Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Mengapa Harus Panahan?

  • account_circle Dr. Husin Ali
  • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
  • visibility 455
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Catatan Antropolog tentang Disiplin, Rasa, dan Jalan Pulang pada Diri

Ada olahraga yang membuat kita berkeringat. Ada yang memacu adrenalin. Dan ada satu yang membuat kita diam namun justru di sanalah kita menemukan diri sendiri. Panahan adalah yang terakhir.

Saya menulis ini sebagai antropolog—dan pengalaman itu diperkaya oleh perjumpaan panjang dengan Bang Ade Permana, seorang Polisi aktif berpangkat Kombes Pol, mantan Kapolresta Gorontalo Kota, yang juga antropolog. Kami saling mengenal sejak studi doktoral di Universitas Hasanuddin (2019). Di lapangan, beliau membina Dumbo Archery Gorontalo—sebuah ruang belajar yang tenang, egaliter, dan penuh makna.

Bahwa seorang perwira polisi sekaligus antropolog memilih panahan bukan kebetulan. Antropologi mengajarkan satu hal: manusia dibentuk oleh praktik yang ia ulangi. Panahan adalah praktik itu—sunyi, disiplin, dan jujur.

Panahan Mengajari Kita Menunggu

Panahan memaksa kita melambat. Tidak ada hasil instan. Tarikan busur menuntut kekuatan yang terukur; jeda sebelum melepas anak panah menuntut kesabaran yang sadar. Terburu-buru hampir selalu meleset. Di sini, kita belajar sabar yang aktif—bukan pasrah, melainkan siap sepenuhnya.

Rasa Saat Anak Panah Dilepas

Ada momen yang sulit dijelaskan: ketika jemari membuka, anak panah melesat, dan dunia sejenak mengecil pada satu titik tujuan. Entah tepat di tengah sasaran atau sedikit melenceng, selalu ada pelajaran. Panahan tidak pernah berbohong—ia mengembalikan kita pada kualitas niat dan ketenangan kita sendiri.

Disiplin Sunyi yang Membentuk Karakter

Di Dumbo Archery, banyak anggota adalah polisi aktif lintas generasi. Pangkat ditinggalkan. Yang diuji bukan otoritas, melainkan ketenangan. Latihan—sering kali malam hari, termasuk di rumah dinas—menjadi ritual pemulihan setelah hari yang panjang. Tidak ada teriakan. Tidak ada pamer. Hanya pengulangan, koreksi, dan saling menguatkan.

Di titik ini, perspektif antropologis menjadi terang: panahan bekerja sebagai pendidikan karakter tanpa kurikulum. Nilai ditanamkan lewat praktik—fokus, disiplin, tanggung jawab—bukan lewat ceramah.

Mengapa Panahan Relevan Hari Ini

Karena kita hidup di zaman yang bising. Karena pikiran jarang benar-benar istirahat. Karena emosi mudah tersulut, sementara jeda kian langka.

Panahan memberi jeda itu. Ia melatih kekuatan yang tertib, bukan agresi. Ia mengajarkan kepemimpinan atas diri sendiri sebelum mengelola keadaan. Itulah mengapa seorang antropolog—bahkan yang juga perwira Polri—memilihnya sebagai jalan latihan.

Sebuah Undangan Rasa

Jika Anda lelah oleh hiruk-pikuk, cobalah panahan. Pegang busur. Tarik perlahan. Atur napas. Lepaskan anak panah dengan niat baik. Rasakan ketenangan yang asing namun akrab. Jika itu datang, panahan sedang bekerja pada Anda.

Tulisan ini saya persembahkan sebagai catatan antropolog dan undangan sunyi. Bukan untuk menjadi juara, tetapi untuk menjadi lebih hadir, lebih tenang, dan lebih utuh. Karena terkadang, yang kita perlukan bukan berlari lebih cepat, melainkan berhenti sejenak—lalu melangkah dengan arah yang benar.

