Breaking News
light_mode
Trending Tags

Manifesto Tarbiyah di Zaman Kacau

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month 9 jam yang lalu
  • visibility 161
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Tulisan ini muncul dari proses perenungan panjang di Kediri. Kedatangan saya di Kediri bukan hanya sekadar lompatan geografis, melainkan sebuah proses penguatan ideologis. Di tanah ini, Munawar Musso terlahir ke dunia, Jenderal Soedirman memimpin pasukan gerilya dan Tan Malaka berpulang kepada Tuhannya. Dari mereka bertiga, saya  belajar bagaimana cara manusia melawan marabahaya. Marabahaya memang selalu datang kapan saja dan saat ini kerisauan itu sedang menimpa saudara-saudara kita dari golongan guru paruh waktu. Upah mereka masih jauh dari kondisi layak. Padahal, dimana bumi dipijak di situ rakyat dipajak. Prabowo berkata, ini paradoks Indonesia.

Saya ingin bilang kalau guru agama bukanlah sapi perah pemerintah yang hanya dipandang sebagai seperempat manusia. Jangan racuni kuping mereka dengan rayuan ikhlas beramal jika kompetensi, kompetisi dan insentif  jarang diberikan. Ini bukan lagi era Romusha, Bung! Hentikan  exploitation de I’homme par I’homme itu. Mustahil Menteri Agama atau Menteri Pendidikan Dasar-Menengah meminta guru agama  menjadi nabi kecil apabila negara sendiri tidak mau berlaku adil. Mungkin saja tangan-tangan kasar mereka hanya mampu memanjatkan doa. Tapi harus kita ingat, tangan-tangan guru itu juga sanggup memberontak.

Di tengah situasi yang semakin asosial, para guru agama tidak lagi berbusa-busa mengajarkan perkara halal-haram, dosa-pahala hingga surga-neraka kepada para siswanya. Tapi, mereka juga sudah mulai mengerti akan nilai-nilai revolusi. Di dalam universitas otak mereka diasah, di dalam masjid hati mereka diluruskan, tapi di dalam politik jiwa mereka benar-benar hidup. Namun, perlu diingat jika guru agama tidak bernafsu membentuk partai kekuasaan. Mereka hanya ingin memutus mata rantai penindasan. Di tengah zaman yang serba keblinger, mereka percaya pada Bacon bahwa knowledge is power.

Mari kita sedikit mundur ke belakang, peristiwa perlawanan Gustavo Gutiérrez di Amerika Latin pada tahun 1960-an misalnya adalah simbol jika ajaran Katolik tidak hanya sekadar tradisi merapalkan doa dibalik ruang sakral gereja melainkan suatu keberanian moral untuk membela nasib manusia dari ketimpangan, kemiskinan dan penderitaan. Melalui teologi pembebasan (1971),Gutierrez memproklamirkan bahwa penjajahan mutlak perlu dilenyapkan dan rakyat miskin tertindas harus segera diselamatkan.  Masalah guru agama dan ketimpangan lahir dari budaya kleptokrasi atau sistem pemerintahan para pencuri. Mereka menciptakan relasi patron-klien, di mana aparatur tunduk pada kepentingan kekuasaan (materi & posisi) demi menyempitkan makna kewarganegaraan. Kleptokrasi merupakan kejahatan eksistensial karena ia merampas hak hidup dan martabat manusia.

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Profil Panji Sukma Nugraha, Eks Bendum PB PMII Yang Kini Menjabat Tenaga Ahli Utama Atau Jubir Kantor Staf Presiden RI

    Profil Panji Sukma Nugraha, Eks Bendum PB PMII Yang Kini Menjabat Tenaga Ahli Utama Atau Jubir Kantor Staf Presiden RI

    • calendar_month Selasa, 7 Apr 2026
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 307
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Jakarta – Ir. Panji Sukma Nugraha S.T., M.M., IPM., CP merupakan Seorang insinyur kelahiran Balikpapan, 24 Juni 1991 dengan latar belakang pendidikan Sarjana Teknik Elektro dan Magister Manajemen Bisnis. Aktif berkiprah di dunia profesional, organisasi, serta kegiatan bisnis, dengan pengalaman yang memadukan keahlian teknis dan kapasitas manajerial. Dalam dunia prefesional pernah menjabat sebagai Manager […]

