Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati di Papua Dirilis untuk Publik

  • account_circle Moloneo Az
  • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
  • visibility 329
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

GORONTALO, NULONDALO.COM – Upaya baru dalam pelestarian alam di Indonesia bagian timur lahir dengan selesainya identifikasi Important Bird and Biodiversity Areas (IBAs) di wilayah Papua.

Melalui kerja sama antara Burung Indonesia dan berbagai mitra strategis, data ini kini dapat diakses oleh publik sebagai alat bantu utama dalam menentukan daerah prioritas pelestarian keanekaragaman hayati di Papua dengan menggunakan burung sebagai indikator utamanya.

“Papua merupakan wilayah yang memiliki kekayaan hayati luar biasa, namun masih menyimpan banyak misteri karena keterbatasan informasi distribusi satwa di masa lalu,” kata Muhammad Meisa, Communication & Institutional Development Manager Burung Indonesia dalam siaran persnya, Jumat (6/3/2026).

Meisa menjelaskan berdasarkan kajian terbaru, Papua menjadi rumah bagi 641 spesies burung, yang 252 spesies di antaranya merupakan endemis pulau Papua dan 75 spesies lainnya adalah endemis Indonesia.

Sayangnya, kekayaan ini menghadapi ancaman nyata dari perburuan yang tidak berkelanjutan, perubahan iklim, serta modifikasi lanskap yang mengakibatkan 14 spesies burung kini terancam punah secara global.

Identifikasi IBA di Papua ini berhasil memetakan 59 lokasi penting dengan luas total mencapai 10.545.269 hektare, atau mencakup 25,58% dari luas total wilayah Papua. Angka ini menjadikan Papua sebagai wilayah dengan jumlah dan luas IBA terbesar di Indonesia, melampaui wilayah-wilayah lainnya.

“Di antara puluhan lokasi tersebut terdapat lima wilayah yang menjadi prioritas utama untuk dieksplorasi lebih lanjut karena signifikansi ekologisnya, yaitu Pulau Waigeo, Pulau Misool, Pulau Biak, Pegunungan Cycloop, dan Wandamen-Wondiboy,” ujar Meisa.

Menurutnya kekuatan utama dari IBA terletak pada standar identifikasinya yang diakui secara global karena menggunakan empat kriteria sains yang konsisten di seluruh dunia. Kriteria pertama (A1) berfokus pada daerah yang memiliki populasi burung yang terancam punah secara global. Kriteria kedua (A2) digunakan untuk mengidentifikasi lokasi yang memiliki populasi burung dengan sebaran terbatas di bawah 50.000 km². Selanjutnya, kriteria ketiga (A3) menekankan pada daerah yang menjadi habitat bagi populasi signifikan dari burung yang hanya hidup di bioma tertentu saja. Terakhir, kriteria keempat (A4) diberikan bagi lokasi yang menampung setidaknya 1% dari total populasi global untuk jenis burung yang hidup dalam koloni atau kelompok besar.

Meisa juga mengungkapkan bahwa sebuah lokasi IBA dapat memenuhi salah satu atau bahkan kombinasi dari keempat kriteria ketat tersebut. Perjalanan identifikasi IBA di Indonesia merupakan proses panjang yang penuh tantangan sumber daya. Konsep ini pertama kali diperkenalkan secara global pada tahun 1989 oleh International Council for Bird Preservation (ICBP) yang kini menjadi BirdLife International.

“Di Indonesia upaya pencarian daerah prioritas ini dimulai pada tahun 1993 yang diawali dari wilayah Jawa dan Bali,” tutur Meisa.

Secara bertahap identifikasi bergerak ke wilayah Sumatra, Kalimantan, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan akhirnya mencapai puncaknya di Papua pada awal tahun 2026. Hingga saat ini, total terdapat 228 IBA yang telah teridentifikasi di luar Papua dengan luas mencapai lebih dari 19 juta hektare.

Kehadiran data IBA Papua melengkapi teka-teki besar pelestarian alam di Indonesia, memastikan bahwa sumber daya yang terbatas dapat dialokasikan secara tepat sasaran ke wilayah-wilayah yang memiliki nilai konservasi tertinggi demi masa depan keanekaragaman hayati Nusantara.

