Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Said Aqil Siradj dan Kritik tentang Tambang: Ketika NU Diuji antara Khidmah dan Kekuasaan

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
  • visibility 191
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Nama KH Said Aqil Siradj bukan sosok asing dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Selama dua periode memimpin PBNU, ia dikenal sebagai kiai yang vokal dan tak segan mengkritik kebijakan pemerintah, termasuk di era Presiden Joko Widodo, terutama ketika kebijakan dinilai merugikan rakyat kecil dan kaum lemah.

Dalam sejumlah pernyataan yang kembali ramai dibicarakan, Said Aqil menyampaikan kegelisahannya terhadap arah NU pasca-Muktamar ke-34 di Lampung. Ia menilai, sejak saat itu NU menghadapi ujian serius terkait independensi moral dan keberanian bersikap kritis, terutama setelah munculnya kebijakan pemberian konsesi tambang kepada organisasi kemasyarakatan keagamaan.

Menurut Said Aqil, pada awalnya kebijakan tersebut bisa saja dipahami sebagai bentuk apresiasi negara kepada ormas-ormas Islam yang berperan dalam sejarah perjuangan bangsa. Namun, setelah direnungkan lebih jauh, ia melihat potensi mudarat yang lebih besar dibanding manfaatnya. Salah satunya adalah melemahnya daya kritis ormas terhadap kekuasaan serta munculnya konflik internal yang berlarut-larut.

Ia merujuk pada keputusan Bahtsul Masail di masa kepemimpinannya yang menegaskan bahwa pengelolaan tambang hanya boleh dilakukan oleh pihak profesional dan tidak merangkap jabatan struktural di NU. Dalam konteks itu, Said Aqil menilai pengelolaan tambang oleh pengurus inti PBNU berpotensi menimbulkan benturan kepentingan dan menggeser orientasi khidmah ke arah kepentingan duniawi.

“NU sejak awal didirikan bukan untuk bisnis atau menumpuk kekayaan,” tegasnya dalam salah satu pernyataan. Menurutnya, jika pimpinan NU terlibat langsung dalam urusan tambang, fokus kepemimpinan berisiko bergeser dari pelayanan umat ke pengelolaan kepentingan ekonomi.

Kegelisahan tersebut juga dikaitkan dengan konflik internal PBNU yang belakangan mencuat. Said Aqil menilai, perselisihan yang terjadi bukan lagi soal pelayanan umat atau perbedaan pandangan keagamaan, melainkan diduga kuat dipicu oleh kepentingan duniawi. Ia menyayangkan jika nasihat para kiai sepuh dan Dewan Mustasyar tidak lagi menjadi rujukan dalam pengambilan keputusan.

Dalam refleksinya, Said Aqil bahkan menyarankan agar konsesi tambang dikembalikan kepada negara demi meredam konflik dan mengembalikan NU pada khittahnya sebagai jam’iyah diniyah ijtima’iyah. Baginya, NU akan lebih terhormat jika tetap berdiri sebagai penjaga moral, kekuatan civil society, dan penyeimbang kekuasaan.

Ia juga membandingkan pengalamannya selama memimpin PBNU, ketika NU mampu membangun berbagai aset pendidikan, sosial, dan kemanusiaan—mulai dari kampus, tanah wakaf, hingga advokasi tenaga kerja migran—tanpa keterlibatan dalam bisnis tambang. Semua itu, menurutnya, dapat berjalan karena kepercayaan publik dan komitmen amanah yang dijaga secara transparan.

Di akhir refleksinya, Said Aqil mengingatkan bahwa setiap peringatan dan polemik yang menimpa NU patut dibaca sebagai ajakan untuk muhasabah. Bukan untuk saling menyalahkan, melainkan untuk memastikan NU tetap setia pada nilai keulamaan, persaudaraan, dan keberpihakan kepada umat.

“Ketika organisasi besar mulai kehilangan keberanian mengingatkan kekuasaan, di situlah ia diuji,” pesannya.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi, Komitmen, dan Kepercayaan

    Kolaborasi, Komitmen, dan Kepercayaan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 414
    • 0Komentar

    Keberhasilan kerja organisasi tumbuh dari kerja kolektif yang tertata, bukan kerja segelintir orang, apalagi satu individu saja. Proses kerja selalu melibatkan banyak peran yang berada di ruang kerja yang berbeda. Setiap elemen punya posisi dan kontribusinya sendiri. Berbeda tetapi saling menopang. Kerja menjadi lebih efektif ketika setiap peran dijalankan secara proporsional dan tidak saling tumpang […]

  • UNUSIA Berikan Masukan di Forum Investor Daily

    UNUSIA Berikan Masukan di Forum Investor Daily

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) turut ambil bagian dalam Forum Investor Daily Indonesia yang mengusung tema Environmental, Social, and Governance (ESG): Bersama Membangun Keberlanjutan, diselenggarakan pada Kamis, 20 November 2025 di Ballroom 1 Hotel Mulia Senayan. Forum ini mempertemukan akademisi, regulator, dan pelaku industri untuk membahas strategi keberlanjutan dan tata kelola perusahaan yang semakin relevan […]

  • Chelsea Pecat Enzo Maresca Meski Bertengger di Lima Besar Liga Inggris

    Chelsea Pecat Enzo Maresca Meski Bertengger di Lima Besar Liga Inggris

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 292
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Chelsea secara resmi memecat pelatih Enzo Maresca di tengah berlangsungnya Liga Primer Inggris musim 2025/2026. Keputusan tersebut diambil manajemen The Blues meski performa tim dinilai belum sepenuhnya terpuruk. Saat ini, Chelsea masih menempati peringkat kelima klasemen sementara Liga Inggris. Namun, jarak 15 poin dari pemuncak klasemen Arsenal dianggap sebagai sinyal peringatan serius bagi […]

  • Utang Langit

    Utang Langit

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu punya cara unik mengajarkan akuntansi kepada umat. Bedanya, ini bukan akuntansi laba-rugi perusahaan, melainkan laporan keuangan batin. Dalam bahasa sederhana: kita semua punya “Utang Langit”. Bedanya dengan utang bank, yang ini tidak ditagih debt collector, tapi oleh nurani. Di bulan suci, manusia mendadak rajin menghitung. Menghitung pahala, menghitung takjil, menghitung THR, bahkan menghitung […]

  • Kasat Binmas Polres Maros Kumpulkan Bhabinkamtibmas Camba-Mallawa: “Jadilah Solusi bagi Warga”

    Kasat Binmas Polres Maros Kumpulkan Bhabinkamtibmas Camba-Mallawa: “Jadilah Solusi bagi Warga”

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS – Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Maros, AKP Ilham Yuliani, mengumpulkan seluruh Bhabinkamtibmas yang bertugas di Kecamatan Camba dan Mallawa dalam pertemuan terpisah di Aula Polsek Camba dan Polsek Mallawa, Kamis (4/12/2025). Pertemuan ini digelar untuk memperkuat peran Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Polri dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). […]

  • Gorontalo Kawal Keberlanjutan Hiu Paus Lewat Program LAUTRA

    Gorontalo Kawal Keberlanjutan Hiu Paus Lewat Program LAUTRA

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk implementasi Program Oceans for Prosperity Project – Laut untuk Kesejahteraan (LAUTRA), Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Makassar melaksanakan kegiatan monitoring habitat Hiu Paus (Rhincodon typus) di Kawasan Konservasi Wilayah Perairan Teluk Gorontalo pada tahun 2025, Kamis, 3/7/2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program LAUTRA Komponen 1, yang berfokus pada pengembangan […]

expand_less