Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Manifesto Tarbiyah di Zaman Kacau

  • account_circle Almunauwar Bin Rusli
  • calendar_month Jumat, 24 Apr 2026
  • visibility 749
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sudah berulang kali saya katakan jika Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus menjadi antitesis dari kemaksiatan institusional ini. PTKIN tidak boleh menjadi sarang intelektual banci. Seribu intelektual tidak akan  bisa menyelamatkan guru agama apabila di dalam dadanya tidak berkobar-kobar tekad dan semangat untuk merdeka. Jangan biarkan para guru agama bernasib sial seperti Munir dan Marsinah. Oleh sebab itu, melalui manifesto tarbiyah, saya ingin mengajukan beberapa maklumat. Pertama, guru agama harus menyadari bahwa mereka adalah bagian dari kelas pekerja yang tenaganya dieksploitasi untuk memproduksi nilai sumber daya manusia. Dengan demikian, tuntutan upah tidak bertentangan dengan nilai agama. Kedua, guru agama harus membentuk dan memperkuat perkumpulan Pendidik Sosialis Indonesia (PSI) yang independen dengan cara  perundingan bersama. Jika satu guru protes dan dipecat, maka semua guru wajib mogok kerja.

Ketiga, guru agama harus  menuntut transparansi anggaran di lembaga pendidikan negeri maupun swasta. Hak milik pribadi dari kelas elite (borjuis) yang  mengontrol, memonopoli dan memanipulasi sistem birokrasi harus dimusnahkan. Keempat, guru agama harus menuntut pemerintah untuk mengambil alih tanggung jawab penuh atas kesejahteraan guru lewat nasionalisasi pendidikan. Kelima, guru agama harus beraliansi dengan buruh pabrik, petani, dan tenaga medis agar bisa menghimpun kekuatan maksimal demi menyatukan tuntutan kenaikan  upah layak nasional.

Pada masa-masa mendatang, saya memprediksi bahwa manifesto tarbiyah ini akan menjadi semacam pandangan etis dikalangan  guru agama kelas menengah bawah untuk mencetak khairu ummah  melalui gerakan ta’muruna bil ma’ruf (humanisasi), tanhauna ‘anil munkar (liberasi) dan tu’minuna billah (transendensi) di masing-masing gedung madrasah atau sekolah.  Kata Marx, tugas manusia bukan hanya menafsirkan dunia melainkan mengubah realitasnya. Kata Allah, jika manusia tidak mengubah nasibnya, maka perubahan hanyalah ilusi semata. Sampai di sini, bukankah menjadi “kiri” adalah suatu tindakan yang terpuji? Hasan Hanafi sudah mengulasnya dalam al-Yasar al-Islami (1981).

Sebagai penutup, saya adalah dosen yang bekerja untuk pemerintah. Saya adalah nasionalis yang menghancurkan politik kebencian. Saya adalah Islam yang menyebarkan aroma perdamaian. Saya adalah Marxis, yang menguburkan ketidakadilan.  Masalah ketimpangan finansial yang dialami oleh para guru agama  tidak boleh hanya diperlakukan sebagai konsumsi kognitif semata. Lewat manifesto tarbiyah, mari sama-sama kita hantam hegemoni kleptokrasi  yang mencederai amanat konstitusi.  Soekarno sudah ingatkan jika perjuangannya  lebih mudah karena hanya mengusir penjajah, tapi perjuangan kita akan lebih susah karena  harus menghadapi bangsa sendiri. Kaum guru agama se-Indonesia, bersatulah ! Agar kita bisa berdiri sama tinggi dan duduk sama rendah.  Di dalam pahitnya penderitaan umat manusia, pemikiran-pemikiran revolusioner harus tetap kita jaga.  Sekian !

