Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Forum 17-an GUSDURian Polman Bahas Stoikisme dan Polemik Tarian Yahudi

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
  • visibility 142
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti pelataran rumah Imam Masjid Agung Syuhada, Annangguru Sayyid Ahmad Fadl Almahdaly, pada Senin malam, 28 April 2025. Malam itu, puluhan aktivis dari berbagai latar belakang berkumpul dalam Forum 17-an, sebuah diskusi lintas komunitas yang digagas oleh Komunitas GUSDURian Polman dan jejaringnya, termasuk Lembaga Inspirasi dan Advokasi Rakyat (LIAR) Sulbar, PMII Komisariat Unasman, Tofuzha, serta beberapa organisasi lainnya.

Tema yang diangkat dalam forum kali ini cukup unik dan menggugah pemikiran: Stoikisme dan Polemik Tarian Yahudi. Diskusi ini adalah respons atas kontroversi yang sempat viral di media sosial terkait sebuah tarian yang dikaitkan dengan budaya Yahudi. Polemik tersebut memicu perdebatan. Sebagian orang curiga dan sebagian lagi menyebarkan informasi tersebut tanpa menelaah lebih mendalam.

Sebagai tuan rumah, Annangguru Syyid Ahmad Fadl menyambut peserta dengan keramahan khasnya. Dengan nada bercanda, ia berkata, “Saya berharap kegiatan semacam ini sering dilakukan di sini. Jangan sungkan, karena aturan di rumah saya cuma satu, yaitu tidak ada aturan.” Gurauannya disambut tawa riuh peserta, menambah kehangatan suasana diskusi malam itu.

Dalam forum tersebut, Saprilah, Dewan Pembina GUSDURian Sulampapua, didapuk sebagai pembicara utama. Dengan gaya lugas dan reflektif, ia menguraikan bagaimana Stoikisme mengajarkan seseorang untuk memahami posisinya dalam kehidupan.

“Memahami Stoikisme berarti memahami posisi diri serta tidak mudah mengambil kesimpulan hanya dari satu sudut pandang,” ujar Saprilah.

Kepala Balai Litbang Agama (BLA) Makassar ini juga menyoroti fenomena perkembangan media sosial yang sering kali membuat seseorang menerima informasi secara mentah tanpa mempertimbangkan perspektif lain.  “Stoikisme mengajarkan kita untuk mendisiplinkan pikiran, niat, dan tindakan. Dalam kehidupan, ada hal-hal yang bisa kita kendalikan dan ada pula yang berada di luar kendali kita,” lanjutnya.

Diskusi mengalir dengan membahas berbagai topik, mulai dari toleransi, kemerdekaan berpikir, hingga pentingnya pengetahuan dalam menyikapi berbagai isu sosial. “Toleransi itu omong kosong tanpa pengetahuan,” tegas Saprilah, mengingatkan bahwa sikap terbuka harus disertai pemahaman yang mendalam.

Menjelang akhir acara, ia mengajak peserta untuk meneladani sikap Gus Dur dalam menghadapi persoalan hidup. “Menurut Gus Dur, ada dua jenis masalah di dunia ini. Pertama, masalah yang bisa diselesaikan dan tidak perlu dirisaukan, karena ada solusinya. Kedua, masalah yang tidak bisa diselesaikan dan tidak usah dipikirkan, karena memang tidak ada jalan keluarnya,” ujar Saprillah menirukan ucapan Gus Dur.

Saprillah mengingatkan agar tidak membuang energi untuk mengejar kesempurnaan yang mutlak, karena kesempurnaan hanyalah milik Allah. Manusia hanya dapat berjuang menuju kesempurnaan; sebuah proses yang oleh sebagian orang dianggap sebagai bentuk ideal.

Menutup pemaparannya, ia mengutip pesan sahabat Gus Dur, Almukarram Angregurutta Sanusi Baco: “Kamu tidak akan pernah sempurna, tapi jalan menuju kesempurnaan adalah kesempurnaan itu sendiri.”

Malam itu, di Polewali Mandar, Stoikisme bukan sekadar teori dalam buku filsafat. Ia menjelma menjadi cermin bagi setiap peserta, mengajak mereka merenungkan cara berpikir, bertindak, dan memahami kehidupan dengan sudut pandang yang lebih luas.

