Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Quiet Confidence dan Seni Menjadi Diri Sendiri

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 328
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saya sering memperhatikan ada orang dengan kekuatan pengaruh batin (inner power) yang terasa kuat, meski kehadirannya nyaris tidak mencolok. Mereka tampil bersahaja, sederhana, tidak berisik, tetapi keputusannya berdampak dan sikapnya membekas. Kehadirannya tidak memaksa perhatian, namun justru membuat orang lain memperhatikan. Mereka tidak haus validasi dan tidak mencari sorotan, tetapi pengaruhnya nyata dan bekerja dalam diam.

Orang-orang seperti ini boleh jadi memiliki quiet confidence. Ia adalah kepercayaan diri yang lahir dari kejelasan dan kematangan batin, bukan dari dorongan untuk menonjol atau diakui. Quiet confidence tampak dalam ketenangan bersikap, keberanian mengambil posisi tanpa perlu banyak penjelasan, serta kemampuan mendengar dan merespons secara terukur. Mereka tidak alergi pada kritik dan tidak gelisah ketika diragukan, karena harga dirinya tidak disandarkan pada tepuk tangan atau penilaian luar, melainkan pada pemahaman yang utuh tentang diri dan tanggung jawab yang diemban.

Pada titik tertentu, quiet confidence bertumpu pada ketulusan. Orang yang memilikinya tidak sibuk menutupi kekurangan atau membesar-besarkan kelebihan. Ia berhadapan dengan dirinya sendiri secara jujur. Ketulusan inilah yang membebaskannya dari ketergantungan pada pujian, sekaligus membuat tindakannya lahir dari nilai dan prinsip yang diyakini, bukan dari kebutuhan membangun citra.

Dalam konteks kepemimpinan, ketulusan menjadi inti dari pengaruh yang autentik—pengaruh yang tidak memaksa, tetapi menggerakkan. Karena tidak diliputi pretensi, mereka mampu mengelola situasi dengan tenang, menahan diri ketika perlu, dan hadir tepat pada momen yang relevan. Ketulusan memberi quiet confidence stabilitas: ia tidak mudah goyah oleh tekanan sesaat dan tidak tergoda oleh kemenangan semu.

Orang dengan quiet confidence dapat diibaratkan seperti pelatih sepak bola yang matang secara taktik. Ia memiliki identitas dan filosofi yang jelas sebagai pijakan, tetapi tetap lentur membaca kebutuhan tim. Setiap keputusan dan formasi lahir dari pembacaan situasi yang cermat—kekuatan tim, karakter lawan, dan dinamika pertandingan—bukan dari ego atau hasrat memamerkan kecerdikan. Kadang ia memilih menekan, kadang bertahan, selalu dengan kesadaran bahwa strategi terbaik adalah yang selaras dengan konteks, bukan yang memaksakan kehendak.

Perpindahan antar strategi ini membutuhkan jeda: waktu untuk membaca, menimbang, dan menentukan langkah berikutnya. Jeda inilah yang kerap tampak sebagai diam atau ketenangan, padahal sejatinya adalah bentuk kendali dan kematangan pengelolaan situasi. Seperti pelatih yang paham bahwa kemenangan tidak selalu ditentukan oleh keberanian menabrak, tetapi oleh kesabaran, perhitungan, dan konsistensi menjalankan filosofi yang fleksibel namun berakar.

Karena itu, quiet confidence bukan toxic positivity. Kelemahan dan masalah tetap diakui—bukan untuk dinormalisasi atau dibiarkan, melainkan untuk dibaca dan diolah menjadi strategi yang lebih efektif. Orang dengan quiet confidence tahu kapan bertindak, kapan menahan, dan kapan menunggu. Semua dilakukan bukan demi citra, tetapi demi kapasitas, keberlanjutan, dan tujuan yang lebih panjang.

