Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Manifesto Tarbiyah di Zaman Kacau

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 559
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tulisan ini muncul dari proses perenungan panjang di Kediri. Kedatangan saya di Kediri bukan hanya sekadar lompatan geografis, melainkan sebuah proses penguatan ideologis. Di tanah ini, Munawar Musso terlahir ke dunia, Jenderal Soedirman memimpin pasukan gerilya dan Tan Malaka berpulang kepada Tuhannya. Dari mereka bertiga, saya  belajar bagaimana cara manusia melawan marabahaya. Marabahaya memang selalu datang kapan saja dan saat ini kerisauan itu sedang menimpa saudara-saudara kita dari golongan guru paruh waktu. Upah mereka masih jauh dari kondisi layak. Padahal, dimana bumi dipijak di situ rakyat dipajak. Prabowo berkata, ini paradoks Indonesia.

Saya ingin bilang kalau guru agama bukanlah sapi perah pemerintah yang hanya dipandang sebagai seperempat manusia. Jangan racuni kuping mereka dengan rayuan ikhlas beramal jika kompetensi, kompetisi dan insentif  jarang diberikan. Ini bukan lagi era Romusha, Bung! Hentikan  exploitation de I’homme par I’homme itu. Mustahil Menteri Agama atau Menteri Pendidikan Dasar-Menengah meminta guru agama  menjadi nabi kecil apabila negara sendiri tidak mau berlaku adil. Mungkin saja tangan-tangan kasar mereka hanya mampu memanjatkan doa. Tapi harus kita ingat, tangan-tangan guru itu juga sanggup memberontak.

Di tengah situasi yang semakin asosial, para guru agama tidak lagi berbusa-busa mengajarkan perkara halal-haram, dosa-pahala hingga surga-neraka kepada para siswanya. Tapi, mereka juga sudah mulai mengerti akan nilai-nilai revolusi. Di dalam universitas otak mereka diasah, di dalam masjid hati mereka diluruskan, tapi di dalam politik jiwa mereka benar-benar hidup. Namun, perlu diingat jika guru agama tidak bernafsu membentuk partai kekuasaan. Mereka hanya ingin memutus mata rantai penindasan. Di tengah zaman yang serba keblinger, mereka percaya pada Bacon bahwa knowledge is power.

Mari kita sedikit mundur ke belakang, peristiwa perlawanan Gustavo Gutiérrez di Amerika Latin pada tahun 1960-an misalnya adalah simbol jika ajaran Katolik tidak hanya sekadar tradisi merapalkan doa dibalik ruang sakral gereja melainkan suatu keberanian moral untuk membela nasib manusia dari ketimpangan, kemiskinan dan penderitaan. Melalui teologi pembebasan (1971),Gutierrez memproklamirkan bahwa penjajahan mutlak perlu dilenyapkan dan rakyat miskin tertindas harus segera diselamatkan.  Masalah guru agama dan ketimpangan lahir dari budaya kleptokrasi atau sistem pemerintahan para pencuri. Mereka menciptakan relasi patron-klien, di mana aparatur tunduk pada kepentingan kekuasaan (materi & posisi) demi menyempitkan makna kewarganegaraan. Kleptokrasi merupakan kejahatan eksistensial karena ia merampas hak hidup dan martabat manusia.

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kasus Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Maros Naik ke Penyidikan, Publik Desak Segera Tetapkan Tersangka

    Kasus Dugaan Kekerasan Oknum Polisi di Maros Naik ke Penyidikan, Publik Desak Segera Tetapkan Tersangka

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, MAROS — Keputusan Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Maros menaikkan status perkara dugaan tindakan represif oknum anggotanya dari tahap penyelidikan ke penyidikan menuai sorotan tajam dari publik. Meski langkah ini diklaim sebagai bentuk keseriusan institusi, hingga kini belum adanya penetapan tersangka justru memicu kekhawatiran akan adanya upaya perlindungan terhadap pelaku serta pengabaian prinsip Hak […]

  • Bersuara

    Bersuara

    • calendar_month Rabu, 13 Mei 2026
    • account_circle Pepi Al-Bayqunie
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Dunia maya kembali bergeliat. Kali ini di sebuah ajang cerdas cermat setingkat SMA terjadi peristiwa. Boleh jadi, peristiwa seperti ini sudah sering terjadi, tetapi baru kali ini terblow up.  Salah seorang peserta  dari kelompok C menginterupsi keputusan juri yang memberinya nilai minus untuk jawaban yang sama yang justru diberi nilai plus kepada kelompok lain. Sang peserta mencoba […]

  • Bupati Halmahera Timur Turut Resmikan Kursus Wasit Bola Voli Lisensi Dasar

    Bupati Halmahera Timur Turut Resmikan Kursus Wasit Bola Voli Lisensi Dasar

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 156
    • 0Komentar

    Bupati Halmahera Timur, Maluku Utara, Ubaid Yakub diwakili Nurdin Hadi Asisten ll Bidang Administrasi, dengan resmi membuak kegiatan Kursusu Wasit Bola Voli Lisensi Dasar. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Halmahera Timur di Aula Penginapan Rahmat, Desa Soagimalaha, Kecamatan Kota Maba, Rabu (26/11/2025). Dalam kesempatan tersebut. Nurdin Hadi dalam sambutannya mengatakan, atas […]

  • Tokoh Moral Itu Telah Pergi

    Tokoh Moral Itu Telah Pergi

    • calendar_month Jumat, 6 Feb 2026
    • account_circle Ilham Sopu
    • visibility 246
    • 0Komentar

    Pagi 31 Januari 2026, saat saya sedang mengikuti sertifikasi dai yang diselenggarakan PB DDI di Hotel UIN Alauddin Makassar, kabar duka itu datang tiba-tiba: Bapak Salim S. Mengga mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit di Makassar. Informasi itu saya baca lewat grup WhatsApp. Kaget, saya terdiam sejenak, menundukkan kepala, lalu membacakan […]

  • Sinergi Penguatan SDM Pertanian, Kemnaker RI Isi Talkshow Launching Agrinext Center KOPRI PB PMII

    Sinergi Penguatan SDM Pertanian, Kemnaker RI Isi Talkshow Launching Agrinext Center KOPRI PB PMII

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 127
    • 0Komentar

    Dalam upaya mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian dan pangan, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Launching & Talkshow Agrinext Center yang diselenggarakan oleh Bidang Pertanian dan Pangan KOPRI PB PMII. Agenda kolaborasi diselenggarakan di perpustakaan Nasional RI, 20 Juni 2025. Kegiatan bertema “Akselerasi Peran Petani […]

  • Habis Gelap Ada yang Belum Terang: Kartini, Emansipasi dan Ilusi Kolonial

    Habis Gelap Ada yang Belum Terang: Kartini, Emansipasi dan Ilusi Kolonial

    • calendar_month Selasa, 29 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 141
    • 0Komentar

    “Ibu Kita Kartini, putri sejati, wanita yang mulia dan harum namanya.” Begitulah yang terpatri di benak para anak-anak sekolah.  Lagunya kerap didendangkan, hari lahirnya ditetapkan sebagai emansipasi wanita dan kiprahnya dijadikan patokan gerakan perempuan di Indonesia.  Setiap tanggal 21 April, Kartini dan narasi tentangnya dilantangkan kembali. Kalau anda hidup dan sudah bisa memahami situasi pada masa orde […]

expand_less