Breaking News
light_mode
Trending Tags

Jejak Abadi John Tobing Lewat Lagu Dara Juang

  • account_circle Suaib Pr
  • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
  • visibility 368
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Nulondalo.com- Di sebuah malam yang bising di kota Yogyakarta, kabar duka menyebar cepat, Johnsony Maharsak Lumban Tobing atau yang akrab disapa John Tobing, dikabarkan telah berpulang pada Rabu, 25 Februari 2026, pukul 20.45 WIB, di Rumah Sakit Akademik UGM.

Kabar kepergiannya dikonfirmasi oleh sahabat sekaligus Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Pengabdian Masyarakat, dan Alumni UGM, Arie Sujito.

Bagi sebagian orang, nama John Tobing mungkin tidak begitu dikenal. Namun bagi sejarah gerakan mahasiswa Indonesia, ia adalah sosok yang meninggalkan jejak abadi melalui sebuah lagu berjudul Darah Juang.

Lagu ini menjadi pembakar semangat aksi mahasiswa, bukan hanya saat menumbangkan Orde Baru, tetapi hingga kini masih terus bergema di jalan-jalan setiap kali demonstrasi digelar.

Johnsony Maharsak Lumban Tobing lahir di Binjai, Sumatera Utara, pada 1 Desember 1965. Ia menapaki jalan intelektualnya di Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada, angkatan 1986.

Di kampus inilah, Jhon berproses, bergaul dengan sesama aktivis, dan menemukan panggilan hidupnya, menyuarakan perlawanan terhadap ketidakadilan.

Sekitar era 1990-an, bersama kawan seperjuangannya Andi, Najat, Dadang, dan Budiman Sudjatmiko, John Tobing melahirkan sebuah karya yang kemudian menjadi ikon gerakan mahasiswa.

Darah Juang bukan sekadar rangkaian nada dan kata, melainkan sebuah manifesto musikal yang membakar semangat perjuangan kala itu.

Saat gelombang reformasi 1998 mengguncang negeri, lagu ini berkumandang di jalan-jalan, menjadi nyanyian kolektif yang menyatukan ribuan suara. Liriknya sederhana, namun penuh daya ledak menjadikannya semacam “mars perlawanan” yang terus diwariskan lintas generasi.

Hingga kini, setiap kali demonstrasi digelar, gema Darah Juang kerap terdengar, seakan menghadirkan semangat John Tobing di tengah massa.

John Tobing bukan hanya musisi. Ia adalah aktivis yang hidup dalam denyut perjuangan. Sebagai alumni filsafat, ia memandang musik sebagai medium refleksi sekaligus perlawanan.

Lagu-lagu perjuangan yang ia ciptakan lahir dari pengalaman nyata; dari jalanan, ruang diskusi, hingga keresahan melihat ketidakadilan.

Indonesia kehilangan seorang pejuang yang suaranya telah menjadi bagian dari sejarah. Namun warisan John Tobing tidak pernah benar-benar hilang.

Darah Juang akan terus hidup, dinyanyikan oleh generasi muda yang menolak tunduk pada ketidakadilan.

John Tobing telah pergi, tetapi semangatnya tetap menyala. Ia meninggalkan sebuah karya yang melampaui waktu, sebuah lagu yang tidak hanya mengiringi perjuangan mahasiswa 98, tetapi juga menjadi simbol keberanian anak bangsa hingga kini.

Pada akhirnya, suara John Tobing akan terus bergema, mengingatkan bahwa perjuangan belum selesai.

