serta dipersiapkan baginya ruangan yang luas untuk melakukan apa saja yang diinginkannya, demikian penjelasan Prof Quraish.

Menyambut ramadhan dengan ucapan marhaban, karena ramadhan itu adalah tamu agung, oleh sebab itu disambut dengan penuh kegembiraan, kita semua bergembira dengan kedatangan bulan ramadhan, karena banyaknya keuntungan-keuntungan yang didapatkan seorang hamba di dalam bulan suci ramadhan. Nabi bersabda “Seandainya umatku mengetahui (semua) keistimewaan ramadhan, niscaya mereka mengharap agar semua bulan menjadi ramadhan.” saking banyak hal-hal yang menguntungkan dari bulan suci ramadhan.

Salah satu yang sering disampaikan oleh para ulama adalah bahwa di bulan ramadhan ada malam “qadr” malam penentuan, yang akan menemui setiap orang yang mempersiapkan diri sejak dini untuk menyambutnya. Kebaikan dan kemuliaan yang dihadirkan oleh lailat al-Qadr tidak mungkin akan diraih kecuali oleh orang-orang tertentu saja.

Ramadhan juga terambil dari akar kata yang berarti membakar, penamaan ini dikarenakan ketika terjadi perubahan nama-nama bulan, penduduk Makkah menamai bulan-bulan sesuai dengan suasana iklim mereka alami ketika itu atau tradisi yang mereka lakukan. Seperti muharram yang berarti diharamkan karena masyarakat arab ketika itu mengharamkan pertumpahan darah, kemudian shafar yang berarti kosong, karena ketika itu penduduk Makkah, khususnya kaum pria, meninggalkan kota Makkah untuk berperang sehingga Makkah seakan kosong tak berpenghuni dan kosongnya kepemilikan harta dan jiwa akibat perang.

Demikian juga dengan nama rabiul awal dan rabiul akhir yakni musim bunga pertama dan kedua karena bulan-bulan itu terjadi di musim bunga. Selanjutnya Jumadil al-awwal dan akhir yang berarti kebekuan pertama dan kedua karena terjadi di musim dingin sehingga air sampai membeku. Kemudian rajab atau pengagungan karena bulan ini adalah salah satu bulan yang diagungkan sehingga terlarang melakukan peperangan, dan sya’ban yang berati keterpencaran karena pada bulan ini mereka terpencar di aneka penjuru untuk berperang dan mencari rezeki.

Demikian pula dzu al-qaidah yakni bulan ketika mereka harus duduk tidak  bepergian untuk berperang, serta dzu al-Hijjah karena bulan ini ibadah haji mereka laksanakan. Kemudian ramadhan yang berarti membakar  karena ketika itu suhu udara demikian panas dan membara, lalu Syawal yang antara lain menunjukkan penampakan bintang tertentu di tempat yang tinggi,  atau karena unta-unta mengangkat ekor-ekornya dan menjadi banyak air susunya.

Dari pengertian-pengertian tersebut, ramadhan yang diartikan membakar yakni bulan yang membakar panasnya, mengesankan bahwa siapa yang menyambut bulan ramadhan dengan benar dan antusias, maka akan pupus, habis terbakar dosa-dosanya, dan ini sejalan dengan hadis Nabi: “Siapa yang berpuasa ramadhan didorong oleh keimanan dan dilaksanakan dengan keikhlasan, maka diampuni dosanya yang terdahulu (HR.Bukhari dan Muslim).

Syarat untuk diampuni dosa menurut hadis ini adalah berpuasa dengan didorong keimanan dan dilaksanakan dengan penuh  keikhlasan, iman adalah pondasi dalam beragama, seluruh amal-amal yang dikerjakan mesti berangkat dari keimanan. Iman itu adalah sesuatu yang sangat urgen dalam beragama. Tapi iman bukanlah sesuatu yang statis, iman ada dalam dada semua orang, tapi kadang ia tertirai, tidak berfungsi dengan baik. Oleh sebab itu iman itu dinamis, sifatnya fluktuatif, dalam bahasa agamanya iman itu “yazidu” dan “yankusu”, kadang menguat dan kadang melemah.

