Breaking News
light_mode
Trending Tags

Di Balik Konflik PBNU, Ada Perbedaan Karakter dan Paradigma

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 54
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ia enggan menyebutnya sebagai kubu karena tidak semuanya berada dalam posisi saling bermusuhan. Namun perbedaan pengalaman dan latar kaderisasi membuat cara pandang tiap kelompok menjadi berbeda.

“Perspektifnya beda, paradigmanya beda, prioritasnya juga berbeda,” ujarnya.

Savic mencontohkan bahwa bahkan di kalangan kader Ansor saja terdapat perbedaan karakter antar generasi. Belum lagi perbedaan antara kader yang tumbuh di lingkungan pesantren dengan mereka yang lebih banyak berproses di dunia kampus atau politik praktis.

Kondisi itu membuat dinamika di tubuh NU menjadi sangat kompleks.

“NU ini besar sekali. Pengurusnya banyak sekali. Jadi wajar kalau ada banyak kelompok dan pandangan,” katanya.

Bayang-Bayang Politik dan PKB

Konflik PBNU juga tidak bisa dilepaskan dari relasi NU dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan PBNU era Gus Yahya dengan PKB disebut mengalami dinamika yang cukup sensitif.

Savic menjelaskan bahwa Gus Yahya berupaya menjaga jarak organisasi NU dengan partai politik, termasuk PKB. Langkah tersebut disebut sebagai bagian dari upaya menjalankan semangat khittah NU agar organisasi tetap memiliki posisi yang otonom.

“NU harus mengambil jarak yang sama dengan partai politik,” katanya.

Namun langkah itu memunculkan ketidaknyamanan di sebagian kalangan karena PKB selama ini dianggap sebagai saluran politik utama warga NU.

Meski begitu, Savic menegaskan bahwa PBNU tidak memiliki kepentingan untuk melemahkan PKB.

“PKB tetap saluran politik utama warga NU,” ujarnya.

Ia menilai hubungan NU dan PKB tetap memiliki kedekatan historis yang tidak bisa dipisahkan. Tetapi di sisi lain, NU juga harus menjaga independensinya sebagai organisasi keagamaan dan sosial.

Menuju Muktamar NU

Di tengah konflik yang terjadi, PBNU kini bersiap menghadapi muktamar yang dijadwalkan berlangsung Agustus mendatang. Muktamar tersebut diperkirakan menjadi momentum penting yang akan menentukan arah organisasi ke depan.

Savic mengungkapkan bahwa kepanitiaan muktamar sudah disahkan, termasuk penunjukan Gus Ipul sebagai ketua panitia. Meski demikian, ia mengaku memiliki keberatan terhadap rangkap jabatan pengurus organisasi dengan posisi pemerintahan.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Takjil Transparan, Anggaran Samar

    Takjil Transparan, Anggaran Samar

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 187
    • 0Komentar

    Sebagai akademisi akuntansi, saya sering bercanda kepada mahasiswa: “Neraca itu seperti timbangan amal. Kalau berat sebelah, berarti ada yang perlu diperbaiki.” Mereka tertawa, tapi saya tahu mereka paham. Dalam setiap transaksi ada nilai moral. Setiap rupiah yang keluar adalah keputusan etis. Di bulan suci ini, mungkin kita perlu membuat laporan keuangan versi batin: berapa banyak […]

  • Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 114
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hasil sidang isbat yang digelar Selasa sore, 17 Februari 2026, di Jakarta. Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa penetapan dilakukan setelah menerima laporan tim pemantauan hilal (rukyatul hilal) dari 96 titik […]

  • Ketika Anggaran Mengendap: Mengungkap Fenomena Idle Cash dalam APBN Indonesia

    Ketika Anggaran Mengendap: Mengungkap Fenomena Idle Cash dalam APBN Indonesia

    • calendar_month Kamis, 30 Apr 2026
    • account_circle Dinda Rahma Filah
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Di sini, masalahnya bukan hanya soal angka, tapi juga transparansi. Informasi tentang penggunaan SAL tidak selalu mudah diakses atau dipahami secara langsung oleh masyarakat. Akibatnya, masyarakat hanya bisa menerima tanpa benar-benar tahu detailnya. Padahal, ini adalah uang negara, yang juga berarti uang rakyat. Selain itu, ada juga tantangan dari dalam sistem pemerintahan, terutama karena penyusunan […]

  • Banjir Bandang di Aceh & Sumatra: Kerusakan Hutan, Cuaca Ekstrem dan Tuduhan ke Zulhas

    Banjir Bandang di Aceh & Sumatra: Kerusakan Hutan, Cuaca Ekstrem dan Tuduhan ke Zulhas

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 229
    • 0Komentar

    nulondalo.com- Bencana banjir bandang dan longsor melanda sejumlah wilayah di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat dalam beberapa hari terakhir. Hujan lebat, cuaca ekstrem, dan faktor alam disebut sebagai penyebab utama namun di media sosial muncul tudingan bahwa penyebabnya juga berkaitan dengan kebijakan pembukaan lahan saat mantan menteri kehutanan, Zulkifli Hasan menjabat. Penyebab Banjir: Cuaca […]

  • Forum 17-an GUSDURian Polman Bahas Stoikisme dan Polemik Tarian Yahudi

    Forum 17-an GUSDURian Polman Bahas Stoikisme dan Polemik Tarian Yahudi

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Suasana hangat dan penuh keakraban menyelimuti pelataran rumah Imam Masjid Agung Syuhada, Annangguru Sayyid Ahmad Fadl Almahdaly, pada Senin malam, 28 April 2025. Malam itu, puluhan aktivis dari berbagai latar belakang berkumpul dalam Forum 17-an, sebuah diskusi lintas komunitas yang digagas oleh Komunitas GUSDURian Polman dan jejaringnya, termasuk Lembaga Inspirasi dan Advokasi Rakyat (LIAR) Sulbar, […]

  • Media Thailand Sebut SEA Games ke-33 Ajang Paling Terlupakan dalam Sejarah

    Media Thailand Sebut SEA Games ke-33 Ajang Paling Terlupakan dalam Sejarah

    • calendar_month Selasa, 23 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 145
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Surat kabar ternama Thailand, Thairath, secara terbuka mengakui bahwa SEA Games ke-33 yang digelar di negaranya sendiri merupakan salah satu ajang olahraga paling buruk penyelenggaraannya dan “tidak layak dikenang” dalam sejarah pesta olahraga Asia Tenggara. Dalam artikelnya yang berjudul “SEA Games yang Tidak Layak Dikenang”, Thairath memisahkan secara tegas antara prestasi atlet dan […]

expand_less