Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ketika Amanah Mangkrak Seperti Proyek Negara

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • visibility 489
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perdebatan semacam ini sebenarnya sehat. Ia menunjukkan bahwa masyarakat masih peduli pada arah republik. Namun ia juga memperlihatkan satu kenyataan, bahwa kepercayaan publik tidak lagi otomatis lahir dari proses demokratisasi, sebab didalamnya kita kehilangan amanah.

Padahal Republik ini berkali-kali diingatkan bahwa amanah bisa runtuh oleh hal-hal yang sangat banal: keserakahan. Kita masih ingat bagaimana bantuan sosial yang seharusnya menyelamatkan rakyat saat pandemi justru disunat melalui praktik korupsi yang menyeret nama aktor. Bantuan untuk warga miskin berubah menjadi komoditas politik. Jika tragedi semacam ini tidak cukup untuk membuat kita merenung tentang arti amanah, mungkin kita memang sudah terlalu kebal terhadap disparitas macam ini..

Memang persoalan ini sebenarnya sudah lama dibahas dan terdengar klise. Betapapun itu saya tetap percaya harmoni itu tidak mungkin lahir jika mereka yang memegang kekuasaan kehilangan integritas. Dalam bahasa yang lebih sederhana—dan mungkin lebih dekat dengan keseharian kita, bahwa negara yang adil hanya mungkin lahir jika orang-orang yang memegang kekuasaan masih ingat bahwa jabatan adalah titipan, bukan hadiah undian.

Tantangan republik Indonesia hari ini sebenarnya bukan sekadar soal ekonomi atau teknologi. Kita punya sumber daya, kita punya generasi muda, kita punya energi sosial yang besar. Tantangan yang lebih sulit justru sesuatu yang tak kasat mata: kepercayaan.
Di era media sosial, rakyat bisa melihat semuanya dengan lebih cepat. Kontradiksi antara pidato dan realitas tidak lagi bisa disembunyikan lama-lama. Ketika pejabat berbicara tentang penghematan tetapi hidup dalam kemewahan, publik melihatnya. Ketika pemerintah berbicara tentang kesejahteraan rakyat tetapi kebijakan terasa jauh dari kehidupan sehari-hari, publik juga merasakannya. Lama-lama, yang hilang bukan hanya kepercayaan pada individu, tetapi kepercayaan pada sistem.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dominasi Viralitas Dalam Pembentukan Opini Publik di Ruang Digital

    Dominasi Viralitas Dalam Pembentukan Opini Publik di Ruang Digital

    • calendar_month Senin, 2 Mar 2026
    • account_circle Julkifli Gadeang
    • visibility 504
    • 0Komentar

    Pemikir media, Marshall McLuhan sarjana sastra dan teoretikus media asal Kanada Pemikirannya tentang “Teknologi Komunikasi” sebagai “Perpanjangan Manusia” dan semboyannya “the medium is the message” yaitu membentuk cara baru memahami hubungan antara media, persepsi, dan budaya di era elektronik. Sejak lama ia menegaskan bahwa media bukan sekadar saluran komunikasi, melainkan kekuatan yang membentuk cara manusia […]

  • DPR Apresiasi Penetapan Dua Korporasi Tersangka Karhutla di Kalteng, HGU Terancam Dicabut

    DPR Apresiasi Penetapan Dua Korporasi Tersangka Karhutla di Kalteng, HGU Terancam Dicabut

    • calendar_month Minggu, 1 Nov 2026
    • account_circle Abdul Fajar
    • visibility 50
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM, KALIMANTAN TENGAH – Anggota Komisi II DPR RI, Iwan Kurniawan, mengapresiasi langkah Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah (Polda Kalteng) yang menetapkan dua korporasi sebagai tersangka dalam kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Menurutnya, langkah tersebut menjadi penegasan bahwa perusahaan harus bertanggung jawab apabila terbukti melakukan pelanggaran hukum dan menyebabkan kerusakan lingkungan. Dua korporasi yang ditetapkan […]

  • Bareskrim Tahan Mantan Direktur PT Dana Syariah Indonesia, Penyidikan Terus Berjalan

    Bareskrim Tahan Mantan Direktur PT Dana Syariah Indonesia, Penyidikan Terus Berjalan

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 405
    • 0Komentar

    Dalam pengembangan kasus, penyidik juga terus berkoordinasi dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) serta Jaksa Penuntut Umum (JPU) untuk mengoptimalkan penelusuran aset. “Koordinasi dilakukan untuk menemukan, mengidentifikasi, dan melacak harta kekayaan yang disembunyikan, dialihkan, atau berasal dari hasil tindak pidana,” jelasnya. Selain itu, aparat penegak hukum juga menggandeng Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban […]

  • Menari dalam Belantara Simulacra

    Menari dalam Belantara Simulacra

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Lebaran, seperti biasa, datang bukan hanya membawa ketupat dan peluk maaf. Ia datang membawa gelombang kegembiraan yang melompat-lompat dari dapur ibu sampai ke beranda digital. Di kampung-kampung kecil yang debunya masih hangat oleh langkah kaki anak-anak, hingga ke rumah-rumah mewah yang tak pernah tidur oleh lampu-lampu sorot interior—suasana keriangan tumpah ruah. Tahun ini, kegembiraan itu […]

  • Abu Ayyub Al-Ansari: Ketika Unta Nabi Memilih Rumahnya (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #27)

    Abu Ayyub Al-Ansari: Ketika Unta Nabi Memilih Rumahnya (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #27)

    • calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 486
    • 0Komentar

    Tidak jauh dari tempat itu berdiri rumah Abu Ayyub al-Ansari. Nama lengkapnya adalah Khalid bin Zayd bin Kulayb al-Ansari, seorang sahabat dari suku Khazraj yang sejak awal telah menerima Islam dan berbaiat kepada Nabi dalam peristiwa Baiat Aqabah. Ketika unta itu akhirnya benar-benar duduk, Nabi  turun dari punggungnya. Barang-barang beliau kemudian dibawa masuk ke rumah Abu Ayyub. Sejak […]

  • Ketua DPD FKPR Desak BK DPRD Provinsi Gorontalo Jangan jadi pelindung kode etik

    Ketua DPD FKPR Desak BK DPRD Provinsi Gorontalo Jangan jadi pelindung kode etik

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 175
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua DPD Forum Kaum Pembela Rakyat (FKPR) Kota Gorontalo, Ikbal Ka’u, kembali menyuarakan kritik keras terhadap kinerja Badan Kehormatan (BK) DPRD Provinsi Gorontalo. Dalam pernyataannya, ia menilai BK DPRD seolah-olah menjalankan fungsi pengawasan etik secara tebang pilih. Ikbal menyampaikan apresiasi bahwa BK DPRD mampu menyelesaikan persoalan terkait ucapan kontroversial anggota DPRD, Wahyu Moridu, […]

expand_less