Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Di Bawah Bayang-Bayang AI: Percepatan Perubahan dan Tantangan Memahami Dunia yang Kian Tak Terduga

  • account_circle Muhammad Kamal
  • calendar_month Kamis, 4 Jun 2026
  • visibility 240
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jika pada awal tahun 2000-an Yasraf Amir Piliang berbicara tentang pelipatan ruang, waktu, dan tanda oleh media serta teknologi informasi, maka kecerdasan buatan hari ini membawa proses itu ke tingkat yang jauh lebih radikal. Bukan lagi sekadar pelipatan dunia, melainkan pelipatan pengetahuan, kreativitas, imajinasi, bahkan realitas itu sendiri. Kita sedang menyaksikan sebuah fase yang bisa disebut sebagai hiper-pelipatan, ketika mesin tidak lagi berfungsi sebagai medium yang menyalurkan informasi, melainkan perlahan menjelma menjadi arsitek utama yang membentuk cara manusia melihat, memahami, dan memaknai dunia.

Sampai dua atau tiga tahun lalu, banyak orang masih menganggap kecerdasan buatan (AI) sebagai teknologi masa depan. Sesuatu yang menarik untuk dibicarakan, tetapi belum cukup dekat untuk mengubah kehidupan sehari-hari secara drastis. Hari ini, anggapan itu terasa usang.

Dalam waktu yang relatif singkat, AI telah masuk ke hampir semua ruang kehidupan. Ia membantu mahasiswa menyusun tugas, mempermudah pekerjaan kantor, membuat desain, menulis artikel, menerjemahkan bahasa, bahkan menjadi teman diskusi. Perubahannya begitu cepat sehingga banyak orang merasa tidak lagi mampu membayangkan seperti apa dunia dua atau tiga tahun ke depan.

Yang berubah bukan hanya teknologinya, melainkan ritme kehidupan kita. Untuk pertama kalinya dalam sejarah modern, perubahan sosial tidak lagi berlangsung dalam hitungan generasi, melainkan dalam hitungan pembaruan aplikasi. Ketika masyarakat belum selesai beradaptasi dengan satu inovasi, inovasi berikutnya sudah datang membawa perubahan baru.

Analisis Yasraf Amir Piliang dalam Dunia yang Dilipat menjadi semakin relevan. Jauh sebelum ledakan AI terjadi, Yasraf telah menuliskan bahwa perkembangan teknologi akan membuat ruang, waktu, dan berbagai tanda dalam kehidupan manusia mengalami “pelipatan”. Yang jauh menjadi dekat. Yang lampau dapat hadir kembali dalam sekejap. Yang semula hanya representasi perlahan memengaruhi bahkan menggantikan realitas itu sendiri.

Namun jika internet dan media sosial melipat informasi, AI tampaknya melipat sesuatu yang lebih mendasar yaitu kemampuan manusia untuk menghasilkan pengetahuan. Dulu seseorang membutuhkan waktu berhari-hari untuk menyusun laporan, merangkum buku, atau membuat ilustrasi. Kini pekerjaan yang sama dapat dilakukan dalam hitungan menit.

Tentu saja ini membawa banyak manfaat. Produktivitas meningkat. Akses terhadap pengetahuan menjadi lebih mudah. Hambatan teknis yang selama ini membatasi kreativitas semakin berkurang. Namun di saat yang sama, muncul pertanyaan yang tidak kalah penting: apa yang terjadi ketika manusia semakin terbiasa menerima hasil tanpa mengalami proses yang melahirkannya?

Pertanyaan ini penting karena pengetahuan tidak hanya soal menemukan jawaban yang benar. Pengetahuan juga lahir dari proses berpikir, keraguan, pencarian, dan kemampuan menghubungkan berbagai informasi menjadi pemahaman yang utuh. Ketika teknologi mampu menyediakan jawaban secara instan, ada risiko bahwa kita memperoleh lebih banyak informasi tetapi tidak selalu memperoleh pemahaman yang lebih dalam.

Fenomena tersebut menjadi semakin menarik ketika bertemu dengan budaya media sosial di Indonesia. Dalam beberapa tahun terakhir, ruang publik kita semakin dipengaruhi oleh logika viralitas. Perhatian menjadi komoditas yang diperebutkan. Akibatnya, banyak isu sosial dan politik dikemas agar mudah dibagikan, mudah dikomentari, dan mudah memancing emosi.

Di sinilah muncul fenomena yang bisa disebut sebagai populisme disertai candaan receh. Sialnya Banyak aktor politik lebih mudah menjangkau publik melalui meme, humor, atau konten ringan dibandingkan melalui penjelasan kebijakan yang panjang. Politik perlahan bergerak mengikuti logika media sosial: yang penting bukan selalu yang paling substantif, melainkan yang paling mampu menarik perhatian.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa teknologi tidak hanya mengubah cara kita berkomunikasi, tetapi juga mengubah cara kita berpolitik dan memahami realitas. Ketika perhatian menjadi sumber daya yang paling berharga, maka kemampuan mengendalikan perhatian publik menjadi bentuk kekuasaan baru.

AI berpotensi memperkuat kecenderungan ini. Teknologi tersebut memungkinkan produksi konten dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya. Tulisan, gambar, video, hingga suara dapat dibuat secara cepat dan murah. Batas antara informasi, hiburan, promosi, dan propaganda menjadi semakin tipis. Dalam situasi seperti ini, tantangan terbesar bukan lagi menemukan informasi, melainkan memilah mana yang layak dipercaya.

