Breaking News
dark_mode
Trending Tags

PAD Maros 2025 Pecah Rekor, Tembus Rp329,5 Miliar

  • account_circle Sakti
  • calendar_month Jumat, 2 Jan 2026
  • visibility 299
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com, Maros – Realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Maros sepanjang tahun 2025 mencatatkan capaian gemilang. Total PAD yang berhasil dihimpun mencapai Rp329.562.919.533, meningkat signifikan dibandingkan tahun 2024 yang terealisasi sebesar Rp283.056.990.320.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Maros, Muh Ferdiansyah, menyebut capaian tersebut sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan PAD Kabupaten Maros, sekaligus melampaui raihan pada tahun-tahun sebelumnya.

“Capaian ini merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Bapenda bersama OPD pengelola retribusi serta dukungan para stakeholder,” ujar Ferdiansyah.

Pajak Daerah Dominan, Banyak Sektor Lampaui Target

Pada sektor pajak daerah, Bapenda Maros mencatat realisasi sebesar Rp215.529.020.781, meningkat dari tahun 2024 yang berada di angka Rp187.455.321.884. Hampir seluruh jenis pajak menunjukkan tren positif, bahkan sejumlah sektor berhasil melampaui target 100 persen.

Beberapa sektor pajak yang mengalami peningkatan signifikan antara lain:

  • Pajak Restoran naik dari Rp22,9 miliar menjadi Rp24,23 miliar
  • Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) meningkat dari Rp37,66 miliar menjadi Rp39,82 miliar
  • Pajak Tenaga Listrik naik menjadi Rp38,28 miliar
  • Pajak Mineral Bukan Logam dan Batuan meningkat menjadi Rp11,62 miliar
  • Pajak Hiburan naik menjadi Rp1,40 miliar

Sementara itu, sektor Pajak Parkir mengalami penurunan dari Rp5,72 miliar menjadi Rp4,52 miliar akibat perubahan tarif pemungutan pasca penerapan UU Nomor 1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD), dari 30 persen menjadi 10 persen.

Realisasi Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) tercatat sebesar Rp43,51 miliar, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai Rp65,87 miliar. Penurunan ini dipengaruhi oleh pemberlakuan SKB 3 Menteri terkait percepatan Program Tiga Juta Rumah, yang menggratiskan BPHTB bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sepanjang 2025, tercatat 3.970 dokumen BPHTB gratis MBR, yang berdampak pada hilangnya potensi pendapatan daerah sebesar Rp18,45 miliar.

Dari keseluruhan penerimaan pajak daerah, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT) menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp71,57 miliar, disusul BPHTB sebesar Rp43,51 miliar, dan PBB sebesar Rp39,82 miliar.

Retribusi Daerah Ikut Menguat Selain pajak, sektor retribusi daerah yang dikelola OPD juga menunjukkan kinerja positif.

Kontribusi terbesar datang dari:

RSUD Dr. La Palaloi sebesar Rp71,52 miliar Dinas Kesehatan sebesar Rp27,08 miliar Dinas PUPR yang meningkat signifikan menjadi Rp7,76 miliar. Meski demikian, beberapa OPD seperti Dinas Pertanian serta Dinas Pariwisata mengalami penurunan realisasi dibandingkan tahun sebelumnya.

Memasuki tahun 2026, Bapenda Kabupaten Maros menargetkan PAD dari sektor pajak daerah sebesar Rp243.175.000.000. Untuk mencapai target tersebut, Bapenda mengandalkan sinergi dengan aparat penegak hukum, optimalisasi peran media, serta kebijakan pemutihan atau penghapusan denda pajak daerah.

“Kendala utama wajib pajak adalah akumulasi denda yang menumpuk. Dengan kebijakan pemutihan, wajib pajak cukup membayar pokok pajaknya,” jelas Ferdiansyah.

Selain itu, Bapenda Maros terus mendorong pendataan wajib pajak baru, digitalisasi pembayaran pajak, serta peningkatan pengawasan demi menjaga tren positif PAD di masa mendatang.