Penulis adalah Jamaah di Gusdurian, Seorang pecinta kebudayaan lokal di Sulawesi Selatan yang belajar menulis novel secara otodidak. Ia lahir dengan nama Saprillah

 

KLIK DUKUNGAN TIM NULONDALO DENGAN DONASI SEIKHLASNYA

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie
  • Editor: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kapolda Gorontalo: Kami Siap Melakukan Pengayoman, Perlindungan, dan Penegakan Hukum

    Kapolda Gorontalo: Kami Siap Melakukan Pengayoman, Perlindungan, dan Penegakan Hukum

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    Polda Gorontalo mengeglar upacara Peringatan ke-79 Hari Bhayangkara, Selasa (1/7/2025). Upacara yang dipimpin oleh Kapolda Gorontalo, Irjen Pol. Eko Wahyu Prasetyo turut dihadiri oleh Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail didampingi Ketua TP. PKK Nani Mokodongan bersama jajaran Forkopimda. “Pada hari ini, kami di seluruh penjuru Indonesia menggelar upacara Bhayangkara, mohon doanya agar kami tetap eksis supaya […]

  • Sang Imam Favorit di Musim Ramadhan

    Sang Imam Favorit di Musim Ramadhan

    • calendar_month Jumat, 7 Mar 2025
    • account_circle Dr. Momy Hunowu, M.Si
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Paci Haru tak muda lagi. Penglihatannya sudah mulai kabur (ma pula-pulawuwolo). Volume suaranya tak sekencang dulu (malo poyo’o). Meski usianya sudah sepuh, perannya di Masjid kampung itu setara dengan profesor emeritus di kampus terkenal. Paci Haru selalu berada di depan, memimpin jamaah masjid lintas generasi. Meski hanya alumni TPA Mokadamu, Dia dikukuhkan menjadi imam sejak […]

  • Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural

    Epistemologi dan Ontologi Sadaka: Analisis Historis, Teologis, dan Sosiokultural

    • calendar_month Sabtu, 18 Apr 2026
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 1.270
    • 0Komentar

    Tulisan sederhan ini sebenarnya memenuhi permohonan dari dua sahabat saya, Kyai Asrul Lasapa dan Dr. Funco Tanipu. Tulisan ini bukan saatu-satunya jawaban atas polemik yang lagi viral di media sosial (facebook). Tulisan ini akan mencoba memberikan perspektif historis, teologis dan sosiokultural termasuk sedikit sentuhan antropologis. Jika kita mempelajari budaya Gorontalo, sesungguhnya konstruksi kebudayaan Gorontalo yang […]

  • PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

    PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

    • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 298
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros sepanjang tahun 2025 mencatatkan capaian gemilang. Total PAD yang berhasil dihimpun mencapai Rp329.562.919.533, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang terealisasi sebesar Rp283.056.990.320. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, Muh Ferdiansyah, menyebut capaian tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan PAD Kabupaten Maros, sekaligus melampaui […]

  • HUT-77, Garuda Online Travel Fair Tawarkan Diskon Tiket

    HUT-77, Garuda Online Travel Fair Tawarkan Diskon Tiket

    • calendar_month Jumat, 30 Jan 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 227
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM, Gorontalo – Maskapai penerbangan nasional Garuda Indonesia menggandeng Bank Mandiri sebagai bank partner kembali menggelar Garuda Indonesia Online Travel Fair (GOTF) pertama di tahun 2026 dengan menghadirkan 140 ribu kursi untuk penerbangan domestik dan internasional diskon hingga 65%. Ajang penjualan tiket harga terbaik berbasis digital tersebut dapat diakses oleh masyarakat  mulai 29 Januari s.d […]

  • Pemkab Pohuwato Apresiasi Program Kakao Burung Indonesia

    Pemkab Pohuwato Apresiasi Program Kakao Burung Indonesia

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Sebagai bentuk penjabaran visi misi Bupati dan wakil Bupati terpilih Kabupaten Pohuwato, Pemda Pohuwato meluncurkan Gerbang Pohuwato Siap atau Gerakan Pembangunan Pohuwato Sehat, Hijau, Handal, dan Produktif.di Desa Puncak Jaya Kecamatan Taluditi Kabupaten Pohuwato. Implementasi Pohuwato Hijau diwujudkan dalam rehabilitasi lahan melalui program penanaman MPTS (multi purpose trees species) yakni jenis tanaman multiguna yang memberikan […]

expand_less