Breaking News
light_mode
Trending Tags

Budak Ambisi

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
  • visibility 262
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ada begitu banyak manusia meniti karier, namun tanpa sadar, mereka bukan lagi tuan atas dirinya, melainkan budak dari ambisi yang mereka pelihara. Khalid Bin Salih Al-Munif pernah mengingatkan, manusia bisa tenggelam dalam pekerjaan, entah mengumpulkan ilmu atau harta, tetapi tetap saja terjerat sebagai tawanan dari ambisi mereka sendiri.

Ambisi yang tak terkendali ibarat api. Ia bisa menghangatkan, tetapi juga bisa membakar habis jiwa dan raga. Lantas mengapa manusia begitu mudah diperbudak oleh ambisi?

Abraham Maslow lewat piramida kebutuhannya menjelaskan kebutuhan manusia dalam lima tingkatan, sebuah tangga yang berproses dari sejak lahir hingga akhir hayat. Langkah pertama dimulai dari makan, minum, dan tempat tinggal. Tanpa itu, tubuh tak akan bertahan, jiwa pun tak bisa tumbuh.

Begitu perut terisi dan tubuh terlindungi, manusia mencari rasa aman. Ia ingin perlindungan dari ancaman, kestabilan dalam hidup, dan kepastian bahwa hari esok tidak akan merenggut segalanya.

Namun, rasa aman saja tidak cukup. Hati manusia merindukan kehangatan. Maka ia mencari cinta, rasa memiliki, dan hubungan. Di sinilah manusia belajar bahwa hidup bukan sekadar bertahan, melainkan berbagi.

Setelah itu, muncul dorongan untuk diakui. Manusia ingin status, prestasi, dan pengakuan. Ia bekerja keras, berjuang, dan berharap dunia menoleh padanya. Di tahap ini, ambisi sering tumbuh subur, kadang menjadi sayap, kadang pula menjadi rantai.

Dan akhirnya, manusia mendaki ke puncak aktualisasi diri. Di sini, ia tak lagi sekadar ingin dipuji, melainkan ingin menjadi versi terbaik dari dirinya sendiri. Ia mencipta, berkarya, dan mencari makna hidup yang lebih dalam.

Sumur Tanpa Dasar

Ambisi sering bersemayam di dua puncak terakhir, yaitu penghargaan dan aktualisasi diri. Di sana manusia terdorong untuk membuktikan diri, meraih prestasi, dan mencari makna hidup. Namun, dorongan itu bisa berubah menjadi rantai yang menjerat ketika keseimbangan hilang karena status dan pencapaian lebih diprioritaskan, sementara kebutuhan sosial dan rasa aman terabaikan.

Ambisi yang berlebihan adalah sumur tanpa dasar. Meski sudah tercapai, ia bisa melahirkan dahaga baru yang tak pernah selesai. Identitas pun melekat pada ambisi. Manusia merasa dirinya hanya bernilai jika ambisinya terwujud. Maka, hidup pun berubah menjadi lingkaran tak berujung, di mana kepuasan selalu berlari lebih cepat dari langkah manusia.

Maslow menekankan bahwa puncak piramida bukan sekadar materi atau status, melainkan menjadi versi terbaik dari diri sendiri. Ambisi yang diarahkan ke sana adalah cahaya yang membebaskan. Tetapi bila berhenti pada pujian dan pengakuan, ia bisa menjelma menjadi bayangan yang memperbudak.

Pujian, kata orang, tak ubahnya parfum; harum di hidung, tetapi menjadi racun bila diminum. Ambisi yang berlebihan tidak mendatangkan kebahagiaan, melainkan kesengsaraan batin. Kehidupan yang sehat hanya mungkin terjadi bila pikiran, hati, dan tangan berjalan seimbang.

Khalid Bin Salih menegaskan, bila tangan produktif dan pikiran kuat tetapi hati lemah, maka kesengsaraanlah yang lahir. Karena itu, Islam mengajarkan sifat kanaah dan syukur sebagai rem yang menenangkan.

Keduanya menjaga agar ambisi tidak menjelma menjadi bara yang membakar, sebab manusia lebih suka berselisih daripada berkompromi. Memang tidak ada manusia yang sempurna. Namun kompromi hanya mungkin lahir bila seseorang mampu mengenali dan mengendalikan ambisinya, bukan semata untuk dirinya sendiri, melainkan juga demi orang lain.

Hikmah Ramadan

Dalam Ramadan, manusia diajak untuk kembali ke akar kebutuhan paling mendasar; menahan lapar dan dahaga. Dari sana, ia belajar bahwa fisiologis hanyalah pintu masuk, bukan tujuan akhir.

Puasa mengajarkan rasa aman dalam perlindungan Allah, menumbuhkan cinta dan kebersamaan lewat berbagi dan silaturahmi, serta menundukkan ambisi akan penghargaan duniawi dengan mengingat bahwa pengakuan sejati datang dari Sang Pencipta.

