Breaking News
dark_mode
Trending Tags

THR Harus Dibayar Dua Minggu Sebelum Lebaran, DPR Siap Kawal Langsung

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 250
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani menegaskan bahwa pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) bagi pekerja wajib dilakukan paling lambat dua minggu sebelum Hari Raya Idul Fitri.

Ia memastikan DPR RI akan mengawal langsung pelaksanaan aturan tersebut agar tidak ada perusahaan yang mengabaikan kewajibannya.

Menurut Irma, ketentuan tersebut merupakan regulasi yang telah dikeluarkan oleh Kementerian Ketenagakerjaan dan telah dikomunikasikan kepada Komisi IX DPR RI.

Karena itu, ia meminta kementerian terkait bersikap tegas terhadap perusahaan yang melanggar.

“Kalau regulasi sudah jelas, THR paling lambat harus dibayarkan dua minggu sebelum hari raya. Ini yang harus ditegaskan.

Siapa yang melanggar harus diberikan sanksi,” ujarnya usai Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (19/2/2026).

Legislator dari daerah pemilihan Sumatera Selatan II itu menegaskan, aturan tersebut berlaku tegas terutama untuk sektor swasta.

Sementara bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), mekanisme pembayaran berbeda karena bersumber dari anggaran pemerintah.

Irma juga menyoroti peran pengawas ketenagakerjaan agar tidak lagi lalai dalam memastikan hak pekerja terpenuhi.

Ia menilai toleransi waktu pembayaran sudah sangat jelas, yakni dua minggu sebelum hari raya, sehingga tidak ada alasan bagi perusahaan untuk menunda hingga mendekati Lebaran.

DPR RI, lanjutnya, akan menjalankan fungsi pengawasan secara aktif untuk memastikan aturan tersebut benar-benar dipatuhi.

“Kalau ada yang melanggar, harus ada ketegasan dan sanksi tegas. Jangan sampai setiap tahun persoalan THR selalu terulang,” tegasnya.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IAI Gorontalo Desak Hentikan Pembongkaran Cagar Budaya Rumah Tinggi, Ingatkan Ancaman Pidana

    IAI Gorontalo Desak Hentikan Pembongkaran Cagar Budaya Rumah Tinggi, Ingatkan Ancaman Pidana

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Redaksi
    • visibility 516
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Gorontalo mendesak seluruh pihak untuk segera menghentikan segala bentuk pembongkaran dan perusakan terhadap bangunan bersejarah “Rumah Tinggi” atau bekas Kantor dan Rumah Dinas Kepala Jawatan Pos, Telegraf, dan Telepon (PTT) di Kota Gorontalo. Desakan tersebut disampaikan melalui Pernyataan Sikap Nomor 081/PS/IAI-GTO/VI/2026 yang diterbitkan pada 18 Juni 2026 sebagai respons […]

  • Mahasiswa PKUMI Perluas Jejaring Akademik Global di UCR

    Mahasiswa PKUMI Perluas Jejaring Akademik Global di UCR

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 173
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Delegasi mahasiswa Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) terus memperluas jejaring akademik di tingkat internasional. Pada Jumat (3/4/2026), para mahasiswa mengikuti kegiatan International Scholars Coffee Hour di University of California, Riverside. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk berdialog dan bertukar gagasan dengan para cendekiawan dari berbagai negara. Dalam forum tersebut, mahasiswa […]

  • Marhaban Ya Ramadhan

    Marhaban Ya Ramadhan

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Ilham Sopu 
    • visibility 129
    • 0Komentar

    Dalam salah satu bukunya yang masuk kategori best seller yakni Lentera Al-Qur’an, kisah dan hikmah kehidupan, salah satu tema yang dikupas Prof Quraish adalah menyangkut ramadhan. Ada dua kata yang digunakan untuk menyambut tamu yang datang, yakni marhaban dan ahlan wa sahlan, keduanya berarti selamat datang, tapi beda dalam penggunaan kalimat tersebut. Menurut Prof Quraish, […]

  • Bangsa yang Pandai Bertahan, Tapi Tak Lagi Percaya Perubahan, Ketika Sabar Berubah Menjadi Kepasrahan Sosial

    Bangsa yang Pandai Bertahan, Tapi Tak Lagi Percaya Perubahan, Ketika Sabar Berubah Menjadi Kepasrahan Sosial

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 303
    • 0Komentar

    Dalam kamus kehidupan sehari-hari, kata sabar sering diperlakukan seperti obat mujarab untuk segala luka sosial. Ia terdengar menenangkan, penuh kebijaksanaan, bahkan dianggap sebagai jawaban paling aman atas berbagai persoalan hidup. Namun di balik itu, ada kekeliruan yang diam-diam terus dipelihara: kita terlalu sering mencampuradukkan antara kesabaran dan kepasrahan. Padahal keduanya lahir dari ruang batin yang […]

  • EduArt Exhibition 2026 Jilid XI Digelar di UNG, Hadirkan “Satu Ruang Seribu Bahasa Visual”

    EduArt Exhibition 2026 Jilid XI Digelar di UNG, Hadirkan “Satu Ruang Seribu Bahasa Visual”

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Fitri Nur'aini
    • visibility 143
    • 0Komentar

    BONE BOLANGO, NULONDALO.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan Seni Rupa dan Desain (HMJ SRD), Fakultas Teknik Universitas Negeri Gorontalo (UNG), menggelar pameran seni rupa tingkat nasional bertajuk EduArt Exhibition 2026 Jilid XI dengan tema “Satu Ruang Seribu Bahasa Visual”. Pameran tahunan tersebut berlangsung pada 24–30 September 2026 di gerbang depan Kampus IV Universitas Negeri Gorontalo, Bone […]

  • Mengapa Harus Panahan? photo_camera 2

    Mengapa Harus Panahan?

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Catatan Antropolog tentang Disiplin, Rasa, dan Jalan Pulang pada Diri Ada olahraga yang membuat kita berkeringat. Ada yang memacu adrenalin. Dan ada satu yang membuat kita diam namun justru di sanalah kita menemukan diri sendiri. Panahan adalah yang terakhir. Saya menulis ini sebagai antropolog—dan pengalaman itu diperkaya oleh perjumpaan panjang dengan Bang Ade Permana, seorang […]

expand_less