Nusantara sebagai nafas panjang Peradaban Dunia: Dari Migrasi Purba hingga kemandirian ilmiah
- account_circle Zulkifli
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
- visibility 119
- print Cetak

Zulkifl/Istimewa
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kepulauan Nusantara adalah sebuah ruang geografis dan kultural yang dibentuk oleh sejarah migrasi manusia yang panjang dan berlapis. Keberagaman etnis, bahasa, dan budaya yang kini menghuni Nusantara tidak dapat dipisahkan dari proses pergerakan nenek moyang manusia yang datang dalam beberapa gelombang migrasi besar.
Nusantara adalah tempat dengan temuan manusia purba terbanyak di dunia dan menjadi tempat peleburan semua migrasi-migrasi itu berada di Nusantara. Terutama di wilayah Sulawesi (Wallacea).
Secara geografis, Wallacea tidak pernah sepenuhnya terhubung dengan daratan Asia maupun Australia, bahkan pada masa es. Artinya, siapa pun yang tiba di wilayah ini pada masa purba harus memiliki kemampuan untuk menyeberangi laut. Temuan arkeologis yang dilakukan oleh Budianto Hakim dan para peneliti lainnya menunjukkan bahwa manusia purba telah mencapai kawasan ini jauh lebih awal dari yang pernah diperkirakan. Fakta tersebut meruntuhkan asumsi lama bahwa migrasi manusia berhenti di Jawa karena terhalang laut dalam.
Implikasinya jelas: manusia purba bukan sekadar pejalan darat, melainkan pelaut awal yang telah menguasai teknik navigasi sederhana. Laut bagi mereka bukan penghalang, tetapi penghubung.Penemuan lukisan tertua di dunia yang ada di Sulawesi bukan hanya sebagai kebanggaan nasional, tetapi juga mengubah narasi sejarah di dunia. Nusantara bukan sekadar “wilayah migrasi manusia”, melainkan salah satu pusat awal ekspresi seni dan simbolisme manusia.
- Penulis: Zulkifli

Saat ini belum ada komentar