  • Pengurus Ansor Sulsel: Pekerja Praktis Vs Pekerja Keras

    Pengurus Ansor Sulsel: Pekerja Praktis Vs Pekerja Keras

    • calendar_month Senin, 16 Feb 2026
    • account_circle Dr. Mahmud Suyuti
    • visibility 131
    • 0Komentar

    Konferensi Wilayah ke-16 Gerakan Pemuda Ansor Sulawesi Selatan menjadi ajang penting dalam menentukan arah kepemimpinan organisasi ke depan. Dari 22 pemilik suara PC kabupaten/kota se-Sulsel, pertarungan berlangsung ketat antara dua kandidat utama: Ridwan Yusuf dan Salman. Dalam suasana penuh dinamika, Ridwan akhirnya terpilih sebagai Ketua GP Ansor Sulsel periode 2026–2030 dengan perolehan 12 suara, unggul […]

  • Sinergi Penguatan SDM Pertanian, Kemnaker RI Isi Talkshow Launching Agrinext Center KOPRI PB PMII

    Sinergi Penguatan SDM Pertanian, Kemnaker RI Isi Talkshow Launching Agrinext Center KOPRI PB PMII

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Dalam upaya mendorong penguatan sumber daya manusia (SDM) di sektor pertanian dan pangan, Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Kemnaker RI) turut hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Launching & Talkshow Agrinext Center yang diselenggarakan oleh Bidang Pertanian dan Pangan KOPRI PB PMII. Agenda kolaborasi diselenggarakan di perpustakaan Nasional RI, 20 Juni 2025. Kegiatan bertema “Akselerasi Peran Petani […]

  • Lebaran, Jalan Tol, dan Kesepian yang Tak Pernah Kita Akui

    Lebaran, Jalan Tol, dan Kesepian yang Tak Pernah Kita Akui

    • calendar_month Selasa, 24 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 256
    • 2Komentar

    Setiap tahun, menjelang Idulfitri, Indonesia bergerak seperti satu tubuh besar. Jalan-jalan penuh kendaraan, terminal sesak, bandara padat. Orang-orang pulang ke kampung halaman membawa rindu yang sudah lama tertunda. Mudik menjadi ritual yang hampir sakral dalam kehidupan sosial kita. Negara pun terus memperbaiki dirinya untuk menyambut arus besar itu. Jalan tol dibangun semakin panjang, pelabuhan diperluas, […]

  • Desa Bukan Sekadar laporan Dan infrastruktur. Ia Rasa kepemilikan kolektif

    Desa Bukan Sekadar laporan Dan infrastruktur. Ia Rasa kepemilikan kolektif

    • calendar_month Kamis, 23 Apr 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 154
    • 0Komentar

    Pembangunan desa hari ini kerap berjalan dalam irama yang terlalu kaku: serba terukur, serba terlapor, tetapi kerap lupa untuk dirasakan. Desa dipaksa berbicara dalam bahasa angka—persentase pertumbuhan, serapan anggaran, dan indikator kinerja—seolah kemajuan hanya sah jika bisa dirumuskan dalam tabel dan grafik. Di tengah gegap gempita itu, sesuatu yang paling mendasar justru perlahan tersisih: manusia […]

  • Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD: Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi sebagai Strategi Akselerasi Pembangunan Regional

    Bappeda Provinsi Gorontalo Gelar FGD: Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi sebagai Strategi Akselerasi Pembangunan Regional

    • calendar_month Jumat, 7 Nov 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 91
    • 0Komentar

    Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Gorontalo menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Urgensi Penataan Kembali Wilayah Aglomerasi: Sebuah Strategi Akselerasi Pembangunan Regional, Pemerataan, dan Peningkatan Kinerja Central Place”. Kegiatan berlangsung di Aula Prof. Kadir Abdussamad, Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Gorontalo, Kamis (6/11/2025). Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin A. Katili, yang hadir mewakili Gubernur Provinsi […]

expand_less