Breaking News
dark_mode
Trending Tags

Kabar Duka: Kiai Imam Aziz, Murid Gus Dur dan Intelektual NU, Wafat di Usia 63 Tahun

  • account_circle Tim Redaksi
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 172
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Dunia aktivis sosial dan warga Nahdlatul Ulama (NU) tengah berduka. Salah satu tokoh penting pergerakan Islam progresif, KH. Imam Aziz, wafat di usia 63 tahun pada Sabtu dini hari (12/7/2025) di Yogyakarta.

Kiai Imam dikenal luas sebagai murid langsung Presiden ke-4 RI, KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Ia adalah figur kiai sekaligus intelektual yang aktif menggerakkan diskursus Islam yang berpihak kepada keadilan sosial, demokrasi, dan nilai-nilai kemanusiaan.

Kabar wafatnya dibagikan oleh banyak tokoh dan organisasi melalui media sosial, termasuk di antaranya para sahabat dekat dan kolega perjuangannya.

Salah satu tokoh nasional yang turut melayat adalah mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD. Dalam unggahan di akun Facebook pribadinya, Mahfud menyampaikan duka mendalam atas wafatnya Kiai Imam.

“Saya melayat kepergian sahabat, Kyai Imam Aziz, intelektual NU yang meninggal dunia dini hari tadi di Yogyakarta. Almarhum dikenal kritis dalam pengembangan pemikiran Islam. Pendiri Lembaga Kajian Islam dan Sosial, Ketua PBNU, terakhir menjadi Staf Khusus Wapres Kyai Ma’ruf Amin. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fu’anhu,” tulis Mahfud.

Kiai Imam Aziz dikenal sebagai pendiri Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS)—salah satu pusat intelektual Islam progresif yang berpengaruh sejak era 1990-an. Kiprahnya di PBNU semasa menjadi Ketua juga menunjukkan konsistensinya dalam menjembatani nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin dengan kebutuhan perubahan sosial.

Hingga akhir hayatnya, ia menjabat sebagai Staf Khusus Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin. Meski berada di lingkar kekuasaan, ia tetap dikenal sebagai tokoh yang kritis, jujur, dan berpihak kepada rakyat kecil.

Sekilas tentang KH. Imam Azis

Pada sebuah tulisan yang tayang di media alif.id yang ditulis Rekki Zakkia aktivis di Front Perjuangan Pemuda Indonesia, bahwa Kiai Imam Aziz bukan hanya seorang kiai. Ia adalah jembatan antara visi langit dan aksi bumi, antara ruh Islam yang murni dengan dunia sosial-politik yang berkelok dan keruh. Di tengah pusaran zaman yang sarat kepentingan, ia hadir sebagai penanda arah, sebagai suara yang tetap jernih meski di tengah kegaduhan.

“Beliau tidak sekadar berbicara tentang demokrasi; ia menghidupinya, mempraktikkannya, dan menjadikannya bagian dari laku spiritual dan tindakan kultural. Baginya, Islam bukan sekadar doktrin yang dihafalkan atau ibadah yang dilazimkan. Islam adalah kesadaran, adalah keberpihakan. Islam adalah etika pembebasan sosial. Bersamanya, aku belajar bahwa iman dan keberpihakan tidak bisa dipisahkan. Keduanya adalah satu napas perjuangan”, tulis Rekki.

Bagi ia, Kiai Imam adalah ‘Kiai Kiri’, dalam makna yang paling mulia, agung, tinggi, dan luhur. Kiri bukan sekadar label ideologis, tapi keberanian memilih jalan sunyi—jalan yang menantang, ketika banyak yang lebih memilih diam di zona nyaman. Ia berdiri di sisi mereka yang lemah, berpihak pada yang tertindas, tak goyah meski banyak yang menempuh jalan kompromi.

Menurutnya, Kiai Imam Aziz memaknai Islam bukan sebagai agama individual semata, tetapi sebagai jalan hidup kolektif: untuk pembebasan, untuk keadilan, untuk kesejahteraan umat, untuk kemanusiaan. Di masanya, dan juga di masa kini, tak banyak yang berani bersikap seperti beliau. Ia tegak lurus di garis perjuangan, tak tunduk pada kompromi murahan, tak silau oleh gemerlap kekuasaan.

“Ia bukan kiai panggung. Ia adalah kiai jalanan. Yang hidup bersama rakyat, merasakan denyut luka mereka, dan menyuarakan jerit yang tak terdengar. Keteguhannya bukan hanya soal keyakinan, tapi keberanian untuk tetap berada di jalan yang benar, bahkan ketika jalan itu sepi”, tulis Anggota di Departemen Agitasi dan Propaganda Rakyat Kuasa.

