Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Polda Jabar Bongkar Produksi Mie Basah Berformalin di Garut, Satu Tersangka Diamankan

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
  • visibility 221
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Jawa Barat membongkar praktik produksi mie basah yang mengandung bahan tambahan pangan berbahaya di Kabupaten Garut.

Seorang pria berinisial WK ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Hendra Rochmawan, mengatakan pengungkapan berawal dari Laporan Polisi Nomor: LP/A/14/II/2026/SPKT.DITRESKRIMSUS/POLDA JABAR tertanggal 13 Februari 2026.

“Pengungkapan ini dilakukan di sebuah gudang bekas kandang ayam di Kampung Cirorek, Desa Karyamekar, Kecamatan Cilawu, Kabupaten Garut. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan satu orang tersangka berinisial WK,” ujar Hendra, Kamis (19/2/2026).

Menurutnya, tersangka berperan aktif dalam seluruh proses produksi mie basah yang dicampur formalin dan boraks. WK disebut memerintahkan karyawan untuk membuat mie dengan tambahan bahan kimia berbahaya tersebut.

“Tersangka memerintahkan seluruh kegiatan pembuatan mie basah yang mengandung formalin dan boraks kepada karyawan. Ia juga membuat racikan berupa formalin, boraks, PS1000 dan benzoat yang kemudian dicampurkan ke adonan mie,” tegasnya.

Tak hanya memproduksi, WK juga mendistribusikan mie basah tersebut ke sejumlah toko dan jongko di Pasar Ciawitali, Garut. Dari hasil penjualan, tersangka diketahui meraup keuntungan hingga Rp21 juta per bulan.

“Motifnya agar mie basah tahan lama, lebih kenyal dan tidak mudah basi. Padahal boraks dan formalin merupakan bahan kimia industri yang sangat berbahaya bagi kesehatan jika dikonsumsi,” ungkap Hendra.

Ia menjelaskan, konsumsi boraks dan formalin dapat menyebabkan gangguan pencernaan, kerusakan ginjal, hati, saraf, hingga berpotensi memicu kanker jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi menyita sejumlah barang bukti, antara lain satu unit mesin molen, dua mesin pres mie, wajan besar, tong berisi cairan racikan boraks dan formalin, enam karung mie siap edar, serta satu unit mobil pikap Mitsubishi Colt T120SS yang digunakan untuk distribusi.

Saat ini tersangka telah diamankan dan penyidik masih melakukan pendalaman terkait kemungkinan adanya jaringan distribusi yang lebih luas.

Polda Jabar mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dalam membeli produk pangan serta segera melaporkan jika menemukan indikasi peredaran makanan yang diduga mengandung bahan berbahaya.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Nusantara sebagai nafas panjang Peradaban Dunia: Dari Migrasi Purba hingga kemandirian ilmiah

    Nusantara sebagai nafas panjang Peradaban Dunia: Dari Migrasi Purba hingga kemandirian ilmiah

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Zulkifli
    • visibility 378
    • 0Komentar

    Kepulauan Nusantara adalah sebuah ruang geografis dan kultural yang dibentuk oleh sejarah migrasi manusia yang panjang dan berlapis. Keberagaman etnis, bahasa, dan budaya yang kini menghuni Nusantara tidak dapat dipisahkan dari proses pergerakan nenek moyang manusia yang datang dalam beberapa gelombang migrasi besar. Nusantara adalah tempat dengan temuan manusia purba terbanyak di dunia dan menjadi […]

  • Polda Bali Deportasi Buronan Interpol Asal Inggris, Pimpinan Sindikat Narkotika Internasional

    Polda Bali Deportasi Buronan Interpol Asal Inggris, Pimpinan Sindikat Narkotika Internasional

    • calendar_month Selasa, 31 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 270
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Bali – Kepolisian Daerah (Polda) Bali resmi mendeportasi buronan internasional berinisial SL, warga negara Inggris yang diduga sebagai pimpinan sindikat kriminal transnasional. Deportasi dilakukan setelah tersangka ditangkap dalam operasi gabungan bersama Divhubinter Polri dan Imigrasi, Selasa (31/3/2026). Keterangan tersebut disampaikan oleh Kasubid Penmas Polda Bali, Rina Isriana Dewi, mewakili Kabid Humas Polda Bali. Ia […]

  • Skema Ponzi Berkedok Syariah Terkuak, DPR Desak Pemulihan Kerugian Korban DSI

    Skema Ponzi Berkedok Syariah Terkuak, DPR Desak Pemulihan Kerugian Korban DSI

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 251
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Dugaan skema ponzi berkedok syariah dalam pengelolaan investasi peer to peer lending PT Dana Syariah Indonesia (DSI) kian menguat. Komisi III DPR RI menegaskan bahwa penanganan perkara tersebut tidak boleh berhenti pada penetapan tersangka dan proses pemidanaan semata, tetapi harus berorientasi pada pemulihan kerugian para korban. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat […]

  • Kontroversi Abah Aos dan Ujian Akidah Umat di Era Media Sosial

    Kontroversi Abah Aos dan Ujian Akidah Umat di Era Media Sosial

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Nur Shollah Bek
    • visibility 560
    • 0Komentar

    “Menimbang Klaim Spiritual dengan Al-Qur’an, Sunnah, dan Akal Sehat” Nama Syekh Muhammad Abdul Gaos Saefulloh Maslul—yang dikenal luas sebagai Abah Aos—kembali menjadi pusat perhatian publik. Tokoh spiritual Tarekat Qodiriyyah Naqsyabandiyyah (TQN) asal Ciamis, Jawa Barat ini menuai gelombang kritik dari berbagai kalangan umat Islam akibat sejumlah pernyataan yang beredar luas di media sosial dan dinilai […]

  • Bulan Ramadhan, Bulan Penghematan atau Pemborosan?

    Bulan Ramadhan, Bulan Penghematan atau Pemborosan?

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Secara matematis, living cost pada bulan Ramadhan berkurang 30-50% lantaran seharian tidak berurusan dengan meja makan. Faktanya berkata lain, pengeluaran justru berlipat-lipat.  Lihat saja, meja makan saat berbuka penuh sesak dengan berbagai menu. Ada nasi dan lauknya. Lauknya ada yang berkuah, goreng dan bakar. Belum lagi sayurnya. Tak sampai di situ. Ada bubur ayam dan […]

  • Kasus Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Maros Naik ke Penyidikan, Publik Desak Segera Tetapkan Tersangka

    Kasus Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Maros Naik ke Penyidikan, Publik Desak Segera Tetapkan Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 266
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Keputusan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros menaikkan status perkara dugaan tindakan represif oknum anggotanya dari tahap penyelidikan ke penyidikan menuai sorotan tajam dari publik. Meski langkah ini diklaim sebagai bentuk keseriusan institusi, hingga kini belum adanya penetapan tersangka justru memicu kekhawatiran akan adanya upaya perlindungan terhadap pelaku serta pengabaian prinsip Hak […]

expand_less