Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Pagula: Ulama Pesisir dan Penemu Pukat Cincin dari Gorontalo

  • account_circle Abdul Kadir Lawero
  • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
  • visibility 195
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Di tengah riak ombak pesisir Kota Gorontalo, sejarah mencatat nama seorang ulama yang hidupnya sederhana, namun penuh pengaruh. Sosok itu adalah KH. Nahar Akadji, yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan Pagula—sebuah panggilan penuh makna yang mencerminkan kelembutan, kearifan, dan manisnya akhlak beliau.

Di Gorontalo, penyebutan ulama memang berbeda. Tak ada istilah “Kiai” seperti di Jawa atau “Tuan Guru” seperti di Lombok. Masyarakat lebih akrab dengan sebutan lokal seperti Ti Guru, Ti Kali, Ti Bapu, Ti Paci, Ti Aba, Ti Ka’i, atau Ti Danggu, Ti Katinggi, Ti Kapende, Ti Ka’i—panggilan yang berasal dari ciri sosial dan fisik seseorang. Namun, meski tidak membawa gelar kiai dalam sebutannya, KH. Nahar Akadji diakui sebagai salah satu ulama besar di pesisir Gorontalo.

Lahir dari Kesederhanaan, Hidup dalam Keberkahan

KH. Nahar Akadji lahir pada 17 Agustus 1926 di Kelurahan Pohe, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo. Ia tumbuh di tengah keluarga nelayan yang hidup bersahaja. Ayahnya melaut, ibunya menjaga rumah tangga. Tapi dari rumah sederhana itulah tumbuh semangat belajar dan cinta terhadap agama yang luar biasa.

Sejak muda, Pagula sudah terbiasa tidur di rumah guru atau kerabat hanya demi menghadiri majelis ilmu. Ia menyelesaikan pendidikan dasar di Sekolah Rakyat (SR) Kayubulan dan kemudian melanjutkan pendidikan agama di Madrasah Al-Fatah (PP Al-Huda). Di sinilah ia berguru kepada ulama besar KH. Abas Rauf dan mulai menyelami kitab-kitab klasik seperti Ihya Ulumuddin dan Irsyadul Ibad.

Mengajar Sejak Usia Muda, Merangkul Semua Kalangan

Pada usia 23 tahun, Pagula sudah mengajar kitab kuning. Ia tidak menetap di satu tempat, tapi berpindah-pindah dari kampung ke kampung, menggelar pengajian di rumah-rumah warga. Murid-muridnya datang dari berbagai usia dan lapisan masyarakat.

Yang membuat beliau istimewa bukan hanya ilmunya, tapi juga caranya mendidik. Ia dikenal sabar, tidak keras, dan sangat ngemong. Bagi murid-muridnya, ia bukan hanya guru agama, tetapi juga pembimbing spiritual yang penuh kasih.

Membangun Masjid Lewat Arisan: Solusi dari Rakyat untuk Rakyat

Ketika masyarakat pesisir kesulitan beribadah karena masjid yang jauh, Pagula menggagas solusi sederhana namun revolusioner: arisan warga. Melalui sistem gotong royong ini, setiap warga menyisihkan sedikit dari hasil arisan untuk membangun masjid. Tidak ada paksaan, tidak ada iuran besar, hanya semangat kolektif yang disemai dari hati.

Hasilnya luar biasa. Masjid akhirnya berdiri kokoh. Guru beliau, KH. Abas Rauf, bahkan diberi kehormatan meletakkan batu pertama. Ini bukan hanya pembangunan fisik, tapi juga kebangkitan spiritual dan sosial masyarakat.

Penemu Pukat Cincin: Ketika Ulama Jadi Inovator

Pagula juga dikenal sebagai penemu pukat cincin, sebuah alat tangkap ikan yang menjadi berkah bagi para nelayan. Desainnya sederhana tapi sangat efektif. Berkat alat ini, hasil tangkapan masyarakat pesisir meningkat drastis.

Menurut Irfan Akadji, salah satu putranya, pukat buatan Pagula terkenal hingga luar Gorontalo. Nelayan dari Poso, Sulawesi Tengah, bahkan datang langsung untuk belajar dan memesan. Inovasi ini menjadikan beliau bukan sekadar ulama, tapi juga tokoh pemberdaya masyarakat.

Nahar Akadji wafat pada tahun 2010 dan dimakamkan di tanah kelahirannya, Pohe. Makamnya kini menjadi tempat ziarah yang tak pernah sepi. Letaknya hanya sekitar 20 menit dari pusat kota, melewati pemandangan laut dan perbukitan yang tenang—seolah menggambarkan kehidupan beliau yang sejuk, bersahaja, namun dalam maknanya.

