Breaking News
light_mode
Trending Tags

Di Balik Konflik PBNU, Ada Perbedaan Karakter dan Paradigma

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month Sabtu, 23 Mei 2026
  • visibility 185
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ia enggan menyebutnya sebagai kubu karena tidak semuanya berada dalam posisi saling bermusuhan. Namun perbedaan pengalaman dan latar kaderisasi membuat cara pandang tiap kelompok menjadi berbeda.

“Perspektifnya beda, paradigmanya beda, prioritasnya juga berbeda,” ujarnya.

Savic mencontohkan bahwa bahkan di kalangan kader Ansor saja terdapat perbedaan karakter antar generasi. Belum lagi perbedaan antara kader yang tumbuh di lingkungan pesantren dengan mereka yang lebih banyak berproses di dunia kampus atau politik praktis.

Kondisi itu membuat dinamika di tubuh NU menjadi sangat kompleks.

“NU ini besar sekali. Pengurusnya banyak sekali. Jadi wajar kalau ada banyak kelompok dan pandangan,” katanya.

Bayang-Bayang Politik dan PKB

Konflik PBNU juga tidak bisa dilepaskan dari relasi NU dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan PBNU era Gus Yahya dengan PKB disebut mengalami dinamika yang cukup sensitif.

Savic menjelaskan bahwa Gus Yahya berupaya menjaga jarak organisasi NU dengan partai politik, termasuk PKB. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menjalankan semangat khittah NU agar organisasi tetap memiliki posisi yang otonom.

“NU harus mengambil jarak yang sama dengan partai politik,” katanya.

Namun langkah itu memunculkan ketidaknyamanan di sebagian kalangan karena PKB selama ini dianggap sebagai saluran politik utama warga NU.

Meski begitu, Savic menegaskan bahwa PBNU tidak memiliki kepentingan untuk melemahkan PKB.

“PKB tetap saluran politik utama warga NU,” ujarnya.

Ia menilai hubungan NU dan PKB tetap memiliki kedekatan historis yang tidak bisa dipisahkan. Tetapi di sisi lain, NU juga harus menjaga independensinya sebagai organisasi keagamaan dan sosial.

Menuju Muktamar NU

Di tengah konflik yang terjadi, PBNU kini bersiap menghadapi muktamar yang dijadwalkan berlangsung Agustus mendatang. Muktamar tersebut diperkirakan menjadi momentum penting yang akan menentukan arah organisasi ke depan.

Savic mengungkapkan bahwa kepanitiaan muktamar sudah disahkan, termasuk penunjukan Gus Ipul sebagai ketua panitia. Meski demikian, ia mengaku memiliki keberatan terhadap rangkap jabatan pengurus organisasi dengan posisi pemerintahan.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Maros Konsisten 9 Tahun, Duta Anti Narkoba 2025 Resmi Dinobatkan

    Maros Konsisten 9 Tahun, Duta Anti Narkoba 2025 Resmi Dinobatkan

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Grand Final Pemilihan Duta Anti Narkoba Kabupaten Maros 2025 sukses digelar di Gedung Serbaguna Pemerintah Kabupaten Maros, Sabtu (13/12/2025). Ajang bergengsi ini dibuka langsung oleh Wakil Bupati Maros, Andi Muetazim Mansyur, dan berlangsung meriah sejak pukul 14.00 Wita hingga 23.00 Wita. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi Gerakan Nasional Anti Narkotika (Granat) Maros, Ikatan […]

  • Mengapa Saya Menjagokan Brazil dan Portugal Sebagai Juara Piala Dunia 2026

    Mengapa Saya Menjagokan Brazil dan Portugal Sebagai Juara Piala Dunia 2026

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 87
    • 0Komentar

    Memprediksi juara Piala Dunia bukan sesuatu yang mudah dan beresiko, tentu saja. Sepak bola terlalu kaya dengan kejutan untuk dipastikan hasil akhirnya. Beresiko karena beberapa tim sepakbola telah memiliki penggemar fanatik yang siap menolak prediksi yang tidak memperhitungkan timnya. Saat ini, saya sedang mengembangkan satu metode yang saya sebut matematika sosial. Saya sudah menulisnya di web BDK […]

  • Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR, Sanksi Pidana Mengintai Oknum Jaksa

    Kasus Amsal Sitepu Disorot DPR, Sanksi Pidana Mengintai Oknum Jaksa

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 214
    • 0Komentar

    “Komisi III DPR RI meminta Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan untuk melakukan evaluasi menyeluruh dan menyampaikan laporan tertulis dalam waktu satu bulan,” ujarnya. DPR juga menyoroti dugaan intimidasi yang dialami Amsal Sitepu selama proses hukum berlangsung. Aparat penegak hukum diminta mengusut tuntas dugaan tersebut. “Komisi III DPR RI meminta aparat penegak hukum melakukan pengusutan secara […]

  • Cegah Praktik Mafia Peradilan di Maluku Utara, HAM & Associates Laporkan Hakim Nakal Ke KY dan MA RI

    Cegah Praktik Mafia Peradilan di Maluku Utara, HAM & Associates Laporkan Hakim Nakal Ke KY dan MA RI

    • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Kantor Hukum HAM & Associates secara resmi laporkan oknum Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sanana yang mengeluarkan Putusan Perdata Nomor 3/Pdt.G/2024/PN.Snn ke Komisi Yudisial (KY) dan Mahkamah Agung (MA) RI, atas dugaan pelanggaran Kode Etik dan Pedoman Perilaku Hakim. Laporan tertanggal 29 April 2025 tersebut dilayangkan pada hari, Jum’at (16/05/2025), dengan harapan agar oknum Hakim […]

  • Jokowi Yang Sedang Turun Kelas? (Refleksi tentang Kekuasaan, Politik, dan Kematangan Demokrasi Kita)

    Jokowi Yang Sedang Turun Kelas? (Refleksi tentang Kekuasaan, Politik, dan Kematangan Demokrasi Kita)

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 137
    • 0Komentar

    Ini bukan tentang siapa yang benar atau siapa yang salah. Bukan tentang siapa yang patut dibela atau digugat. Tulisan ini tidak berdiri di satu pihak, tidak pula hadir untuk menyokong atau menjatuhkan. Yang ingin disorot di sini adalah sebuah peristiwa politik yang mengandung makna lebih dalam: mantan Presiden Jokowi menggugat pihak-pihak yang menuduh ijazahnya palsu. […]

  • Firman Soebagyo Usulkan Konsep Baru Swasembada Pangan, Anggaran Cetak Sawah Dialihkan untuk Beli Lahan Produktif

    Firman Soebagyo Usulkan Konsep Baru Swasembada Pangan, Anggaran Cetak Sawah Dialihkan untuk Beli Lahan Produktif

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Anggota Komisi IV DPR RI, Firman Soebagyo, mengusulkan konsep baru dalam upaya mewujudkan swasembada pangan nasional. Usulan tersebut muncul setelah ia mencermati pernyataan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, terkait masifnya alih fungsi lahan sawah di Indonesia. Firman menyoroti data Kementerian ATR/BPN yang mencatat alih fungsi lahan pertanian mencapai […]

expand_less