Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Metode Tahfidz As’adiyah Disorot Nasional, Tradisi “Maddarasa Patappulo” Dinilai Konsisten Lahirkan Hafidz Berkualitas

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
  • visibility 559
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Metode tahfidz yang dikembangkan di lingkungan Pondok Pesantren As’adiyah kembali mendapat sorotan publik nasional. Dalam sebuah program TV nasional yang tayang baru-baru ini, pendekatan khas As’adiyah dalam menghafal Al-Qur’an disebut sebagai salah satu metode yang konsisten melahirkan para hafidz berkualitas, dengan kekuatan pada tradisi, disiplin, dan kesinambungan sanad keilmuan.

Metode Tahfidz As’adiyah bertumpu pada empat pilar utama: keheningan, ketekunan, pengulangan, dan kesabaran. Keempat unsur ini bukan sekadar teori pedagogis, melainkan praktik yang telah diwariskan secara turun-temurun sejak era Al-Alimu Al-allamah As-Syekh AGH. Muhammad As’ad al-Bugisi hingga Anre Gurutta Yahya. Anre Gurutta Yahya mengembangkan Metode Tahfidz As’adiyah yang khas As’adiyah yang disebut “maddarasa patappulo” dalam bahasa Bugis dan istilah di Pondok Pesantren As’adiyah atau pengulangan.

Salah satu alumni As’adiyah yang turut memberikan penjelasan dalam program tersebut adalah Ustadz H. Martomo Malaing, SQ., M.A, yang kini mengabdi sebagai Imam di Masjid Istiqlal. Ia menegaskan bahwa metode ini bukan hanya teknik menghafal, tetapi juga proses pembentukan karakter spiritual dan telah melahirkan banyak tahfidz kaliber nasional dan internasional.

“Metode Tahfidz As’adiyah itu dimulai dari keheningan. Santri diajarkan mencari suasana yang sunyi agar ayat-ayat Al-Qur’an benar-benar meresap ke dalam hati. Dari situ lahir ketekunan, karena menghafal bukan pekerjaan sehari dua hari,” ujar Ustadz Martomo dalam tayangan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa pengulangan menjadi kunci utama dalam sistem ini, yang dalam tradisi Bugis dikenal dengan istilah maddarasa patappulo. Istilah ini merujuk pada pengulangan hingga puluhan kali untuk memastikan hafalan benar-benar melekat kuat.

“Di As’adiyah ada istilah maddarasa patappulo. Artinya mengulang sampai empat puluh kali atau lebih, itu diajarkan oleh Gurutta Yahya dan bertahan hingga saat ini di As’adiyah. Bukan sekadar hafal di lisan, tetapi tertanam dalam ingatan dan jiwa. Dan semua itu membutuhkan kesabaran yang luar biasa,” tambahnya.

Lebih jauh, ia menekankan bahwa metode tersebut telah diajarkan secara konsisten oleh Anre Gurutta Yahya sebagai penjaga tradisi keilmuan di As’adiyah, kemudian dilanjutkan oleh Anre Gurutta yang lain dan para penerusnya. Rantai transmisi ini memastikan bahwa bukan hanya bacaan yang terjaga, tetapi juga adab dan ruh pendidikan Al-Qur’an.

Program TV nasional tersebut menyoroti bagaimana pendekatan tradisional ini justru relevan di tengah era digital yang serba cepat. Ketika banyak metode instan bermunculan, Tahfidz As’adiyah menawarkan kedalaman proses dan ketahanan hafalan.

