Breaking News
light_mode
Trending Tags

Ramadhan dan Beban Lebih Kaum Perempuan

  • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
  • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
  • visibility 132
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dangi Rami sibuk meracik menu istimewa makan sahur. Di tengah suara dengkur suami dan anaknya yang masih terlelap tidur. Jeritan belanga goreng Dangi terdengar gaduh. Bersahutan dengan botu poluleya yang sulit dikendalikan bunyinya. Tiga menu berbahan ayam kampung untuk suami dan anaknya telah menebarkan aroma sedap. Mereka dibangunkan tat kala menu makan sahur itu sudah siap dikunyah.

Bagi masyarakat yang berpola patriarkis, pemandangan ini sudah hal yang biasa. Urusan dapur dan kawan-kawan (domestik) adalah domain perempuan. Sementara laki-laki dengan bangga berperan sebagai pencari nafkah di arena publik.

Nampaknya pembagian peran ini bagi kebanyakan orang sudah demikian adanya. Mereka tak menyadari, ada ketidakadilan di sana. Ada tekanan fisik dan mental bagi kaum perempuan. Jika dihitung berdasarkan jam, maka Dangi Rami membutuhkan waktu 16 jam sehari, seminggu 7 hari dan sebulan 30 hari. Sementara suaminya Ti Kamani Langgango yang bekerja di sektor publik, jam kerjanya dihitung mulai pukul 08 pagi hingga pukul 16 sore, lima hari kerja. Ada selisih 8 jam sehari dan 2 hari sepekan antara Dangi dan Kamani.

Memasuki bulan Ramadhan, peran Dangi Rami semakin berat. Meskipun pada siang hari asap dapur tidak mengepul, tetapi sejak sore hari, jari jemari Dangi Rami yang tak lagi lentik itu, tiada henti mempersiapkan menu buka dan sahur. Sementara Kamani Langgango layaknya tuan besar, semua kebutuhannya dilayani. Kamani tak seromantis dulu ketika pacaran; “Gunung kan kudaki, lautan kusebrangi” Sekarang, menuang segelas air harus dilayani oleh Dangi. 

Dalam kacamata keilmuan saya, terjadi ketidakadilan gender dalam rumahtangga Dangi Rami dan Kamani Langgango. Meskipun Kamani berbadan kekar, aib baginya membantu pekerjaan mencuci piring, mengganti popok bayi atau menyapu halaman. Sementara tubuh Dangi yang sedang-sedang saja, seakan memiliki komposisi 2 raga selama sebulan penuh ini. Inilah yang disebut sebagai konstruksi sosial tentang peran laki-laki dan perempuan. Jika peran perempuan lebih berat dibandingkan laki-laki, di situlah ketidakadilan gender itu terjadi.

Ketidakadilan gender dalam rumah tangga Dangi dkk. sudah dikumandangkan sejak awal Ramadhan. “Kaum muslimin wal muslimat. Waktu sekarang menunjukkan pukul 03.00. Waktu imsak hari ini jatuh pada pukul 04.40 menit.  Kepada ibu-ibu rumah tangga, segera bangun untuk mempersiapkan makan sahur. Sahuur…sahuur….sahuur…”

Tak apalah Dangi…. Yakinilah, bahwa peranmu sebagai ibu rumah tangga selama sebulan ini, insyaallah ditukar dengan curahan pahala yang berlipat, untuk mengantarkanmu menikmati keindahan syurga yang abadi. Selama-lamanya. Insyaallah Kamani segera menyusul, setelah dia usai mempertanggungjawabkan di hadapan Tuhan, kelalaiannya membebani istrinya dengan tabung gas 3 kg dari pangkalan elpiji, sambil lengan kanannya menggendong sang bayi.