Buku Daerah Penting bagi Burung dan Keanekaragaman Hayati di Papua dapat diunduh di sini:

Important Bird and Biodiversity Areas (IBA) in Papua

  • Penulis: Moloneo Az

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    Dubes RI untuk Filipina Letjen TNI (Purn) Agus Widjojo Meninggal Dunia

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 196
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Republik Indonesia untuk Republik Filipina, Letnan Jenderal TNI (Purn) Agus Widjojo, meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Ahad (8/2/2026) pukul 20.15 WIB. Kabar duka tersebut beredar melalui pesan singkat keluarga. Dalam pesan itu disampaikan, “Innalillahi wainnailaihi rajiun… Telah berpulang ke rahmatullah pada Minggu, 8 […]

  • Viral! Turis Italia Sebut Diancam Dibunuh Setelah Rekam Dugaan Praktik Wisata Hiu Paus di Gorontalo

    Viral! Turis Italia Sebut Diancam Dibunuh Setelah Rekam Dugaan Praktik Wisata Hiu Paus di Gorontalo

    • calendar_month Kamis, 2 Jul 2026
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 892
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Gorontalo – Unggahan seorang turis asal Italia yang menetap di Australia, Agnese Fontana, viral di media sosial setelah mengaku mendapat ancaman pembunuhan usai merekam dugaan praktik wisata hiu paus (whale shark tourism) yang dinilainya tidak etis di Gorontalo. Melalui akun Instagram pribadinya, Agnese menceritakan pengalaman yang dialaminya saat berkunjung ke Gorontalo. Ia mengaku awalnya datang […]

  • LPNU Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Bahas Tantangan Ekonomi Warga NU di Era MEA

    LPNU Gorontalo Gelar Buka Puasa Bersama, Bahas Tantangan Ekonomi Warga NU di Era MEA

    • calendar_month Senin, 10 Jun 2019
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 135
    • 0Komentar

    nulondalo.com – PWNU Provinsi Gorontalo menginstruksikan kepada seluruh badan dan lembaga Nahdlatul Ulama di tingkat provinsi untuk mengisi bulan suci Ramadan dengan berbagai kegiatan keagamaan. Menindaklanjuti instruksi tersebut, Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) Provinsi Gorontalo menggelar kegiatan buka puasa bersama yang dihadiri oleh jajaran pengurus LPNU serta sejumlah badan otonom (Banom) dan lembaga NU lainnya, […]

  • Pemkot Gorontalo Siap Menggelar Festival Green Tumbilote, Berikut Kriteria Lomba yang didanai

    Pemkot Gorontalo Siap Menggelar Festival Green Tumbilote, Berikut Kriteria Lomba yang didanai

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 169
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo akan menggelar Festival Green Tumbilotohe yang akan dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo. Sejumlah lomba pada Festival Green Tumbilotohe tersebut diantaranya lomba Koko’o, Vokalia Religi, Lomba Hamparan lampu antar kecamatan, lomba jalan paling tumbilotohe, Doorprise grebek rumah dan Festival ribuan lampu. Kepada bakukabar.id, Kepala Dinas Pariwitasa, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), […]

  • Pribumisasi: Metode Berpikir Gus Dur

    Pribumisasi: Metode Berpikir Gus Dur

    • calendar_month Jumat, 5 Sep 2025
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 175
    • 0Komentar

    Catatan dari Temu Nasional (TUNAS) Jaringan GUSDURian 2025 Penulis Jamaah GUSDURian tinggal di Sulawesi Selatan yang lahir dengan nama Saprillah) Bagaimana memahami Gus Dur jika kita tak pernah bertemu dengannya? Bagaimana generasi sekarang dapat mendaurulang cara berpikirnya? Warisan Gus Dur sesungguhnya bukan sekedar gagasan, humor, atau praktik terbaik, melainkan metode berpikir yang bisa diterapkan hingga […]

  • Mendesak Penetapan Bencana Nasional Untuk Aceh dan Sumatera

    Mendesak Penetapan Bencana Nasional Untuk Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Turmuji Jafar
    • visibility 431
    • 0Komentar

    Oleh: Turmuji Jafar (Mahasiswa Pascasarjana UAC Mojokerto)   Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Terhitung sejak tanggal 25-30 November 2025, terus mendapatkan bantuan dari berbagai pihak untuk kemanusiaan dan juga pemulihan. Banjir yang terjadi di Aceh dan Sumatera bukan semata-mata karena faktor musim hujan dengan […]

expand_less