Sebagai bulan pendidikan  (syahru tarbiyah), Ramadan mengarahkan manusia pada aktualisasi diri yang sejati, bukan sekadar pencapaian materi atau status, melainkan menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih bersyukur, dan lebih dekat dengan makna hidup.

Ramadan adalah pengingat bahwa ambisi hanya akan membebaskan bila ia ditundukkan oleh iman. Bulan ini mengajarkan bahwa kemenangan terbesar bukanlah mengalahkan orang lain, melainkan mengalahkan diri sendiri.

  • Penulis: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pemkab Maros Segarkan Birokrasi, A. Abbas Maskur Resmi Nahkodai Dinas Perhubungan

    Pemkab Maros Segarkan Birokrasi, A. Abbas Maskur Resmi Nahkodai Dinas Perhubungan

    • calendar_month Senin, 5 Jan 2026
    • account_circle Sakti
    • visibility 151
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Maros– Pemerintah Kabupaten Maros kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun birokrasi yang bersih, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik. Melalui perombakan jabatan struktural, Pemkab Maros melakukan penyegaran organisasi sebagai langkah strategis untuk memperkuat kinerja pemerintahan daerah. Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di Lapangan Pallantikang, Kabupaten Maros, Senin (5/1/2025), dan dihadiri oleh jajaran pejabat […]

  • Pemkot Gorontalo Siap Menggelar Festival Green Tumbilote, Berikut Kriteria Lomba yang didanai

    Pemkot Gorontalo Siap Menggelar Festival Green Tumbilote, Berikut Kriteria Lomba yang didanai

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 95
    • 0Komentar

    Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo akan menggelar Festival Green Tumbilotohe yang akan dipusatkan di Lapangan Taruna Remaja Kota Gorontalo. Sejumlah lomba pada Festival Green Tumbilotohe tersebut diantaranya lomba Koko’o, Vokalia Religi, Lomba Hamparan lampu antar kecamatan, lomba jalan paling tumbilotohe, Doorprise grebek rumah dan Festival ribuan lampu. Kepada bakukabar.id, Kepala Dinas Pariwitasa, Pemuda dan Olahraga (Disparpora), […]

  • IKAMI Sulsel Gelar Sarasehan Ramadan di Istiqlal, Perkuat Solidaritas Diaspora Bugis-Makassar photo_camera 2

    IKAMI Sulsel Gelar Sarasehan Ramadan di Istiqlal, Perkuat Solidaritas Diaspora Bugis-Makassar

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 151
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Jakarta-Suasana Ramadan yang penuh berkah terasa hangat di Aula PKUMI, Masjid Istiqlal, Jakarta, Selasa (10/3/2026). Lebih dari 200 peserta yang terdiri dari politisi, akademisi, pengusaha, ulama, serta mahasiswa asal Sulawesi Selatan di DKI Jakarta berkumpul dalam kegiatan buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar IKAMI Sulsel. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan santunan kepada […]

  • Anggota DWP Diminta Rutin Periksa Kesehatan

    Anggota DWP Diminta Rutin Periksa Kesehatan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 74
    • 0Komentar

    etua Tim Penggerak PKK Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, menghadiri kegiatan Sosialisasi Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang diperuntukkan bagi pengurus dan anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Gorontalo. Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo, Jum’at (04/07/2025). Dalam sambutannya, Nani Ismail Mokodongan mengapresiasi inisiatif kegiatan yang digelar sebagai bagian dari upaya mendukung […]

  • Nusantara sebagai nafas panjang Peradaban Dunia: Dari Migrasi Purba hingga kemandirian ilmiah

    Nusantara sebagai nafas panjang Peradaban Dunia: Dari Migrasi Purba hingga kemandirian ilmiah

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Zulkifli
    • visibility 118
    • 0Komentar

    Kepulauan Nusantara adalah sebuah ruang geografis dan kultural yang dibentuk oleh sejarah migrasi manusia yang panjang dan berlapis. Keberagaman etnis, bahasa, dan budaya yang kini menghuni Nusantara tidak dapat dipisahkan dari proses pergerakan nenek moyang manusia yang datang dalam beberapa gelombang migrasi besar. Nusantara adalah tempat dengan temuan manusia purba terbanyak di dunia dan menjadi […]

  • PP Gentuma Bina Wajib Retribusi Kepelabuhanan dan Kesyahbandaraan

    PP Gentuma Bina Wajib Retribusi Kepelabuhanan dan Kesyahbandaraan

    • calendar_month Selasa, 29 Jul 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 66
    • 0Komentar

    Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan dan kepatuhan pengguna jasa terhadap kewajiban retribusi, Unit Pelaksana Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Pelabuhan Perikanan (PP) Gentuma menyelenggarakan Pembinaan Wajib Retribusi Jasa Kepelabuhanan dan Optimalisasi Pelayanan Kesyahbandaraan, Kamis (3/7/2025). Plt. Kepala PP Gentuma Sitti Sabariah Machmud menegaskan pentingnya pemahaman bersama tentang retribusi dalam sambutannya. Sabariah menyatakan bahwa kegiatan ini bertujuan […]

expand_less