Warisan Manis Seorang “Pagula”

Pagula bukan tokoh besar yang mengejar panggung. Ia tidak dikenal lewat panggung ke panggung atau jabatan. Tapi masyarakatlah yang mengangkat dan mengenangnya sebagai sosok yang manis dalam laku, dalam tutur, dan dalam hati.

Di tengah dunia yang makin gaduh, kisah hidup Pagula menjadi oase. Ia membuktikan bahwa ulama sejati tak perlu banyak gelar—cukup hidup dalam pelayanan dan keikhlasan.

Ia bukan hanya “Ti Guru”, bukan hanya “Kiai”. Ia adalah Pagula—pemanis kehidupan umat dari pesisir Gorontalo.

Penulis aktiv di Perkumpulan Kajian Keagaman dan Budaya (Association for Religious  and Culture Studies, ARCS)

  • Penulis: Abdul Kadir Lawero
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

    PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 263
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros sepanjang tahun 2025 mencatatkan capaian gemilang. Total PAD yang berhasil dihimpun mencapai Rp329.562.919.533, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang terealisasi sebesar Rp283.056.990.320. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, Muh Ferdiansyah, menyebut capaian tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan PAD Kabupaten Maros, sekaligus melampaui […]

  • Korupsi Disebut Kejahatan Luar Biasa, Mahasiswa UMMA Diajak Jadi Garda Terdepan

    Korupsi Disebut Kejahatan Luar Biasa, Mahasiswa UMMA Diajak Jadi Garda Terdepan

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Korupsi kembali ditegaskan sebagai extraordinary crime atau kejahatan luar biasa yang mengancam masa depan bangsa. Pesan tegas itu mengemuka dalam Seminar Pendidikan Antikorupsi yang digelar Universitas Muslim Maros (UMMA), Selasa, 9 Desember 2025, di Baruga A Kantor Bupati Maros. Sebanyak 220 mahasiswa dari tiga fakultas mengikuti kegiatan ini dengan penuh semangat. Seminar […]

  • Menertawakan Kekuasaan

    Menertawakan Kekuasaan

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 385
    • 0Komentar

    Orang kecil itu sebenarnya tidak bodoh. Mereka cuma capek. Capek mendengar janji, capek membaca berita korupsi, capek melihat pejabat miskin di LHKPN tapi kaya di pesta pernikahan anaknya. Maka jangan heran kalau rakyat akhirnya memilih tertawa. Karena kalau tidak tertawa, bisa-bisa marah. Dan kalau marah terus, tekanan darah naik, sementara kebijakan tidak pernah turun. Dalam […]

  • DPR Soroti Skema War Tiket Haji dan Transparansi Pembiayaan 2026

    DPR Soroti Skema War Tiket Haji dan Transparansi Pembiayaan 2026

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 243
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Anggota Komisi VIII DPR RI Maman Imanul Haq menilai wacana penerapan skema war tiket dalam penyelenggaraan ibadah haji perlu dikaji secara hati-hati. Ia menegaskan bahwa isu yang lebih mendesak adalah upaya mempercepat antrean keberangkatan bagi jemaah dengan kondisi khusus, seperti lanjut usia (lansia) dan mereka yang memiliki risiko kesehatan tinggi. Menurut Maman, kebijakan […]

  • Trump Umumkan Tiga Jet Tempur AS Hilang Akibat Tembakan Ramah di Kuwait

    Trump Umumkan Tiga Jet Tempur AS Hilang Akibat Tembakan Ramah di Kuwait

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 172
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan hilangnya tiga jet tempur F-15E milik Angkatan Udara AS akibat insiden tembakan ramah (friendly fire) dari sistem pertahanan udara Kuwait dalam operasi militer terbaru di Timur Tengah. Insiden tersebut terjadi dalam rangkaian misi yang disebut sebagai Operasi Epic Fury, yakni operasi pendukung Israel dalam eskalasi konflik melawan […]

  • Gerar Raditya Juara 1 O2SN Pencak Silat Tingkat Provinsi, Siap Wakili Gorontalo ke Nasional

    Gerar Raditya Juara 1 O2SN Pencak Silat Tingkat Provinsi, Siap Wakili Gorontalo ke Nasional

    • calendar_month Sabtu, 11 Jul 2026
    • account_circle Fitri Nur'aini
    • visibility 126
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Gorontalo – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra terbaik Kabupaten Gorontalo. Gerar Raditya, siswa SMK Negeri 1 Mootilango sekaligus atlet Perguruan IKSPI Kera Sakti Cabang Boalemo, berhasil meraih Juara 1 Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Cabang Pencak Silat Putra Tingkat Provinsi Gorontalo, Kamis (9/7/2026). Atas capaian tersebut, Gerar dipastikan akan mewakili Provinsi Gorontalo pada ajang […]

expand_less