Pemikir Prancis Guy Debord pernah memperingatkan tentang lahirnya masyarakat tontonan, yaitu masyarakat yang semakin banyak berhubungan dengan citra dibandingkan kenyataan. Jika konsep itu digunakan untuk membaca kondisi hari ini, kita mungkin sedang memasuki tahap yang lebih jauh. Kita tidak hanya hidup di tengah banjir citra, tetapi juga di tengah banjir citra yang dapat diproduksi tanpa batas oleh mesin.

Karena itu, perdebatan mengenai AI seharusnya tidak berhenti pada pertanyaan apakah teknologi ini akan menggantikan pekerjaan manusia atau tidak. Pertanyaan yang lebih mendasar adalah bagaimana manusia mempertahankan kemampuan berpikir kritis di tengah dunia yang bergerak semakin cepat.

Sebab persoalan terbesar abad ini mungkin bukan kekurangan informasi, melainkan kelebihan informasi yang tidak selalu menghasilkan pemahaman. Kita mengetahui lebih banyak hal dibanding generasi sebelumnya, tetapi belum tentu memahami dunia dengan lebih baik.

dalam percepatan yang nyaris tanpa jeda ini, kemampuan paling penting adalah membaca lebih dalam, berpikir lebih lambat, dan tidak terburu-buru mempercayai apa pun yang muncul di layar. Karena dalam era AI, tantangan sesungguhnya bukan sekadar mengikuti perkembangan teknologi, melainkan menjaga agar akal sehat tidak tertinggal di belakangnya.

  • Penulis: Muhammad Kamal

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Iran Tunjuk Ayatollah Alireza Arafi Jadi Anggota Dewan Kepemimpinan Sementara Pasca Kematian Khamenei

    Iran Tunjuk Ayatollah Alireza Arafi Jadi Anggota Dewan Kepemimpinan Sementara Pasca Kematian Khamenei

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pemerintah Iran secara resmi menunjuk Ayatollah Alireza Arafi sebagai anggota Dewan Kepemimpinan sementara negara itu, sehari setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara yang menghantam ibu kota Teheran. Penunjukan Arafi diumumkan oleh juru bicara Majelis Penelaahan Kepentingan (Expediency Discernment Council), Mohsen Dehnavi, melalui sebuah unggahan di platform X pada Minggu […]

  • Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

    Indonesia Gabung Board of Peace Gaza, Pemerintah Klaim Demi Kemanusiaan, MUI Minta Prabowo Tarik Diri

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 280
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Indonesia resmi menyatakan bergabung dalam Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Keputusan tersebut menuai sorotan tajam, terutama dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), yang menilai langkah itu tidak berpihak pada perjuangan kemerdekaan Palestina. Penandatanganan piagam keanggotaan Board of Peace dilakukan langsung oleh Presiden Prabowo […]

  • Tumbilotohe: Cahaya Tradisi Gorontalo Menyambut Idulfitri

    Tumbilotohe: Cahaya Tradisi Gorontalo Menyambut Idulfitri

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 350
    • 0Komentar

    Setiap daerah di Indonesia memiliki cara tersendiri dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Di Gorontalo, ada sebuah tradisi yang sarat dengan nilai adat dan spiritualitas Islam, yakni tumbilotohe. Tradisi ini digelar setiap malam ke-27 Ramadan dan dikenal sebagai malam pemasangan lampu oleh masyarakat di berbagai sudut kota dan desa. Konon, tradisi tumbilotohe telah ada sejak abad […]

  • Bantuan Kemensos Tiba di Maros Baru, Camat A. Rudi Pimpin Langsung Penyaluran untuk Korban Puting Beliung

    Bantuan Kemensos Tiba di Maros Baru, Camat A. Rudi Pimpin Langsung Penyaluran untuk Korban Puting Beliung

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 283
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Pemerintah bergerak cepat merespons bencana angin puting beliung yang melanda Dusun Tekolabbua, Desa Borimasunggu, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Bantuan logistik dari Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Dinas Sosial Kabupaten Maros resmi disalurkan kepada warga terdampak, Sabtu (11/01/2025). Penyaluran bantuan dipimpin langsung oleh Camat Maros Baru, A. Rudi, S.IP, M.M, sebagai bentuk […]

  • Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur di Jombang, Kenang Peran dalam Reformasi dan Pemisahan TNI-Polri

    Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur di Jombang, Kenang Peran dalam Reformasi dan Pemisahan TNI-Polri

    • calendar_month Minggu, 21 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 108
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kapolri Listyo Sigit Prabowo melakukan ziarah ke makam Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid di kompleks pemakaman keluarga Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan diperingati pada 1 Juli 2026 mendatang. Dalam prosesi ziarah, Kapolri hadir mengenakan peci dan melakukan doa bersama […]

  • DPP GENINUSA Menginisiasi Diskusi Publik Reformasi Hukum Soal Tarik-Menarik RUU KUHAP 

    DPP GENINUSA Menginisiasi Diskusi Publik Reformasi Hukum Soal Tarik-Menarik RUU KUHAP 

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Dewan Pimpinan Pusat Gerakan SantriPreuner Nusantara (DPP GENINUSA) Melalui Biro Hukum dan Hak Asasi Manusia – Biro Pendidikan dan Ekonomi Mengagendakan Diskusi Publik, Santunan Anak Yatim serta dibarengi dengan Buka Puasa Bersama yang berlokasi di Pondok Ranggi, Jakarta Pusat, 20 Maret 2025. Agenda diskusi dengan teman “RUU KUHAP: Reformasi hukum atau pelemahan pemberantasan korupsi”, dihadiri […]

expand_less