Breaking News
light_mode
Trending Tags

Yudi Latif Soroti Sengkarut Pendidikan Nasional: Negara Dinilai Kehilangan Arah Besar Pendidikan

  • account_circle Djemi Radji
  • calendar_month 12 jam yang lalu
  • visibility 47
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Cendekiawan dan budayawan Yudi Latif menyoroti berbagai persoalan mendasar dalam tata kelola pendidikan nasional yang dinilainya semakin kehilangan arah peradaban. Dalam tulisannya berjudul “Sengkarut Dunia Pendidikan” yang dimuat di Kompas pada Kamis (21/5/2026), Yudi menilai problem utama pendidikan Indonesia terletak pada kesenjangan antara apa yang disuarakan pemerintah dan kebijakan yang benar-benar dipilih.

Menurutnya, semua pihak sepakat bahwa pendidikan memiliki peran penting bagi kemajuan bangsa. Namun dalam praktiknya, kebijakan pendidikan justru sering kali bersifat administratif, teknokratis, dan berorientasi proyek semata.

“Pendidikan semakin sering diperlakukan seperti proyek administratif yang dapat didistribusikan penanganannya kepada instansi sembarangan,” tulis Yudi.

Ia menegaskan bahwa pendidikan seharusnya dipandang sebagai pekerjaan peradaban, bukan sekadar urusan birokrasi dan angka statistik. Pendidikan, menurutnya, menyangkut pembentukan manusia, pewarisan budaya, pengembangan karakter, hingga penyiapan masa depan bangsa.

Yudi juga menyoroti kondisi guru yang semakin terbebani urusan administratif dan perubahan kebijakan yang terus berganti. Akibatnya, guru kehilangan ruang untuk menjalankan fungsi utamanya sebagai pamong dan pembimbing kehidupan peserta didik.

“Guru perlahan direduksi menjadi pelaksana teknis kurikulum, bukan lagi sebagai penuntun kehidupan dan penyulut daya pikir peserta didik,” ujarnya.

Dalam tulisannya, Yudi mengkritik kecenderungan negara yang lebih fokus pada proyek populisme pendidikan dibanding penguatan kualitas guru dan integrasi sistem pendidikan nasional. Ia menyinggung keberadaan Sekolah Rakyat dan Sekolah Garuda yang dinilai lahir tanpa integrasi visi pendidikan yang utuh.

Menurutnya, pendidikan masyarakat miskin seharusnya tidak dipisahkan dalam kategori tersendiri, melainkan diperkuat melalui sistem sekolah publik yang setara dan inklusif bagi seluruh warga negara.

“Jika negara sungguh-sungguh ingin menghadirkan keadilan pendidikan, yang perlu diperkuat adalah kualitas seluruh sekolah publik,” tulisnya.

Selain tata kelola pendidikan, Yudi juga menyoroti lemahnya hubungan antara pendidikan, inovasi, dan sistem ekonomi nasional. Ia menilai Indonesia terlalu sibuk mencetak “manusia unggul”, tetapi gagal membangun ekosistem industri dan inovasi yang mampu menyerap kapasitas intelektual generasi muda.

Ia mencontohkan lulusan bidang keinsinyuran yang jumlahnya terbatas, namun sebagian besar justru tidak bekerja sesuai bidang keahlian akibat lemahnya industrialisasi dan minimnya ekonomi berbasis pengetahuan.

“Bangsa yang gagal membangun sistem inovasi akan terus menjadi konsumen dari gagasan bangsa lain,” tegasnya.

Karena itu, Yudi mendorong agar pembangunan pendidikan tidak lagi berjalan parsial. Pendidikan, inovasi, dan ekonomi nasional harus dipandang sebagai satu ekosistem yang saling terhubung dan saling menguatkan.

Ia menilai pendidikan seharusnya menjadi ruang tumbuh nalar kritis, kreativitas, dan karakter manusia, bukan sekadar ruang hafalan dan pengejaran angka.

Di bagian akhir tulisannya, Yudi menawarkan sejumlah jalan keluar, mulai dari penataan ulang tata kelola pendidikan berbasis kompetensi pedagogis, penguatan sistem inovasi nasional, hingga transformasi ekonomi dari model ekstraktif menuju ekonomi berbasis pengetahuan.

“Arah pendidikan harus lebih berakar pada persoalan keindonesiaan,” tulisnya.

Bagi Yudi, keberhasilan pendidikan tidak diukur dari banyaknya mahasiswa yang diterima di kampus elite dunia, melainkan dari kemampuan negara menghadirkan ruang aktualisasi bagi ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan nyata bangsa, seperti kemiskinan, ketimpangan, pangan, energi, hingga industrialisasi.

