Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jejak Abadi John Tobing Lewat Lagu Dara Juang

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 487
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com- Di sebuah malam yang bising di kota Yogyakarta, kabar duka menyebar cepat, Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau yang akrab disapa John Tobing, dikabarkan telah berpulang pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 20.45 WIB, di Rumah Sakit Akademik UGM.

Kabar kepergiannya dikonfirmasi oleh sahabat sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito.

Bagi sebagian orang, nama John Tobing mungkin tidak begitu dikenal. Namun bagi sejarah gerakan mahasiswa Indonesia, ia adalah sosok yang meninggalkan jejak abadi melalui sebuah lagu berjudul Darah Juang.

Lagu ini menjadi pembakar semangat aksi mahasiswa, bukan hanya saat menumbangkan Orde Baru, tetapi hingga kini masih terus bergema di jalan-jalan setiap kali demonstrasi digelar.

Johnsony Maharsak Lumban Tobing lahir di Binjai, Sumatera Utara, pada 1 Desember 1965. Ia menapaki jalan intelektualnya di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, angkatan 1986.

Di kampus inilah, Jhon berproses, bergaul dengan sesama aktivis, dan menemukan panggilan hidupnya, menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan.

Sekitar era 1990-an, bersama kawan seperjuangannya Andi, Najat, Dadang, dan Budiman Sudjatmiko, John Tobing melahirkan sebuah karya yang kemudian menjadi ikon gerakan mahasiswa.

Darah Juang bukan sekadar rangkaian nada dan kata, melainkan sebuah manifesto musikal yang membakar semangat perjuangan kala itu.

Saat gelombang reformasi 1998 mengguncang negeri, lagu ini berkumandang di jalan-jalan, menjadi nyanyian kolektif yang menyatukan ribuan suara. Liriknya sederhana, namun penuh daya ledak menjadikannya semacam “mars perlawanan” yang terus diwariskan lintas generasi.

Hingga kini, setiap kali demonstrasi digelar, gema Darah Juang kerap terdengar, seakan menghadirkan semangat John Tobing di tengah massa.

John Tobing bukan hanya musisi. Ia adalah aktivis yang hidup dalam denyut perjuangan. Sebagai alumni filsafat, ia memandang musik sebagai medium refleksi sekaligus perlawanan.

Lagu-lagu perjuangan yang ia ciptakan lahir dari pengalaman nyata; dari jalanan, ruang diskusi, hingga keresahan melihat ketidakadilan.

Indonesia kehilangan seorang pejuang yang suaranya telah menjadi bagian dari sejarah. Namun warisan John Tobing tidak pernah benar-benar hilang.

Darah Juang akan terus hidup, dinyanyikan oleh generasi muda yang menolak tunduk pada ketidakadilan.

John Tobing telah pergi, tetapi semangatnya tetap menyala. Ia meninggalkan sebuah karya yang melampaui waktu, sebuah lagu yang tidak hanya mengiringi perjuangan mahasiswa 98, tetapi juga menjadi simbol keberanian anak bangsa hingga kini.

Pada akhirnya, suara John Tobing akan terus bergema, mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai.

  • Penulis: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dari Biluhu ke Bolsel: Kisah Pemburu Tuna

    Dari Biluhu ke Bolsel: Kisah Pemburu Tuna

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Apriyanto Rajak
    • visibility 159
    • 0Komentar

    Dua orang nelayan tradisional menempuh lebih dari 200 kilometer pada pertengahan Februari 2025 melalui jalur laut. Mereka berangkat dari kampung halamannya Desa Biluhu Barat, Kecamatan Biluhu, Kabupaten Gorontalo menuju Desa Tolondadu, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel), Sulawesi Utara, untuk berburu ikan tuna. Dua nelayan tradisional tersebut bernama Aten Rauf 53 tahun dan […]

  • Longsor di Morowali Jadi Alarm Nasional, DPR Minta Pengawasan Lingkungan Diperketat

    Longsor di Morowali Jadi Alarm Nasional, DPR Minta Pengawasan Lingkungan Diperketat

    • calendar_month Rabu, 4 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 204
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Peristiwa banjir dan tanah longsor di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, dinilai sebagai alarm nasional atas lemahnya tata kelola lingkungan di kawasan industri tambang. Anggota Komisi IV DPR RI, Robert J. Kardinal, meminta pemerintah segera melakukan pembenahan dan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan lingkungan, khususnya di wilayah […]

  • Kas Langit

    Kas Langit

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 245
    • 0Komentar

    Ramadhan itu unik. Ia seperti auditor independen yang datang tanpa diundang, memeriksa laporan keuangan batin kita. Bedanya, auditor ini tidak membawa kertas kerja, tapi membawa pahala. Ia tidak bertanya soal aset lancar, tetapi soal amal lancar. Dan yang paling penting, ia tidak bisa “diajak negosiasi”. Sebagai orang akuntansi, saya sering merenung: mengapa kita begitu teliti […]

  • Dilema BBM: Ketika APBN Menjadi Korban dan Ketidakpastian Global

    Dilema BBM: Ketika APBN Menjadi Korban dan Ketidakpastian Global

    • calendar_month Jumat, 1 Mei 2026
    • account_circle Rif’atu Darojah
    • visibility 153
    • 0Komentar

    Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejatinya adalah instrumen paling vital dalam menggerakkan roda ekonomi nasional. Secara formal, APBN berfungsi sebagai alat otorisasi, perencanaan, dan distribusi untuk memastikan kesejahteraan rakyat. Namun, memasuki tahun 2026, realitas di lapangan jauh dari teks ideal di buku-buku ekonomi. Kita sedang menyaksikan sebuah drama besar di mana APBN tidak lagi […]

  • Kabar Gembira: Tunjangan Guru PAI Dicairkan Sebelum Lebaran

    Kabar Gembira: Tunjangan Guru PAI Dicairkan Sebelum Lebaran

    • calendar_month Jumat, 28 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 100
    • 0Komentar

    Kementerian Agama menegaskan tunjangan profesi bagi 120.067 guru dan pengawas Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah akan dicairkan sebelum Idulfitri 1446 H. Pemerintah telah menyiapkan anggaran lebih dari Rp828,1 miliar untuk mendukung pencairan tunjangan selama dua bulan ini, Januari dan Februari 2025. Dirjen Pendidikan Islam Suyitno mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan menjadi salah satu Asta Cita […]

  • Petani Bukan Beban, Mereka Jantung Pembangunan

    Petani Bukan Beban, Mereka Jantung Pembangunan

    • calendar_month Minggu, 7 Sep 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 102
    • 0Komentar

    Di momentum Hari Tani Nasional, Ketua Tani Merdeka Indonesia Provinsi Gorontalo, Rian Uno, menyoroti persoalan investasi perkebunan dan pertambangan di Gorontalo yang dinilai tidak berpihak pada masyarakat petani. Menurutnya, kondisi ini bertolak belakang dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa petani harus bangga menjadi tulang punggung bangsa. “Saya melihat petani di Gorontalo masih menghadapi […]

expand_less