Penulis : Dosen IAIN Manado/Anggota KPPP MUI Sulawesi Utara

  • Penulis: Almunauwar Bin Rusli

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Menakar Kembali Jalan Ziarah Menuju Lapeo: Tradisi yang Bertahan, Iman yang Dipertanyakan

    Menakar Kembali Jalan Ziarah Menuju Lapeo: Tradisi yang Bertahan, Iman yang Dipertanyakan

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Muhammad Kamal
    • visibility 590
    • 0Komentar

    Banyak orang datang karena ingin merasakan kedekatan dengan figur yang dianggap memiliki jejak kesalehan. Cerita tentang kehidupan para ulama, kisah-kisah yang beredar dari mulut ke mulut, serta kenangan tentang kesederhanaan hidup mereka membentuk suasana spiritual yang terus hidup dalam ingatan masyarakat. Praktik seperti ini sering disebut sebagai agama yang hidup dalam keseharian. Ia tidak hanya […]

  • Petuah yang Disangka Mantra

    Petuah yang Disangka Mantra

    • calendar_month Senin, 30 Mar 2026
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 579
    • 0Komentar

    Petuah ini sesungguhnya menyampaikan pesan tentang akuntabilitas. Bukan akuntabilitas birokrasi atau instansi, melainkan akuntabilitas pribadi manusia terhadap Tuhan, alam, sesama, dan dirinya sendiri. Nilai ini menjadi laku hidup orang Mandar dalam relasi mereka dengan dunia. Darmawan Mas’ud menafsirkan petuah tersebut sebagai pengetahuan tentang pentingnya menginternalisasi nilai kebaikan. Relasi vertikal manusia dengan alam melahirkan manusia yang […]

  • Prancis Diunggulkan Singkirkan Swedia, Les Bleus Bidik Tiket ke Babak 16 Besar

    Prancis Diunggulkan Singkirkan Swedia, Les Bleus Bidik Tiket ke Babak 16 Besar

    • calendar_month Senin, 29 Jun 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 116
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Prancis akan menghadapi Swedia pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium, East Rutherford, Rabu (1/7/2026) pukul 04.00 WIB. Les Bleus datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah tampil sempurna sepanjang fase grup. Tim asuhan Didier Deschamps menutup Grup I sebagai juara grup dengan raihan sembilan poin dari tiga pertandingan. Prancis juga […]

  • Butuhkah Peningkatan SDM di Gorontalo?

    Butuhkah Peningkatan SDM di Gorontalo?

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Peningkatan Sumber Daya Manusia menjadi isu yang sangat krusial untuk didiskusikan, apalagi peningkatan Sumber Daya Manusia menjadi program unggulan Gubernur Provinsi Gorontalo dengan dalih meningkatkan kemajuan dan kesejahteraan provinsi Gorontalo, yang menjadi pertanyaannya adalah apakah dengan peningkatan Sumber Daya Manusia yang akan dilakukan melalui program pemberian beasiswa terhadap putra daerah untuk melanjutkan pendidikan ke luar […]

  • Gerakan Nurani Bangsa Desak Presiden Hentikan Kekerasan dan Kembalikan Kepercayaan Publik

    Gerakan Nurani Bangsa Desak Presiden Hentikan Kekerasan dan Kembalikan Kepercayaan Publik

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 167
    • 0Komentar

    Gerakan Nurani Bangsa yang digerakkan sejumlah tokoh lintas agama, intelektual, dan budayawan menyampaikan seruan moral kepada Presiden Prabowo Subianto terkait situasi sosial politik yang belakangan ini memanas akibat gelombang aksi unjuk rasa di berbagai daerah. Dalam pernyataannya, Gerakan Nurani Bangsa meminta Presiden selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan menjadikan kemanusiaan dan keberpihakan kepada rakyat sebagai […]

  • IPSI Kabupaten Maros Gelar Try Out Uji Coba Tanding Sebagai Pemanasan Menuju Porprov Bone-Wajo 2026

    IPSI Kabupaten Maros Gelar Try Out Uji Coba Tanding Sebagai Pemanasan Menuju Porprov Bone-Wajo 2026

    • calendar_month Sabtu, 29 Agt 2026
    • account_circle Hardiansyah
    • visibility 105
    • 0Komentar

    Nulondalo.com–Bantaeng, 29 Agustus 2026 – Pengurus Kabupaten Ikatan Pencak Silat Indonesia [IPSI] Kabupaten Maros menggelar Try Out Uji Coba Tanding Pencak Silat selama 1 hari di Padepokan Puslatkab Bantaeng,Kegiatan ini menjadi salah satu tahapan penting dalam persiapan atlet menuju Pekan Olahraga Provinsi 2026 Bone-Wajo Mendatang. Try Out Uji Coba Tanding ini diikuti pesilat Dari 4 […]

expand_less