Oleh: Dr. Momy Hunowu, M.Si – (Dosen Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Agama Islam Negeri Gorontalo)

  • Penulis: Dr. Momy Hunowu, M.Si

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    Reinterpretasi Sejarah 22 Desember: Dari Hari Perempuan Menjadi Perayaan Ibu

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Adythia Al Ghozaly
    • visibility 196
    • 0Komentar

    Oleh: Adythia Al Ghozaly Kaempe, S.H   Setiap 22 Desember, kita disuguhi narasi nasional yang menyesatkan: peringatan “Hari Ibu” seolah menjadi satu-satunya representasi perempuan. Padahal, lebih dari sembilan dekade silam, perempuan-perempuan Nusantara berkumpul dalam Kongres Perempuan 1928, menuntut hak politik, kebebasan, pendidikan, dan pengakuan sosial yang setara. Namun, patriarki dengan cerdik merampas tanggal itu, membungkusnya […]

  • Warga Meributkan SPMB Kadis Dikbud Menjelaskan

    Warga Meributkan SPMB Kadis Dikbud Menjelaskan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 101
    • 0Komentar

    Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Pemprov Gorontalo Rusli Nusi memberikan penjelasan terkait proses Seleksi Penerimaan Siswa Baru (SPMB) yang menuai atensi publik. Dikatakan Rusli, proses SPMB sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang ada. Mekanisme SPMB tahun ini merujuk pada Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2025. Regulasi itu dijabarkan […]

  • PKC PMII Gorontalo Bersama PWNU dan PMI Gelar Donor Darah Jelang HUT RI ke-80

    PKC PMII Gorontalo Bersama PWNU dan PMI Gelar Donor Darah Jelang HUT RI ke-80

    • calendar_month Sabtu, 2 Agt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 90
    • 0Komentar

    Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Pengurus Koordinator Cabang (PKC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Gorontalo bersama Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Gorontalo menggelar aksi donor darah di Kantor PWNU Gorontalo, Sabtu (16/8/2025). Ketua PKC PMII Gorontalo, Windy Olivia Dawa, menegaskan kegiatan ini bukan sekadar […]

  • Work From Home sebagai Gerakan Nasionalisme

    Work From Home sebagai Gerakan Nasionalisme

    • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 265
    • 0Komentar

    Pernahkah kita berpikir bahwa diam di rumah bisa menjadi tindakan patriotik? Bagi sebagian orang, terutama mereka yang memahami nasionalisme sebagai gerak—kerja keras, mobilisasi, dan kehadiran fisik di ruang publik—gagasan ini mungkin terasa aneh. Nasionalisme selama ini dibayangkan sebagai sesuatu yang tampak: tindakan yang bisa disaksikan, diukur, bahkan dirayakan. Dalam bayangan itu, diam justru sering diposisikan […]

  • Bupati Halmahera Timur Turut Resmikan Kursus Wasit Bola Voli Lisensi Dasar

    Bupati Halmahera Timur Turut Resmikan Kursus Wasit Bola Voli Lisensi Dasar

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 132
    • 0Komentar

    Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, Ubaid Yakub diwakili Nurdin Hadi Asisten ll Bidang Administrasi, dengan resmi membuak kegiatan Kursusu Wasit Bola Voli Lisensi Dasar. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Halmahera Timur di Aula Penginapan Rahmat, Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, Rabu (26/11/2025). Dalam kesempatan tersebut. Nurdin Hadi dalam sambutannya mengatakan, atas […]

  • Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Pemanfaatan SDA

    Presiden Cabut Izin 28 Perusahaan Pelanggar Pemanfaatan SDA

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Presiden RI memutuskan mencabut izin 28 perusahaan yang terbukti melakukan pelanggaran dalam pemanfaatan sumber daya alam. Keputusan tersebut diambil setelah Presiden memimpin rapat terbatas (ratas) bersama kementerian dan lembaga terkait serta Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH). Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan, keputusan pencabutan izin didasarkan pada laporan hasil evaluasi pelanggaran […]

expand_less