Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Khutbah Jumat: Islam sebagai Rahmat, Antara Ajaran dan Perwujudan

  • account_circle Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A
  • calendar_month Kamis, 16 Apr 2026
  • visibility 282
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah dunia yang semakin bising oleh teknologi, manusia justru kian akrab dengan kesunyian yang ganjil. Segalanya menjadi lebih cepat, lebih dekat, dan lebih canggih—namun hati manusia tidak serta-merta menjadi lebih tenang. Di balik layar yang terang, banyak jiwa diam-diam meredup. Di tengah limpahan informasi, manusia justru kehilangan arah.

Fenomena ini bukan sekadar gejala psikologis, melainkan tanda zaman: manusia modern sedang mengalami kelelahan eksistensial. Mereka memiliki banyak hal, tetapi kehilangan makna hidup. Mereka mampu menjangkau dunia, tetapi gagal memahami dirinya sendiri.

Dalam situasi seperti ini, agama kembali dilirik—bukan sebagai identitas formal, melainkan sebagai kebutuhan batin. Tuhan, yang sempat “ditinggalkan” dalam hiruk-pikuk modernitas, kini kembali dicari dalam diam. Tidak sedikit yang mulai membuka kembali kitab suci, menelusuri tradisi spiritual, bahkan menoleh kepada Islam sebagai jalan hidup yang menawarkan ketenangan dan keutuhan.

Namun di titik inilah pertanyaan yang lebih mendasar muncul: ketika dunia mulai mencari Islam, apa yang mereka temukan pada diri umatnya?

Apakah mereka melihat ajaran yang menghadirkan kasih sayang, atau justru wajah yang keras dan mudah menghakimi? Apakah Islam hadir sebagai rahmat yang menenangkan, atau hanya sebagai identitas yang dipertahankan tanpa kedalaman makna?

Tulisan ini berangkat dari kegelisahan itu—bahwa di saat dunia sedang mencari Tuhan, umat Islam justru dihadapkan pada ujian yang lebih besar: bukan sekadar bagaimana menjelaskan agama, tetapi bagaimana menghadirkannya dalam sikap, dalam akhlak, dan dalam cara menjadi manusia.

KHUTBAH PERTAMA

‎الحمد لله الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونتوب إليه، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له

‎أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله

‎اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

‎أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله، فقد فاز المتقون

‎قال الله تعالى:

‎يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Di tengah gemuruh dunia yang semakin canggih, di saat manusia merasa telah menaklukkan jarak dengan teknologi, menembus langit dengan ilmu pengetahuan, dan menggenggam dunia dalam genggaman digitalnya—justru pada saat itulah kegelisahan diam-diam tumbuh di dalam hati manusia.

Ada kekosongan yang tak mampu diisi oleh harta, ada kegersangan yang tak mampu disirami oleh kemewahan, dan ada kelelahan batin yang tak mampu disembuhkan oleh hiburan duniawi.

Manusia, hari ini tampak kuat di luar. Tetapi, sangat rapuh di dalam.
Tampak tersenyum di layar, tetapi gelisah dalam kesunyian.

Dan di titik inilah, tanpa banyak suara, tanpa banyak pengumuman, manusia mulai kembali mencari keberadaan Tuhan di dalam dirinya.

Sebagian mereka mengetuk pintu-pintu agama. Sebagian lagi membuka lembaran-lembaran wahyu. Sebagian yang lain, yang mungkin tak pernah mengenal Islam sebelumnya, mulai bertanya dengan jujur: di mana letak kebenaran itu?

Namun, wahai kaum Muslimin, di saat manusia mulai melangkah mendekat kepada Islam, kita perlu bertanya dengan jujur kepada diri kita sendiri:

Kita, selaku muslim. Apakah mereka menemukan keindahan Islam pada diri kita? Ataukah mereka justru melihat wajah agama Islam yang keras, kaku, dan kehilangan kasih sayang dari diri kita?

Allah ﷻ telah menegaskan dalam firman-Nya:

‎وَمَا أَرْسَلْنَاكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ

Bahwa Nabi Muhammad ﷺ diutus bukan hanya untuk satu kaum, bukan hanya untuk satu kelompok, tetapi sebagai rahmat bagi seluruh alam.

Maka rahmat itu seharusnya mengalir dalam lisan kita, tampak dalam sikap kita, dan terasa dalam kehadiran kita.

Namun, realitas yang kita saksikan hari ini sering kali berbicara sebaliknya.

Betapa banyak orang yang tersentuh oleh ayat-ayat Al-Qur’an, tetapi kemudian menjauh karena akhlak sebagian umat Islam yang jauh dari Al-Qur’an.
Betapa banyak yang ingin mengenal Islam, tetapi mundur karena melihat perpecahan, caci maki, dan kerasnya perdebatan di antara kaum Muslimin sendiri.

Padahal, Rasulullah ﷺ bersabda:

‎إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ

Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang mulia.

