Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Budak Ambisi

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 402
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada begitu banyak manusia meniti karier, namun tanpa sadar, mereka bukan lagi tuan atas dirinya, melainkan budak dari ambisi yang mereka pelihara. Khalid Bin Salih Al-Munif pernah mengingatkan, manusia bisa tenggelam dalam pekerjaan, entah mengumpulkan ilmu atau harta, tetapi tetap saja terjerat sebagai tawanan dari ambisi mereka sendiri.

Ambisi yang tak terkendali ibarat api. Ia bisa menghangatkan, tetapi juga bisa membakar habis jiwa dan raga. Lantas mengapa manusia begitu mudah diperbudak oleh ambisi?

Abraham Maslow lewat piramida kebutuhannya menjelaskan kebutuhan manusia dalam lima tingkatan, sebuah tangga yang berproses dari sejak lahir hingga akhir hayat. Langkah pertama dimulai dari makan, minum, dan tempat tinggal. Tanpa itu, tubuh tak akan bertahan, jiwa pun tak bisa tumbuh.

Begitu perut terisi dan tubuh terlindungi, manusia mencari rasa aman. Ia ingin perlindungan dari ancaman, kestabilan dalam hidup, dan kepastian bahwa hari esok tidak akan merenggut segalanya.

Namun, rasa aman saja tidak cukup. Hati manusia merindukan kehangatan. Maka ia mencari cinta, rasa memiliki, dan hubungan. Di sinilah manusia belajar bahwa hidup bukan sekadar bertahan, melainkan berbagi.

Setelah itu, muncul dorongan untuk diakui. Manusia ingin status, prestasi, dan pengakuan. Ia bekerja keras, berjuang, dan berharap dunia menoleh padanya. Di tahap ini, ambisi sering tumbuh subur, kadang menjadi sayap, kadang pula menjadi rantai.

Dan akhirnya, manusia mendaki ke puncak aktualisasi diri. Di sini, ia tak lagi sekadar ingin dipuji, melainkan ingin menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Ia mencipta, berkarya, dan mencari makna hidup yang lebih dalam.

Sumur Tanpa Dasar

Ambisi sering bersemayam di dua puncak terakhir, yaitu penghargaan dan aktualisasi diri. Di sana manusia terdorong untuk membuktikan diri, meraih prestasi, dan mencari makna hidup. Namun, dorongan itu bisa berubah menjadi rantai yang menjerat ketika keseimbangan hilang karena status dan pencapaian lebih diprioritaskan, sementara kebutuhan sosial dan rasa aman terabaikan.

Ambisi yang berlebihan adalah sumur tanpa dasar. Meski sudah tercapai, ia bisa melahirkan dahaga baru yang tak pernah selesai. Identitas pun melekat pada ambisi. Manusia merasa dirinya hanya bernilai jika ambisinya terwujud. Maka, hidup pun berubah menjadi lingkaran tak berujung, di mana kepuasan selalu berlari lebih cepat dari langkah manusia.

Maslow menekankan bahwa puncak piramida bukan sekadar materi atau status, melainkan menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Ambisi yang diarahkan ke sana adalah cahaya yang membebaskan. Tetapi bila berhenti pada pujian dan pengakuan, ia bisa menjelma menjadi bayangan yang memperbudak.

Pujian, kata orang, tak ubahnya parfum; harum di hidung, tetapi menjadi racun bila diminum. Ambisi yang berlebihan tidak mendatangkan kebahagiaan, melainkan kesengsaraan batin. Kehidupan yang sehat hanya mungkin terjadi bila pikiran, hati, dan tangan berjalan seimbang.

Khalid Bin Salih menegaskan, bila tangan produktif dan pikiran kuat tetapi hati lemah, maka kesengsaraanlah yang lahir. Karena itu, Islam mengajarkan sifat kanaah dan syukur sebagai rem yang menenangkan.

Keduanya menjaga agar ambisi tidak menjelma menjadi bara yang membakar, sebab manusia lebih suka berselisih daripada berkompromi. Memang tidak ada manusia yang sempurna. Namun kompromi hanya mungkin lahir bila seseorang mampu mengenali dan mengendalikan ambisinya, bukan semata untuk dirinya sendiri, melainkan juga demi orang lain.

Hikmah Ramadan

Dalam Ramadan, manusia diajak untuk kembali ke akar kebutuhan paling mendasar; menahan lapar dan dahaga. Dari sana, ia belajar bahwa fisiologis hanyalah pintu masuk, bukan tujuan akhir.

Puasa mengajarkan rasa aman dalam perlindungan Allah, menumbuhkan cinta dan kebersamaan lewat berbagi dan silaturahmi, serta menundukkan ambisi akan penghargaan duniawi dengan mengingat bahwa pengakuan sejati datang dari Sang Pencipta.

