Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Subyek Digital dan Dunia Yang Berubah

  • account_circle Pepi al-Bayqunie
  • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
  • visibility 179
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Beberapa kasus viral berbasis potongan konten—seperti situasi yang terjadi dengan Sekjen Kementerian Agama, Prof Kamarudin Amin baru-baru ini dan beberapa kasus sebelumnya—semakin membuat kita sadar bahwa dunia kita memang sedang berubah, dan kita pun mungkin sedang berubah.

Sebuah video berdurasi beberapa detik atau potongan percakapan yang diambil di luar konteks bisa menimbulkan opini publik yang meledak.  Fenomena ini menunjukkan bahwa kita sedang hidup di dunia hyper-reality—dunia yang melipatgandakan realitas, di mana realitas kedua terasa lebih realistic ketimbang realitas pertama. Realitas asli sering kali kalah oleh representasi digitalnya sendiri. Inilah dunia kita, saat ini.

Dunia hyper-reality ini menantang kita untuk memikirkan ulang konsep kebenaran, kepercayaan, dan interaksi manusia. Di satu sisi, potongan digital memungkinkan informasi menyebar cepat, memobilisasi opini publik, dan memberi suara bagi mereka yang sebelumnya tak terdengar. Pesan yang singkat, video berdurasi beberapa detik, atau potongan teks dapat memunculkan empati, solidaritas, bahkan aksi kolektif yang nyata—sesuatu yang sulit dicapai melalui komunikasi tradisional.

Di sisi lain, dunia digital menciptakan ruang di mana kesalahan interpretasi, manipulasi, dan distorsi menjadi mudah tersebar, dan sering kali lebih berdampak daripada fakta itu sendiri. Algoritma memperkuat konten yang menimbulkan reaksi emosional, sehingga yang dramatis sering kali lebih didengar daripada yang benar. Sebuah potongan informasi bisa menimbulkan persepsi publik yang salah, memecah opini, atau memprovokasi konflik—meski kenyataannya jauh berbeda. Dalam konteks ini, kebenaran tidak lagi bersifat absolut, melainkan dipengaruhi oleh ritme viralitas, kekuatan representasi, dan persepsi kolektif.

Fenomena ini memaksa kita, sebagai subjek digital, untuk lebih sadar akan fragmen yang kita konsumsi dan bagikan. Setiap klik, setiap komentar, dan setiap share adalah bagian dari cara kita membentuk realitas bersama. Menjadi subjek digital berarti tidak hanya hadir, tetapi hadir dengan kesadaran—memahami fragmentasi informasi, menyadari bias dan manipulasi, dan tetap berupaya menemukan keseluruhan.

Ini adalah kemampuan untuk tidak sekadar bereaksi, tetapi melihat keseluruhan; tidak sekadar percaya pada viralitas, tetapi mempertanyakan apa yang membentuknya. Subjek digital yang harus menyadari bahwa setiap potongan konten adalah bagian dari narasi yang lebih besar, bahwa setiap opini yang menyebar adalah representasi yang dipilih dan dikurasi, bukan cerminan penuh dari realitas.

Lebih dari itu, dunia digital membentuk identitas kita. Dalam ruang ini, siapa kita bukan hanya apa yang kita lakukan, tetapi juga bagaimana kita diinterpretasikan. Identitas menjadi cair, persepsi menjadi cepat dan luas, dan kita menjadi pemain dalam simulasi kolektif di mana realitas asli dan representasinya saling melengkapi sekaligus bertentangan.

Dunia digital tidak hanya mengubah cara kita berkomunikasi, tetapi juga cara kita berpikir, merasa, dan menilai. Ia membentuk ruang di mana makna, kebenaran, dan realitas tidak lagi linear, tetapi fragmentaris, simultan, dan terdistribusi.

Menjadi subjek digital berarti memahami fragmentasi ini, mampu membaca potongan-potongan informasi yang bertebaran, dan tetap mencari keseluruhan narasi di baliknya. Kapasitas subyek digital yang dibutuhkan: mampu menilai, membedakan, dan menahan diri sebelum bereaksi. Menjadi subjek digital berarti tetap reflektif, kritis, dan manusiawi—tidak larut dalam viralitas instan, tetapi mampu menempatkan diri dalam konteks, memahami niat, dan mempertimbangkan dampak sebelum berbagi atau menilai.

