Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Metode Tahfidz As’adiyah Disorot Nasional, Tradisi “Maddarasa Patappulo” Dinilai Konsisten Lahirkan Hafidz Berkualitas

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 597
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Metode tahfidz yang dikembangkan di lingkungan Pondok Pesantren As’adiyah kembali mendapat sorotan publik nasional. Dalam sebuah program TV nasional yang tayang baru-baru ini, pendekatan khas As’adiyah dalam menghafal Al-Qur’an disebut sebagai salah satu metode yang konsisten melahirkan para hafidz berkualitas, dengan kekuatan pada tradisi, disiplin, dan kesinambungan sanad keilmuan.

Metode Tahfidz As’adiyah bertumpu pada empat pilar utama: keheningan, ketekunan, pengulangan, dan kesabaran. Keempat unsur ini bukan sekadar teori pedagogis, melainkan praktik yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak era Al-Alimu Al-allamah As-Syekh AGH. Muhammad As’ad al-Bugisi hingga Anre Gurutta Yahya. Anre Gurutta Yahya mengembangkan Metode Tahfidz As’adiyah yang khas As’adiyah yang disebut “maddarasa patappulo” dalam bahasa Bugis dan istilah di Pondok Pesantren As’adiyah atau pengulangan.

Salah satu alumni As’adiyah yang turut memberikan penjelasan dalam program tersebut adalah Ustadz H. Martomo Malaing, SQ., M.A, yang kini mengabdi sebagai Imam di Masjid Istiqlal. Ia menegaskan bahwa metode ini bukan hanya teknik menghafal, tetapi juga proses pembentukan karakter spiritual dan telah melahirkan banyak tahfidz kaliber nasional dan internasional.

“Metode Tahfidz As’adiyah itu dimulai dari keheningan. Santri diajarkan mencari suasana yang sunyi agar ayat-ayat Al-Qur’an benar-benar meresap ke dalam hati. Dari situ lahir ketekunan, karena menghafal bukan pekerjaan sehari dua hari,” ujar Ustadz Martomo dalam tayangan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pengulangan menjadi kunci utama dalam sistem ini, yang dalam tradisi Bugis dikenal dengan istilah maddarasa patappulo. Istilah ini merujuk pada pengulangan hingga puluhan kali untuk memastikan hafalan benar-benar melekat kuat.

“Di As’adiyah ada istilah maddarasa patappulo. Artinya mengulang sampai empat puluh kali atau lebih, itu diajarkan oleh Gurutta Yahya dan bertahan hingga saat ini di As’adiyah. Bukan sekadar hafal di lisan, tetapi tertanam dalam ingatan dan jiwa. Dan semua itu membutuhkan kesabaran yang luar biasa,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa metode tersebut telah diajarkan secara konsisten oleh Anre Gurutta Yahya sebagai penjaga tradisi keilmuan di As’adiyah, kemudian dilanjutkan oleh Anre Gurutta yang lain dan para penerusnya. Rantai transmisi ini memastikan bahwa bukan hanya bacaan yang terjaga, tetapi juga adab dan ruh pendidikan Al-Qur’an.

Program TV nasional tersebut menyoroti bagaimana pendekatan tradisional ini justru relevan di tengah era digital yang serba cepat. Ketika banyak metode instan bermunculan, Tahfidz As’adiyah menawarkan kedalaman proses dan ketahanan hafalan.

