Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Quiet Confidence dan Seni Menjadi Diri Sendiri

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 310
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saya sering memperhatikan ada orang dengan kekuatan pengaruh batin (inner power) yang terasa kuat, meski kehadirannya nyaris tidak mencolok. Mereka tampil bersahaja, sederhana, tidak berisik, tetapi keputusannya berdampak dan sikapnya membekas. Kehadirannya tidak memaksa perhatian, namun justru membuat orang lain memperhatikan. Mereka tidak haus validasi dan tidak mencari sorotan, tetapi pengaruhnya nyata dan bekerja dalam diam.

Orang-orang seperti ini boleh jadi memiliki quiet confidence. Ia adalah kepercayaan diri yang lahir dari kejelasan dan kematangan batin, bukan dari dorongan untuk menonjol atau diakui. Quiet confidence tampak dalam ketenangan bersikap, keberanian mengambil posisi tanpa perlu banyak penjelasan, serta kemampuan mendengar dan merespons secara terukur. Mereka tidak alergi pada kritik dan tidak gelisah ketika diragukan, karena harga dirinya tidak disandarkan pada tepuk tangan atau penilaian luar, melainkan pada pemahaman yang utuh tentang diri dan tanggung jawab yang diemban.

Pada titik tertentu, quiet confidence bertumpu pada ketulusan. Orang yang memilikinya tidak sibuk menutupi kekurangan atau membesar-besarkan kelebihan. Ia berhadapan dengan dirinya sendiri secara jujur. Ketulusan inilah yang membebaskannya dari ketergantungan pada pujian, sekaligus membuat tindakannya lahir dari nilai dan prinsip yang diyakini, bukan dari kebutuhan membangun citra.

Dalam konteks kepemimpinan, ketulusan menjadi inti dari pengaruh yang autentik—pengaruh yang tidak memaksa, tetapi menggerakkan. Karena tidak diliputi pretensi, mereka mampu mengelola situasi dengan tenang, menahan diri ketika perlu, dan hadir tepat pada momen yang relevan. Ketulusan memberi quiet confidence stabilitas: ia tidak mudah goyah oleh tekanan sesaat dan tidak tergoda oleh kemenangan semu.

Orang dengan quiet confidence dapat diibaratkan seperti pelatih sepak bola yang matang secara taktik. Ia memiliki identitas dan filosofi yang jelas sebagai pijakan, tetapi tetap lentur membaca kebutuhan tim. Setiap keputusan dan formasi lahir dari pembacaan situasi yang cermat—kekuatan tim, karakter lawan, dan dinamika pertandingan—bukan dari ego atau hasrat memamerkan kecerdikan. Kadang ia memilih menekan, kadang bertahan, selalu dengan kesadaran bahwa strategi terbaik adalah yang selaras dengan konteks, bukan yang memaksakan kehendak.

Perpindahan antar strategi ini membutuhkan jeda: waktu untuk membaca, menimbang, dan menentukan langkah berikutnya. Jeda inilah yang kerap tampak sebagai diam atau ketenangan, padahal sejatinya adalah bentuk kendali dan kematangan pengelolaan situasi. Seperti pelatih yang paham bahwa kemenangan tidak selalu ditentukan oleh keberanian menabrak, tetapi oleh kesabaran, perhitungan, dan konsistensi menjalankan filosofi yang fleksibel namun berakar.

Karena itu, quiet confidence bukan toxic positivity. Kelemahan dan masalah tetap diakui—bukan untuk dinormalisasi atau dibiarkan, melainkan untuk dibaca dan diolah menjadi strategi yang lebih efektif. Orang dengan quiet confidence tahu kapan bertindak, kapan menahan, dan kapan menunggu. Semua dilakukan bukan demi citra, tetapi demi kapasitas, keberlanjutan, dan tujuan yang lebih panjang.

