Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Nuzulul Qur’an di Istiqlal Hadirkan Dai Tionghoa Koko Liem, Cerita Perjalanan Masuk Islam

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
  • visibility 279
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Istiqlal berlangsung meriah dan penuh inspirasi. Salah satu momen yang paling menarik perhatian jamaah adalah kehadiran dai kondangan Tionghoa, Koko Liem, yang membagikan kisah perjalanan spiritualnya memeluk Islam dalam dialog inspiratif yang menggugah hati.

Dalam paparannya, Koko Liem menjelaskan bahwa kekagumannya terhadap umat Islam berawal dari tradisi membaca Al-Qur’an. Ia mengatakan, “Salah satu alasan saya masuk Islam adalah karena kagum melihat orang-orang Islam yang bisa membaca Al-Qur’an.” Kekaguman sederhana itu kemudian menjadi pintu hidayah yang mengantarkannya memeluk Islam dan menekuni dakwah.

Di hadapan jamaah, ia juga menjelaskan prinsip pendidikan Al-Qur’an yang menjadi dasar pesantren yang sedang ia bangun. Menurutnya, umat terbaik adalah mereka yang menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. “Menjadi umat terbaik itu dengan membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya melalui 5M: membaca, memahami, menghafal, mengamalkan, dan mengajarkannya,” ujar Koko Liem. 10/03/2016.

Ia juga menegaskan bahwa Al-Qur’an tidak hanya mengajarkan ibadah, tetapi juga keberkahan hidup. “Al-Qur’an diturunkan untuk mengajarkan keberkahan. Berkah itu bukan hanya bahagia di dunia, tetapi juga bahagia di alam kubur dan alam akhirat,” tuturnya. Koko Liem juga menyelipkan filosofi hidup masyarakat Tionghoa yang ia pegang teguh, “Orang Tionghoa sukses punya prinsip kerja keras dulu, baru bisa makan yang kenyang.”

Ketua Panitia Nuzulul Qur’an, Mas’ud Halimin, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia mengatakan, “Kami bersyukur dapat berkumpul dalam momentum istimewa peringatan Nuzulul Qur’an di bulan suci Ramadan.” Ia menambahkan bahwa tema kegiatan tahun ini adalah “Jembatan Harmoni Peradaban.” Menurutnya, “Indonesia adalah negeri yang kaya peradaban dan kebudayaan, sehingga nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan menjadi ruh yang mempersatukan keberagaman tersebut.”

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Persatuan Islam Tionghoa Indonesia, Serian Wijatno, menegaskan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an tidak sekadar mengenang sejarah. “Momentum ini menjadi kesempatan untuk merefleksikan kembali peran Al-Qur’an dalam berbagai aspek kehidupan,” ujarnya. Ia juga menambahkan, “Al-Qur’an memiliki kekuatan yang melintasi batas etnis, budaya, dan bangsa.”

Sementara itu, Menteri Agama sekaligus Imam Besar Masjid Istiqlal, Nasaruddin Umar, menekankan pentingnya menjadikan Nuzulul Qur’an sebagai refleksi spiritual. Ia menyampaikan, “Peringatan Nuzulul Qur’an menjadi momentum refleksi tentang peran Al-Qur’an dalam kehidupan umat.”

Acara tersebut juga ditandai dengan peluncuran program Wakaf 100.000 Al-Qur’an Iluminasi Tionghoa yang diharapkan dapat menyebarkan cahaya Al-Qur’an ke seluruh Nusantara sebagai simbol harmoni peradaban dan keberagaman Indonesia.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bantah Tudingan Pecah Belah Masyarakat, Tokoh Mananggu Desak Danramil Periksa Babinsa

    Bantah Tudingan Pecah Belah Masyarakat, Tokoh Mananggu Desak Danramil Periksa Babinsa

    • calendar_month Minggu, 4 Okt 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 462
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM – MANANGGU – Sejumlah tokoh masyarakat di Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, dituduh sebagai pemecah belah masyarakat. Hal tersebut ditulis dalam unggahan akun anonim di media sosial Facebook yang memuat sejumlah nama tokoh masyarakat. “Peringatan keras! Hati-hati dengan kelompok ini, Raimon Tulen, Ferdy Bobihu, Hais Hamzah, Noldi Biya, Febriyanto Dunggio,” “Sering melakukan serangan, tuduhan, komentar […]

  • Membunuh ‘tuhan’ dengan Puasa

    Membunuh ‘tuhan’ dengan Puasa

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 163
    • 0Komentar

    Secara tidak sadar, manusia telah merancang ‘tuhan’ di altar persembahannya, memuja ilusi yang lahir dari tangannya sendiri, dan puasa hadir untuk membunuhnya. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah ritual penyucian jiwa yang mendalam. Di balik setiap detik penantian dan keheningan, tersimpan makna esoterik memerangi dan memusnahkan segala bentuk penyembahan terhadap duniawi […]

  • Ada Apa di Balik Pertemuan Prabowo dan Lukashenko? Ternyata Ini Hasilnya

    Ada Apa di Balik Pertemuan Prabowo dan Lukashenko? Ternyata Ini Hasilnya

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 338
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden Republik Belarus Aleksandr Lukashenko di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (2/7/2026), menghasilkan sejumlah kesepakatan strategis yang menandai semakin eratnya hubungan bilateral kedua negara. Dalam pertemuan tersebut, Presiden Lukashenko menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu mitra penting Belarus di kawasan Asia Tenggara. Ia menyebut hubungan kedua negara terus […]

  • Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

    Janji Plasma yang Tertunda: Mengurai Polemik Petani dan Tanggung Jawab Perusahaan di Pohuwato

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Tri Gunawan Sidiki
    • visibility 1.164
    • 0Komentar

    Aksi damai yang dilakukan oleh masyarakat petani plasma desa binaan di wilayah barat Kabupaten Pohuwato bukan sekadar ekspresi kekecewaan, melainkan cermin dari kesabaran panjang yang mulai mencapai batasnya. Di tengah ketidakpastian yang telah berlangsung hampir satu dekade, masyarakat tetap memilih jalan yang bermartabat untuk menyuarakan haknya. Ini adalah bentuk kedewasaan sosial yang patut diapresiasi, sekaligus […]

  • Nu’aiman, Sahabat Nabi Yang Jenaka (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #2)

    Nu’aiman, Sahabat Nabi Yang Jenaka (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #2)

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 432
    • 0Komentar

    Jika Anda periang, suka bercanda, atau kadang sedikit usil, maka kisah Nu’aiman bin Amr bin Rafa’ah menarik untuk anda. Dalam keseharian komunitas Muslim di Madinah pada masa Nabi SAW, ada sahabat yang serius, ada sahabat yang tekun beribadah, dan ada pula yang suka usil. Nu’aiman termasuk yang terakhir: tingkahnya jenaka, sering bercanda, dan mampu membuat […]

  • Jakarta Bukan Indonesia: Menimbang Federalisme dan Otoritas Kharismatik

    Jakarta Bukan Indonesia: Menimbang Federalisme dan Otoritas Kharismatik

    • calendar_month Jumat, 10 Jul 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Perdebatan mengenai bentuk negara tidak pernah benar-benar usai. Ia muncul kembali setiap kali ketimpangan pembangunan melebar, distribusi sumber daya dipersoalkan, atau hubungan pemerintah pusat dan daerah dipenuhi rasa saling curiga. Pertanyaan yang mengemuka bukan lagi sekadar apakah Indonesia harus tetap menjadi negara kesatuan, melainkan apakah pola penyelenggaraannya yang masih menyisakan watak sentralistik masih memadai untuk […]

expand_less