Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Ketika Amanah Mangkrak Seperti Proyek Negara

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
  • visibility 399
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Perdebatan semacam ini sebenarnya sehat. Ia menunjukkan bahwa masyarakat masih peduli pada arah republik. Namun ia juga memperlihatkan satu kenyataan, bahwa kepercayaan publik tidak lagi otomatis lahir dari proses demokratisasi, sebab didalamnya kita kehilangan amanah.

Padahal Republik ini berkali-kali diingatkan bahwa amanah bisa runtuh oleh hal-hal yang sangat banal: keserakahan. Kita masih ingat bagaimana bantuan sosial yang seharusnya menyelamatkan rakyat saat pandemi justru disunat melalui praktik korupsi yang menyeret nama aktor. Bantuan untuk warga miskin berubah menjadi komoditas politik. Jika tragedi semacam ini tidak cukup untuk membuat kita merenung tentang arti amanah, mungkin kita memang sudah terlalu kebal terhadap disparitas macam ini..

Memang persoalan ini sebenarnya sudah lama dibahas dan terdengar klise. Betapapun itu saya tetap percaya harmoni itu tidak mungkin lahir jika mereka yang memegang kekuasaan kehilangan integritas. Dalam bahasa yang lebih sederhana—dan mungkin lebih dekat dengan keseharian kita, bahwa negara yang adil hanya mungkin lahir jika orang-orang yang memegang kekuasaan masih ingat bahwa jabatan adalah titipan, bukan hadiah undian.

Tantangan republik Indonesia hari ini sebenarnya bukan sekadar soal ekonomi atau teknologi. Kita punya sumber daya, kita punya generasi muda, kita punya energi sosial yang besar. Tantangan yang lebih sulit justru sesuatu yang tak kasat mata: kepercayaan.
Di era media sosial, rakyat bisa melihat semuanya dengan lebih cepat. Kontradiksi antara pidato dan realitas tidak lagi bisa disembunyikan lama-lama. Ketika pejabat berbicara tentang penghematan tetapi hidup dalam kemewahan, publik melihatnya. Ketika pemerintah berbicara tentang kesejahteraan rakyat tetapi kebijakan terasa jauh dari kehidupan sehari-hari, publik juga merasakannya. Lama-lama, yang hilang bukan hanya kepercayaan pada individu, tetapi kepercayaan pada sistem.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Darda Daraba Pimpin Alumni Lemhannas Gorontalo.

    Darda Daraba Pimpin Alumni Lemhannas Gorontalo.

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 155
    • 0Komentar

    Pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Alumni (IKAL) Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) Provinsi Gorontalo periode 2025–2030 resmi dilantik pada Rabu (2/7/2025). Prosesi pelantikan dilakukan secara virtual oleh Ketua Umum Pengurus Pusat IKAL Lemhannas, Jenderal TNI (Purn) Agum Gumelar, berdasarkan Surat Keputusan Nomor: SKEP/09/VII/2025/IKAL-LEMHANNAS. Sementara itu pengukuhan DPD IKAL Lemhannas Provinsi Gorontalo dilakukan secara langsung oleh […]

  • Membayangkan BMR dan Hal-hal yang Belum Selesai

    Membayangkan BMR dan Hal-hal yang Belum Selesai

    • calendar_month Sabtu, 14 Feb 2026
    • account_circle Muhamad Ersad Mamonto
    • visibility 1.923
    • 0Komentar

    Tulisan yang berjudul “Dekonstruksi PBMR” oleh Tyo Mokoagow, kawan saya, beberapa hari lalu, terus terang menggoda saya untuk menulis. Sebenarnya saya berupaya untuk menghindari menanggapi isu ini, karena telah benar-benar menjadi semacam debat kusir yang tak berkesudahan. Namun tulisan seperti yang Tyo buat adalah sesuatu yang tidak bisa dilewati begitu saja.  Saya sepakat dengan konsepsi […]

  • Paradigma yang Berkembang: Menempatkan “Mahkota Ilmu” sebagai Proses Dialektis-Epistemologis

    Paradigma yang Berkembang: Menempatkan “Mahkota Ilmu” sebagai Proses Dialektis-Epistemologis

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Donald Qomaidiasyah Tungkagi
    • visibility 820
    • 0Komentar

    Tulisan ini menghindari respon konfrontatif, yang ada justru lebih condong mengklarifikasi posisi saya yang secara sadar tidak menempatkan tawaran paradigma “Mahkota Ilmu” sebagai produk final yang harus dipertahankan mati-matian. Untuk itu, saya merasa perlu terlebih dahulu menjelaskan kembali posisi “makuta” dalam paradigma “Mahkota Ilmu”. Paradigma Sebagai Proses: Dari Makuta ke Mahkota Ilmu Pada tulisan kedua, […]

  • Keutamaan Hari Asyura: Hari Besar Penuh Hikmah dan Pelajaran

    Keutamaan Hari Asyura: Hari Besar Penuh Hikmah dan Pelajaran

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Dalam kalender Hijriyah, bulan Muharram dikenal sebagai salah satu bulan suci yang dimuliakan oleh Allah SWT. Di antara hari-hari di bulan ini, terdapat satu hari yang memiliki keutamaan luar biasa, yaitu Hari Asyura, yang jatuh pada tanggal 10 Muharram. Asyura bukan hanya sekadar penanda waktu, namun ia sarat dengan nilai sejarah, spiritualitas, dan pelajaran moral […]

  • Resolusi 2026: Memindahkan energi, memperluas Jejaring Play Button

    Resolusi 2026: Memindahkan energi, memperluas Jejaring

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 305
    • 0Komentar

    Periode 2019–2025, saat saya memimpin Balai Litbang Agama Makassar (BLAM), menjadi fase penting dalam pembelajaran kepemimpinan dan pengelolaan program pengembangan sumber daya manusia keagamaan. Berbagai program yang dilaksanakan—mulai dari MB Speak Up, Sekolah Penguatan Moderasi Beragama, hingga Klinik Moderasi Beragama—menjadi laboratorium bagi pengembangan strategi, inovasi, dan implementasi kebijakan moderasi beragama di tingkat operasional. Pengalaman memimpin […]

  • Kepala Daerah Dipilih DPRD, Pemerintah Nilai Perkuat Stabilitas Pemerintahan Daerah

    Kepala Daerah Dipilih DPRD, Pemerintah Nilai Perkuat Stabilitas Pemerintahan Daerah

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 300
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mekanisme pemilihan kepala daerah oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kembali menjadi sorotan. Pemerintah menilai skema tersebut dapat memperkuat stabilitas pemerintahan daerah serta menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara eksekutif dan legislatif. Melalui mekanisme ini, gubernur, bupati, dan wali kota tidak dipilih langsung oleh rakyat, melainkan melalui proses pemilihan di DPRD. Pemerintah berpendapat, […]

expand_less