Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Quiet Confidence dan Seni Menjadi Diri Sendiri

  • account_circle Pepi Al-Bayqunie
  • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
  • visibility 352
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Saya sering memperhatikan ada orang dengan kekuatan pengaruh batin (inner power) yang terasa kuat, meski kehadirannya nyaris tidak mencolok. Mereka tampil bersahaja, sederhana, tidak berisik, tetapi keputusannya berdampak dan sikapnya membekas. Kehadirannya tidak memaksa perhatian, namun justru membuat orang lain memperhatikan. Mereka tidak haus validasi dan tidak mencari sorotan, tetapi pengaruhnya nyata dan bekerja dalam diam.

Orang-orang seperti ini boleh jadi memiliki quiet confidence. Ia adalah kepercayaan diri yang lahir dari kejelasan dan kematangan batin, bukan dari dorongan untuk menonjol atau diakui. Quiet confidence tampak dalam ketenangan bersikap, keberanian mengambil posisi tanpa perlu banyak penjelasan, serta kemampuan mendengar dan merespons secara terukur. Mereka tidak alergi pada kritik dan tidak gelisah ketika diragukan, karena harga dirinya tidak disandarkan pada tepuk tangan atau penilaian luar, melainkan pada pemahaman yang utuh tentang diri dan tanggung jawab yang diemban.

Pada titik tertentu, quiet confidence bertumpu pada ketulusan. Orang yang memilikinya tidak sibuk menutupi kekurangan atau membesar-besarkan kelebihan. Ia berhadapan dengan dirinya sendiri secara jujur. Ketulusan inilah yang membebaskannya dari ketergantungan pada pujian, sekaligus membuat tindakannya lahir dari nilai dan prinsip yang diyakini, bukan dari kebutuhan membangun citra.

Dalam konteks kepemimpinan, ketulusan menjadi inti dari pengaruh yang autentik—pengaruh yang tidak memaksa, tetapi menggerakkan. Karena tidak diliputi pretensi, mereka mampu mengelola situasi dengan tenang, menahan diri ketika perlu, dan hadir tepat pada momen yang relevan. Ketulusan memberi quiet confidence stabilitas: ia tidak mudah goyah oleh tekanan sesaat dan tidak tergoda oleh kemenangan semu.

Orang dengan quiet confidence dapat diibaratkan seperti pelatih sepak bola yang matang secara taktik. Ia memiliki identitas dan filosofi yang jelas sebagai pijakan, tetapi tetap lentur membaca kebutuhan tim. Setiap keputusan dan formasi lahir dari pembacaan situasi yang cermat—kekuatan tim, karakter lawan, dan dinamika pertandingan—bukan dari ego atau hasrat memamerkan kecerdikan. Kadang ia memilih menekan, kadang bertahan, selalu dengan kesadaran bahwa strategi terbaik adalah yang selaras dengan konteks, bukan yang memaksakan kehendak.

Perpindahan antar strategi ini membutuhkan jeda: waktu untuk membaca, menimbang, dan menentukan langkah berikutnya. Jeda inilah yang kerap tampak sebagai diam atau ketenangan, padahal sejatinya adalah bentuk kendali dan kematangan pengelolaan situasi. Seperti pelatih yang paham bahwa kemenangan tidak selalu ditentukan oleh keberanian menabrak, tetapi oleh kesabaran, perhitungan, dan konsistensi menjalankan filosofi yang fleksibel namun berakar.

Karena itu, quiet confidence bukan toxic positivity. Kelemahan dan masalah tetap diakui—bukan untuk dinormalisasi atau dibiarkan, melainkan untuk dibaca dan diolah menjadi strategi yang lebih efektif. Orang dengan quiet confidence tahu kapan bertindak, kapan menahan, dan kapan menunggu. Semua dilakukan bukan demi citra, tetapi demi kapasitas, keberlanjutan, dan tujuan yang lebih panjang.

Penulis adalah Jamaah di Gusdurian, Seorang pecinta kebudayaan lokal di Sulawesi Selatan yang belajar menulis novel secara otodidak. Ia lahir dengan nama Saprillah

 

KLIK DUKUNGAN TIM NULONDALO DENGAN DONASI SEIKHLASNYA

  • Penulis: Pepi Al-Bayqunie
  • Editor: Pepi Al-Bayqunie

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wawancara Eksklusif: MUI Gorontalo Siap Gelar Musda, Siapa yang Layak Memimpin?

