Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Desa Bukan Sekadar laporan Dan infrastruktur. Ia Rasa kepemilikan kolektif

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 477
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Karena itu, desa perlu memiliki keberanian untuk tetap berbeda. Maju tidak harus berarti meninggalkan identitas. Justru dalam dunia yang semakin seragam, keunikan adalah kekuatan. Desa yang mampu menjaga nilai-nilainya sedang melakukan bentuk perlawanan yang halus namun mendalam: perlawanan terhadap arus global yang cenderung meratakan segala sesuatu.

Di tengah semua itu, gotong royong perlu dikembalikan ke makna asalnya. Ia bukan sekadar kerja bersama untuk menyelesaikan proyek fisik, tetapi ekspresi dari kesadaran kolektif bahwa hidup tidak bisa dijalani sendiri. Gotong royong yang sejati tidak lahir dari instruksi, tetapi dari rasa saling membutuhkan. Ketika warga merasa dirinya berarti bagi komunitas, partisipasi tidak perlu dipaksa.

Desa yang hidup adalah desa di mana orang merasa hadirnya dibutuhkan. Di mana kontribusi sekecil apa pun dihargai. Di mana ruang bersama dirawat bukan karena ada perintah, tetapi karena ada keterikatan emosional. Dalam situasi seperti itu, solidaritas tidak perlu diprogram—ia tumbuh dengan sendirinya.

menghidupkan desa adalah kerja kebudayaan yang panjang. Ia tidak bisa diselesaikan dengan proyek jangka pendek atau indikator yang instan. Ia menuntut kesabaran untuk membangun kembali kepercayaan, keberanian untuk mendengar, dan kerendahan hati untuk belajar dari warga itu sendiri.

Desa yang tangguh bukanlah desa yang paling lengkap administrasinya, atau yang paling tinggi angka pertumbuhannya. Desa yang tangguh adalah desa yang mampu menjaga nyawa di dalamnya—nyawa yang membuat setiap orang merasa punya tempat, punya suara, dan punya kuasa atas arah hidupnya sendiri.

Di situlah letak daulat yang sesungguhnya: bukan pada sistem yang rapi, tetapi pada rasa yang hidup.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Eks Kapolres Bima Kota Dipecat Tidak Hormat, KKEP Nyatakan Terbukti Terlibat Narkoba dan Pelanggaran Berat

    Eks Kapolres Bima Kota Dipecat Tidak Hormat, KKEP Nyatakan Terbukti Terlibat Narkoba dan Pelanggaran Berat

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 273
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sidang Komisi Kode Etik Polri (KKEP) terhadap eks Kapolres Bima Kota AKBP DPK resmi menjatuhkan sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH). Putusan tersebut dibacakan dalam sidang etik yang digelar di Gedung TNCC Mabes Polri, Kamis (19/2/2026). Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divhumas Polri, Trunoyudo Wisnu Andiko, menyampaikan bahwa sidang berlangsung sejak pukul 09.00 hingga […]

  • Aliansi Gerakan Masyarakat Merdeka Desak Pertamina Tindak Tegas Dugaan Pelanggaran Harga Solar di SPBU Mananggu

    Aliansi Gerakan Masyarakat Merdeka Desak Pertamina Tindak Tegas Dugaan Pelanggaran Harga Solar di SPBU Mananggu

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 473
    • 0Komentar

    Sikap tersebut kemudian mendapat tanggapan keras dari Aliansi Gerakan Masyarakat Merdeka. Koordinator Lapangan AGMM, Dimas Bobihu, menegaskan bahwa persoalan distribusi BBM subsidi tidak boleh dianggap sebagai masalah biasa. Menurutnya, apabila dugaan tersebut benar terjadi, maka kerugian yang ditanggung masyarakat sangat besar dan berpotensi berlangsung dalam waktu yang lama. “Kami menolak keras jika persoalan ini hanya […]

  • Konflik Tanpa Ujung di Rumah Besar NU: Setelah Napak Tilas, Lalu Apa?

    Konflik Tanpa Ujung di Rumah Besar NU: Setelah Napak Tilas, Lalu Apa?

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Nur Shollah
    • visibility 324
    • 0Komentar

    Sekian tahun terakhir, ruang publik—terutama media sosial—nyaris tak pernah sepi dari pemberitaan konflik internal PBNU. Isu demi isu datang silih berganti, seolah membentuk mata rantai yang tak kunjung terputus. Dimulai dari polemik nasab Ba‘alawi, perdebatan tambang, wacana pencopotan Ketua Umum PBNU, rapat pleno penunjukan Penjabat Ketum, rapat musytasyar di Ploso dan Tebuireng, dinamika Haul Gus […]

  • Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 192
    • 0Komentar

    Oleh : Mukari – (Dosen Sosiologi Fisipol Undar) Perdebatan sengit tentang kredibilitas ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mewarnai ruang publik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun beberapa klarifikasi resmi telah diberikan, masalah ini terus muncul, terutama melalui media sosial dan jaringan komunikasi alternatif. Fenomena ini menunjukkan bahwa tuduhan tersebut telah menjadi bagian dari pertarungan […]

  • Ummu Waraqah: Imam Salat Perempuan Pertama dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #5)

    Ummu Waraqah: Imam Salat Perempuan Pertama dalam Islam (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #5)

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Riwayat mengenai dirinya tercatat dalam beberapa kitab hadis, seperti Sunan Abu Dawud, Al-Mustadrak karya al-Hakim, dan riwayat al-Daruquthni. Para ulama memang berbeda pendapat dalam menilai sebagian detail sanadnya, terutama terkait kualitas beberapa perawi. Namun secara umum, riwayat tersebut diterima sebagai dasar bahwa penugasan itu memang terjadi. Sebagian ulama memahaminya sebagai kondisi khusus yang tidak berlaku […]

  • Melayani Tamu Allah; Kisah di Balik Terminal Fast Track Haji

    Melayani Tamu Allah; Kisah di Balik Terminal Fast Track Haji

    • calendar_month Jumat, 30 Mei 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 208
    • 0Komentar

    Pagi itu, langit di atas Bandara Soekarno-Hatta cerah tak biasa. Terminal 2F yang biasanya menjadi tempat pertemuan pesawat dan penumpang, hari itu menjelma menjadi panggung sejarah baru. Presiden Prabowo Subianto meresmikan Terminal Khusus Haji dan Umrah—simbol transformasi besar pelayanan ibadah di Indonesia, lengkap dengan sistem fast track imigrasi Arab Saudi. Namun, di balik kemegahan acara […]

expand_less