Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bayangkan Jika Anda Seorang LGBT: Sebuah Eksperimen Imajinasi dan Refleksi Sosial-Religius

  • account_circle Fanridhal Engo
  • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
  • visibility 183
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Bayangkan Jika Anda adalah Seorang Waria atau bagian dari Komunitas LGBT. Ya, saya tahu mungkin terdengar janggal untuk dibayangkan. Namun, saya mengajak Anda sejenak menanggalkan posisi normatif Anda, dan merenungkan situasi ini dengan empati. Apa yang Anda rasakan? Marah, resah, atau merasa didiskriminasi oleh dunia yang tampak semakin modern, namun masih sangat konservatif terhadap keberadaan Anda?

Sekarang bayangkan sebuah dunia di mana manusia menerima seluruh bentuk perbedaan—termasuk orientasi seksual, ekspresi gender, dan kebebasan dalam berpakaian—tanpa mengaitkannya dengan nilai moral tertentu. Lalu muncul pertanyaan: Mengapa sebagian besar masyarakat—meski saya tidak memiliki data yang cukup untuk menggeneralisir—menganggap orientasi seksual non-hetero sebagai penyimpangan?

Mungkin Anda pernah mendengar klaim bahwa kaum seperti Anda “pernah diazab” di masa lampau. Lalu Anda bertanya lagi: Apakah benar mereka—kaum Nabi Luth—dihancurkan karena orientasi seksual?

Mari buka kitab suci Anda. Jika Anda seorang Muslim, silakan rujuk Surah Al-A’raf ayat 80. Di sana disebutkan bahwa kaum tersebut melakukan “fahisyah” (perbuatan keji) yang belum pernah dilakukan oleh umat sebelumnya. Mereka, kata ayat itu, menyalurkan hasrat kepada sesama jenis. Ayat tersebut menyebutnya sebagai tindakan melampaui batas.

Sebagai orang beriman, sebagian akan berkata: kita tidak punya hak untuk mempertanyakan larangan Tuhan. Di sinilah letak akar persoalan: orientasi seksual dianggap tidak semata-mata sebagai pilihan pribadi, tetapi sebagai bentuk pembangkangan terhadap nilai-nilai ilahiah. Maka tak heran, kebencian terhadap LGBT kerap dibingkai sebagai bagian dari “kewajiban iman”.

Namun, mari kita kembali ke dunia imajinatif Anda. Setelah memahami posisi agama, Anda mungkin berpaling kepada hak asasi manusia. Anda membuka pasal pertama Universal Declaration of Human Rights, dan membaca: “Semua manusia dilahirkan merdeka dan memiliki martabat serta hak yang sama. Mereka dikaruniai akal dan hati nurani, dan hendaknya saling memperlakukan dengan semangat persaudaraan.”

  • Penulis: Fanridhal Engo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ayam Masih Mendominasi Populasi Ternak di Indonesia, Tembus 3,92 Miliar Ekor

    Ayam Masih Mendominasi Populasi Ternak di Indonesia, Tembus 3,92 Miliar Ekor

    • calendar_month Senin, 23 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 224
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Indonesia tercatat memiliki populasi hewan ternak yang sangat besar pada 2025. Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan ayam menjadi jenis ternak yang paling mendominasi dengan jumlah mencapai 3,92 miliar ekor. Berdasarkan publikasi yang dirilis melalui platform IndonesiaBaik.id, populasi ayam tersebut mencakup ayam bukan ras (buras) atau ayam kampung, ayam ras pedaging, […]

  • Sejalan dengan Prabowo, DPR Tekankan Reformasi Polri Fokus Bersihkan Internal dan Perkuat Propam

    Sejalan dengan Prabowo, DPR Tekankan Reformasi Polri Fokus Bersihkan Internal dan Perkuat Propam

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 139
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi III DPR RI menegaskan bahwa reformasi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) harus diarahkan pada penguatan pengawasan internal dan perubahan kultur organisasi, bukan sekadar perombakan struktur. Penegasan ini dinilai sejalan dengan arahan Presiden RI Prabowo Subianto yang menuntut Polri menjadi institusi yang bersih, tangguh, dan berpihak pada rakyat kecil. Melalui Panitia Kerja (Panja) Reformasi […]

  • Hari Ibu Nasional: Momentum Memperkuat Solidaritas Perempuan, Bukan Seremonial Belaka

    Hari Ibu Nasional: Momentum Memperkuat Solidaritas Perempuan, Bukan Seremonial Belaka

    • calendar_month Kamis, 26 Des 2024
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 128
    • 0Komentar

    Kabar Perempuan – Setiap tanggal 22 Desember adalah hari bersejarah buat kaum Ibu atau perempuan di Indonesia. Momentum tersebut diperingati setiap tahunnya. Namun sejauh mana pemaknaan orang-orang terhadap peringatan Hari Ibu Nasional 2024? Akankah perempuan sudah berdaya dan seperti apa problem perempuan hari ini? Redaksi mengulas khusus peringatan Hari Ibu Nasional 2024. Peringatan Hari Ibu Nasional […]

  • Lebaran, Jalan Tol, dan Kesepian yang Tak Pernah Kita Akui

    Lebaran, Jalan Tol, dan Kesepian yang Tak Pernah Kita Akui

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 478
    • 2Komentar

    Setiap tahun, menjelang Idulfitri, Indonesia bergerak seperti satu tubuh besar. Jalan-jalan penuh kendaraan, terminal sesak, bandara padat. Orang-orang pulang ke kampung halaman membawa rindu yang sudah lama tertunda. Mudik menjadi ritual yang hampir sakral dalam kehidupan sosial kita. Negara pun terus memperbaiki dirinya untuk menyambut arus besar itu. Jalan tol dibangun semakin panjang, pelabuhan diperluas, […]

  • BIM-MALUT Gelar Aksi di Kantor Pusat PT Harita Group Jakarta, Kecam Pencemaran Cr 6 di Pulau Obi

    BIM-MALUT Gelar Aksi di Kantor Pusat PT Harita Group Jakarta, Kecam Pencemaran Cr 6 di Pulau Obi

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 148
    • 0Komentar

    Aktivis Barisan Intelektual Muda Maluku Utara (BIM-MALUT) menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat PT Harita Group di Jakarta. Aksi ini merupakan bentuk protes keras atas dugaan pencemaran lingkungan oleh perusahaan tambang nikel tersebut di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara, 14 Mei 2025. Dalam orasinya, massa BIM-MALUT mengecam tindakan PT Harita […]

  • Lailatulqadar: Mengapa Harus Malam?

    Lailatulqadar: Mengapa Harus Malam?

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 193
    • 0Komentar

    Hari, bulan dan tahun merupakan siklus hidup manusia yang diukur menurut satuan waktu dengan berdasarkan peredaran bumi, bulan dan matahari. Siklus hari manusia terbagi dalam dua babakan, yaitu malam dan siang. Dalam penciptaan keduanya, begitu sangat istimewa sehingga Allah mengulang-ulang penciptaan malam dan siang sebagai pelajaran bagi orang-orang yang berpikir (QS. 3:190, 11:3, 16:12, 23:80, […]

expand_less