Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Khutbah Jumat : Ampunan Allah Tak Terbatas

  • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
  • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
  • visibility 283
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah kehidupan yang sering membuat manusia terjatuh dalam kesalahan, ada satu hal yang tak pernah berubah: luasnya ampunan Allah. Betapapun jauh langkah kita menyimpang, betapapun sering kita mengulang dosa yang sama, pintu rahmat itu tetap terbuka—tidak pernah dikunci, tidak pernah habis.

Manusia adalah tempatnya lupa dan salah. Ia berjalan dengan keterbatasan, tersandung oleh hawa nafsu, dan kerap tersesat oleh dunia. Namun di balik semua itu, Allah tidak menuntut kesempurnaan dari hamba-Nya. Yang Dia kehendaki hanyalah satu, yakni hati yang mau kembali.

Ampunan Allah bukan sekadar janji, tetapi kenyataan yang selalu menanti. Ia hadir dalam setiap istighfar yang tulus, dalam setiap air mata penyesalan, dan dalam setiap langkah kecil menuju perbaikan diri. Bahkan ketika manusia merasa dirinya terlalu kotor untuk kembali, Allah justru memanggilnya dengan penuh kelembutan.

Karena pada akhirnya, sebesar apa pun dosa manusia, ampunan Allah selalu lebih besar.

Khutbah Pertama

الحمد لله الحمد لله الغفور الرحيم، الحليم الكريم، الذي سبقت رحمته غضبه، وبسط يده لعباده التائبين آناء الليل وأطراف النهار. نحمده سبحانه ونشكره، ونتوب إليه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا.
من يهده الله فلا مضل له، ومن يضلل فلا هادي له.
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله، اللهم صل وسلم وبارك عليه وعلى آله وصحبه أجمعين.

أما بعد، فيا أيها المسلمون، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فإن تقوى الله خير زادٍ ليوم المعاد.

قال الله تعالى:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
(QS. آل عمران: 102)

Wahai kaum Muslimin yang dimuliakan Allah,

Marilah kita menundukkan hati dalam syukur yang dalam kepada Allah, karena kita masih diberi kesempatan untuk bernafas dalam ampunan-Nya, berjalan di atas bumi rahmat-Nya, dan bersujud di bawah kasih sayang-Nya. Betapa sering kita terjatuh dalam dosa, namun Allah menutup aib kita. Betapa banyak nikmat yang kita lalaikan, namun Dia tidak mencabutnya. Betapa sering kita kembali mengulang kesalahan, namun pintu taubat itu tidak pernah tertutup.

Allah ﷻ berfirman:

وَرَحْمَتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ

“Dan rahmat-Ku meliputi segala sesuatu.” (QS. الأعراف: 156)

Rahmat Allah itu luas, melampaui hitungan dosa kita. Ia hadir dalam tangisan orang yang menyesal, dalam doa yang lirih, dan dalam langkah kecil seseorang yang ingin kembali. Bahkan ketika kita menjauh, Allah tetap menanti. Ketika kita berpaling, Allah tidak memutus kasih-Nya.

Dalam sebuah hadis qudsi, Allah berfirman:

يَا ابْنَ آدَمَ، إِنَّكَ مَا دَعَوْتَنِي وَرَجَوْتَنِي غَفَرْتُ لَكَ عَلَى مَا كَانَ مِنْكَ وَلَا أُبَالِي
“Wahai anak Adam, selama engkau berdoa kepada-Ku dan berharap kepada-Ku, Aku akan mengampunimu atas apa pun yang telah engkau lakukan, dan Aku tidak peduli.” (HR. الترمذي)

Betapa dalam kasih sayang Allah. Ia tidak menuntut kesempurnaan, tetapi hanya menghendaki harapan dan kepulangan hati.

Rasulullah ﷺ bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يَبْسُطُ يَدَهُ بِاللَّيْلِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ النَّهَارِ، وَيَبْسُطُ يَدَهُ بِالنَّهَارِ لِيَتُوبَ مُسِيءُ اللَّيْلِ (رواه مسلم)

“Sesungguhnya Allah membentangkan tangan-Nya di malam hari agar orang yang berbuat dosa di siang hari bertaubat, dan membentangkan tangan-Nya di siang hari agar orang yang berbuat dosa di malam hari bertaubat.”

Manusia bisa lelah memaafkan, tetapi Allah tidak pernah. Manusia mudah menutup pintu, tetapi Allah justru membukanya lebih lebar.

Dikisahkan seorang lelaki yang telah membunuh seratus jiwa, namun ketika ia melangkah menuju Allah dengan hati yang menyesal, Allah menerima taubatnya. Ia wafat sebelum sampai, tetapi Allah menilai arah langkahnya.

Allah ﷻ kembali memanggil dengan penuh kelembutan:

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ
“Katakanlah, wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. الزمر: 53)

Wahai kaum Muslimin,

Hidup ini bukan tentang seberapa sering kita jatuh, tetapi tentang seberapa sering kita kembali. Allah tidak mencari manusia tanpa dosa, tetapi mencari hati yang tidak lelah untuk kembali kepada-Nya.

أقول قولي هذا، وأستغفر الله لي ولكم، فاستغفروه إنه هو الغفور الرحيم.

Khutbah Kedua

الحمد لله الغفور الرحيم، لا إله إلا هو، عليه توكلنا وإليه المصير. وأشهد أن لا إله إلا الله، وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله.

أما بعد، فيا عباد الله، اتقوا الله حق تقاته ولاتموتن إلا وأنتم مسلمون.

اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد، وعلى آله وصحبه أجمعين.

