Khutbah Jumat : Ikhlas, Jalan Sunyi Menuju Kedekatan dengan Allah
- account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
- calendar_month 5 jam yang lalu
- visibility 62
- print Cetak

Seorang khatib menyampaikan khutbah di dalam masjid dengan suasana khusyuk
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KHUTBAH PERTAMA
الحمد لله، الحمد لله الذي لا يقبل من العمل إلا ما كان خالصًا لوجهه الكريم، ولا يرفع من القول إلا ما وافق رضاه العظيم.
نحمده سبحانه وتعالى حمدًا يليق بجلال وجهه وعظيم سلطانه، ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه.
ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.
أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، شهادةً تُنير القلوب وتُحيي الأرواح،
وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، الذي دلّنا على طريق الإخلاص، وسلك بنا سبيل النجاة.
اللهم صل وسلم وبارك عليه، وعلى آله وصحبه، ومن سار على نهجه إلى يوم الدين.
أما بعد،
أوصيكم عباد الله ونفسي بتقوى الله، فقد قال الله تعالى:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Di tengah riuhnya dunia yang gemar menilai, mengukur, dan menimbang manusia dari apa yang tampak—Islam datang membawa satu rahasia besar, yaitu: ikhlas.
Ikhlas itu sunyi…
Ia tidak bersuara, ia sering muncul di hati-hati orang-orang yang sederhana tetapi mampu menggetarkan langit.
Ia tidak terlihat, tetapi menentukan nilai seluruh amal.
Betapa banyak amal yang tampak besar di mata manusia, namun hampa di sisi Allah.
Dan betapa banyak amal kecil yang tersembunyi, tetapi berat dalam timbangan karena keikhlasan.
Imam al-Ghazali menyingkap makna ikhlas sebagai pemurnian tujuan hanya untuk Allah. Ia mengatakan
الإخلاص ان يكون غرضك محض التقرب إلى الله
Ikhlas adalah menjadikan niatmu semata-mata untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Namun, dalam perjalanan ruhani, ikhlas sejatinya bukan sekadar “tidak riya”.
Ikhlas adalah ketika hati berhenti berdialog dengan makhluk… dan mulai berbicara hanya dengan sang Khaliq.
Ikhlas adalah ketika engkau memberi—tanpa merasa memberi.
Beramal—tanpa merasa memiliki amal.
Dan mencintai Allah—tanpa menuntut balasan selain kedekatan dengan-Nya.
Ma’asyiral Muslimin,
Syekh Nawawi al-Bantani mengajarkan kepada kita bahwa ikhlas memiliki tingkatan.
Ada yang beribadah karena takut neraka…
Ada yang beribadah karena rindu surga…
Dan ada yang beribadah karena Allah semata.
Namun para pecinta Allah melangkah lebih jauh—
mereka tidak lagi terikat oleh surga atau neraka,
melainkan oleh cinta yang membakar seluruh selain-Nya.
Di sinilah kita mengenal seorang perempuan suci,
seorang ahli cinta Ilahi: Rabiah al-Adawiyah.
Ia berjalan membawa api dan air.
Ketika ditanya, ia berkata:
“Aku ingin membakar surga dan memadamkan neraka,
agar manusia beribadah bukan karena keduanya,
tetapi karena Allah semata.”
Betapa tinggi maqam ini…
Bukan menolak surga, bukan pula mengingkari neraka,
tetapi menyingkap bahwa ada cinta yang lebih dalam dari sekadar harapan dan ketakutan.
Hadirin yang dimuliakan Allah,
Lalu di manakah kita berdiri hari ini?
Berapa banyak amal kita yang masih kita bawa ke hadapan manusia,
kita hitung, kita banggakan, kita tunggu pengakuannya?
Padahal amal yang sejati adalah yang hilang dari pandangan manusia,
namun hadir dalam pandangan Allah.
Ikhlas bukan sesuatu yang selesai dalam satu malam.
Ia adalah jihad seumur hidup.
Ia adalah pertempuran sunyi antara hati dan nafsu.
Maka berjuanglah…
bukan hanya dengan amal, tetapi juga dengan niat.
Bukan hanya dengan langkah, tetapi juga dengan hati.
Karena pada akhirnya, yang sampai kepada Allah bukanlah bentuk amal kita,
tetapi ruh ikhlas yang menghidupinya.
اقول قولي هذا فاستغفروا الله العظيم لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.
KHUTBAH KEDUA
الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مباركًا فيه كما يحب ربنا ويرضى.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له،
وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله.
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد،
صلاةً تفتح بها لنا أبواب الإخلاص،
وتنير بها قلوبنا بنور الصدق،
وعلى آله وصحبه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين.
أما بعد،
أوصيكم عباد الله ونفسي بتقوى الله، قال الله تعالى:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ
Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,
Kita mungkin tidak mampu mencapai derajat para wali,
tetapi kita mampu melangkah ke arahnya.
Mulailah dari yang sederhana:
meluruskan niat sebelum amal,
dan melupakan amal setelahnya.
Jangan sibuk memastikan manusia melihat kita,
tetapi sibuklah memastikan Allah ridha kepada kita.
Karena pada hari di mana segala sesuatu terbuka,
yang tersisa hanyalah satu:
apakah kita benar-benar ikhlas, atau hanya merasa ikhlas.
إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا “ اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه اجمعين
اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.
اللهم يا مقلب القلوب، ثبت قلوبنا على دينك.
اللهم طهر قلوبنا من الرياء، وأعمالنا من النفاق، وألسنتنا من الكذب.
اللهم اجعل أعمالنا خالصة لوجهك الكريم،
ولا تجعل فيها حظًا لنفسٍ ولا رياءً ولا سمعة.
اللهم ارزقنا صدق الإخلاص،
واجعل سرائرنا خيرًا من علانيتنا،
واجعل علانيتنا صالحة يا رب العالمين.
اللهم انصر الإسلام والمسلمين، وأعلِ كلمة الحق والدين.
اللهم احفظ بلادنا إندونيسيا، واجعلها بلدًا آمنًا مطمئنًا وسائر بلاد المسلمين.
اللهم اغفر لآبائنا وأمهاتنا، وارحمهم كما ربونا صغارًا.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.
عباد الله،
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون
فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون
- Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A

Saat ini belum ada komentar