  • Penulis: Dr. Husin Ali

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Praka Mohammad Basri, Babinsa Desa Buti yang Selalu Siap Berdiri di Garda Terdepan untuk Warga

    Praka Mohammad Basri, Babinsa Desa Buti yang Selalu Siap Berdiri di Garda Terdepan untuk Warga

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 125
    • 0Komentar

    NULONDALO.COM-BOALEMO- Di balik seragam loreng yang dikenakannya, Praka Mohammad Basri bukan sekadar menjalankan tugas sebagai Bintang Pembina Desa (Babinsa) di Desa Buti, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo, Kamis (20/8/26). Seperti yang diutarakan Husain Thalib, salah seorang warga, menilai kepedulian Basri terhadap masyarakat bukan sesuatu yang dibuat-buat. Menurut Husain, kepedulian tersebut terlihat dalam berbagai bidang kehidupan masyarakat, […]

  • Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    Politik Identitas di Ruang Publik; Sebuah Gugatan Atas Praktik Penamaan Fasilitas Umum di Era Rum Pagau Jilid II

    • calendar_month Rabu, 30 Apr 2025
    • account_circle Nurmawan Pakaya
    • visibility 171
    • 0Komentar

    Pernakah kita berpikir kenapa fasilitas publik seperti rumah sakit atau taman kota bisa dinamai sesuai dengan nama seseorang? Memang sih, terkadang kita menganggap bagian dari menamai ruang publik itu adalah salah satu bentuk penghormatan kepada seseorang. Tapi, yang menjadi pertanyaan kemudian adalah; apakah semua fasilitas publik harus terhubung dengan nama seseorang? Lebih-lebih di balik penamaan […]

  • Ramadhan dan Semangat Temporal Beribadah

    Ramadhan dan Semangat Temporal Beribadah

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle Asrul G.H. Lasapa
    • visibility 494
    • 0Komentar

    Dalam kajian sosiologi dan studi budaya, sesuatu (tren, budaya, nilai, atau gaya hidup) yang datang kembali setelah lama pergi akan disambut dengan nostalgia atau perayaan. Teori ini selaras dengan bulan Ramadhan yang merupakan bahagian dari tatanan nilai dan momen suci yang datang kembali setelah lama pergi. Euforia penyambutannya terlihat jelas dari perilaku sosial dan perilaku […]

  • Santri Pesantren Ndolo Kusumo Dipindahkan, Kemenag Pastikan Pendidikan Tetap Berlanjut

    Santri Pesantren Ndolo Kusumo Dipindahkan, Kemenag Pastikan Pendidikan Tetap Berlanjut

    • calendar_month Selasa, 5 Mei 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 456
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Proses hukum terhadap terduga pelaku kekerasan seksual di Pesantren Ndolo Kusumo, Kabupaten Pati, saat ini tengah ditangani aparat kepolisian. Di sisi lain, Kementerian Agama memastikan keberlanjutan pendidikan para santri tetap menjadi prioritas utama. Direktur Pesantren, Basnang Said, menegaskan bahwa para santri akan difasilitasi untuk melanjutkan pendidikan di sejumlah lembaga di Kabupaten Pati. “Pendidikan […]

  • Ustadz Nur Maulana Jelaskan Tiga Kategori Amal di MAN 1 Makassar

    Ustadz Nur Maulana Jelaskan Tiga Kategori Amal di MAN 1 Makassar

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle -
    • visibility 70
    • 0Komentar

    Nulondalo, Makassar – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Kota Makassar bekerja sama dengan Sahabat Yatim Indonesia menggelar Tabligh Akbar di lapangan indoor madrasah, Senin (5/10/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan dai nasional Ustadz Nur Maulana sebagai penceramah. Sekitar 1.000 siswa, bersama guru dan tenaga kependidikan MAN 1 Makassar, mengikuti acara yang berlangsung khidmat dan penuh antusias. Rangkaian […]

  • Said Aqil Siradj dan Kritik tentang Tambang: Ketika NU Diuji antara Khidmah dan Kekuasaan Play Button

    Said Aqil Siradj dan Kritik tentang Tambang: Ketika NU Diuji antara Khidmah dan Kekuasaan

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Djemi Radji
    • visibility 222
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Nama KH Said Aqil Siradj bukan sosok asing dalam organisasi Nahdlatul Ulama. Selama dua periode memimpin PBNU, ia dikenal sebagai kiai yang vokal dan tak segan mengkritik kebijakan pemerintah, termasuk di era Presiden Joko Widodo, terutama ketika kebijakan dinilai merugikan rakyat kecil dan kaum lemah. Dalam sejumlah pernyataan yang kembali ramai dibicarakan, Said […]

expand_less