Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Nusantara sebagai nafas panjang Peradaban Dunia: Dari Migrasi Purba hingga kemandirian ilmiah

  • account_circle Zulkifli
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 263
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ironisnya, kita sebagai negara yang menjadi pusat penelitian dunia tetapi belum memiliki fasilitas yang memadai untuk melakukan penelitian, sehingga kita harus mengirim sampel keluar negri untuk diteliti dan pasti mengeluarkan anggaran yang jauh lebih besar. Ini menjadi tolak ukur bahwa seharusnya kita memiliki alat yang memadai bagi para peneliti.

Mengubah narasi sejarah dunia

Penemuan seni cadas di Sulawesi semakin menegaskan posisi strategis Nusantara dalam sejarah peradaban manusia. Di kawasan Leang Metanduno, Pulau Muna, ditemukan lukisan cap tangan yang diperkirakan berusia sekitar 67.800 tahun. Temuan ini melampaui rekor sebelumnya di kawasan Maros-Pangkep.

Penemuan tersebut bukan hanya soal angka usia. Ia mengubah cara dunia memandang asal-usul seni dan simbolisme manusia. Selama bertahun-tahun, Eropa sering ditempatkan sebagai pusat awal seni prasejarah. Namun, temuan di Sulawesi menunjukkan bahwa kemampuan berpikir simbolik—kemampuan untuk merepresentasikan pengalaman dan makna melalui gambar—telah berkembang di Nusantara pada masa yang sangat tua.

Cap tangan, gambar hewan, dan representasi aktivitas manusia mengindikasikan bahwa manusia purba tidak hanya bertahan hidup, tetapi juga merefleksikan kehidupannya. Mereka meninggalkan jejak, seolah ingin berbicara kepada generasi yang belum lahir. Di titik inilah Nusantara tampil bukan sekadar sebagai wilayah migrasi, melainkan sebagai salah satu pusat awal ekspresi intelektual manusia.

Antara ” Out Of Afrika ” Dan Tantangan Ilmiah Nusantara

Dalam diskursus evolusi manusia, dan persebaran Hominin, teori Out of Africa masih menjadi landasan utama. Bukti fosil tertua memang ditemukan di Afrika dengan usia sekitar 3,5 juta tahun, sementara temuan tertua di Nusantara berada pada kisaran 1,8–1,5 juta tahun.

Wacana tandingan seperti “Out of Nusantara” tentu menarik secara nasionalisme, tetapi ilmu pengetahuan tidak berdiri di atas kebanggaan, melainkan pada data. Sampai saat ini, belum ada bukti empiris yang mampu menggugurkan dominasi temuan di Afrika. Namun, hal ini bukan berarti teori Out of Africa tidak bisa terbantahkan.

  • Penulis: Zulkifli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah

    Ketua ISNU Gorontalo: NU Harus Jadi Pemain Utama dalam Ekonomi Syariah

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 116
    • 0Komentar

    Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Gorontalo sekaligus Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG), Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, ST., MT., IPU., ASEAN.Eng, menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) harus menjadi pelaku utama dalam pengembangan ekonomi syariah, bukan hanya menjpesadi penonton. Pernyataan tersebut disampaikan Prof. Eduart saat menjadi narasumber dalam Seminar Manajemen Bisnis bertema “MOU Kementerian Koperasi: […]

  • Negara Untung di Atas Kertas, Rakyat Rugi di Kehidupan Nyata?

    Negara Untung di Atas Kertas, Rakyat Rugi di Kehidupan Nyata?

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle M. Ja'far Ali Reza
    • visibility 243
    • 0Komentar

    Dalam konteks infrastruktur, pola yang sama juga muncul. Banyak proyek berhasil diselesaikan dan dicatat sebagai aset negara. Namun, tidak semuanya langsung memberikan dampak nyata. Ada fasilitas publik yang kurang dimanfaatkan karena tidak sesuai kebutuhan masyarakat, atau infrastruktur yang belum terhubung dengan aktivitas ekonomi secara optimal. Dalam laporan keuangan, proyek tersebut tetap tercatat sebagai capaian. Tetapi […]

  • Ini Profil Anwar Sanjaya yang Disorot MUI: Dari Lulusan Tata Boga hingga Tersandung Konten Erotis di Siaran Ramadan

    Ini Profil Anwar Sanjaya yang Disorot MUI: Dari Lulusan Tata Boga hingga Tersandung Konten Erotis di Siaran Ramadan

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 480
    • 0Komentar

    Adegan Dipersoalkan: Dari Joget Erotis hingga Kekerasan Fisik MUI merinci sejumlah momen yang dianggap bermasalah. Pada 1 Maret 2026 menit 8:56, Anwar disebut melakukan gerakan joget dengan unsur erotis. Keesokan harinya, gerakan serupa kembali muncul dan bahkan dijadikan bahan candaan dalam dialog acara. Tak berhenti di situ, unsur kekerasan fisik juga ditemukan. Dalam salah satu […]

  • Rachmat Gobel Wujudkan Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Nasional

    Rachmat Gobel Wujudkan Hilirisasi dan Ketahanan Pangan Nasional

    • calendar_month Sabtu, 20 Jun 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 96
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Gobel Group dalam usianya yang hampir 70 tahun meneguhkan pengabdiannya untuk memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk petani dan nelayan Indonesia. Perusahaan ini terus tumbuh kuat dan menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem ekonomi negara ini. Komitmen terhadap sektor pertanian ini telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan sejak generasi pendiri. Sejarah mencatat pada tahun […]

  • Warga Bukit Indah Antusias Ikut Workshop Ecobrick Bersama Mahasiswa Unhas photo_camera 3

    Warga Bukit Indah Antusias Ikut Workshop Ecobrick Bersama Mahasiswa Unhas

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 155
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Parepare — Upaya pengurangan sampah plastik di kawasan permukiman mendapat angin segar melalui kegiatan inovatif yang digagas mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 114 Universitas Hasanuddin. Bertempat di Kelurahan Bukit Indah, para mahasiswa menggelar pelatihan pembuatan ecobrick yang dipandu oleh Muh Zulfahmi Malik selaku penanggung jawab program kerja. Kegiatan yang berlangsung penuh partisipasi ini […]

  • Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    Ketika Simbol Diserang: Analisis Sosiologi Politik atas Tuduhan Ijazah Palsu Presiden Jokowi

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Oleh : Mukari – (Dosen Sosiologi Fisipol Undar) Perdebatan sengit tentang kredibilitas ijazah Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah mewarnai ruang publik Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Meskipun beberapa klarifikasi resmi telah diberikan, masalah ini terus muncul, terutama melalui media sosial dan jaringan komunikasi alternatif. Fenomena ini menunjukkan bahwa tuduhan tersebut telah menjadi bagian dari pertarungan […]

expand_less