Dengan pengakuan di tingkat nasional, Metode Tahfidz As’adiyah kini tidak hanya menjadi kebanggaan Sulawesi Selatan, tetapi juga rujukan bagi berbagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia yang ingin membangun sistem tahfidz berbasis tradisi, disiplin, dan kesinambungan sanad keilmuan.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pengurus Ansor Sulsel: Pekerja Praktis Vs Pekerja Keras

    Pengurus Ansor Sulsel: Pekerja Praktis Vs Pekerja Keras

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Dr. Mahmud Suyuti
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Konferensi Wilayah ke-16 Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan menjadi ajang penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Dari 22 pemilik suara PC kabupaten/kota se-Sulsel, pertarungan berlangsung ketat antara dua kandidat utama: Ridwan Yusuf dan Salman. Dalam suasana penuh dinamika, Ridwan akhirnya terpilih sebagai Ketua GP Ansor Sulsel periode 2026–2030 dengan perolehan 12 suara, unggul […]

  • KPK Ingatkan Bahaya Korupsi Dini, Pelaku Termuda Tercatat Berusia 24 Tahun

    KPK Ingatkan Bahaya Korupsi Dini, Pelaku Termuda Tercatat Berusia 24 Tahun

    • calendar_month Kamis, 25 Des 2025
    • account_circle Redaksi
    • visibility 194
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan bahwa praktik korupsi tidak lagi hanya melibatkan elite, tetapi mulai menyasar generasi muda. KPK bahkan mencatat pelaku tindak pidana korupsi termuda berusia 24 tahun, sebuah kondisi yang dinilai sebagai alarm serius bagi dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. Peringatan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK Agus […]

  • Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

    Menyongsong Sosialisme Tarbiyah

    • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
    • account_circle Almunauwar Bin Rusli
    • visibility 429
    • 0Komentar

    Dalam peta sosiologis, praktik tarbiyah selama ini tampaknya  masih terjebak kemacetan di jalur moral dan belum menemukan jalan tol agar bisa melaju kencang  menjadi kekuatan politik yang mampu memengaruhi arah kebijakan publik. Akar masalahnya tidak lain terletak pada kesalahan kita ketika hendak melakukan bongkar pasang paradigma. Oleh sebab itu, paradigma inward-looking berbasis nilai teosentrisme (kemampuan […]

  • Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    Julaybib (Sahabat Nabi Yang Jarang Diceritakan #1)

    • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 381
    • 0Komentar

    Pada edisi Ramadhan 2026 kali ini, saya ingin mengisinya dengan menceritakan orang-orang yang hidup di zaman Nabi Muhammad SAW, yang kita kenal sebagai sahabat Nabi tetapi sangat sedikit disebut dalam catatan sejarah. Julaybib adalah salah satunya. Siapa di antara kita umat Islam yang mengenal sosok ini. Mungkin ada, tetapi sangat sedikit. Termasuk saya yang baru […]

  • Perda Data Desa Presisi: Langkah Strategis Pohuwato Tinggalkan Kebijakan Berbasis Asumsi photo_camera 7

    Perda Data Desa Presisi: Langkah Strategis Pohuwato Tinggalkan Kebijakan Berbasis Asumsi

    • calendar_month Senin, 22 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 350
    • 0Komentar

    nulondalo.com – DPRD Kabupaten Pohuwato bersama Pemerintah Daerah secara resmi mengesahkan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Berbasis Data Desa dan Kelurahan Presisi dalam Rapat Paripurna ke-29 DPRD Kabupaten Pohuwato. Perda ini diproyeksikan menjadi fondasi baru tata kelola pembangunan daerah yang lebih tepat sasaran, terukur, dan terintegrasi hingga level desa dan kelurahan. Abdullah K. Diko, […]

  • PC PMII Baru 2026-2027 Resmi Dilantik, Perkuat Kaderisasi Dan Gerakan Responsif

    PC PMII Baru 2026-2027 Resmi Dilantik, Perkuat Kaderisasi Dan Gerakan Responsif

    • calendar_month Minggu, 27 Sep 2026
    • account_circle Muh. Akbar.
    • visibility 181
    • 0Komentar

     Nulondalo.Com, BARRU — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kabupaten Barru Masa Khidmat 2026–2027 resmi dilantik di Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Barru, Sabtu (26/9/2026). Pelantikan tersebut menjadi momentum awal bagi kepengurusan baru PC PMII Barru untuk memperkuat kaderisasi sekaligus meningkatkan kontribusi organisasi dalam merespons berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah […]

expand_less