  • Penulis: Pepi al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Polemik NU Gorontalo Kembali Mencuat, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mengemuka

    Polemik NU Gorontalo Kembali Mencuat, Dugaan Pemalsuan Tanda Tangan Mengemuka

    • calendar_month Rabu, 5 Okt 2022
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 83
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Polemik di tubuh Nahdlatul Ulama Gorontalo tampaknya belum juga mereda. Dari catatan yang dihimpun redaksi, sejumlah persoalan internal terus bermunculan di organisasi para ulama di ujung utara Pulau Sulawesi tersebut. Beberapa polemik yang sempat mencuat di antaranya pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) yang disebut-sebut berlangsung secara “diam-diam” di Kota Gorontalo, Konfercab di Kabupaten Boalemo […]

  • Pengurus Ormawa Fakultas Tarbiyah IAIN Ternate Resmi Dilantik, ini Pesan Dekan Kepada Mahasiswa 

    Pengurus Ormawa Fakultas Tarbiyah IAIN Ternate Resmi Dilantik, ini Pesan Dekan Kepada Mahasiswa 

    • calendar_month Minggu, 16 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 222
    • 0Komentar

    Pengurus organisasi mahasiswa (Ormawa) Fakultas Tarbiyah IAIN Ternate resmi dilantik pada Senin, 10 Maret 2025. Pelantikan tersebut merupakan tindak lanjut dari pemilihan pengurus yang telah dilaksanakan bulan Desember 2024. Acara ini dihadiri langsung oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Sahjad M. Aksan, yang sekaligus melantik para pengurus baru. termasuk Dewan Mahasiswa (Dema), Senat Mahasiswa (Sema), serta Himpunan […]

  • Pintraco Sekuritas Dorong Literasi Investasi Halal di Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo

    Pintraco Sekuritas Dorong Literasi Investasi Halal di Pekan Ekonomi Syariah Gorontalo

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Pintraco Sekuritas hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Seminar Pasar Modal Syariah bertajuk “Investasi Itu Mudah dan Waspada Investasi Ilegal” yang menjadi bagian dari Pekan Ekonomi Syariah di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Provinsi Gorontalo, (Rabu 29/10/ 2025) Seminar ini menghadirkan Sugiman, perwakilan Pintraco Sekuritas, sebagai narasumber utama. Ia menyampaikan pentingnya memahami investasi syariah sebagai […]

  • Boalemo Apresiasi Pemprov Gorontalo Gelontorkan Program Pro-rakyat

    Boalemo Apresiasi Pemprov Gorontalo Gelontorkan Program Pro-rakyat

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 130
    • 0Komentar

    Wakil Bupati Kabupaten Boalemo Lahmuddin Hambali memberikan apresiasi tinggi terhadap kepemimpinan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie yang dinilai berhasil melanjutkan program-program prorakyat yang telah dirintis sejak masa kepemimpinan Gubernur Gorontalo sebelumnya. Hal ini disampaikan Lahmuddin saat mendampingi Wakil Gubernur Gorontalo dalam agenda penyerahan bantuan sosial di tiga kecamatan di […]

  • Wagub Gorontalo Sidak Empat Dapur MBG di Kabupaten Gorontalo, Temukan Sejumlah Pelanggaran SOP

    Wagub Gorontalo Sidak Empat Dapur MBG di Kabupaten Gorontalo, Temukan Sejumlah Pelanggaran SOP

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wakil Gubernur Gorontalo, Idah Syahidah Rusli Habibie, melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap empat Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gorontalo, Jumat (30/1/2026). Sidak ini dilakukan untuk memastikan kelayakan dapur dalam mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta mencegah potensi terjadinya keracunan makanan pada peserta didik. Empat SPPG yang menjadi sasaran sidak […]

  • Organisasi Masyarakat Sipil Gorontalo Mengecam Represi Aparat dalam Aksi 1 September

    Organisasi Masyarakat Sipil Gorontalo Mengecam Represi Aparat dalam Aksi 1 September

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Sejumlah organisasi masyarakat sipil di Provinsi Gorontalo menyampaikan pernyataan sikap bersama terkait pembubaran paksa dan penangkapan demonstran dalam aksi yang digelar di kawasan perlimaan Kota Gorontalo, Senin (1/9/2025). Mereka mengecam keras tindakan represif aparat yang dinilai sebagai bentuk pengingkaran terhadap prinsip demokrasi. Dalam rilis yang diterima bakukabar.id, Rabu (3/9/2025 itu meyebut, aksi yang awalnya berjalan […]

expand_less