Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Khutbah Jumat : Pasca-Ramadhan, Antara Kesalehan Musiman dan Kesadaran Spiritual

  • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
  • calendar_month Kamis, 2 Apr 2026
  • visibility 256
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ramadhan seringkali kita rayakan sebagai puncak kesalehan. Masjid penuh, doa mengalir, dan air mata menjadi mudah menetes. Namun, pertanyaan yang jarang kita ajukan pada diri kita adalah: apakah semua itu bertahan? Ataukah ia sekedar kesalehan musiman?

Tulisan khutbah ini tidak hendak meromantisasi Ramadhan, tetapi justru menggugat secara halus: jangan-jangan yang kita alami hanyalah kesalehan yang bergantung pada suasana—bukan kesadaran yang murni tumbuh dari dalam diri kita.

Karena agama, pada akhirnya, bukan tentang momentum. Ia tentang keberlanjutan (istiqomah).

Highlight Renungan
  • Ramadhan bukan tujuan, tetapi pembongkar ilusi bahwa kita “tidak mampu berubah”
  • Yang sering hilang bukan amal, tetapi kesadaran di balik amal
  • Kesalehan yang bergantung pada suasana adalah kesalehan yang rapuh
  • Istiqamah bukan soal besar-kecilnya amal, tetapi keteguhan hati dalam menjaganya

KHUTBAH LENGKAP

KHUTBAH PERTAMA

الحمد لله الذي لا يغيب وإن غابت المواسم، ولا يبتعد وإن ابتعدت القلوب،
نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله،
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فاتقوا الله حق تقاته ولا
تموتن إلا وأنتم مسلمون.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Ramadhan telah berlalu. Dan kita sering membicarakannya seperti sebuah kenangan yang indah, seakan-akan ia cukup untuk dikenang, bukan untuk dilanjutkan dan diambil hikmahnya.

Kita rindu suasananya, tetapi kita jarang menjaga maknanya.

Dan di sinilah kita perlu berkata jujur pada diri sendiri: apakah kita berubah karena Allah—ataukah karena suasana?

Ma’asyiral muslimin,

 

Allah berfirman:
وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (kematian).” (QS. Al-Hijr: 99)

Ayat ini menolak satu hal yang sering kita anggap biasa: yaitu kesalehan musiman. Ia tidak memberi ruang untuk iman yang naik hanya pada waktu tertentu, lalu turun tanpa arah setelahnya.

 

Namun realitas kita sering berkata lain. Kita saksikan, masjid penuh di bulan Ramadhan—lalu kembali lengang setelahnya.

Lisan penuh dzikir dengan menyebut asma dan sifat-Nya, lalu kembali ringan menyakiti saudaranya.

Air mata mudah jatuh di malam hari—lalu hati kembali keras di siang hari. Dan kita sering tidak merasa bahwa ada yang salah dari amal ibadah kita.
Ma’asyiral muslimin, Nabi ﷺ bersabda:
إنما الأعمال بالنيات
“Sesungguhnya amal itu tergantung pada niatnya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Niat adalah sesuatu yang tersembunyi. Ia tidak terlihat.

Tetapi ia menentukan segalanya.

Mungkin, Ramadhan telah memperbaiki niat kita—kita beribadah karena Allah.

Namun setelah Ramadhan, perlahan kita kembali: beribadah karena kebiasaan, karena lingkungan, atau bahkan karena penilaian manusia.

 

Dalam kaidah fikih disebutkan:

الأمور بمقاصدها

“Segala sesuatu tergantung pada tujuannya.”

Maka persoalannya bukan pada amal yang kita lakukan, tetapi pada tujuan yang kita jaga atau kita abaikan.

Ma’asyiral muslimin, Barangkali yang paling jujur dari Ramadhan untuk menilai diri kita adalah: Ia membuktikan bahwa kita mampu menjadi lebih baik.

Kita mampu menahan diri.

Kita mampu bangun malam.

Kita mampu menjaga lisan.

Lalu pertanyaannya, jika kita mampu menjadi lebih baik  di bulan Ramadhan,

mengapa kita memilih tidak mampu setelahnya?

Dalam kaidah fikih disebutkan:

الحكم يدور مع علته وجودًا وعدمًا

Hukum itu berlaku sesuai dengan ada atau tidak adanya ‘illat (alasan hukum/motivasi). Jika ‘illat ada, hukum berlaku; jika ‘illat hilang, hukum pun hilang.

Ketika kesadaran bahwa Allah melihat kita hadir—kita mampu menahan diri.

Namun ketika kesadaran itu melemah— kita kembali pada kebiasaan lama.

Maka yang hilang bukan kemampuan kita, tetapi kesadaran kita.

Dan mungkin, inilah krisis kita hari ini: bukan kurangnya pengetahuan, tetapi rapuhnya kesadaran spiritual kita.

أقول قولي هذا وأستغفر الله لي ولكم فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم 
KHUTBAH KEDUA
الحمد لله رب العالمين، له الحمد الحسن والثناء الجميل.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله،
اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.
أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله.

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah, Setelah Ramadhan, kita tidak ditanya seberapa banyak amal kita— tetapi apa yang masih kita jaga darinya.

Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا…

“Sesungguhnya orang-orang yang berkata: Tuhan kami adalah Allah, kemudian mereka istiqamah…” (QS. Fussilat: 30)

Nabi ﷺ bersabda:

 

أحب الأعمال إلى الله أدومها وإن قل

“Amalan yang paling dicintai Allah adalah yang terus-menerus, meskipun sedikit.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam kaidah disebutkan:

ما لا يدرك كله لا يترك كله

“Apa yang tidak bisa diraih seluruhnya, jangan ditinggalkan seluruhnya.”

Maka sisakan satu kebaikan—dan jagalah. Karena tanda Ramadhan diterima bukan pada saat ia dijalani, tetapi pada apa yang tetap hidup setelah ia pergi.

 

ان الله وملائكته يصلون على النبي يا أيها الذين آمنوا صلوا عليه وسلموا تسليما 
اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد 
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات…
اللهم ثبت قلوبنا على طاعتك، ولا تجعلنا ممن عرفك في رمضان ثم نسيك بعده…
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار
عباد الله ان الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون ولذكر الله اكبر أقيموا الصلاة
  • Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Mengenang Kwik Kian Gie

    Mengenang Kwik Kian Gie

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Eka Putra B Santoso
    • visibility 140
    • 0Komentar

    (Penulis Akademisi Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo) Kemarin Kwik Kian Gie berpulang. Ekonom dan mantan Menteri era Gusdur dan Megawati itu  meninggalkan banyak sekali pemikiran tentang dinamika ekonomi politik di Indonesia. Saya ingat dalam buku Kwik yang berjudul ” Gonjang ganjing ekonomi Indonesia ” Ia mengkritik doktrin Marxisme Ortodoks berupa penguasaan ekonomi oleh negara secara […]

  • Sekjen Kemenag Dorong Pesantren Ambil Peran di Ruang Publik

    Sekjen Kemenag Dorong Pesantren Ambil Peran di Ruang Publik

    • calendar_month Senin, 15 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    nulondalo.com– Pesantren tidak boleh berjalan di ruang hampa. Tradisi keilmuan yang kaya dan mendalam harus terus berdialog dengan realitas sosial yang dihadapi masyarakat. Pesan inilah yang ditekankan Sekretaris Jenderal Kementerian Agama, Kamaruddin Amin, saat membuka Evaluasi Program Direktorat Pesantren Tahun 2025 di Tangerang Selatan, dikutip dari laman kemenag.go.id (15/12/2025). Di hadapan para pengelola dan pemangku […]

  • Pemkab Pohuwato Apresiasi Program Kakao Burung Indonesia

    Pemkab Pohuwato Apresiasi Program Kakao Burung Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk penjabaran visi misi Bupati dan wakil Bupati terpilih Kabupaten Pohuwato, Pemda Pohuwato meluncurkan Gerbang Pohuwato Siap atau Gerakan Pembangunan Pohuwato Sehat, Hijau, Handal, dan Produktif.di Desa Puncak Jaya Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato. Implementasi Pohuwato Hijau diwujudkan dalam rehabilitasi lahan melalui program penanaman MPTS (multi purpose trees species) yakni jenis tanaman multiguna yang memberikan […]

  • ‎PMII Soroti Kebijakan Pemerintah Pangandaran Terkait Roadmap Kesehatan Fiskal

    ‎PMII Soroti Kebijakan Pemerintah Pangandaran Terkait Roadmap Kesehatan Fiskal

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pangandaran menyoroti pemerintah daerah terkait roadmap kesehatan fiskal yang dinilai belum jelas dan transparan. Pasalnya, penurunan utang daerah sebesar Rp 134 miliar dalam waktu singkat menimbulkan pertanyaan tentang logika fiskal dan kemungkinan adanya sihir anggaran atau akrobat keuangan. Selasa, 8 Juli 2025. ‎Ridwan Fauzi, salah satu aktivis […]

  • Reformasi Polri Jalan di Tempat? Mahfud MD Akui Pesimis Implementasi

    Reformasi Polri Jalan di Tempat? Mahfud MD Akui Pesimis Implementasi

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 174
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mantan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Mahfud MD, mengaku pesimis terhadap implementasi reformasi kepolisian meskipun tim reformasi yang dibentuk pemerintah telah menghasilkan rekomendasi yang dinilainya sangat baik. Pernyataan itu disampaikan Mahfud dalam sebuah diskusi podcast yang membahas pidato Presiden Prabowo Subianto di Gedung DPR RI. Dalam perbincangan tersebut, Mahfud menjelaskan bahwa substansi […]

  • Musrenbang kelurahan Baju Bodoa 2026–2027: Anggaran Rp200 Juta Dibagi Rata ke Tiga Lingkungan

    Musrenbang kelurahan Baju Bodoa 2026–2027: Anggaran Rp200 Juta Dibagi Rata ke Tiga Lingkungan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 247
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Pemerintah Kelurahan Baju Bodoa, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros, menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun Anggaran 2026–2027 pada Kamis, 15 Januari 2026, bertempat di Kantor Lurah Baju Bodoa. Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus merumuskan arah pembangunan kelurahan agar lebih tepat sasaran dan berorientasi pada kebutuhan riil warga. […]

expand_less