Breaking News
light_mode
Trending Tags

Desa Bukan Sekadar laporan Dan infrastruktur. Ia Rasa kepemilikan kolektif

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 284
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Karena itu, desa perlu memiliki keberanian untuk tetap berbeda. Maju tidak harus berarti meninggalkan identitas. Justru dalam dunia yang semakin seragam, keunikan adalah kekuatan. Desa yang mampu menjaga nilai-nilainya sedang melakukan bentuk perlawanan yang halus namun mendalam: perlawanan terhadap arus global yang cenderung meratakan segala sesuatu.

Di tengah semua itu, gotong royong perlu dikembalikan ke makna asalnya. Ia bukan sekadar kerja bersama untuk menyelesaikan proyek fisik, tetapi ekspresi dari kesadaran kolektif bahwa hidup tidak bisa dijalani sendiri. Gotong royong yang sejati tidak lahir dari instruksi, tetapi dari rasa saling membutuhkan. Ketika warga merasa dirinya berarti bagi komunitas, partisipasi tidak perlu dipaksa.

Desa yang hidup adalah desa di mana orang merasa hadirnya dibutuhkan. Di mana kontribusi sekecil apa pun dihargai. Di mana ruang bersama dirawat bukan karena ada perintah, tetapi karena ada keterikatan emosional. Dalam situasi seperti itu, solidaritas tidak perlu diprogram—ia tumbuh dengan sendirinya.

menghidupkan desa adalah kerja kebudayaan yang panjang. Ia tidak bisa diselesaikan dengan proyek jangka pendek atau indikator yang instan. Ia menuntut kesabaran untuk membangun kembali kepercayaan, keberanian untuk mendengar, dan kerendahan hati untuk belajar dari warga itu sendiri.

Desa yang tangguh bukanlah desa yang paling lengkap administrasinya, atau yang paling tinggi angka pertumbuhannya. Desa yang tangguh adalah desa yang mampu menjaga nyawa di dalamnya—nyawa yang membuat setiap orang merasa punya tempat, punya suara, dan punya kuasa atas arah hidupnya sendiri.

Di situlah letak daulat yang sesungguhnya: bukan pada sistem yang rapi, tetapi pada rasa yang hidup.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengemis untuk Kaya? Islam Tidak Membenarkan

    Mengemis untuk Kaya? Islam Tidak Membenarkan

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 112
    • 0Komentar

    Belum lama ini, publik Gorontalo dibuat heboh dengan kisah viral seorang pria paruh baya berinisial LH alias Luthfi (47), warga Kelurahan Ipilo, Kota Gorontalo. Sosok ini diketahui telah lama berprofesi sebagai pengemis di berbagai sudut kota. Namun yang bikin kaget, ia ternyata memiliki rekening dengan simpanan fantastis — mencapai Rp 500 juta. Kabar ini bermula […]

  • Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)

    Arqam, Sang Pemilik Rumah Legendaris (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #7)

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 142
    • 0Komentar

    Yang membuat nama Arqam bin Arqam abadi dalam sejarah adalah keberaniannya membuka rumahnya bagi kaum Muslimin. Pada masa dakwah yang masih sangat awal, ketika Islam disampaikan secara rahasia dan penuh risiko, Nabi SAW dan para sahabat tidak bisa berkumpul secara terbuka. Pertemuan semacam itu bisa berujung penganiayaan. Dalam kondisi genting itulah, Arqam menawarkan rumahnya sebagai […]

  • Gubernur Gorontalo Sambut Hangat Kedatangan Jemaah Haji Kloter 28

    Gubernur Gorontalo Sambut Hangat Kedatangan Jemaah Haji Kloter 28

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 115
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyambut kepulangan Jemaah Haji Kloter 28 UPG asal Kota Gorontalo yang tiba Selasa, (2/7/2025). Jemaah kembali dengan jumlah utuh 393 orang dan disambut di Asrama Haji. “Alhamdulillah, berangkat 393 dan kembali juga 393. Artinya, dua kemungkinan yang biasa terjadi namun tidak terjadi di kloter ini, tidak ada yang wafat di Tanah […]

  • Kebakaran Hebat di Jalan Parwasal, Siantan Utara, Pontianak: Beberapa Rumah Terbakar, Pemadam Dikerahkan

    Kebakaran Hebat di Jalan Parwasal, Siantan Utara, Pontianak: Beberapa Rumah Terbakar, Pemadam Dikerahkan

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 281
    • 0Komentar

    Kepolisian Pontianak dan Dinas Pemadam Kebakaran berjanji akan memberikan informasi lebih lanjut setelah investigasi selesai. Warga di sekitar Jalan Parwasal dan Siantan Utara diminta tetap waspada dan memeriksa kondisi rumah masing-masing, terutama sumber listrik dan gas. Siapkan langkah evakuasi bila diperlukan, dan ikuti arahan petugas pemadam kebakaran. Kebakaran ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan di kawasan […]

  • DPR Dorong Sinergi Pusat–Daerah Demi Jaminan Kesehatan Warga Kurang Mampu

    DPR Dorong Sinergi Pusat–Daerah Demi Jaminan Kesehatan Warga Kurang Mampu

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene mendorong penguatan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah guna memastikan jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu tetap terlayani secara optimal dan berkelanjutan. Hal tersebut disampaikan dalam pertemuan Kunjungan Kerja Reses Komisi IX DPR RI bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur, Makassar, Jumat (20/2/2026). […]

  • Instrumen Penaklukan Tanpa Mesiu: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Politik Global

    Instrumen Penaklukan Tanpa Mesiu: Pengetahuan, Kekuasaan, dan Politik Global

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 264
    • 0Komentar

    Ketika model seperti ini diterima sebagai kebenaran ilmiah, pilihan-pilihan lain otomatis dipinggirkan. Sistem ekonomi alternatif dianggap tidak efisien, tidak rasional, atau sekadar bentuk keterbelakangan yang belum selesai. Dominasi ideologi tidak lagi dipaksakan secara kasar; ia bekerja melalui legitimasi akademik yang terlihat objektif. Inilah yang membuat imperialisme modern jauh lebih licin dibanding kolonialisme lama. Ia tidak […]

expand_less