Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Khutbah Jumat : Pasca-Ramadhan, Antara Kesalehan Musiman dan Kesadaran Spiritual

  • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 300
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ramadhan seringkali kita rayakan sebagai puncak kesalehan. Masjid penuh, doa mengalir, dan air mata menjadi mudah menetes. Namun, pertanyaan yang jarang kita ajukan pada diri kita adalah: apakah semua itu bertahan? Ataukah ia sekedar kesalehan musiman?

Tulisan khutbah ini tidak hendak meromantisasi Ramadhan, tetapi justru menggugat secara halus: jangan-jangan yang kita alami hanyalah kesalehan yang bergantung pada suasana—bukan kesadaran yang murni tumbuh dari dalam diri kita.

Karena agama, pada akhirnya, bukan tentang momentum. Ia tentang keberlanjutan (istiqomah).

Highlight Renungan
  • Ramadhan bukan tujuan, tetapi pembongkar ilusi bahwa kita “tidak mampu berubah”
  • Yang sering hilang bukan amal, tetapi kesadaran di balik amal
  • Kesalehan yang bergantung pada suasana adalah kesalehan yang rapuh
  • Istiqamah bukan soal besar-kecilnya amal, tetapi keteguhan hati dalam menjaganya

KHUTBAH LENGKAP

KHUTBAH PERTAMA

الحمد لله الذي لا يغيب وإن غابت المواسم، ولا يبتعد وإن ابتعدت القلوب،
نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله،
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فاتقوا الله حق تقاته ولا
تموتن إلا وأنتم مسلمون.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Ramadhan telah berlalu. Dan kita sering membicarakannya seperti sebuah kenangan yang indah, seakan-akan ia cukup untuk dikenang, bukan untuk dilanjutkan dan diambil hikmahnya.

Kita rindu suasananya, tetapi kita jarang menjaga maknanya.

Dan di sinilah kita perlu berkata jujur pada diri sendiri: apakah kita berubah karena Allah—ataukah karena suasana?

Ma’asyiral muslimin,

 

Allah berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (kematian).” (QS. Al-Hijr: 99)

Ayat ini menolak satu hal yang sering kita anggap biasa: yaitu kesalehan musiman. Ia tidak memberi ruang untuk iman yang naik hanya pada waktu tertentu, lalu turun tanpa arah setelahnya.

 

Namun realitas kita sering berkata lain. Kita saksikan, masjid penuh di bulan Ramadhan—lalu kembali lengang setelahnya.

Lisan penuh dzikir dengan menyebut asma dan sifat-Nya, lalu kembali ringan menyakiti saudaranya.

Air mata mudah jatuh di malam hari—lalu hati kembali keras di siang hari. Dan kita sering tidak merasa bahwa ada yang salah dari amal ibadah kita.
Ma’asyiral muslimin, Nabi ﷺ bersabda:
إنما الأعمال بالنيات
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Niat adalah sesuatu yang tersembunyi. Ia tidak terlihat.

Tetapi ia menentukan segalanya.

Mungkin, Ramadhan telah memperbaiki niat kita—kita beribadah karena Allah.

Namun setelah Ramadhan, perlahan kita kembali: beribadah karena kebiasaan, karena lingkungan, atau bahkan karena penilaian manusia.

 

Dalam kaidah fikih disebutkan:

الأمور بمقاصدها

“Segala sesuatu tergantung pada tujuannya.”

Maka persoalannya bukan pada amal yang kita lakukan, tetapi pada tujuan yang kita jaga atau kita abaikan.

Ma’asyiral muslimin, Barangkali yang paling jujur dari Ramadhan untuk menilai diri kita adalah: Ia membuktikan bahwa kita mampu menjadi lebih baik.

Kita mampu menahan diri.

Kita mampu bangun malam.

Kita mampu menjaga lisan.

Lalu pertanyaannya, jika kita mampu menjadi lebih baik  di bulan Ramadhan,

mengapa kita memilih tidak mampu setelahnya?

Dalam kaidah fikih disebutkan:

الحكم يدور مع علته وجودًا وعدمًا

Hukum itu berlaku sesuai dengan ada atau tidak adanya ‘illat (alasan hukum/motivasi). Jika ‘illat ada, hukum berlaku; jika ‘illat hilang, hukum pun hilang.

Ketika kesadaran bahwa Allah melihat kita hadir—kita mampu menahan diri.

Namun ketika kesadaran itu melemah— kita kembali pada kebiasaan lama.

Maka yang hilang bukan kemampuan kita, tetapi kesadaran kita.

Dan mungkin, inilah krisis kita hari ini: bukan kurangnya pengetahuan, tetapi rapuhnya kesadaran spiritual kita.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم 
KHUTBAH KEDUA
الحمد لله رب العالمين، له الحمد الحسن والثناء الجميل.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله،
اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Setelah Ramadhan, kita tidak ditanya seberapa banyak amal kita— tetapi apa yang masih kita jaga darinya.

Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا…

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka istiqamah…” (QS. Fussilat: 30)

Nabi ﷺ bersabda:

 

أحب الأعمال إلى الله أدومها وإن قل

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus, meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam kaidah disebutkan:

ما لا يدرك كله لا يترك كله

“Apa yang tidak bisa diraih seluruhnya, jangan ditinggalkan seluruhnya.”

Maka sisakan satu kebaikan—dan jagalah. Karena tanda Ramadhan diterima bukan pada saat ia dijalani, tetapi pada apa yang tetap hidup setelah ia pergi.

 

ان الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما 
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد 
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات…
اللهم ثبت قلوبنا على طاعتك، ولا تجعلنا ممن عرفك في رمضان ثم نسيك بعده…
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
عباد الله ان الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر أقيموا الصلاة
  • Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Rekonsiliasi Langit

    Rekonsiliasi Langit

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 503
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu datang dengan dua jenis laporan keuangan: laporan kas dan laporan ikhlas. Laporan kas bisa kita cek di mobile banking. Laporan ikhlas? Nah, itu yang biasanya belum diaudit. Di sinilah saya menyebut Ramadhan sebagai momentum “rekonsiliasi langit”—proses mencocokkan saldo amal kita dengan catatan Ilahi, sebelum nanti benar-benar diaudit tanpa SP2DK, tanpa tax amnesty, dan […]

  • Gusnar Kerahkan Ribuan ASN, Gerakan ASRI Dibikin Viral

    Gusnar Kerahkan Ribuan ASN, Gerakan ASRI Dibikin Viral

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 303
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, mengerahkan ribuan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk mengikuti kerja bakti massal di sepanjang Jalan Bypass Patung Langga hingga Kantor Gubernur, Jumat (10/4/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap Gerakan Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI) yang dicanangkan Presiden RI, Prabowo Subianto. Dalam sambutannya, Gusnar menegaskan bahwa keterlibatan […]

  • RDP dengan BKD Gagal Digelar, Kopra Institute Desak DPRD Bentuk Pansus Dugaan Judi Online

    RDP dengan BKD Gagal Digelar, Kopra Institute Desak DPRD Bentuk Pansus Dugaan Judi Online

    • calendar_month Selasa, 19 Mei 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – Kopra Institute melayangkan kritik keras terhadap Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai setelah rapat dengar pendapat (RDP) bersama Badan Kepegawaian Daerah (BKD) yang dijadwalkan DPRD tidak terlaksana. Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, menilai ketidakhadiran BKD dalam agenda tersebut menunjukkan lemahnya keseriusan pemerintah daerah dalam merespons dugaan keterlibatan pejabat publik dalam aktivitas judi online. […]

  • Kronologi Dugaan Korupsi Perumda Aneka Usaha Majene, Sekda dan Bupati Diperiksa Kejati Sulbar

    Kronologi Dugaan Korupsi Perumda Aneka Usaha Majene, Sekda dan Bupati Diperiksa Kejati Sulbar

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 339
    • 0Komentar

    nulondalo.com-Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat terus mengusut kasus dugaan korupsi pengelolaan keuangan di Perumda Aneka Usaha Majene. Dalam penyidikan tersebut, penyidik telah memeriksa Sekretaris Daerah dan Bupati Majene sebagai saksi bersama puluhan pihak lainnya. Kasus ini menjerat mantan Penjabat Direktur Utama Perumda Aneka Usaha Majene berinisial AA yang telah ditetapkan sebagai tersangka. Berikut kronologi pengungkapan kasus […]

  • Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    Menulis Ulang Sejarah; Pentingkah?

    • calendar_month Minggu, 29 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    (catatan reflektif untuk gagasan penulisan ulang sejarah Indonesia) Sejarah, pada hakikatnya, tidak pernah beku. Ia adalah aliran waktu yang terus bergerak, terus diinterpretasi ulang. Gagasan untuk menulis ulang sejarah, dalam kondisi tertentu, bukanlah hal yang tabu—bahkan sebaliknya, bisa menjadi langkah penting untuk menyembuhkan luka kolektif, membetulkan narasi yang timpang, dan membuka ruang bagi suara-suara yang […]

  • Khutbah Jumat : Ampunan Allah Tak Terbatas

    Khutbah Jumat : Ampunan Allah Tak Terbatas

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
    • visibility 304
    • 0Komentar

    Di tengah kehidupan yang sering membuat manusia terjatuh dalam kesalahan, ada satu hal yang tak pernah berubah: luasnya ampunan Allah. Betapapun jauh langkah kita menyimpang, betapapun sering kita mengulang dosa yang sama, pintu rahmat itu tetap terbuka—tidak pernah dikunci, tidak pernah habis. Manusia adalah tempatnya lupa dan salah. Ia berjalan dengan keterbatasan, tersandung oleh hawa […]

expand_less