Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Di Balik Konflik PBNU, Ada Perbedaan Karakter dan Paradigma

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 321
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Konflik internal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dalam beberapa bulan terakhir menjadi perhatian publik. Polemik yang menyeret nama sejumlah elite NU itu memunculkan berbagai spekulasi, mulai dari isu perebutan pengaruh, pengelolaan tambang, hingga kepentingan politik menjelang Muktamar NU.

Di media sosial, konflik tersebut bahkan berkembang menjadi perdebatan panjang yang memunculkan kesan bahwa NU tengah mengalami perpecahan serius di tingkat elite. Sebagian publik menilai konflik itu dipicu kepentingan ekonomi terkait tambang, sementara sebagian lain melihat adanya tarik-menarik kepentingan politik di tubuh organisasi Islam terbesar di Indonesia tersebut.

Namun, Ketua PBNU Savic Ali menilai akar persoalan yang terjadi sebenarnya jauh lebih kompleks daripada sekadar urusan tambang.

Dalam podcast GASPOL Kompas.com yang tayang Jumat (22/5/2026), Savic menyebut konflik di tubuh PBNU lebih banyak dipengaruhi oleh perbedaan karakter, pola komunikasi, dan paradigma kepemimpinan antar elite organisasi.

“Saya kira bukan tambang akar utamanya. Ada faktor tambang, iya, tapi bukan itu sumber utamanya,” ujar Savic.

Menurutnya, publik terlalu cepat menyimpulkan bahwa seluruh konflik yang terjadi di PBNU hanya berkaitan dengan pengelolaan tambang. Padahal, di balik itu terdapat dinamika organisasi yang jauh lebih rumit.

Perbedaan Gaya Kepemimpinan

Savic menjelaskan bahwa salah satu faktor yang memicu ketegangan adalah perbedaan karakter antara Rais Aam dan Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.

Ia menggambarkan Gus Yahya sebagai sosok yang memiliki gaya kepemimpinan delegatif. Banyak pekerjaan organisasi dipercayakan kepada pengurus tertentu tanpa terlalu banyak campur tangan secara teknis.

“Gus Yahya itu tipe orang yang mudah mempercayakan pekerjaan kepada orang lain,” katanya.

Menurut Savic, pola seperti itu terlihat dalam banyak program PBNU, termasuk urusan pengelolaan tambang yang lebih banyak diserahkan kepada pihak tertentu di internal organisasi.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menjaga Kemudi di Tengah Ketidakpastian: Optimisme dan Realitas Ketahanan Ekonomi Indonesia

    Menjaga Kemudi di Tengah Ketidakpastian: Optimisme dan Realitas Ketahanan Ekonomi Indonesia

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Zulia Rahmawati
    • visibility 310
    • 0Komentar

    Di tengah kondisi ekonomi global yang kian sulit diprediksi, pernyataan Menteri Keuangan mengenai kondisi APBN yang sehat dan kuat membawa angin segar sekaligus tanggung jawab besar bagi seluruh pemangku kepentingan ekonomi. Berita utama Kementerian Keuangan baru-baru ini menegaskan bahwa ,Indonesia memiliki bantalan fiskal yang cukup untuk meredam guncangan eksternal. Namun, di balik optimisme tersebut, terdapat […]

  • Tuntaskan Amanah, Mahasantri Semester Akhir Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Sidang LPJ Santri Dakwah

    Tuntaskan Amanah, Mahasantri Semester Akhir Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin Gelar Sidang LPJ Santri Dakwah

    • calendar_month Sabtu, 9 Mei 2026
    • account_circle Asep Alfarizi
    • visibility 182
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Jakarta – Mahasantri semester akhir Pondok Pesantren Pondok Pesantren Khatamun Nabiyyin resmi menggelar Sidang Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) Tabligh atau Santri Dakwah Khatamun Nabiyyin (SDKN), Rabu (07/05/2026). Sidang tersebut menjadi puncak dari rangkaian pengabdian dakwah yang sebelumnya dijalankan di berbagai wilayah Indonesia. Berbekal keilmuan dan semangat pengabdian, para mahasantri telah menuntaskan program tabligh di delapan […]

  • Fatimah bin al-Khattab: Pembuka Jalan Iman Umar bin Al-Khattab. (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #18)

    Fatimah bin al-Khattab: Pembuka Jalan Iman Umar bin Al-Khattab. (Kisah Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #18)

    • calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 392
    • 0Komentar

    Tentu kita semua mengenal Umar bin al-Khattab. Sosok penting dalam sejarah Islam. Sahabat pemberani yang dikenal tegas, bahkan keras. Ia juga orang yang istimewa karena mendapatkan hidayah Islam melalui jalur doa Nabi. Namun jalan Umar menuju Islam tidak dimulai dari pertemuan langsung dengan Rasulullah. Jalan itu justru melewati rumah sederhana milik adik perempuannya sendiri: Fatimah […]

  • Polres maros berhasil ungkap Peredaran Cairan Sintetis,84 Botol Cairan Sintetis dan 8 Tersangka Diamankan

    Polres maros berhasil ungkap Peredaran Cairan Sintetis,84 Botol Cairan Sintetis dan 8 Tersangka Diamankan

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 88
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM–MAROS – Jejak peredaran narkotika jenis cairan sintetis di wilayah Maros hingga Kota Makassar berhasil dibongkar jajaran Polres Maros. Dalam kurun waktu 1 hingga 14 Agustus 2026, Satuan Reserse Narkoba Polres Maros mengungkap 6 perkara narkotika dan mengamankan 8 orang tersangka. Pengungkapan  tersebut disampaikan Kapolres Maros AKBP Devi Sujana, S.H., S.I.K., M.H., saat menggelar konferensi […]

  • Spirit Qurban: Manifestasi Iman dan Solidaritas Kemanusiaan

    Spirit Qurban: Manifestasi Iman dan Solidaritas Kemanusiaan

    • calendar_month Minggu, 10 Mei 2026
    • account_circle Amsar A. Dulmanan
    • visibility 261
    • 0Komentar

    Ibadah qurban merupakan  simbol spiritual paling mendalam pada tradisi Islam. Qurban tidak sekadar ritual penyembelihan hewan pada momentum Idul Adha, melainkan representasi perjalanan batin manusia dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat relasi kemanusiaan. Dalam tindakan qurban terkandung pesan pengorbanan, keikhlasan, ketundukan, dan solidaritas sosial yang melampaui makna formal ibadah. Di tengah kehidupan modern […]

  • Mendesak Penetapan Bencana Nasional Untuk Aceh dan Sumatera

    Mendesak Penetapan Bencana Nasional Untuk Aceh dan Sumatera

    • calendar_month Senin, 29 Des 2025
    • account_circle Turmuji Jafar
    • visibility 450
    • 0Komentar

    Oleh: Turmuji Jafar (Mahasiswa Pascasarjana UAC Mojokerto)   Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di tiga provinsi: Aceh, Sumatera Utara dan Sumatera Barat. Terhitung sejak tanggal 25-30 November 2025, terus mendapatkan bantuan dari berbagai pihak untuk kemanusiaan dan juga pemulihan. Banjir yang terjadi di Aceh dan Sumatera bukan semata-mata karena faktor musim hujan dengan […]

expand_less