  • Penulis: Suaib Pr

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BSG Dukung Skema Pembiayaan Melawan Rentenir, Tutup Rangkaian PES PWNU Gorontalo 2025

    BSG Dukung Skema Pembiayaan Melawan Rentenir, Tutup Rangkaian PES PWNU Gorontalo 2025

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 97
    • 0Komentar

    Rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah (PES) 2025 yang digelar oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo resmi ditutup dengan seminar bertema “Skema Pembiayaan Melawan Rentenir”, Kamis (30/10/2025). Acara yang berlangsung di pelataran Kantor PWNU Gorontalo ini menjadi penutup dari seluruh rangkaian kegiatan PES yang telah diselenggarakan sejak 28 Oktober 2025. Seminar tersebut menghadirkan narasumber dari […]

  • Iran Tunjuk Ayatollah Alireza Arafi Jadi Anggota Dewan Kepemimpinan Sementara Pasca Kematian Khamenei

    Iran Tunjuk Ayatollah Alireza Arafi Jadi Anggota Dewan Kepemimpinan Sementara Pasca Kematian Khamenei

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 113
    • 0Komentar

    nulondalo.com –  Pemerintah Iran secara resmi menunjuk Ayatollah Alireza Arafi sebagai anggota Dewan Kepemimpinan sementara negara itu, sehari setelah kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dalam serangan udara yang menghantam ibu kota Teheran. Penunjukan Arafi diumumkan oleh juru bicara Majelis Penelaahan Kepentingan (Expediency Discernment Council), Mohsen Dehnavi, melalui sebuah unggahan di platform X pada Minggu […]

  • Breaking News : Prabowo Serukan Perang Terhadap Sampah

    Breaking News : Prabowo Serukan Perang Terhadap Sampah

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 268
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Presiden Prabowo Subianto menyerukan perang terhadap sampah dan meminta seluruh kepala daerah, kementerian, serta lembaga negara untuk serius menangani persoalan lingkungan. Seruan tersebut disampaikan Prabowo saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintahan Pusat dan Daerah di Sentul, Bogor, Senin (2/2/2026). Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia saat ini berada dalam kondisi darurat sampah. […]

  • Kemenag Mulai Cairkan TPG Guru Madrasah Secara Bertahap Pekan Ini

    Kemenag Mulai Cairkan TPG Guru Madrasah Secara Bertahap Pekan Ini

    • calendar_month Jumat, 6 Mar 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 173
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Kabar baik datang dari Kementerian Agama. Tunjangan Profesi Guru (TPG) bagi guru madrasah mulai dicairkan secara bertahap pada pekan ini. Pencairan tersebut dilakukan seiring percepatan penerbitan Surat Keputusan Analisis Kelayakan Penerima Tunjangan (SKAKPT) bagi guru yang telah memenuhi persyaratan administrasi. Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Amien Suyitno, mengatakan percepatan penerbitan SKAKPT terus […]

  • Ramadan dan Jurang Kesenjangan

    Ramadan dan Jurang Kesenjangan

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Suaib Prawono
    • visibility 157
    • 0Komentar

    Ramadan selalu hadir dengan semarak yang khas. Beragam ekspresi keagamaan mencuat ke ruang publik, mulai pengajian rutin, ceramah agama, semarak majelis taklim, hingga seruan sahur jelang dini hari. Ramadan seolah telah menjadi panggung besar ekspresi keagamaan. Selain dimaknai sebagai bulan suci, juga diyakini sebagai bulan penuh berkah; bulan yang dirindukan umat Islam karena pahala amal […]

  • Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA: Efisiensi Anggaran Tidak Harus Mengorbankan Lembaga Strategis

    Koordinator Bidang Pendidikan dan Ekonomi DPP GENINUSA: Efisiensi Anggaran Tidak Harus Mengorbankan Lembaga Strategis

    • calendar_month Rabu, 26 Mar 2025
    • account_circle Redaksi Nulondalo
    • visibility 94
    • 0Komentar

    Presiden Republik Indonesia, pada 22 Januari 2025 yang lalu telah mengeluarkan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025, yang berfokus pada efisiensi belanja dalam pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2025. Inpres tersebut menyasar sejumlah kementerian di Kabinet Merah Putih, termasuk Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan […]

expand_less