Maka, jika akhlak itu hilang dari diri kita, sejatinya kita telah menjauh dari misi utama diutusnya Nabi ﷺ.

Dalam hadis yang lain, Rasulullah ﷺ bersabda:

‎خياركم أَحاسنكم أَخْلَاقًا

“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya.”

Seakan-akan Rasulullah ingin menegaskan bahwa ukuran kemuliaan seorang Muslim bukan pada banyaknya pengetahuan, bukan pula pada kerasnya pembelaan, tetapi pada halusnya akhlak dan luasnya kasih sayang terhadap sesama manusia.

Para ulama tasawuf pernah berpesan, bahwa agama ini bukan sekadar apa yang diucapkan oleh lisan kita, tetapi apa yang memancar dari batin kita.

Sebab, manusia tidak hanya mendengar apa yang kita katakan, tetapi juga merasakan apa yang kita lakukan.

Jika hati kita dipenuhi rahmat, maka orang lain akan merasakannya tanpa harus banyak bicara.
Namun, jika hati kita dipenuhi amarah dan kebencian, maka kata-kata seindah apa pun tidak akan mampu menyembunyikannya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Hari ini dunia sedang mengalami kekosongan spiritual. Manusia mulai kembali mencari keberadaan Tuhan. Mereka mulai kembali membuka kitab suci.

Tetapi, sebenarnya mereka tidak hanya membaca kitab suci—mereka juga “membaca” kita. Membaca akhlak penganut kitab suci itu sendiri.

Mereka membaca cara kita berbicara, cara kita bersikap, cara kita menyikapi perbedaan, bahkan cara kita memperlakukan sesama manusia.

Dan bisa jadi, tanpa kita sadari, kita menjadi penghalang bagi orang lain untuk mengenal Islam karena kita belum mampu merepresentasikan Islam sebagai sebuah agama rahmat dan agama yang lembut.

Padahal Allah ﷻ telah mengingatkan:

‎ادْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ

“Serulah (manusia) ke jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik.”

Hikmah bukan hanya pada kata-kata, tetapi juga pada cara bertindak.
Nasihat bukan hanya pada isi, tetapi juga pada kelembutan hati.

Maka, ketika dunia mulai kembali mencari Tuhan, tugas kita bukan sekadar menunjukkan arah, tetapi menjadi jalan yang membuat orang merasa aman untuk mendekat.

Sebab, bisa jadi seseorang tidak tersentuh oleh panjangnya ceramah kita, tetapi luluh oleh satu sikap tulus kita.

Dan bisa jadi, seseorang tidak mengenal Islam melalui dalil yang begitu rumit, justru melalui akhlak sederhana dari kita yang jujur dan penuh kasih.

‎بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم، ونفعني وإياكم بما فيه من الآيات والذكر الحكيم، وتقبل مني ومنكم تلاوته، إنه هو السميع العليم

⸻

KHUTBAH KEDUA

‎الحمد لله حمدًا كثيرًا كما أمر، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له إرغامًا لمن جحد به وكفر، وأشهد أن سيدنا محمدًا عبده ورسوله سيد البشر

‎اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين

‎أما بعد، فيا عباد الله، أوصيكم ونفسي بتقوى الله فقد فاز المتقون

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Marilah kita kembali menundukkan hati kita sejenak, merenungkan dengan jujur, bahwa, sejatinya dakwah yang paling kuat bukanlah dakwah dengan suara yang lantang, tetapi dengan hati yang lapang.

Bukan pada banyaknya kata, tetapi pada dalamnya makna.

Rasulullah ﷺ bersabda:

‎المسْلِمُ مَنْ سَلِمَ المسْلِمُوْنَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ

Seorang muslim sejati adalah orang yang membuat Muslimin lainnya selamat dari lisan dan tangannya …

Dan dalam riwayat Tirmidzi dan An Nasa’i dikatakan:

“Seorang mukmin adalah yang membuat orang lain merasa aman (darah dan hartanya) dari gangguan dirinya.”

Betapa indahnya Islam ketika hadir sebagai rasa aman. Betapa mulianya seorang Muslim ketika kehadirannya menenangkan, bukan menakutkan.

Maka, jika hari ini dunia mulai mencari jalan kebenaran, jadilah kita bagian dari jawaban itu. Jadilah wajah Islam yang meneduhkan, bukan yang membuat gaduh. Jadilah cermin yang jernih, agar orang lain dapat melihat keindahan Islam tanpa terhalang oleh keruhnya diri kita.

Sebab, pada akhirnya, manusia mungkin lupa apa yang kita ucapkan, tetapi mereka tidak akan pernah lupa bagaimana perasaan mereka saat bersama kita.

