Breaking News
dark_mode
Trending Tags

GUSDURian Makassar dan Bawaslu Sulsel Gelar Bincang Demokrasi Bahas Tantangan Gen Z di Era Digital

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • visibility 179
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Makassar, nulondalo.com – Komunitas GUSDURian Makassar bekerja sama dengan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sulawesi Selatan serta organisasi kepemudaan (OKP) pegiat demokrasi menggelar Bincang Demokrasi #1 pada Jumat, 31 Januari 2026.

Kegiatan ini berlangsung di Aula Bawaslu Sulsel dan menjadi ruang diskusi awal dalam mengawal demokrasi di tengah tantangan era digital.

Bincang demokrasi perdana tersebut mengangkat tema “Transformasi Demokrasi Era Digital: Peran dan Tantangan Gen Z”, yang menyoroti perubahan wajah demokrasi akibat perkembangan teknologi serta posisi strategis generasi muda dalam menjaga nilai-nilai demokrasi.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini, Alamsyah, S.H. (Komisioner Bawaslu Sulsel), Megawati (Penggerak GUSDURian Makassar), dan Dr. Muh. Fachri Said, S.H., M.H. (Akademisi Fakultas Hukum UMI). Diskusi dipandu secara interaktif dan kritis dengan melibatkan peserta dari berbagai latar belakang.

Kegiatan ini dihadiri oleh penggerak inti dan penggerak muda Komunitas GUSDURian Makassar, perwakilan IPNU Sulsel, sahabat Lapar Sulsel, serta kader PMII Makassar.

Koordinator GUSDURian Makassar, Fathurrahman Marzuki, dalam sambutannya menegaskan pentingnya mengawal proses demokrasi yang dinilai semakin memprihatinkan dari waktu ke waktu.

“Gus Dur selama hidupnya adalah sosok yang sangat tegas dan konsisten melawan segala bentuk pelemahan demokrasi. Spirit itu yang harus terus kita hidupkan,” ujar Fathurrahman.

Ia menambahkan, meskipun demokrasi Indonesia belum sempurna, upaya koreksi dan pengawalan harus terus dilakukan agar demokrasi tetap berjalan sesuai nilai-nilai dasarnya.

“Kegiatan bincang demokrasi ini akan terus kami lakukan sebagai bentuk keseriusan kami menjaga demokrasi agar tetap berada dalam relnya,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Sulsel Mardiana Rusli, yang hadir sebagai keynote speaker, menekankan bahwa tantangan demokrasi di era digital bukan lagi soal jarak, melainkan literasi dan etika.

“Di era serba digital ini, kemampuan literasi dan etika menjadi kunci utama. Anak-anak muda, khususnya perempuan, harus terus mengasah intelektual agar mampu memegang kendali proses demokrasi di masa depan,” ujarnya.

Kedepan, Bincang Demokrasi ini direncanakan akan terus berlanjut melalui kolaborasi antara GUSDURian Makassar, Bawaslu Sulsel, serta berbagai lembaga dan OKP pegiat demokrasi lainnya sebagai bagian dari komitmen bersama menjaga demokrasi yang sehat dan berkeadilan.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sejarah Peringatan 1 Muharram: Dari Zaman Nabi hingga Tradisi Nusantara

    Sejarah Peringatan 1 Muharram: Dari Zaman Nabi hingga Tradisi Nusantara

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 174
    • 0Komentar

    1 Muharram merupakan hari pertama dalam kalender Hijriah yang menandai pergantian tahun baru Islam. Bagi umat Muslim, Muharram memiliki makna spiritual yang mendalam. Tak hanya bulan yang penuh keutamaan, tetapi juga menjadi simbol perubahan, hijrah, dan refleksi keagamaan. Bulan Muharram bukan sekadar awal tahun baru Islam, melainkan momentum spiritual yang sarat nilai-nilai keutamaan seperti taqwa, […]

  • Kritik Pelindo atas Kemacetan Tanjung Priok, Wasekjen PII: Gagal dalam Manajemen Sistem Logistik

    Kritik Pelindo atas Kemacetan Tanjung Priok, Wasekjen PII: Gagal dalam Manajemen Sistem Logistik

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Panji Sukma Nugraha, menyampaikan kritik tajam terhadap manajemen PT Pelindo seiring kemacetan parah yang terjadi di kawasan Pelabuhan Tanjung Priok beberapa hari terakhir. Menurutnya, insiden ini merupakan bentuk nyata dari kegagalan perencanaan dan pengendalian sistem logistik nasional yang semestinya dapat diantisipasi sejak awal. “Ini bukan sekadar kemacetan lalu […]

  • Aktivis Muda Kalumbatan Kecam Kelalaian MBG: “Ini Program Presiden, Bukan Main-main”

    Aktivis Muda Kalumbatan Kecam Kelalaian MBG: “Ini Program Presiden, Bukan Main-main”

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 134
    • 0Komentar

    Tragedi keracunan massal yang menimpa 200-an lebih siswa di Kota Salakan usai mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG) terus menuai sorotan. Kali ini kritik keras datang dari Kevin Lapendos, aktivis muda asal Desa Kalumbatan, Kecamatan Totikum Selatan, Kabupaten Banggai Kepulauan. Kevin menilai insiden tersebut bukanlah persoalan biasa, melainkan sebuah kelalaian serius yang mencoreng […]

  • Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

    Misteri di Balik Energi Salat Berjamaah

    • calendar_month Jumat, 27 Feb 2026
    • account_circle Hamzah Durisa
    • visibility 352
    • 0Komentar

    Senja turun perlahan di pesisir Mandar bukanlah perkara jarang ditemukan. Langit memerah di atas laut, dan perahu-perahu nelayan kembali dengan layar yang mulai dilipat merupakan penghias keseharian hidup orang Mandar. Di sela desir angin laut, terdengar adzan Magrib memanggil dari masjid kampung. Suaranya lembut, tetapi tegas—seperti panggilan yang sudah akrab sejak kecil. Orang-orang berhenti sejenak. […]

  • Dari Dosa Akuntansi ke Selera Politik

    Dari Dosa Akuntansi ke Selera Politik

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 290
    • 0Komentar

    Di negeri ini, fraud dan kriminalisasi sering kali seperti dua santri yang duduk satu bangku: kelihatannya berbeda kitab, tapi ujian akhirnya sama-sama bikin deg-degan. Fraud yang awalnya dosa akuntansi, lama-lama naik kelas menjadi dosa pidana. Sementara kriminalisasi, yang mestinya urusan hukum, kadang terasa seperti urusan selera politik. Maka jangan heran, jabatan publik kini sering dipersepsikan […]

  • Nasib Petani Hutan di Gorontalo: Harga Anjlok, Akses Pasar Sulit, Solusi Diharapkan dari Kolaborasi HKm Play Button photo_camera 7

    Nasib Petani Hutan di Gorontalo: Harga Anjlok, Akses Pasar Sulit, Solusi Diharapkan dari Kolaborasi HKm

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 297
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nasib petani di kawasan penyangga Tahura BJ Habibie dan SM Nantu di Gorontalo tampaknya masih jauh dari sejahtera. Di tengah perjuangan mereka menanam dan merawat tanaman hingga masa panen, harga jual hasil pertanian kerap tidak berpihak pada mereka. Permasalahan ini kembali disoroti dalam Workshop bertema “Membangun Kolaborasi dan Memperkuat Jaringan Kemitraan Usaha untuk […]

expand_less