Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Bayangkan Jika Anda Seorang LGBT: Sebuah Eksperimen Imajinasi dan Refleksi Sosial-Religius

  • account_circle Fanridhal Engo
  • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
  • visibility 219
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kini, Anda berpikir; egoisme masa lalu Anda memang ada, tapi orientasinya telah berubah. Dulu Anda menuntut hak untuk diakui, sekarang Anda merasa berhak untuk bertobat. Anda yakin tak seorang pun berhak menghakimi perjalanan spiritual Anda, selain Tuhan sendiri. Hak Asasi Manusia, yang dulu menjadi tameng argumentasi sekuler Anda, kini justru Anda gunakan untuk membela hak Anda untuk berubah.

Demikianlah agama. Ia bukan tempat menghukum, tapi ruang untuk kembali. Wadah bagi penyesalan siapa pun, tak peduli usia dan masa lalu.

Waktu berlalu. Anda merasa lebih damai. Tak ada lagi rasa sesal yang menindih terlalu dalam. Semuanya telah Anda pasrahkan kepada Tuhan. Yang Anda tahu pasti adalah bahwa tobat Anda tulus dan janji-Nya itu nyata; Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Tak lama kemudian, seorang anak kecil tanpa alas kaki, berbaju lusuh, menghampiri Anda. Ia menawarkan koran. Karena merasa sepi dan ingin tahu kabar dunia, Anda membelinya.

Tajuk beritanya mengejutkan. Lagi-lagi tentang kontroversi LGBT dan waria. Isunya masih sama: antara hak asasi manusia dan konservatisme agama.

Akhirnya, sebagai penulis saya ingin bertanya: Bagaimana tanggapan Anda tentang topik dalam berita itu? Anda akan membela pihak yang mana?

  • Penulis: Fanridhal Engo

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire

    Relevansi Kritik Pendidikan ala Paulo Freire

    • calendar_month Rabu, 29 Apr 2026
    • account_circle Multazam. R
    • visibility 299
    • 0Komentar

    Model pendidikan berbasis masalah menjadi alternatif memperbaiki sistem pendidikan di Indonesia. Pendidikan berbasis masalah berangkat dari paradigma konstruktivistik yang diperkenalkan oleh John Dewey. Paradigma ini memandang bahwa pengetahuan sejati lahir dari konstruksi aktif antara interaksi guru, murid dengan lingkungan (masalah). Masalah sebagai titik berangkat, guru dan murid kemudian diperhadapkan pada realitas sosial yang menuntut analisis […]

  • Lapar Menguji Likuiditas Iman

    Lapar Menguji Likuiditas Iman

    • calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 360
    • 0Komentar

    Akhirnya, Ramadhan adalah laboratorium likuiditas. Lapar menguji apakah iman kita cukup cair untuk mengalir menjadi kasih sayang. Jika setiap magrib kita hanya sibuk menutup defisit perut, tapi lupa menambah surplus amal, maka laporan tahunan kita akan penuh catatan koreksi. Semoga setelah sebulan, kita tidak hanya lulus ujian lapar, tetapi juga memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian […]

  • KWIP Instruksikan Wartawan Tahan Diri Sikapi Dugaan Penghinaan Makmun Serbaguna

    KWIP Instruksikan Wartawan Tahan Diri Sikapi Dugaan Penghinaan Makmun Serbaguna

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 89
    • 0Komentar

    TULANG BAWANG, NULONDALO.COM – Ketua Dewan Pimpinan Pusat Komite Wartawan Indonesia Perjuangan (KWIP), Deferi Zan, menginstruksikan seluruh pengurus dan anggota KWIP menahan diri dalam menyikapi kasus dugaan penghinaan yang diduga dilakukan oknum TikToker Makmun Serbaguna asal Tulang Bawang. Imbauan tersebut disampaikan Deferi Zan pada Selasa, 9 Desember 2026, menyusul ramainya pro dan kontra di kalangan […]

  • Belajar Kesantunan Bertoleransi dari Libo

    Belajar Kesantunan Bertoleransi dari Libo

    • calendar_month Minggu, 17 Mei 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 458
    • 0Komentar

    Di sebuah kampung kecil di pedalaman Papua, nama Libo mendadak menjadi buah bibir. Bocah sekolah dasar itu viral bukan karena prestasi akademik atau keberanian luar biasa, melainkan karena sikap santunnya yang sederhana namun sarat makna. Libo dikenal sebagai anak yang ramah, penuh senyum, dan selalu menghormati orang lain. Suatu hari, ia berinteraksi dengan Bintang, seorang […]

  • Timnas Rasa Belanda: Rethinking Nasionalisme di Lapangan Hijau

    Timnas Rasa Belanda: Rethinking Nasionalisme di Lapangan Hijau

    • calendar_month Rabu, 26 Nov 2025
    • account_circle Pepi al-Bayqunie
    • visibility 200
    • 0Komentar

    Bagi kita, penggemar sepak bola Indonesia, wajah Timnas Indonesia kini tampak berbeda. Dulu, kita mengenal pemain-pemain yang tumbuh besar di sini, dengan karakter dan ciri khas lokal yang tak bisa dilepaskan. Namun kini, hampir setiap pemain Timnas yang tampil memiliki tubuh tegap, kulit putih, dan seolah membawa cita rasa Eropa, terutama Belanda. Mereka bukanlah anak-anak […]

  • Maksiat Digital

    Maksiat Digital

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Dr. Muhammad Aras Prabowo, M.Ak.
    • visibility 463
    • 0Komentar

    Di pesantren, judi itu haram. Di kampus, judi itu dilarang. Di negara, judi itu pidana. Tapi di gawai kita, judi online atau yang lebih akrab disebut judol, sering tampil seperti iklan sedekah: “modal kecil, hasil besar.” Gus Dur mungkin akan tersenyum getir sambil berkata, “Ini bukan soal untung atau rugi, tapi soal siapa yang paling […]

expand_less