‎إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

‎اللهم صلِّ على سيدنا محمد، وعلى آل سيدنا محمد، كما صليت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم، وبارك على سيدنا محمد وعلى آل سيدنا محمد، كما باركت على سيدنا إبراهيم وعلى آل سيدنا إبراهيم، في العالمين إنك حميد مجيد

‎اللهم اغفر للمسلمين والمسلمات، والمؤمنين والمؤمنات، الأحياء منهم والأموات

‎اللهم أصلح قلوبنا، وزكِّ نفوسنا، واجعلنا مفاتيح للخير مغاليق للشر

‎اللهم اجعلنا ممن يمثلون الإسلام بأخلاقهم قبل أقوالهم

‎اللهم اجعلنا رحمة لعبادك، كما كان نبيك رحمة للعالمين

‎اللهم انصر إخواننا المستضعفين في كل مكان

‎ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار

‎عباد الله،
‎إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى
‎وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ
‎يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

‎فاذكروا الله العظيم يذكركم، واشكروه على نعمه يزدكم، ولذكر الله أكبر

  • Penulis: Dr. H. Ahmad Shaleh Amin, Lc., M.A

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MK Tegaskan Wartawan Tak Boleh Langsung Dipidana, Mekanisme Dewan Pers Harus Didahulukan

    MK Tegaskan Wartawan Tak Boleh Langsung Dipidana, Mekanisme Dewan Pers Harus Didahulukan

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 359
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Mahkamah Konstitusi (MK) menegaskan bahwa penggunaan instrumen hukum pidana maupun perdata terhadap wartawan yang secara sah menjalankan fungsi jurnalistiknya berpotensi menimbulkan kriminalisasi pers. Karena itu, penyelesaian sengketa pers harus terlebih dahulu ditempuh melalui mekanisme yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Penegasan tersebut disampaikan Hakim Konstitusi M. Guntur Hamzah saat […]

  • Proposal yang Menodai Idealisme: Saat PKC PMII Gorontalo Gagal Membaca Luka Pohuwato

    Proposal yang Menodai Idealisme: Saat PKC PMII Gorontalo Gagal Membaca Luka Pohuwato

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Langkah PKC PMII Gorontalo yang diketahui mengajukan proposal kegiatan ke PT. Pani Gold Project (PT. PETS) menimbulkan gelombang kekecewaan dari berbagai kalangan, termasuk dari PC PMII Kota Gorontalo sendiri. Bukan semata soal administratif, tetapi soal nurani — tentang arah perjuangan dan nilai dasar yang menjadi napas organisasi mahasiswa Islam Indonesia: keberpihakan kepada rakyat kecil. PT. […]

  • OJK Diguncang Mundur Massal Pejabat: Alarm Keras dari Dalam Pengawas Keuangan

    OJK Diguncang Mundur Massal Pejabat: Alarm Keras dari Dalam Pengawas Keuangan

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 265
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diguncang pengunduran diri massal pejabat puncaknya. Sejumlah komisioner dan pejabat strategis OJK kompak mundur pada Jumat, 30 Januari 2026, di tengah tekanan berat yang melanda pasar modal nasional. Peristiwa ini memunculkan alarm keras dari dalam lembaga pengawas sektor jasa keuangan tersebut. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan pengunduran […]

  • KH. Asrul Lasapa Ajak Personel Polda Gorontalo Jaga Amanah Lewat Binrohtal

    KH. Asrul Lasapa Ajak Personel Polda Gorontalo Jaga Amanah Lewat Binrohtal

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 160
    • 0Komentar

    Wakil Katib PWNU Gorontalo KH. Asrul Lasapa hadir memberikan ceramah dalam kegiatan Pembinaan Rohani dan Mental (Binrohtal) yang rutin digelar oleh Polda Gorontalo, Rabu pagi (6/8/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Polda Gorontalo dalam menumbuhkan karakter personel yang berintegritas, profesional, dan berakhlak mulia. Binrohtal dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu dan melibatkan seluruh personel […]

  • Ketika Hujan Turun: Ini Doa dan Amalan yang Dianjurkan Rasulullah

    Ketika Hujan Turun: Ini Doa dan Amalan yang Dianjurkan Rasulullah

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 198
    • 0Komentar

    Hujan merupakan rahmat dan berkah dari Allah SWT. Dalam ajaran Islam, turunnya hujan bukan sekadar fenomena alam, tetapi juga momen istimewa yang mengandung keberkahan dan doa yang mustajab. Rasulullah SAW banyak mencontohkan doa dan amalan yang bisa dilakukan saat hujan turun. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai ormas Islam yang berpijak pada ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, turut […]

  • Saring Sebelum Sharing, Pesan Bhabinkamtibmas Usai Mediasi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

    Saring Sebelum Sharing, Pesan Bhabinkamtibmas Usai Mediasi Kasus Dugaan Pencemaran Nama Baik

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Ikbal
    • visibility 202
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bhabinkamtibmas Desa Ilomangga, Kecamatan Batudaa, Kabupaten Gorontalo, Bripka Efendi Gusasi, SH, mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya. Imbauan tersebut disampaikan usai memfasilitasi mediasi penyelesaian dugaan pencemaran nama baik yang berlangsung di Kantor Desa Ilomangga, Rabu (10/6/2026). Kasus tersebut bermula dari beredarnya […]

expand_less