Sebagai bulan pendidikan  (syahru tarbiyah), Ramadan mengarahkan manusia pada aktualisasi diri yang sejati, bukan sekadar pencapaian materi atau status, melainkan menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih bersyukur, dan lebih dekat dengan makna hidup.

Ramadan adalah pengingat bahwa ambisi hanya akan membebaskan bila ia ditundukkan oleh iman. Bulan ini mengajarkan bahwa kemenangan terbesar bukanlah mengalahkan orang lain, melainkan mengalahkan diri sendiri.

  • Penulis: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Istighosah dan Doa Jaga Aspirasi Indonesia

    GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Istighosah dan Doa Jaga Aspirasi Indonesia

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 238
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Gorontalo menggelar istighosa dan Doa dengan tema “Jaga Aspirasi Jaga Indonesia“ dalam rangka melaksanakan instuksi pengurus pusat (PP)Ansor . kegiatan ini berlangsung pada Minggu (31 /8/2025), bertempat di Masjid At Takwa, Kel Bulotada Timur, Kec. Sipatana . Ketua PC GP Ansor Kota Gorontalo, Ustadz Yajib Alhabsi, […]

  • Bukan Spons, Cuma Es Kue: Laboratorium Meluruskan Dugaan Aparat

    Bukan Spons, Cuma Es Kue: Laboratorium Meluruskan Dugaan Aparat

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 400
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Tuduhan bahwa jajanan es kue jadul di wilayah Kemayoran terbuat dari bahan spons akhirnya dipatahkan oleh hasil pemeriksaan laboratorium. Setelah sempat menimbulkan kegaduhan publik akibat video viral, aparat TNI-Polri yang terlibat pun menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat. Permohonan maaf tersebut disampaikan oleh Bhabinkamtibmas dan Babinsa, sebagaimana diunggah akun Instagram @fakta.indo dan […]

  • Pendaftaran Calon Ketua Umum BPD HIPMI Papua Tengah Periode 2025–2028 Resmi Dibuka 

    Pendaftaran Calon Ketua Umum BPD HIPMI Papua Tengah Periode 2025–2028 Resmi Dibuka 

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Panitia Pelaksana Musyawarah Daerah Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Tengah Ke-I secara resmi membuka pendaftaran Bakal Calon Ketua Umum untuk masa bakti 2025–2028. Proses pendaftaran ini menjadi bagian penting dari rangkaian menuju Musyawarah Daerah (MUSDA) BPD HIPMI Papua Tengah yang akan memilih figur pemimpin untuk memperkuat peran pengusaha muda dalam pembangunan ekonomi daerah. Sebagai […]

  • Janji Tinggal Janji! Sertifikat Tak Kunjung Diserahkan, Mediasi Berulang Kali Diundur, Dugaan Pungutan Rp1 Juta Muncul di Desa Lassang, Takalar

    Janji Tinggal Janji! Sertifikat Tak Kunjung Diserahkan, Mediasi Berulang Kali Diundur, Dugaan Pungutan Rp1 Juta Muncul di Desa Lassang, Takalar

    • calendar_month Kamis, 30 Jul 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 152
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM,TAKALAR – Polemik penyerahan sertifikat tanah sawah di Dusun Biring Ta’bing, Desa Lassang, Kecamatan Polongbangkeng Utara, Kabupaten Takalar, kembali menjadi sorotan. Seorang penggarap sawah bernama Sanawati mengaku hingga kini belum menerima sertifikat tanah yang disebut sebagai haknya, meski telah berulang kali mendatangi Kantor Desa Lassang untuk memperoleh kepastian. Perjuangan Sanawati mencari kejelasan disebut telah berlangsung cukup […]

  • Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    Setelah Sawah Hilang Setengah Juta Hektare, Negara Menggelar Rapat

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 319
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah pusat akhirnya memperketat pengendalian alih fungsi lahan sawah setelah Indonesia kehilangan sekitar 554 ribu hektare sawah dalam kurun waktu 2019–2024. Langkah tersebut dibahas dalam pertemuan antara Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (28/1/2026). Usai pertemuan, Nusron Wahid menyampaikan […]

  • Mengapa Harus Panahan? photo_camera 2

    Mengapa Harus Panahan?

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Dr. Husin Ali
    • visibility 438
    • 0Komentar

    Catatan Antropolog tentang Disiplin, Rasa, dan Jalan Pulang pada Diri Ada olahraga yang membuat kita berkeringat. Ada yang memacu adrenalin. Dan ada satu yang membuat kita diam namun justru di sanalah kita menemukan diri sendiri. Panahan adalah yang terakhir. Saya menulis ini sebagai antropolog—dan pengalaman itu diperkaya oleh perjumpaan panjang dengan Bang Ade Permana, seorang […]

expand_less