Iman bukanlah hanya sekedar percaya, menurut Cak Nur, bahwa iman adalah percaya, mempercayai dan menaruh kepercayaan kepada Tuhan, yakni kepercayaan yang holistik.  Itulah yang di maksud dengan iman yang dinamis. Itulah sebabnya dalam al-Qur’an, perkataan iman dan amal saleh selalu berdampingan, bahwa keimanan adalah dasar tapi tindak lanjut dari keimanan itu adalah amal saleh.

Marilah kita sambut ramadhan dengan  kesiapan iman yang teguh, iman yang punya pondasi yang kuat, sehingga kualitas puasa kita baik, dan dosa-dosa kita terhapus sebagaimana yang disinggung dalam hadis di atas.

(Bumi Pambusuang, 16 Pebruari 2026)

  • Penulis: Ilham Sopu 

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 221
    • 0Komentar

    Pada edisi Ramadhan 2026 kali ini, saya ingin mengisinya dengan menceritakan orang-orang yang hidup di zaman Nabi Muhammad SAW, yang kita kenal sebagai sahabat Nabi tetapi sangat sedikit disebut dalam catatan sejarah. Julaybib adalah salah satunya. Siapa di antara kita umat Islam yang mengenal sosok ini. Mungkin ada, tetapi sangat sedikit. Termasuk saya yang baru […]

  • Komitmen Melayani: Kelurahan Baji Pamai Bagikan Beras dan Minyak Goreng kepada Warga

    Komitmen Melayani: Kelurahan Baji Pamai Bagikan Beras dan Minyak Goreng kepada Warga

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 325
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros— Pemerintah Kelurahan Baji Pamai Kecamatan Maros Baru kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat kesejahteraan masyarakat. Kelurahan Baji Pamai menyalurkan bantuan pangan berupa 20 kilogram beras dan 4 liter minyak goreng kepada warga. Bantuan ini merupakan program dari Kementerian Sosial RI dan dibagikan langsung di kantor kelurahan. Pada penyaluran kali ini, bantuan didistribusikan ke warga […]

  • Kesalehan yang “Dipertontonkan”

    Kesalehan yang “Dipertontonkan”

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2020
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 81
    • 0Komentar

    Hari ini orang beramai-ramai memposting pelaksanaan Shalat Idul Fitri di setiap rumah, sekalipun tidak semua karena ada sebagian orang lain yang Shalat di Masjid maupun di lapangan karena kekesalan mereka terhadap pemerintah yang menutup Masjid dan membuka pasar dan mall di tengah pandemic corona. Setelah Shalat Idul Fitri saya dan keluarga menikmati burasa, acar ikan […]

  • Skor SPI Anjlok ke 70,26: Integritas Maros Dipertanyakan

    Skor SPI Anjlok ke 70,26: Integritas Maros Dipertanyakan

    • calendar_month Kamis, 11 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 126
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Kabupaten Maros kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) merilis hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) 2025. Dalam laporan tersebut, Maros hanya meraih skor 70,26, yang menempatkannya pada kategori merah atau berisiko tinggi dalam hal integritas. Maros pun berada dalam jajaran 13 daerah di Indonesia yang mendapat rapor merah tahun ini. Bupati […]

  • Ketua JALAN: Jangan Reduksi Tugas Negara dengan Label “Jenderal Baliho”

    Ketua JALAN: Jangan Reduksi Tugas Negara dengan Label “Jenderal Baliho”

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Ketua Jaringan Aktivis Lintas Agama Nusantara (JALAN), Panji Sukma Nugraha, menilai penyebutan “jenderal baliho” kepada Jenderal TNI (Purn), Dudung Abdurachman merupakan narasi yang tidak proporsional karena mengabaikan konteks sejarah dan tanggung jawab institusional negara. Panji mengatakan, polemik tersebut harus dibaca secara utuh. Menurutnya, ketika Dudung Abdurachman menjabat sebagai Pangdam Jaya, langkah penertiban baliho […]

  • Lomba Da’i Cilik Meriahkan Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo

    Lomba Da’i Cilik Meriahkan Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Lomba Da’i Cilik turut memeriahkan rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo yang dilaksanakan di Kantor PWNU Gorontalo, Rabu (29/10/2025). Penanggung jawab kegiatan, Indrawan Modanggu, menyampaikan bahwa lomba Da’i Cilik ini bertujuan untuk menumbuhkan potensi generasi muda sejak dini, khususnya anak-anak di bawah usia 10 tahun, agar semakin mengenal nilai-nilai Islam dan ekonomi syariah. “PWNU […]

expand_less