    Wawancara Eksklusif: MUI Gorontalo Siap Gelar Musda, Siapa yang Layak Memimpin?

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Gorontalo akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) dalam waktu dekat. Forum resmi itu akan menetapkan program kerja dan memilih Ketua Umum yang baru. Lantas siapa pengganti KH. Abdurrahman Abubakar Bachmid selaku Ketua Umum MUI Gorontalo yang dinilai layak memimpin organisasi sebagai wadah berhimpun ormas keagamaan Islam dan cendekiawan di Gorontalo […]

  • Menjaga Marwah Ulama, Merawat Khitah NU: Menguji Nalar Hukum atas Laporan terhadap KH Musta’in Syafi’i

    Menjaga Marwah Ulama, Merawat Khitah NU: Menguji Nalar Hukum atas Laporan terhadap KH Musta’in Syafi’i

    • calendar_month Jumat, 28 Agt 2026
    • account_circle Faisal Husuna
    • visibility 294
    • 0Komentar

      Oleh Fathurrahman Marzuki, S.H.,M.H (Advokat/Alumni Pondok Pesantren Madrasatul Quran Tebuireng Jombang Jawa Timur/Ketua Bidang Kerohanian dan Kerukunan Antar Ummat Beragama Dewan Pimpinan Cabang PERADI Makassar) NULONDALO.COM – Laporan yang dilayangkan oleh Gerakan Tabayun Advokasi dan Keadilan (GERTAK) ke Bareskrim Polri terhadap ulama dan akademisi pesantren Tebuireng, KH. Musta’in Syafi’i, terkait materi ceramah menjelang Muktamar […]

  • Akibat Jalan Loloda Utara Rusak: Mobil Anggota DPRD Malut, Nazlatan Terjadi Kecelakaan

    Akibat Jalan Loloda Utara Rusak: Mobil Anggota DPRD Malut, Nazlatan Terjadi Kecelakaan

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 188
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Jalan rusak wilayah loloda Utara mengakibatkan mobil yang tumpangi Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Nazlatan ukhra Kasuba mengalami kecelakaan. Diketahui, Kecelakaan tersebut terjadi Desa Supu, kecamatan Loloda Utara, Maluku Utara, pada tanggal 30 November 2025, pukul 16.25 WIT, namun saat ini mobil telah berhasil di evakuasi pada 18.07 WIT. Dari kejadian ini, terlihat […]

  • Butuhkah Peningkatan SDM di Gorontalo?

    Butuhkah Peningkatan SDM di Gorontalo?

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 162
    • 0Komentar

    Peningkatan Sumber Daya Manusia menjadi isu yang sangat krusial untuk didiskusikan, apalagi peningkatan Sumber Daya Manusia menjadi program unggulan Gubernur Provinsi Gorontalo dengan dalih meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan provinsi Gorontalo, yang menjadi pertanyaannya adalah apakah dengan peningkatan Sumber Daya Manusia yang akan dilakukan melalui program pemberian beasiswa terhadap putra daerah untuk melanjutkan pendidikan ke luar […]

  • Trofeo Silaturahim SSB Barasa Cup I, kelurahan baju bodoa Sukses photo_camera 6

    Trofeo Silaturahim SSB Barasa Cup I, kelurahan baju bodoa Sukses

    • calendar_month Minggu, 21 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Pertandingan Trofeo Silaturahim SSB Barasa 2025 yang diagendakan oleh Lurah Baju Bodoa sukses digelar di Stadion Kassi Kebo, Kecamatan Maros Baru, Kabupaten Maros. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi sekaligus pembinaan sepak bola usia dini yang melibatkan talenta muda lintas daerah. Turnamen berlangsung selama satu hari penuh, mulai dari pagi hingga sore hari, […]

  • Prabowo Bukanlah Gerindra di Gorontalo: Catatan Kritis Pada HUT Gerindra Ke-17

    Prabowo Bukanlah Gerindra di Gorontalo: Catatan Kritis Pada HUT Gerindra Ke-17

    • calendar_month Selasa, 26 Agt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Oleh : Dr. Funco Tanipu., ST., M.A (Dosen Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Gorontalo. Founder The Gorontalo Institute) Memperbincangkan Gerindra adalah juga memperbincangkan Jendral Prabowo Subianto, yang kini menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia yang ke – 8. Perjalanan Prabowo, termasuk Gerindra memang berlika-liku, jatuh bangun, dan “berdarah-darah”. Hingga karena konsistensi serta sikap yang […]

expand_less