Penulis adalah Jamaah di Gusdurian, Seorang pecinta kebudayaan lokal di Sulawesi Selatan yang belajar menulis novel secara otodidak. Ia lahir dengan nama Saprillah

 

KLIK DUKUNGAN TIM NULONDALO DENGAN DONASI SEIKHLASNYA

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie
  • Editor: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Korporasi Langit

    Korporasi Langit

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 367
    • 0Komentar

    Ramadhan sering dianggap sebagai bulan spiritual, bulan ibadah, bulan diskon pahala. Namun jika kita meminjam kacamata akuntansi—yang biasanya sibuk menghitung debit, kredit, dan laporan keuangan—Ramadhan sebenarnya menyerupai sebuah perusahaan besar. Bukan perusahaan biasa, melainkan semacam holding company raksasa yang dalam bahasa jenaka bisa kita sebut sebagai “Korporasi Langit.” Dalam korporasi ini, manusia adalah para pemegang […]

  • Breaking News : Prabowo Serukan Perang Terhadap Sampah

    Breaking News : Prabowo Serukan Perang Terhadap Sampah

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 333
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto menyerukan perang terhadap sampah dan meminta seluruh kepala daerah, kementerian, serta lembaga negara untuk serius menangani persoalan lingkungan. Seruan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintahan Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026). Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah. […]

  • Tak Biasa, Gorontalo Gelar Lomba Toilet Terbersih Tiap Bulan

    Tak Biasa, Gorontalo Gelar Lomba Toilet Terbersih Tiap Bulan

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 256
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menghadirkan inovasi unik dalam membangun budaya bersih di lingkungan sekolah, yakni melalui lomba “toilet terbersih” yang digelar setiap bulan. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Gorontalo, Husin Ali, menjelaskan bahwa program ini tidak sekadar menilai kebersihan fisik, tetapi juga menjadi bagian penting dalam pendidikan karakter […]

  • Islam Moderat di Persimpangan Jalan

    Islam Moderat di Persimpangan Jalan

    • calendar_month Senin, 27 Apr 2026
    • account_circle Alam Khaerul Hidayat
    • visibility 289
    • 0Komentar

    Di tengah riuhnya perbincangan tentang agama di ruang publik Indonesia, istilah Islam moderat seolah menemukan momentumnya. Ia hadir sebagai penyeimbang di antara tarikan ekstrem yang kerap mengeras dalam wajah keberagamaan kita di satu sisi konservatisme yang eksklusif, di sisi lain liberalisme yang kadang kehilangan pijakan nilai. Dalam konteks masyarakat yang majemuk, gagasan ini terasa penting, […]

  • Sebuah Prestasi! Satresnarkoba Polres Maros Tangani 48 Perkara Sepanjang 2026

    Sebuah Prestasi! Satresnarkoba Polres Maros Tangani 48 Perkara Sepanjang 2026

    • calendar_month Senin, 6 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 77
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM, MAROS –Komitmen Polres Maros dalam memerangi peredaran narkotika terus dibuktikan melalui berbagai pengungkapan kasus. Dalam kurun waktu kurang dari enam bulan sepanjang tahun 2026, Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Maros berhasil menangani 48 perkara penyalahgunaan narkotika, sekaligus mengungkap jaringan peredaran sabu di wilayah hukumnya. Kasat Resnarkoba Polres Maros mengatakan pihaknya terus mengintensifkan penindakan terhadap pelaku […]

  • Inilah Pengurus Baru Asosiasi Produsen Benih Indonesia Gorontalo

    Inilah Pengurus Baru Asosiasi Produsen Benih Indonesia Gorontalo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Para pelaku usaha perbenihan di Provinsi Gorontalo resmi membentuk dan memilih pengurus baru Asosiasi Produsen Benih Indonesia (Asbenindo). Kegiatan ini dihadiri oleh penangkar, produsen benih, serta pengawas benih tanaman dari berbagai kabupaten/kota. Melalui proses pemilihan yang berlangsung secara aklamasi, terpilih sebagai pengurus baru Ketua: Ervan Baga, Wakil Ketua: Umar Etango, Sekretaris: Hitler Datau, dan Bendahara: […]

expand_less