Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Di Balik Konflik PBNU, Ada Perbedaan Karakter dan Paradigma

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 323
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Karakter kepemimpinan semacam itu, kata dia, berbeda dengan sebagian elite NU generasi sebelumnya yang lebih terbiasa dengan pola kepemimpinan sentralistik dan komunikasi yang intens.

Perbedaan cara memandang organisasi inilah yang perlahan memunculkan ketegangan.

“Perbedaan perspektif, cara pandang, dan karakter itu memang sudah terasa,” ujarnya.

Savic bahkan mengaku sejak awal sudah melihat adanya potensi konflik akibat perbedaan karakter tersebut.

Tambang Hanya Salah Satu Faktor

Polemik mengenai tambang NU memang menjadi salah satu isu yang paling ramai dibicarakan publik. Banyak pihak menilai konflik di tubuh PBNU dipicu perebutan kendali atas pengelolaan tambang yang belakangan menjadi perhatian pemerintah.

Namun Savic membantah anggapan itu.

Ia mengakui ada pihak-pihak yang ingin terlibat menjadi mitra dalam pengelolaan tambang NU. Tetapi menurutnya, persoalan tersebut bukan faktor utama yang menyebabkan konflik membesar.

“Sebagian besar keliru kalau menganggap sumbernya tambang,” katanya.

Savic menyebut pengelolaan tambang di internal PBNU justru hanya diketahui oleh segelintir orang tertentu. Karena itu, menurut dia, tidak semua pengurus memahami detail persoalan tambang yang ramai dibicarakan publik.

Di sisi lain, isu tambang akhirnya berkembang menjadi simbol dari perebutan pengaruh di sekitar elite organisasi.

NU dan Banyaknya Klaster Internal

Sebagai organisasi besar yang telah berdiri lebih dari satu abad, NU memiliki latar belakang kader yang sangat beragam. Ada kader yang berasal dari pesantren murni, akademisi kampus, aktivis PMII, Ansor, birokrat, hingga politisi.

Keragaman itu, menurut Savic, menciptakan banyak “klaster” di tubuh NU.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Dufa-Dufa Boikot Jalan, Desak KM Queen Mary Kembali Berlabuh di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II

    Warga Dufa-Dufa Boikot Jalan, Desak KM Queen Mary Kembali Berlabuh di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle Asril R Mahmud
    • visibility 284
    • 0Komentar

    Ternate – Menjelang bulan suci Ramadan, warga Kelurahan Dufa-Dufa menggelar aksi pemboikotan akses jalan utama, Kamis 26 Februari 2026. Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap polemik perubahan rute dan lokasi sandar kapal di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II. Aksi berlangsung dengan pemblokiran sejumlah ruas jalan utama di wilayah Dufa-Dufa. Massa aksi menuntut agar KM […]

  • KPA Kutuk Aksi Brutal Perusahaan MEG Serang Warga Rempang

    KPA Kutuk Aksi Brutal Perusahaan MEG Serang Warga Rempang

    • calendar_month Sabtu, 4 Jan 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 152
    • 0Komentar

    Konsorsium Pembaharuan Agraria (KPA) mengutuk keras aksi penyerangan warga Rempang oleh PT Makmur Elok Graha (MEG), pada Rabu (18/12/2024) sekitar pukul 00.50 WIB. Penyerangan oleh PT MEG buntut penolakan Proyek Strategis Nasional (PSN) oleh warga Rempang. “Aksi penyerangan kepada warga sedikitnya membuat delapan orang warga menjadi korban penembakan dan penganiayaan. Korban diantaranya mengalami luka sobek […]

  • Lawan Perampasan Lahan, Warga Maba Sangaji Hadang Alat Berat Industri Tambang PT Position

    Lawan Perampasan Lahan, Warga Maba Sangaji Hadang Alat Berat Industri Tambang PT Position

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 149
    • 0Komentar

    Sejumlah warga Desa Maba Sangaji, Halmahera Timur, Maluku Utara, yang juga merupakan pemilik sah lahan adat, melakukan aksi boikot terhadap aktivitas penambangan oleh PT Position pada 18 April 2025. Aksi ini dilakukan warga dengan mendatangi langsung lokasi penambangan di hutan adat Maba Sangaji sebagai bentuk perlawanan atas penyerobotan dan penggusuran lahan yang dinilai dilakukan secara […]

  • Kolaborasi Peneliti, Warga Pesisir, dan Pemerintah Pulihkan Terumbu Karang Botutonuo

    Kolaborasi Peneliti, Warga Pesisir, dan Pemerintah Pulihkan Terumbu Karang Botutonuo

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 176
    • 0Komentar

    Kerusakan terumbu karang menjadi ancaman nyata bagi ekosistem laut, Salah satunya di dasar laut yang berada di Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo. Barrier Reef (karang penghalang) yang berada disana sudah menjadi patahan karang mati yang kehilangan fungsinya sebagai rumah bagi ribuan biota laut. Kerusakan ini akibat aktivitas manusia, pencemaran, dan perubahan […]

  • Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan dalam Reses Muhammad Dzikyan di Boalemo

    Proyek Sekolah Rakyat Jadi Sorotan dalam Reses Muhammad Dzikyan di Boalemo

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Proyek pembangunan Sekolah Rakyat berskala provinsi dengan nilai anggaran sekitar Rp134 miliar menjadi salah satu sorotan utama masyarakat dalam kegiatan reses Anggota DPRD Provinsi Gorontalo Daerah Pemilihan Pohuwato–Boalemo, Muhammad Dzikyan, di Desa Bongo Dua, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Boalemo, Jumat (6/2/2026). Dalam dialog bersama warga, sejumlah masyarakat mempertanyakan dampak langsung pembangunan tersebut terhadap perekonomian […]

  • Benarkah Surat Garapan Tanah di Boribellayya Maros Dipatok Rp10 Juta?

    Benarkah Surat Garapan Tanah di Boribellayya Maros Dipatok Rp10 Juta?

    • calendar_month Minggu, 20 Sep 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 55
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Dugaan adanya biaya hingga Rp10 juta dalam pengurusan surat garapan tanah di Kelurahan Boribellayya, Kecamatan Turikale, Kabupaten Maros, menjadi perhatian dan memunculkan pertanyaan di tengah masyarakat. Informasi tersebut mencuat setelah seorang warga berinisial HZ mengaku mengetahui adanya biaya pembuatan surat garapan yang disebut mencapai Rp10 juta. “10 juta, mau lokasi luas, mau […]

expand_less