  • Penulis: Tim Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tenggeyamo, Sidang Isbat ala Gorontalo menentukan Awal Ramadan dan 1 Syawal

    Tenggeyamo, Sidang Isbat ala Gorontalo menentukan Awal Ramadan dan 1 Syawal

    • calendar_month Rabu, 5 Mar 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Tradisi Tenggeyamo diketahui ada sejak zaman kesultanan Gorontalo dan hingga kini masih digelar setiap tahun. Sebelum penetapan, biasanya agenda diawali dengan ceramah tentang asal-muasal bulan Ramadan sambil menunggu hasil sidang isbat dari pemerintah dalam menentukan awal Ramadan dan 1 Syawal. Gelaran Tanggeyamo biasanya dilakukan di rumah adat atau di rumah dinas kepala daerah di Gorontalo. […]

  • Saldo Akhir

    Saldo Akhir

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Setelah Ramadhan berlalu dan gema takbir Idul Fitri mulai mereda, kita seperti akuntan yang baru saja menutup buku besar tahunan: lega, tapi juga sedikit was-was. Lega karena “laporan ibadah” sudah disusun sebulan penuh, was-was karena pertanyaan klasik muncul: ini saldo akhirnya bagaimana? Dalam dunia akuntansi, saldo akhir bukan sekadar angka. Ia adalah hasil dari seluruh […]

  • Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Berhasil Catatkan Akreditasi Unggul

    Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Berhasil Catatkan Akreditasi Unggul

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 133
    • 0Komentar

    GORONTALO – Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat UNG berhasil mencatatkan pencapaian gemilang, dengan memperoleh status akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kesehatan (LAM-PTKes). Pencapaian ini diperoleh setelah melalui serangkaian proses penilaian yang ketat dan komprehensif yang dilakukan beberapa waktu lalu. Berdasarkan penilaian LAM-PTKes, prodi magister kesehatan masyarakat layak menyandang status akreditasi prodi unggul dengan nilai […]

  • Di Tengah Kasus OTT Kuansing, Menhut Buka Suara soal Amplop yang Ditinggalkan Bupati

    Di Tengah Kasus OTT Kuansing, Menhut Buka Suara soal Amplop yang Ditinggalkan Bupati

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni akhirnya buka suara terkait kasus Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang menjerat Bupati Kuantan Singingi (Kuansing). Di tengah proses penyidikan yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Menhut mengungkap adanya sebuah amplop yang ditinggalkan sang bupati usai melakukan audiensi di Kementerian Kehutanan. Raja Juli Antoni menegaskan dukungan penuhnya terhadap langkah […]

  • Bentrokan Demonstran Pro-Iran dan Aparat Pecah di Karachi, Puluhan Tewas dan Terluka

    Bentrokan Demonstran Pro-Iran dan Aparat Pecah di Karachi, Puluhan Tewas dan Terluka

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 212
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Bentrokan antara demonstran anti-Amerika Serikat dan pasukan keamanan pecah di Karachi, Pakistan, menyusul kabar dugaan serangan AS yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Aksi massa yang awalnya berupa unjuk rasa solidaritas terhadap Iran berubah ricuh ketika aparat berupaya membubarkan kerumunan. Rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan polisi antihuru-hara menembakkan gas […]

  • Tempat Kemarin, Kedai Baru Favorit Mahasiswa dan Aktivis di Pusat Kota Gorontalo Play Button photo_camera 4

    Tempat Kemarin, Kedai Baru Favorit Mahasiswa dan Aktivis di Pusat Kota Gorontalo

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 286
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Sebuah kedai kopi baru bernama Tempat Kemarin perlahan menjelma menjadi ruang favorit anak muda lintas generasi di Kota Gorontalo. Mulai dari mahasiswa, aktivis, hingga warga umum, kedai ini ramai dikunjungi terutama pada sore hingga malam hari. Terletak di Jalan Samratulangi, Kelurahan Limba U-1, Kecamatan Kota Selatan, posisi kedai ini terbilang sangat strategis. Di […]

expand_less