Wahai kaum Muslimin rahimakumullah,

Setiap kita memiliki masa lalu, tetapi rahmat Allah lebih besar dari masa lalu itu. Setiap kita memiliki luka, namun kasih Allah lebih dalam dari luka itu. Setiap kita memiliki dosa, namun ampunan Allah melampaui semuanya.

Rasulullah ﷺ bersabda:

التَّائِبُ مِنَ الذَّنْبِ كَمَنْ لَا ذَنْبَ لَهُ (رواه ابن ماجه)

“Orang yang bertaubat dari dosa seperti orang yang tidak memiliki dosa sama sekali.”

Maka jangan menunda taubat. Karena ajal tidak menunggu kesiapan, dan waktu tidak bisa ditarik kembali. Selama pintu rahmat masih terbuka, kembalilah.

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللهم صل على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه اجمعين

اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات.
اللهم اغفر لنا ذنوبنا كلها، دقها وجلها، أولها وآخرها، سرها وعلانيتها.
اللهم اجعلنا من التوابين الصادقين، ومن عبادك الصالحين، ومن المستغفرين بالأسحار.
اللهم أصلح قلوبنا، واغسل ذنوبنا، وارزقنا لذة القرب منك يا أرحم الراحمين.

اللهم احفظ بلادنا، وولاة أمورنا، واجعل هذا البلد آمناً مطمئناً وسائر بلاد المسلمين.
ربنا آتنا في الدنيا حسنة، وفي الآخرة حسنة، وقنا عذاب النار.

عباد الله إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذي القربى، وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي، يعظكم لعلكم تذكرون.

فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر، والله يعلم ما تصنعون.

  • Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati di Papua Dirilis untuk Publik

    Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati di Papua Dirilis untuk Publik

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 331
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Upaya baru dalam pelestarian alam di Indonesia bagian timur lahir dengan selesainya identifikasi Important Bird and Biodiversity Areas (IBAs) di wilayah Papua. Melalui kerja sama antara Burung Indonesia dan berbagai mitra strategis, data ini kini dapat diakses oleh publik sebagai alat bantu utama dalam menentukan daerah prioritas pelestarian keanekaragaman hayati di Papua dengan menggunakan […]

  • Dana Peliputan Media MTQ Maros Disorot, Diduga Ada Ketidaksesuaian Pembayaran dan Nama ASN dalam Daftar Penerima

    Dana Peliputan Media MTQ Maros Disorot, Diduga Ada Ketidaksesuaian Pembayaran dan Nama ASN dalam Daftar Penerima

    • calendar_month Selasa, 4 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Nulondalo.Com, MAROS — Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Kabupaten Maros telah berlalu. Namun, penggunaan anggaran untuk peliputan media dalam kegiatan tersebut kini menjadi sorotan dan memunculkan pertanyaan terkait transparansi realisasi anggaran serta laporan pertanggungjawaban (LPJ). Informasi yang dihimpun menyebutkan, anggaran peliputan media dalam kegiatan MTQ diduga mencapai sekitar Rp30 juta, dengan keterlibatan kurang lebih 30 […]

  • Jangan Pintar Scroll, Tapi Bodoh Mikir

    Jangan Pintar Scroll, Tapi Bodoh Mikir

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Gus Dur pernah berseloroh, “Kalau kamu tidak bisa menjadi orang pintar, jadilah orang yang berguna.” Di era digital hari ini, kalimat itu perlu sedikit dimodifikasi: kalau kamu sudah punya internet cepat, jangan malah mikirnya lambat. Mahasiswa zaman sekarang itu hebat. Jempolnya lincah, notifikasinya ramai, memorinya penuh—meski sering penuh oleh hal-hal yang tidak terlalu penting. Dalam […]

  • Kota Gorontalo Hidupkan Takbir Keliling untuk Perkuat Toleransi Antarwarga

    Kota Gorontalo Hidupkan Takbir Keliling untuk Perkuat Toleransi Antarwarga

    • calendar_month Kamis, 5 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 233
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo berencana menghidupkan kembali tradisi takbir keliling pada malam Idulfitri mendatang. Kegiatan yang sempat lama vakum itu akan digelar kembali sebagai upaya memperkuat kebersamaan sekaligus menjaga semangat toleransi di tengah masyarakat yang beragam. Wali Kota Adhan Dambea menegaskan bahwa dirinya memimpin seluruh masyarakat Kota Gorontalo tanpa memandang latar belakang agama maupun […]

  • Kapitalisme Modern Menghendaki Kita Egois dan Rapuh

    Kapitalisme Modern Menghendaki Kita Egois dan Rapuh

    • calendar_month Rabu, 10 Jun 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Benteng penangkalnya adalah kebersamaan yang organik, melalui praktik-praktik hidup yang tidak transaksional, tapi didalamnya ada redistribusi kasih sayang, melalui relasi dan ritual yang belum disentuh oleh logika akumulasi. Sungai tidak meminum airnya sendiri. Pohon tidak memakan buah yang tumbuh di dahannya. Matahari tidak menikmati cahaya yang dipancarkannya. Bunga pun tidak mencium harum yang disebarkannya. Alam […]

  • Menertawakan Kekuasaan

    Menertawakan Kekuasaan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Orang kecil itu sebenarnya tidak bodoh. Mereka cuma capek. Capek mendengar janji, capek membaca berita korupsi, capek melihat pejabat miskin di LHKPN tapi kaya di pesta pernikahan anaknya. Maka jangan heran kalau rakyat akhirnya memilih tertawa. Karena kalau tidak tertawa, bisa-bisa marah. Dan kalau marah terus, tekanan darah naik, sementara kebijakan tidak pernah turun. Dalam […]

expand_less