  • Penulis: Sakti

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bersuara

    Bersuara

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 114
    • 0Komentar

    Dunia maya kembali bergeliat. Kali ini di sebuah ajang cerdas cermat setingkat SMA terjadi peristiwa. Boleh jadi, peristiwa seperti ini sudah sering terjadi, tetapi baru kali ini terblow up.  Salah seorang peserta  dari kelompok C menginterupsi keputusan juri yang memberinya nilai minus untuk jawaban yang sama yang justru diberi nilai plus kepada kelompok lain. Sang peserta mencoba […]

  • KPK Soroti Dugaan Monopoli Proyek di Pemprov Maluku Utara, Gubernur Sherly Tjoanda Diminta Tindak Lanjuti Temuan

    KPK Soroti Dugaan Monopoli Proyek di Pemprov Maluku Utara, Gubernur Sherly Tjoanda Diminta Tindak Lanjuti Temuan

    • calendar_month Senin, 15 Jun 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 208
    • 0Komentar

    nulondalo.com, TERNATE – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai menyoroti dugaan monopoli proyek dan berbagai persoalan dalam pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Direktur Koordinasi dan Supervisi Wilayah V KPK, Maruli Tua Manurung, mengungkapkan pihaknya telah menggelar pertemuan tertutup dengan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, untuk membahas langkah-langkah pencegahan korupsi dalam […]

  • Piagam Menara Gading

    Piagam Menara Gading

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 144
    • 0Komentar

    Ruang berpendingin malam itu tidak kuasa menyingkirkan keringat yang terus merembes keluar dari pori-poriku. Adrenalin yang terpacu memaksa hormon-hormon dalam tubuhku memproduksi keringat dalam udara yang disemprot AC. Seiring dengan gemuruh aula megah itu, adrenalinku terasa makin bergerak cepat ketika namaku disebut. Dr. Maulana  Eka  Rasyid  Arfan  Saputra  Alamsyah  Taufik  Abdullah  Hafidz Umar, MA, M.Si, […]

  • Hilal Belum Terlihat Saat Magrib, Mengapa Ramadan 2026 Berpotensi Beda Hari?

    Hilal Belum Terlihat Saat Magrib, Mengapa Ramadan 2026 Berpotensi Beda Hari?

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Fajrullah
    • visibility 333
    • 0Komentar

    Menjelang Ramadan 1447 Hijriah (2026 Masehi), umat Islam di Indonesia berpotensi kembali dihadapkan pada perbedaan penetapan awal puasa. Kali ini, pemicunya adalah fenomena astronomis unik: Sang Bulan Baru (Hilal) sejatinya belum lahir saat tanggal 29 Syakban 1447 H. Penentuan awal Ramadan akan berpusat pada Selasa, 17 Februari 2026 (29 Syakban). Kunci perdebatan ada pada waktu […]

  • UNUSIA Apresiasi Capaian Publikasi Internasional Mahasiswa Prodi Akuntansi

    UNUSIA Apresiasi Capaian Publikasi Internasional Mahasiswa Prodi Akuntansi

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 138
    • 0Komentar

    Program Studi Akuntansi Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) kembali menorehkan prestasi membanggakan melalui publikasi internasional yang berhasil diraih oleh mahasiswa dalam forum akademik bereputasi global. Capaian ini menjadi bukti kuat bahwa mahasiswa Akuntansi UNUSIA telah mampu bersaing dalam lanskap ilmiah internasional sekaligus menunjukkan kualitas pembinaan akademik yang sistematis, terukur, dan visioner. Ketua Program Studi Akuntansi […]

  • Wali Kota Geram! Anak SMP Terseret Kasus Pelecehan, Pengawasan Diminta Diperketat

    Wali Kota Geram! Anak SMP Terseret Kasus Pelecehan, Pengawasan Diminta Diperketat

    • calendar_month Rabu, 25 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 231
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Wali Kota Kota Gorontalo, Adhan Dambea, kembali mengingatkan organisasi perangkat daerah (OPD) untuk meningkatkan pengawasan penggunaan handphone di kalangan anak-anak. Peringatan ini disampaikan menyusul maraknya kasus pelecehan yang terjadi di Kota Gorontalo, yang bahkan diduga melibatkan pelaku dari kalangan pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP). “Belum lama ini ada kasus pelecehan yang terduga pelakunya […]

expand_less