Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Desa Bukan Sekadar laporan Dan infrastruktur. Ia Rasa kepemilikan kolektif

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 401
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Karena itu, desa perlu memiliki keberanian untuk tetap berbeda. Maju tidak harus berarti meninggalkan identitas. Justru dalam dunia yang semakin seragam, keunikan adalah kekuatan. Desa yang mampu menjaga nilai-nilainya sedang melakukan bentuk perlawanan yang halus namun mendalam: perlawanan terhadap arus global yang cenderung meratakan segala sesuatu.

Di tengah semua itu, gotong royong perlu dikembalikan ke makna asalnya. Ia bukan sekadar kerja bersama untuk menyelesaikan proyek fisik, tetapi ekspresi dari kesadaran kolektif bahwa hidup tidak bisa dijalani sendiri. Gotong royong yang sejati tidak lahir dari instruksi, tetapi dari rasa saling membutuhkan. Ketika warga merasa dirinya berarti bagi komunitas, partisipasi tidak perlu dipaksa.

Desa yang hidup adalah desa di mana orang merasa hadirnya dibutuhkan. Di mana kontribusi sekecil apa pun dihargai. Di mana ruang bersama dirawat bukan karena ada perintah, tetapi karena ada keterikatan emosional. Dalam situasi seperti itu, solidaritas tidak perlu diprogram—ia tumbuh dengan sendirinya.

menghidupkan desa adalah kerja kebudayaan yang panjang. Ia tidak bisa diselesaikan dengan proyek jangka pendek atau indikator yang instan. Ia menuntut kesabaran untuk membangun kembali kepercayaan, keberanian untuk mendengar, dan kerendahan hati untuk belajar dari warga itu sendiri.

Desa yang tangguh bukanlah desa yang paling lengkap administrasinya, atau yang paling tinggi angka pertumbuhannya. Desa yang tangguh adalah desa yang mampu menjaga nyawa di dalamnya—nyawa yang membuat setiap orang merasa punya tempat, punya suara, dan punya kuasa atas arah hidupnya sendiri.

Di situlah letak daulat yang sesungguhnya: bukan pada sistem yang rapi, tetapi pada rasa yang hidup.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Proposal yang Menodai Idealisme: Saat PKC PMII Gorontalo Gagal Membaca Luka Pohuwato

    Proposal yang Menodai Idealisme: Saat PKC PMII Gorontalo Gagal Membaca Luka Pohuwato

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Langkah PKC PMII Gorontalo yang diketahui mengajukan proposal kegiatan ke PT. Pani Gold Project (PT. PETS) menimbulkan gelombang kekecewaan dari berbagai kalangan, termasuk dari PC PMII Kota Gorontalo sendiri. Bukan semata soal administratif, tetapi soal nurani — tentang arah perjuangan dan nilai dasar yang menjadi napas organisasi mahasiswa Islam Indonesia: keberpihakan kepada rakyat kecil. PT. […]

  • Inilah Pengurus Baru Asosiasi Produsen Benih Indonesia Gorontalo

    Inilah Pengurus Baru Asosiasi Produsen Benih Indonesia Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    Para pelaku usaha perbenihan di Provinsi Gorontalo resmi membentuk dan memilih pengurus baru Asosiasi Produsen Benih Indonesia (Asbenindo). Kegiatan ini dihadiri oleh penangkar, produsen benih, serta pengawas benih tanaman dari berbagai kabupaten/kota. Melalui proses pemilihan yang berlangsung secara aklamasi, terpilih sebagai pengurus baru Ketua: Ervan Baga, Wakil Ketua: Umar Etango, Sekretaris: Hitler Datau, dan Bendahara: […]

  • Kekeringan dan krisis air bersih.Masalah yang tidak kunjung usai Di Kecamatan Bontoa

    Kekeringan dan krisis air bersih.Masalah yang tidak kunjung usai Di Kecamatan Bontoa

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 174
    • 0Komentar

    “Air sumur hanya dipakai untuk mandi dan mencuci. Kalau untuk minum dan memasak kami harus beli air. Harganya Rp2.500 per jeriken. Sebulan bisa habis sekitar Rp500 ribu. Kami jalan lebih dari satu kilometer pakai gerobak sampai tiga kali sehari. Airnya agak asin, tapi mau bagaimana lagi,” ungkapnya. Data Pemerintah Kabupaten Maros mencatat sedikitnya enam kecamatan […]

  • Stand Up Comedy dalam Perspektif Islam

    Stand Up Comedy dalam Perspektif Islam

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Dr. Mismubarak, S.Hd., M.Ag., CLQ., MMG
    • visibility 291
    • 0Komentar

    Misi utama katauhidan islam yang di ajarkan Nabi Muhammad adalah misi kemanusiaan yang luhur yaitu budi pekerti, moral dan akhlakul karimah. Dengan prinsip kitab suci, maka lahirlah konsep Islam Rahmatan Lil ‘Alamin (Qs. Al-Anbiyah 107). Melalui ayat ini, Tuhan menggambarkan kepribadian Muhammad untuk ditegaskan kepada setiap generasi bahwa Risalah kenabian adalah rahmat yang akan membawa […]

  • Kolaborasi LSI dan Fakultas Kehutanan Sukses Gelar Pelatihan GeoInsight 2026

    Kolaborasi LSI dan Fakultas Kehutanan Sukses Gelar Pelatihan GeoInsight 2026

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAKASSAR — Learning Space Indonesia (LSI) bekerja sama dengan Fakultas Kehutanan sukses menyelenggarakan kegiatan pelatihan bertajuk “GeoInsight 2026: Pelatihan Geotagging dan Pemetaan Digital” pada Minggu, 18 Mei 2025. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 15.00 WITA hingga selesai ini menjadi ruang pembelajaran interaktif bagi peserta dalam memahami pemanfaatan teknologi geotagging dan pemetaan digital berbasis data […]

  • Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

    Di Bawah Bayang APBN: Menguji Akuntabilitas Keuangan Daerah dan BUMD

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Nurul Izah Rahareng
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Pertanyaan pentingnya adalah: sejauh mana prinsip transparansi dan akuntabilitas telah diterapkan, dan di mana celah yang masih perlu diperbaiki? Analisis dan Argumentasi 1. Transparansi Fiskal Meskipun pelaporan keuangan di tingkat pusat semakin tertata, akses publik terhadap data APBD dan kinerja BUMD masih terbatas. Informasi yang tersedia sering kali sulit dipahami oleh masyarakat awam. Kondisi ini […]

expand_less