Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jalan Rusak Total, Warga Kelurahan Tubo Berinisiatif Bangun Sandiri

  • account_circle Redaksi Nulondalo
  • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
  • visibility 87
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kondisi jalan Ake Tubo di RT 007 dan RT 008 Kelurahan Tubo, Ternate Utara, Kota Ternate mengalami RUSAK TOTAL. Jalan ake Tubo adalah jalan satu-satunya yang digunakan tiap hari oleh warga untuk bolak balik ke tempat kerja, pasar dan juga aktifitas kebun masyarakat setempat.

Selain itu, jalan ake Tubo juga merupakan akses jalan satu-satunya menuju ke tempat Denistinasi Wisata Ake Tubo dan sebagai jalur utama ke posko pemantauan bencana Banjir lahar dingin. Jalan yang sudah lama rusak total itu sangat menghambat aktivitas warga.

Pada Tahun 2024 saat panen cengkeh dengan tingkat mobilitas yang tinggi dan jumlah pemanen yang banyak mengakibatkan tidak efisien, rawan kecelakaan dan kerusakan kendaraan, mengingat saat musim panen itu bersamaan dengan musim hujan.

Keresahan warga yang sudah menumpuk bertahun-tahun itu berujung pada keputusan dengan inisiatif untuk memperbaiki sandiri melalui patungan (iuran) warga. Abe seorang warga RT 008 merupakan inisiator penggerak, dia ditemani beberapa orang warga sekitar. mereka memulai mengajak masyarakat untuk partisipasi agar sama-sama membangun jalan.

“Niat baik itu akhirnya mendapat respon positif dari warga Tubo dan pemerintah Kelurahan Tubo. Sejak tanggal 26 Februari sampai sekarang pekerjaan baru mencapai 100 meter dari Panjang keseluruhan 500 meter”, ucap Abe, Masy kelurahan Tubo.

“Hal itu terkendala karena kekurangan anggaran. Sebenarnya, pembangunan jalan bikin sandiri ini bukan baru pertama kali, pernah juga buat di tahun 2020 tapi pada akhirnya rusak lagi”, Lanjut Abe.

Masyarakat sekitar berharap persoalan ini bisa secepatnya direspon oleh Pemerintah Kota Ternate. Mereka juga mengakui bahwa yang dibuat itu bukanlah solusi, tapi ini adalah jawaban paling masuk akal untuk bertahan Sementara waktu.

“Olehnya itu warga sangat berharap agar Pemerintah Kota Ternate bangun Jalan Ake Tubo secepatnya. Dengan kondisi jalan tersebut akhirnya warga sekitar harus mengeluarkan ongkos lebih banyak. Misalnya, air bersih dengan volume 110 liter dikenakan biaya Rp. 120.000 padahal onkos awalnya hanya Rp. 70.000”, Kata Abe.

Begitu juga dengan biaya transportasi barang lain, seperti semen, besi dan lain-lain harus membayar dengan harga Rp. 250.000 pengantaran dari toko bangunan, padahal ongkos awalnya sekitar Rp 150.000/200.000.

  • Penulis: Redaksi Nulondalo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gus Men Kami: Kau Kecam, Kami Bela

    Gus Men Kami: Kau Kecam, Kami Bela

    • calendar_month Sabtu, 26 Mar 2022
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 59
    • 0Komentar

    Sahabat, karena kau berada di pihak pengecam, maka biarlah ku panggil kau dengan panggilan “Cam”. Assalamu ‘Alaikum Sahabat Cam, Begini Sahabat, Kementerian Agama itu adalah rumah besar bagi kami warga Kementerian Agama. Aku adalah bagian darinya. Di rumah ini aku mengabdi, berbakti sekaligus mengais rezki. He he. Oh ya Cam, perlu kau tahu bahwa kami […]

  • Saldo Akhir

    Saldo Akhir

    • calendar_month Jumat, 20 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 248
    • 0Komentar

    Setelah Ramadhan berlalu dan gema takbir Idul Fitri mulai mereda, kita seperti akuntan yang baru saja menutup buku besar tahunan: lega, tapi juga sedikit was-was. Lega karena “laporan ibadah” sudah disusun sebulan penuh, was-was karena pertanyaan klasik muncul: ini saldo akhirnya bagaimana? Dalam dunia akuntansi, saldo akhir bukan sekadar angka. Ia adalah hasil dari seluruh […]

  • Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Jembatani Komunikasi Warga Tuli

    Pelatihan Bahasa Isyarat untuk Jembatani Komunikasi Warga Tuli

    • calendar_month Rabu, 29 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 107
    • 0Komentar

    Komitmen untuk membangun masyarakat yang inklusif terus digalakkan oleh Yayasan Gorontalo Baik Indonesia (Goroba). Bersama Gerakan Kesejahteraan Untuk Tuna Rungu Indonesia (Gerkatin) cabang Gorontalo, Goroba menggelar kelas bahasa isyarat yang diikuti oleh 50 relawan, Minggu (4/10/20225). Kelas bahasa isyarat  ini mendapat dukungan anggota DPR Rachmat Gobel yang langsung memfasilitasi ruang kelas kantor DPW NasDem sebagai tempat dilaksanakannya kegiatan. Kelas […]

  • Pemprov Sulsel Genjot Preservasi Jalan Paket 3 Senilai Rp478,1 Miliar, Ruas Strategis di Pinrang Dikebut

    Pemprov Sulsel Genjot Preservasi Jalan Paket 3 Senilai Rp478,1 Miliar, Ruas Strategis di Pinrang Dikebut

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 161
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov Sulsel) terus menggenjot penanganan preservasi jalan melalui Paket 3 dengan total anggaran mencapai Rp478,1 miliar. Program ini mencakup penanganan jalan sepanjang 254,85 kilometer yang tersebar di 15 ruas jalan pada sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan. Salah satu ruas yang saat ini tengah dikerjakan berada di Kabupaten Pinrang, yakni […]

  • Kolaborasi, Komitmen, dan Kepercayaan

    Kolaborasi, Komitmen, dan Kepercayaan

    • calendar_month Selasa, 6 Jan 2026
    • account_circle Pepy al-Bayqunie
    • visibility 329
    • 0Komentar

    Keberhasilan kerja organisasi tumbuh dari kerja kolektif yang tertata, bukan kerja segelintir orang, apalagi satu individu saja. Proses kerja selalu melibatkan banyak peran yang berada di ruang kerja yang berbeda. Setiap elemen punya posisi dan kontribusinya sendiri. Berbeda tetapi saling menopang. Kerja menjadi lebih efektif ketika setiap peran dijalankan secara proporsional dan tidak saling tumpang […]

  • Membunuh ‘tuhan’ dengan Puasa

    Membunuh ‘tuhan’ dengan Puasa

    • calendar_month Sabtu, 26 Apr 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Secara tidak sadar, manusia telah merancang ‘tuhan’ di altar persembahannya, memuja ilusi yang lahir dari tangannya sendiri, dan puasa hadir untuk membunuhnya. Puasa bukan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan sebuah ritual penyucian jiwa yang mendalam. Di balik setiap detik penantian dan keheningan, tersimpan makna esoterik memerangi dan memusnahkan segala bentuk penyembahan terhadap duniawi […]

expand_less