Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Nusantara sebagai nafas panjang Peradaban Dunia: Dari Migrasi Purba hingga kemandirian ilmiah

  • account_circle Zulkifli
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 373
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ironisnya, kita sebagai negara yang menjadi pusat penelitian dunia tetapi belum memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan penelitian, sehingga kita harus mengirim sampel keluar negri untuk diteliti dan pasti mengeluarkan anggaran yang jauh lebih besar. Ini menjadi tolak ukur bahwa seharusnya kita memiliki alat yang memadai bagi para peneliti.

Mengubah narasi sejarah dunia

Penemuan seni cadas di Sulawesi semakin menegaskan posisi strategis Nusantara dalam sejarah peradaban manusia. Di kawasan Leang Metanduno, Pulau Muna, ditemukan lukisan cap tangan yang diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun. Temuan ini melampaui rekor sebelumnya di kawasan Maros-Pangkep.

Penemuan tersebut bukan hanya soal angka usia. Ia mengubah cara dunia memandang asal-usul seni dan simbolisme manusia. Selama bertahun-tahun, Eropa sering ditempatkan sebagai pusat awal seni prasejarah. Namun, temuan di Sulawesi menunjukkan bahwa kemampuan berpikir simbolik—kemampuan untuk merepresentasikan pengalaman dan makna melalui gambar—telah berkembang di Nusantara pada masa yang sangat tua.

Cap tangan, gambar hewan, dan representasi aktivitas manusia mengindikasikan bahwa manusia purba tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga merefleksikan kehidupannya. Mereka meninggalkan jejak, seolah ingin berbicara kepada generasi yang belum lahir. Di titik inilah Nusantara tampil bukan sekadar sebagai wilayah migrasi, melainkan sebagai salah satu pusat awal ekspresi intelektual manusia.

Antara ” Out Of Afrika ” Dan Tantangan Ilmiah Nusantara

Dalam diskursus evolusi manusia, dan persebaran Hominin, teori Out of Africa masih menjadi landasan utama. Bukti fosil tertua memang ditemukan di Afrika dengan usia sekitar 3,5 juta tahun, sementara temuan tertua di Nusantara berada pada kisaran 1,8–1,5 juta tahun.

Wacana tandingan seperti “Out of Nusantara” tentu menarik secara nasionalisme, tetapi ilmu pengetahuan tidak berdiri di atas kebanggaan, melainkan pada data. Sampai saat ini, belum ada bukti empiris yang mampu menggugurkan dominasi temuan di Afrika. Namun, hal ini bukan berarti teori Out of Africa tidak bisa terbantahkan.

  • Penulis: Zulkifli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Hirarki Pengabdian Gus Dur

    Hirarki Pengabdian Gus Dur

    • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 320
    • 0Komentar

    Peringatan haul KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) kembali menjadi momentum reflektif untuk membaca sosok Gus Dur secara lebih utuh dan jernih. Membaca Gus Dur secara parsial kerap melahirkan kesalahpahaman: ia dianggap liberal, kontroversial, bahkan menyimpang dari arus utama. Padahal, jika ditelusuri secara menyeluruh, pemikiran dan laku hidup Gus Dur justru memperlihatkan konsistensi yang kuat dan […]

  • How Jakarta and Singapore Are Redefining Resilience Amid a Climate Crisis

    How Jakarta and Singapore Are Redefining Resilience Amid a Climate Crisis

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Pramono Pido
    • visibility 365
    • 0Komentar

    A comparative analysis of Jakarta and Singapore reveals distinct limitations in urban resilience. Jakarta contends with pronounced environmental risks and uneven development, whereas Singapore encounters more nuanced challenges related to governance and civil liberties. These cases illustrate that resilience is inherently multidimensional. Physical infrastructure alone is insufficient, and technological efficiency without social trust remains vulnerable. […]

  • Rentenir Tak Dilarang, Asal Tak Memukul: Wajah Baru Hukum Pidana Setelah KUHP 2026

    Rentenir Tak Dilarang, Asal Tak Memukul: Wajah Baru Hukum Pidana Setelah KUHP 2026

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 718
    • 0Komentar

    Di gang sempit permukiman padat penduduk, praktik pinjam-meminjam uang masih berlangsung seperti biasa. Bunga mencekik, tempo singkat, dan penagihan yang membuat jantung berdebar. Bedanya, kini semua itu terjadi di bawah payung hukum pidana yang baru. Sejak 2 Januari 2026, Indonesia resmi meninggalkan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana warisan kolonial. KUHP dan KUHAP versi terbaru mulai berlaku, […]

  • Ketua CMMI Gorontalo: Ketua BKAD Popayato Sampaikan Informasi Hoax Terkait Status Badan Hukum Bumdesma

    Ketua CMMI Gorontalo: Ketua BKAD Popayato Sampaikan Informasi Hoax Terkait Status Badan Hukum Bumdesma

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Ketua Cendekia Muda Muslim Indonesia (CMMI) Provinsi Gorontalo, Amar, menyoroti pernyataan Ketua Badan Kerjasama Antar Desa (BKAD) Kecamatan Popayato yang dinilai telah menyampaikan informasi tidak benar (hoax) dalam Musyawarah Antar Desa (MAD) pada hari ini ,  minggu (19/10/2025). Dalam forum tersebut, Ketua BKAD disebut menyampaikan bahwa Badan Usaha Milik Desa Bersama (Bumdesma) Kecamatan Popayato telah […]

  • Kolaborasi SEMA-HABAR Koter Bersama Puskesmas Jailolo Adakan Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis

    Kolaborasi SEMA-HABAR Koter Bersama Puskesmas Jailolo Adakan Pemeriksaan dan Pengobatan Gratis

    • calendar_month Rabu, 20 Mei 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 313
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maluku Utara – SEMA-HABAR Kota Ternate Bersama Puskesmas Jailolo dan Himpa Pabos Melakukan Pengecekan Dan Pengobatan Gratis Di Desa Payo dan Pateng Kecamatan Jailolo, Halmahera Barat, Rabu 20 Mei 2026. Menurut Riwan Basir, Ketua Sentral Mahasiswa Halmahera Barat (SEMA-HABAR) Kota Ternate, Program Pengobatan Gratis yang di lakukan merupakan tanggung jawab pemerintah dalam Memberikan Kesehatan […]

  • Rahmat Aries Bawa Asta Aksi ke Forum ASEAN

    Rahmat Aries Bawa Asta Aksi ke Forum ASEAN

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 164
    • 0Komentar

    Prestasi membanggakan kembali diraih Kabupaten Luwu Utara. Rahmat Aries, seorang penyandang disabilitas yang menjabat sebagai Perencana Ahli Pertama di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Luwu Utara, terpilih mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi YSEALI Summit 2025 yang berlangsung di Penang, Malaysia. YSEALI (Young Southeast Asian Leaders Initiative) merupakan program kepemimpinan yang digagas oleh Pemerintah Amerika Serikat melalui […]

expand_less