Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Banjir Rusak Jembatan Darurat di Galela Utara, Kementerian PU Turunkan Alat Berat

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
  • visibility 264
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

nulondalo.com – Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, memicu serangkaian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah. Beberapa sungai meluap, longsor terjadi di berbagai titik, rumah warga terendam banjir, hingga infrastruktur vital mengalami kerusakan.

Dampak terparah terjadi di Kecamatan Galela Utara, tepatnya di Kali Aru yang berada di perbatasan Desa Bobisingo dan Desa Dodowo. Oprik atau jembatan darurat penghubung antarwilayah putus sepanjang kurang lebih 70 meter akibat diterjang derasnya arus banjir, sehingga akses warga sempat terisolasi.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Dua unit alat berat jenis excavator diturunkan untuk melakukan normalisasi sungai di wilayah terdampak.

Kepala BWS Maluku Utara, M. Saleh Talib, mengatakan bahwa fokus utama penanganan adalah keselamatan masyarakat serta pemulihan fungsi infrastruktur sumber daya air pasca banjir.

“Kementerian PU berkomitmen hadir cepat di lokasi terdampak bencana. Identifikasi dan survei lapangan menjadi dasar penentuan langkah penanganan, termasuk pengerahan alat berat agar risiko banjir susulan dapat diminimalkan,” ujar Saleh, Jumat (16/12).

Penanganan difokuskan pada dua lokasi utama, yakni Sungai Ake Aru di Kecamatan Galela Utara, Kabupaten Halmahera Utara, serta Sungai Ibu di Kecamatan Ibu, Kabupaten Halmahera Barat. Pekerjaan normalisasi di Sungai Ake Aru difokuskan pada pembukaan alur sungai dari hulu ke hilir, khususnya di sekitar jembatan yang terdampak, guna memulihkan akses darurat warga menuju dan dari Tobelo.

Hasil pemetaan dan survei lapangan BWS Maluku Utara menunjukkan adanya perubahan alur sungai serta sedimentasi yang berpotensi mengurangi kapasitas tampung sungai. Kondisi tersebut dinilai berisiko memicu banjir susulan apabila tidak segera ditangani.

Sementara itu, di Sungai Ibu, Kabupaten Halmahera Barat, banjir menyebabkan genangan di permukiman warga serta kerusakan tebing sungai dan muara anak sungai. Tim BWS juga mengidentifikasi sejumlah titik kritis yang berpotensi memperparah banjir, terutama pada bagian tebing sungai yang mengalami longsoran.

“Dalam masa tanggap darurat, alat berat kami siagakan untuk pembersihan sedimen, perbaikan alur sungai, serta pengamanan tebing dan infrastruktur sungai agar fungsi sungai dapat segera pulih,” jelas Saleh.

Sebagai bagian dari respons terpadu, BWS Maluku Utara terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait untuk memastikan penanganan banjir berjalan efektif dan terintegrasi, termasuk pengamanan permukiman warga dan infrastruktur publik.

Pemerintah Provinsi Maluku Utara bersama Kementerian PU akan terus memantau perkembangan di lapangan serta menyiapkan langkah penanganan lanjutan berdasarkan hasil evaluasi teknis.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian PU dalam menjaga ketahanan infrastruktur sumber daya air sekaligus melindungi masyarakat dari dampak bencana hidrometeorologi.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Malimbong dan Madzilalang: Merunut Cahaya di Balik Tumpukan Ilmu

    Malimbong dan Madzilalang: Merunut Cahaya di Balik Tumpukan Ilmu

    • calendar_month Senin, 9 Feb 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 396
    • 0Komentar

    Di zaman ketika ilmu melimpah dan akses pengetahuan terbuka lebar sepertinya makin Ada jarak yang antara mengetahui dan menjadi—jarak yang tak selalu bisa dijembatani oleh kecerdasan. Ternyata tidak semua Ilmu menjadi jalan kebijaksanaan, ilmu yang tidak meneduhkan, sering kali hanya menjadi beban kesombongan. Dalam tradisi lisan masyarakat Mandar, ada satu kata yang diucapkan dengan penuh […]

  • Pendidikan Kunci Utama untuk Memutus Rantai Kemiskinan

    Pendidikan Kunci Utama untuk Memutus Rantai Kemiskinan

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Akses terhadap pendidikan adalah hak mendasar dan kunci utama dalam memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. Namun di Gorontalo, tantangan anak putus sekolah masih nyata. Faktor sosial-ekonomi keluarga menjadi penyebab utama anak putus sekolah. Masalah ini tidak bisa diselesaikan hanya dari sisi pendidikan semata, tetapi juga harus menyentuh aspek kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, dan pemberdayaan sosial. Hal […]

  • Mengenang Kwik Kian Gie

    Mengenang Kwik Kian Gie

    • calendar_month Jumat, 5 Des 2025
    • account_circle Eka Putra B Santoso
    • visibility 162
    • 0Komentar

    (Penulis Akademisi Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo) Kemarin Kwik Kian Gie berpulang. Ekonom dan mantan Menteri era Gusdur dan Megawati itu  meninggalkan banyak sekali pemikiran tentang dinamika ekonomi politik di Indonesia. Saya ingat dalam buku Kwik yang berjudul ” Gonjang ganjing ekonomi Indonesia ” Ia mengkritik doktrin Marxisme Ortodoks berupa penguasaan ekonomi oleh negara secara […]

  • Kader Muda NU Barru Konsolidasi Jelang Konfercab, Dorong Perubahan Kepemimpinan

    Kader Muda NU Barru Konsolidasi Jelang Konfercab, Dorong Perubahan Kepemimpinan

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 252
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Menjelang pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) Nahdlatul Ulama Kabupaten Barru, dinamika internal organisasi mulai menghangat. Sejumlah badan otonom (Banom) dan kader muda NU Barru menyatakan tengah melakukan konsolidasi untuk mendorong perubahan kepemimpinan serta pembenahan organisasi. Dorongan tersebut muncul setelah berbagai kalangan menilai NU Barru membutuhkan penyegaran agar kembali aktif menjalankan program keummatan, kaderisasi, dan […]

  • Adhan Ultimatum Warga: 3 Hari Kosongkan Lahan Eks Terminal, Jika Tidak Dibongkar!

    Adhan Ultimatum Warga: 3 Hari Kosongkan Lahan Eks Terminal, Jika Tidak Dibongkar!

    • calendar_month Kamis, 9 Apr 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 328
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Kota Gorontalo mempercepat pembangunan Kantor Wali Kota baru dengan mulai melakukan pembongkaran bangunan di kawasan eks Terminal 42 Andalas. Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menegaskan bahwa langkah awal difokuskan pada pembongkaran aset milik pemerintah agar proses pembangunan dapat segera berjalan. “Untuk sementara kita bongkar yang milik pemerintah kota dulu,” ujar Adhan usai […]

  • Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Gantikan Ayahnya di Tengah Konflik Timur Tengah

    Mojtaba Khamenei Ditunjuk Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Gantikan Ayahnya di Tengah Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 342
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Iran resmi menunjuk Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi baru Republik Islam Iran, menggantikan ayahnya Ayatollah Ali Khamenei yang dilaporkan meninggal dunia setelah serangan militer yang terjadi di tengah eskalasi konflik kawasan Timur Tengah. Keputusan tersebut diumumkan oleh Majelis Ahli Iran pada Minggu, 8 Maret 2026. Lembaga yang berwenang memilih pemimpin […]

expand_less