Ia menutup refleksinya dengan menegaskan bahwa pendidikan, inovasi, dan ekonomi harus kembali dipersatukan dalam satu visi pembangunan nasional agar Indonesia mampu melahirkan manusia unggul yang berintegritas, kreatif, dan berdaya cipta bagi kemajuan bersama.

  • Penulis: Djemi Radji
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Shalat Tarawih, Emile Durkheim dan Solidaritas Organik

    Shalat Tarawih, Emile Durkheim dan Solidaritas Organik

    • calendar_month Minggu, 16 Mar 2025
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 124
    • 0Komentar

    Shalat Tarawih merupakan salah satu ibadah penting dalam tradisi Islam, khususnya selama bulan Ramadan. Ibadah ini dilakukan setelah shalat Isya dan merupakan sunnah yang sangat dianjurkan. Shalat Tarawih bukan hanya sekedar ritual, tetapi juga merupakan sarana spiritual yang mendalam bagi umat Muslim. Melalui ibadah ini, individu memiliki kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah, memohon ampunan, […]

  • Tarawih Tanpa Manipulasi

    Tarawih Tanpa Manipulasi

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 230
    • 0Komentar

    Ramadhan selalu menghadirkan fenomena tahunan yang menarik untuk diamati dengan kacamata akuntansi: masjid penuh, saf rapat, parkir meluber, dan sandal kadang tertukar sebuah metafora kecil tentang risiko pengendalian internal. Namun yang paling menarik adalah tarawih: ibadah malam yang khusyuk, sekaligus ladang potensial “manipulasi spiritual”. Dalam dunia akuntansi, manipulasi bisa terjadi ketika laporan keuangan disusun bukan […]

  • Perjumpaan 100 Tokoh, Bisikan Wali dan Masa Depan NU Gorontalo

    Perjumpaan 100 Tokoh, Bisikan Wali dan Masa Depan NU Gorontalo

    • calendar_month Jumat, 24 Jun 2022
    • account_circle Dr. Samsi Pomalingo, MA
    • visibility 49
    • 0Komentar

    Rumah besar berpenghuni banyak orang dengan banyak kamar besar serta halaman rumah yang luas, namun tak satupun orang-orang itu terlihat keluar dari rumahnya. Lampu halaman tak menyala, para tetangga tidak pernah disapa, bahkan para tetangga saja tidak mengenal setiap orang yang menghuni rumah besar itu. Karena mereka tak pernah terlihat bekerja menata lingkungan sekitar rumah. […]

  • Respon Cepat Gempa Sulut, Rumah Zakat Kirim Relawan ke Wilayah Terdampak

    Respon Cepat Gempa Sulut, Rumah Zakat Kirim Relawan ke Wilayah Terdampak

    • calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 203
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Merespons gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,2 yang mengguncang wilayah Sulawesi Utara, Rumah Zakat bergerak cepat dengan menerjunkan tim relawan ke lokasi terdampak, Jumat (3/4/2026). Tim respon kemanusiaan dipimpin oleh Koordinator Relawan Rumah Zakat Gorontalo, Sandy Syafrudin Nina, yang telah berangkat sejak pukul 07.00 WITA dari Gorontalo. Dengan estimasi perjalanan darat sekitar delapan jam, […]

  • Polda Kalsel Bongkar Jaringan Pemalsu STNK dan BPKB, Enam Tersangka Ditangkap

    Polda Kalsel Bongkar Jaringan Pemalsu STNK dan BPKB, Enam Tersangka Ditangkap

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 136
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalimantan Selatan menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus jaringan pemalsuan dokumen kendaraan bermotor, Kamis (19/2/2026) pagi. Kegiatan berlangsung di Lobby Mapolda Kalsel, Banjarbaru, dipimpin langsung Kapolda Kalsel didampingi Irwasda, Dir Reskrimum, Dir Lantas, dan Kabid Humas. Kabid Humas Polda Kalsel, Adam Erwindi, menyampaikan bahwa Kapolda Kalsel, Rosyanto […]

  • Kunjungan ke Maros, Mendes PDTT Serahkan Penghargaan Tokoh Peduli Desa kepada 8 Bupati

    Kunjungan ke Maros, Mendes PDTT Serahkan Penghargaan Tokoh Peduli Desa kepada 8 Bupati

    • calendar_month Selasa, 2 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 170
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros – Komitmen pemerintah daerah dalam membangun dan memberdayakan desa kembali mendapat apresiasi di tingkat nasional. Sebanyak delapan bupati, termasuk Bupati Maros Chaidir Syam, menerima penghargaan Tokoh Peduli Desa dari Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI). Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (PDTT), Yandri Susanto, pada kegiatan Saba Desa […]

expand_less