Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ketika Amanah Mangkrak Seperti Proyek Negara

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • visibility 397
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Amanah sering kita dengar di khutbah Jumat atau ceramah Ramadan. Ia terdengar khidmat, tapi juga kadang terasa jauh dari kehidupan politik sehari-hari. Amanah seolah dipindahkan ke ruang ibadah, sementara di ruang kekuasaan ia diperlakukan seperti barang opsional—dipakai kalau perlu, ditinggalkan kalau mengganggu kepentingan.

Padahal republik tidak berdiri hanya dengan undang-undang dan birokrasi. Ada kontrak tak tertulis yang membuat negara ini tetap dipercaya oleh warganya. Rakyat membayar pajak, memilih pemimpin, mematuhi hukum—semua itu karena ada keyakinan sederhana: kekuasaan akan dijalankan dengan tanggung jawab. Keyakinan itulah yang disebut amanah.

Masalahnya, keyakinan ini semakin sering diuji. Kita hidup di masa ketika proyek pembangunan bisa bernilai triliunan rupiah, tetapi akuntabilitasnya sering terasa jauh lebih kecil dari angka itu. Infrastruktur memang tumbuh pesat, tetapi pertanyaan publik juga ikut tumbuh: untuk siapa sebenarnya pembangunan ini dilakukan? Pertanyaan yang kerap dibalas oleh persekusi dan diskirminasi..

Ambil contoh proyek ambisius seperti Ibu Kota Nusantara. Di atas kertas, gagasannya sangat futuristik: kota hijau, kota pintar, kota masa depan. Sebuah simbol bahwa Indonesia siap melompat ke abad berikutnya. Tetapi di ruang diskusi publik, proyek ini juga memunculkan kegelisahan: apakah negara sedang membangun masa depan yang inklusif, atau sekadar meninggalkan masalah lama di tempat baru?
Atau soal ambisi berlabel Gizi ataopu ekonomi kerakyatan berlabel merah Putih?

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tak Hanya Zakat, Ekonom NU Dorong Optimalisasi Wakaf dan Sedekah untuk Pengentasan Kemiskinan

    Tak Hanya Zakat, Ekonom NU Dorong Optimalisasi Wakaf dan Sedekah untuk Pengentasan Kemiskinan

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 277
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pernyataan Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, terkait potensi dan pengelolaan dana umat kembali memantik diskursus publik mengenai peran keuangan sosial Islam dalam pembangunan nasional. Menanggapi hal tersebut, Ekonom Nahdlatul Ulama, Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak., menegaskan bahwa pengelolaan dana umat tidak boleh berhenti pada zakat semata. “Zakat adalah fondasi. Namun, ekosistem dana […]

  • Menjemput Hari Raya Idul Fitri, FPPMB dan Pemdes Bobawa Gelar Bukber Dengan Masyarakat 

    Menjemput Hari Raya Idul Fitri, FPPMB dan Pemdes Bobawa Gelar Bukber Dengan Masyarakat 

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Forum Pemuda Pelajar Mahasiswa Bobawa (FPPMB) menggelar agenda buka puasa bersama di Masjid Al-Fajri, Desa Bobawa, Kecamatan Makian Barat, Kabupaten Halmahera Selatan. Jum’at, 28 Maret 2025. Acara ini melibatkan masyarakat, badan syara, serta pemerintah desa dengan tujuan mempererat tali silaturahmi antarwarga. Kepala Desa Bobawa, Ludin Halek, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar ajang berbuka bersama, […]

  • Kronologi Pembunuhan Pensiunan JICT Ermanto Usman di Bekasi, Pelaku Sudah Ditangkap Polisi

    Kronologi Pembunuhan Pensiunan JICT Ermanto Usman di Bekasi, Pelaku Sudah Ditangkap Polisi

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kasus pembunuhan terhadap Ermanto Usman (65) di kawasan Jatibening, Kota Bekasi, mulai menemukan titik terang. Tim Jatanras dari Polda Metro Jaya telah menangkap pelaku pembunuhan yang menewaskan pensiunan karyawan Jakarta International Container Terminal tersebut. Meski demikian, pihak kepolisian hingga kini masih menutup identitas serta jumlah pelaku yang terlibat dalam kasus tersebut. Ditemukan Tewas […]

  • Ada Apa di Balik Pertemuan Prabowo dan Lukashenko? Ternyata Ini Hasilnya

    Ada Apa di Balik Pertemuan Prabowo dan Lukashenko? Ternyata Ini Hasilnya

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 284
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026), menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang menandai semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Lukashenko menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra penting Belarus di kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut hubungan kedua negara terus […]

  • UMMA Gaungkan Gerakan Antikorupsi, Satukan Aksi dari Kampus untuk Indonesia Bersih

    UMMA Gaungkan Gerakan Antikorupsi, Satukan Aksi dari Kampus untuk Indonesia Bersih

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Universitas Muslim Maros (UMMA) kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam membangun peradaban yang berintegritas dengan menggelar Seminar Pendidikan Antikorupsi bertema “Satukan Aksi Basmi Korupsi”, Selasa, 9 Desember 2025, di Baruga A Kantor Bupati Maros. Sebanyak 220 mahasiswa dari tiga fakultas hadir dan mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias. Seminar yang dipandu […]

  • Malimbong dan Madzilalang: Merunut Cahaya di Balik Tumpukan Ilmu

    Malimbong dan Madzilalang: Merunut Cahaya di Balik Tumpukan Ilmu

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Di zaman ketika ilmu melimpah dan akses pengetahuan terbuka lebar sepertinya makin Ada jarak yang antara mengetahui dan menjadi—jarak yang tak selalu bisa dijembatani oleh kecerdasan. Ternyata tidak semua Ilmu menjadi jalan kebijaksanaan, ilmu yang tidak meneduhkan, sering kali hanya menjadi beban kesombongan. Dalam tradisi lisan masyarakat Mandar, ada satu kata yang diucapkan dengan penuh […]

expand_less