Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Manifesto Tarbiyah di Zaman Kacau

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 637
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tulisan ini muncul dari proses perenungan panjang di Kediri. Kedatangan saya di Kediri bukan hanya sekadar lompatan geografis, melainkan sebuah proses penguatan ideologis. Di tanah ini, Munawar Musso terlahir ke dunia, Jenderal Soedirman memimpin pasukan gerilya dan Tan Malaka berpulang kepada Tuhannya. Dari mereka bertiga, saya  belajar bagaimana cara manusia melawan marabahaya. Marabahaya memang selalu datang kapan saja dan saat ini kerisauan itu sedang menimpa saudara-saudara kita dari golongan guru paruh waktu. Upah mereka masih jauh dari kondisi layak. Padahal, dimana bumi dipijak di situ rakyat dipajak. Prabowo berkata, ini paradoks Indonesia.

Saya ingin bilang kalau guru agama bukanlah sapi perah pemerintah yang hanya dipandang sebagai seperempat manusia. Jangan racuni kuping mereka dengan rayuan ikhlas beramal jika kompetensi, kompetisi dan insentif  jarang diberikan. Ini bukan lagi era Romusha, Bung! Hentikan  exploitation de I’homme par I’homme itu. Mustahil Menteri Agama atau Menteri Pendidikan Dasar-Menengah meminta guru agama  menjadi nabi kecil apabila negara sendiri tidak mau berlaku adil. Mungkin saja tangan-tangan kasar mereka hanya mampu memanjatkan doa. Tapi harus kita ingat, tangan-tangan guru itu juga sanggup memberontak.

Di tengah situasi yang semakin asosial, para guru agama tidak lagi berbusa-busa mengajarkan perkara halal-haram, dosa-pahala hingga surga-neraka kepada para siswanya. Tapi, mereka juga sudah mulai mengerti akan nilai-nilai revolusi. Di dalam universitas otak mereka diasah, di dalam masjid hati mereka diluruskan, tapi di dalam politik jiwa mereka benar-benar hidup. Namun, perlu diingat jika guru agama tidak bernafsu membentuk partai kekuasaan. Mereka hanya ingin memutus mata rantai penindasan. Di tengah zaman yang serba keblinger, mereka percaya pada Bacon bahwa knowledge is power.

Mari kita sedikit mundur ke belakang, peristiwa perlawanan Gustavo Gutiérrez di Amerika Latin pada tahun 1960-an misalnya adalah simbol jika ajaran Katolik tidak hanya sekadar tradisi merapalkan doa dibalik ruang sakral gereja melainkan suatu keberanian moral untuk membela nasib manusia dari ketimpangan, kemiskinan dan penderitaan. Melalui teologi pembebasan (1971),Gutierrez memproklamirkan bahwa penjajahan mutlak perlu dilenyapkan dan rakyat miskin tertindas harus segera diselamatkan.  Masalah guru agama dan ketimpangan lahir dari budaya kleptokrasi atau sistem pemerintahan para pencuri. Mereka menciptakan relasi patron-klien, di mana aparatur tunduk pada kepentingan kekuasaan (materi & posisi) demi menyempitkan makna kewarganegaraan. Kleptokrasi merupakan kejahatan eksistensial karena ia merampas hak hidup dan martabat manusia.

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Inilah Tuntutan Demo Aliansi Merah Maron

    Inilah Tuntutan Demo Aliansi Merah Maron

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 140
    • 0Komentar

    Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail bersama Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Kapolda Gorontalo Irjen Pol. Widodo, dan Ketua DPRD Provinsi Gorontalo Idrus M. Thomas Mopili, menemui aksi demonstrasi mahasiswa Universitas Negeri Gorontalo (UNG) di Bundaran Tugu Saronde, Senin (1/9/2025). Mahasiswa UNG yang tergabung dalam Aliansi Merah Maron menyampaikan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Gorontalo, DPRD, […]

  • Skandal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di PC PMII Ambon 

    Skandal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) di PC PMII Ambon 

    • calendar_month Senin, 28 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 184
    • 0Komentar

    Oleh: Budiman Salamun – (Kader PMII Cabang Ambon) Pelantikan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Ambon menjadi problem mendasar yang membentuk “frame” buruk terhadap citra organisasi, mengapa demikian! karena Pelantikan PC PMII Ambon didasari oleh pengungkungan AD/ART PMII atau dengan kata lain, Pelantikan PC PMII AMBON merupakan hasil pemerkosaan Konstitusi dan Peraturan organisasi. […]

  • Generasi Terampil Lahir di Maros: Sertifikat Pelatihan Vokasi Resmi Diserahkan

    Generasi Terampil Lahir di Maros: Sertifikat Pelatihan Vokasi Resmi Diserahkan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Sakti
    • visibility 270
    • 0Komentar

    nulondalo.com, Maros– Upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Maros kembali membuahkan hasil nyata. Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Makassar bekerja sama dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertras) Maros secara resmi menyerahkan sertifikat kelulusan kepada 48 peserta yang telah berhasil menuntaskan program pelatihan vokasi yang berlangsung pada 23–31 Oktober 2025 lalu. Acara […]

  • Petani Bukan Beban, Mereka Jantung Pembangunan

    Petani Bukan Beban, Mereka Jantung Pembangunan

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 143
    • 0Komentar

    Di momentum Hari Tani Nasional, Ketua Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo, Rian Uno, menyoroti persoalan investasi perkebunan dan pertambangan di Gorontalo yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat petani. Menurutnya, kondisi ini bertolak belakang dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa petani harus bangga menjadi tulang punggung bangsa. “Saya melihat petani di Gorontalo masih menghadapi […]

  • Ketika Lampu-Lampu Dinyalakan: Tumbilo Tohe dan Spirit Menjemput Lailatul Qadar

    Ketika Lampu-Lampu Dinyalakan: Tumbilo Tohe dan Spirit Menjemput Lailatul Qadar

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle Dr. Hj. Misnawaty S. Nuna
    • visibility 560
    • 0Komentar

    Ramadhan adalah bulan cahaya. Cahaya wahyu, cahaya ampunan, dan cahaya petunjuk bagi umat manusia yang beriman. Pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, umat Islam di seluruh dunia meningkatkan ibadahnya untuk mencari malam yang lebih mulia daripada seribu bulan, yaitu Lailatul Qadar. Malam ini adalah puncak spiritual Ramadhan yang dijanjikan Allah sebagai malam penuh kemuliaan, rahmat, dan […]

  • PPPK Paruh Waktu di Kota Gorontalo Dapat THR 100 Persen, Wali Kota Adhan: Sudah Saya Tanda Tangani

    PPPK Paruh Waktu di Kota Gorontalo Dapat THR 100 Persen, Wali Kota Adhan: Sudah Saya Tanda Tangani

    • calendar_month Sabtu, 14 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 339
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Kabar baik datang bagi tenaga PPPK paruh waktu (PPPK PW) di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo. Wali Kota Gorontalo Adhan Dambea memastikan bahwa para tenaga PPPK paruh waktu akan menerima Tunjangan Hari Raya (THR) secara penuh atau 100 persen. Kepastian tersebut disampaikan Wali Kota Adhan usai melantik pejabat administrator di lingkungan Pemerintah Kota Gorontalo […]

expand_less