Dengan pengakuan di tingkat nasional, Metode Tahfidz As’adiyah kini tidak hanya menjadi kebanggaan Sulawesi Selatan, tetapi juga rujukan bagi berbagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia yang ingin membangun sistem tahfidz berbasis tradisi, disiplin, dan kesinambungan sanad keilmuan.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kolaborasi, Komitmen, dan Kepercayaan

    Kolaborasi, Komitmen, dan Kepercayaan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 445
    • 0Komentar

    Keberhasilan kerja organisasi tumbuh dari kerja kolektif yang tertata, bukan kerja segelintir orang, apalagi satu individu saja. Proses kerja selalu melibatkan banyak peran yang berada di ruang kerja yang berbeda. Setiap elemen punya posisi dan kontribusinya sendiri. Berbeda tetapi saling menopang. Kerja menjadi lebih efektif ketika setiap peran dijalankan secara proporsional dan tidak saling tumpang […]

  • Fatherless: Ayah Hilang di Neraca

    Fatherless: Ayah Hilang di Neraca

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak
    • visibility 433
    • 0Komentar

    Di banyak keluarga Indonesia, ayah itu ibarat “aset tetap”. Kalau ada, sering tidak disadari nilainya. Kalau tidak ada, barulah neraca keuangan keluarga terasa jomplang. Fenomena fatherless, baik ayah pergi secara fisik, emosional, maupun spiritual, bukan cuma soal anak kehilangan figur panutan, tetapi juga soal neraca keluarga yang tiba-tiba timpang sebelah. Dalam bahasa akuntansi NU: ini […]

  • OJK Diguncang Mundur Massal Pejabat: Alarm Keras dari Dalam Pengawas Keuangan

    OJK Diguncang Mundur Massal Pejabat: Alarm Keras dari Dalam Pengawas Keuangan

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 259
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) diguncang pengunduran diri massal pejabat puncaknya. Sejumlah komisioner dan pejabat strategis OJK kompak mundur pada Jumat, 30 Januari 2026, di tengah tekanan berat yang melanda pasar modal nasional. Peristiwa ini memunculkan alarm keras dari dalam lembaga pengawas sektor jasa keuangan tersebut. Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar menyatakan pengunduran […]

  • Daftar Lengkap 10 Menteri dan Wakil Menteri yang Dilantik Prabowo

    Daftar Lengkap 10 Menteri dan Wakil Menteri yang Dilantik Prabowo

    • calendar_month Kamis, 1 Okt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 32
    • 0Komentar

    JAKARTA, NULONDALO.COM – Presiden Prabowo Subianto melantik 10 menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan periode 2024–2029. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/10/2026). Pelantikan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 104/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri dan Wakil Menteri Negara Kabinet Merah Putih Periode Tahun 2024–2029. […]

  • Pemkot Gorontalo Paparkan Arah Pembangunan 2026, Penanganan Banjir hingga Jalan Jadi Prioritas

    Pemkot Gorontalo Paparkan Arah Pembangunan 2026, Penanganan Banjir hingga Jalan Jadi Prioritas

    • calendar_month Sabtu, 4 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 317
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo melalui Kepala Dinas PUPR, Meidy N. Silangen, memaparkan arah pembangunan infrastruktur tahun 2026 dalam kegiatan silaturahmi bersama masyarakat pada rangkaian HUT ke-298 Kota Gorontalo, yang digelar di Kelurahan Dembe I, Kecamatan Kota Barat, Jumat (3/4/2026). Dalam pemaparannya, Meidy menegaskan bahwa sektor infrastruktur tetap menjadi prioritas utama, meskipun pemerintah daerah menghadapi […]

  • Hari Keempat Pencarian ATR 42-500, Tim SAR Sisir Tebing Curam Bulusaraung dengan 9 SRU

    Hari Keempat Pencarian ATR 42-500, Tim SAR Sisir Tebing Curam Bulusaraung dengan 9 SRU

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 249
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, PANGKEP — Operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Pegunungan Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, memasuki hari keempat, Selasa (20/1/2026). Tim SAR gabungan terus mengintensifkan penyisiran di medan ekstrem dengan mengerahkan sembilan Search and Rescue Unit (SRU). Koordinator Misi SAR Makassar, […]

expand_less