Dilansir dari NU Online, Almarhum yang bernama lengkap Muhammad Imam Aziz dilahirkan di Pati, Jawa Tengah pada 29 Maret 1962. Ayahnya bernama KH Abdul Aziz Yasin, santri KH Ali Maksum Krapyak (Rais Aam PBNU 1981-1984). Sementara ibunya Hj. Fathimah.

Semasa kuliah di Institut Agama Islam Negeri (sekarang Universitas Islam Negeri) Sunan Kalijaga Yogyakarta, ia aktif di organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Lembaga Pers Mahasiswa Arena.

KH Imam Aziz dikenal sebagai tokoh penting gerakan kaum muda NU yang pernah melakukan Mubes Warga NU di Cirebon tahun 2004 untuk mengawal Khittah NU; Nahdliyin Crisis Center pada Muktamar NU di Boyolali.

Ia juga dikenal dalam Masyarakat Santri untuk Advokasi Rakyat (Syarikat) yang berbicara soal rekonsiliasi nasional dari kalangan santri juga merupakan salah seorang pendiri Lembaga Kajian Islam dan Sosial (LKiS) Yogyakarta.

Saat di PBNU, ia merupakan salah seorang yang mendukung dalam penerbitan Ensiklopedia NU (2014) serta berperan besar pada penyelenggaraan dua perhelatan akbar NU, yaitu sebagai Ketua Panitia Muktamar ke-33 NU yang berlangsung di empat pesantren di Jombang pada 2015 dan Muktamar ke-34 NU di Lampung pada 2021.

Kiai Imam Azis di makamkan di Komplek Pondok Pesantren Bumi Cendekia, Yogyakarta, Gombang, Titroadi, Mlati Sleman DIY.

  • Penulis: Tim Redaksi
  • Editor: Djemi Radji

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Warga Gorontalo Utara Soroti Truk Kayu Overload di Tomilito, Desak Penertiban Segera

    Warga Gorontalo Utara Soroti Truk Kayu Overload di Tomilito, Desak Penertiban Segera

    • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 510
    • 0Komentar

    Gorontalo Utara, nulondalo.com – Seorang warga Gorontalo Utara, Sandy Syafrudin Nina, menyuarakan keprihatinan serius terhadap aktivitas truk pengangkut kayu bermuatan berlebih (overload) yang kerap melintas di wilayah Tomilito. Ia menilai kondisi tersebut bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, melainkan ancaman nyata bagi keselamatan masyarakat. Dalam kesaksiannya, Sandy mengungkapkan bahwa siang hari, jalanan dari arah Tomilito dipenuhi […]

  • GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Istighosah dan Doa Jaga Aspirasi Indonesia

    GP Ansor Kota Gorontalo Gelar Istighosah dan Doa Jaga Aspirasi Indonesia

    • calendar_month Selasa, 2 Sep 2025
    • account_circle Tim Redaksi
    • visibility 245
    • 0Komentar

    nulondalo.com – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Gorontalo menggelar istighosa dan Doa dengan tema “Jaga Aspirasi Jaga Indonesia“ dalam rangka melaksanakan instuksi pengurus pusat (PP)Ansor . kegiatan ini berlangsung pada Minggu (31 /8/2025), bertempat di Masjid At Takwa, Kel Bulotada Timur, Kec. Sipatana . Ketua PC GP Ansor Kota Gorontalo, Ustadz Yajib Alhabsi, […]

  • Buka Puasa Lintas Iman: Merajut Damai dari Keuskupan Agung Makassar Play Button

    Buka Puasa Lintas Iman: Merajut Damai dari Keuskupan Agung Makassar

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Suaib Pr
    • visibility 472
    • 0Komentar

    Nulondalo.com, Makassar– Langit Makassar sore itu tampak muram. Awan kelabu bergelayut, hujan turun di beberapa sudut kota, seakan ingin menguji langkah para tokoh lintas agama. Namun semangat mereka tak pernah surut. Satu per satu tetap melangkah menuju Keuskupan Agung Makassar untuk menghadiri acara buka puasa bersama pada Minggu (9/3/2026). Dengan tema “Berjalan Bersama dalam Merajut […]

  • Burung Indonesia Gelar Diskusi Skema Pemanfaatan Karbon Hutan

    Burung Indonesia Gelar Diskusi Skema Pemanfaatan Karbon Hutan

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Moloneo Az
    • visibility 487
    • 0Komentar

    GORONTALO, NULONDALO.COM – Arah kebijakan pendekatan karbon net sink sektor kehutanan dan penggunaan lahan lainnya pada tahun 2030 (Indonesia’s Forestry and Other Land Use Net Sink 2030) yang dimandatkan oleh pemerintah Indonesia sebagai pengendalian dampak perubahan iklim khususnya sektor kehutanan. Mandat ini telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) nomor SK.168/MENLHK/PKTL/PLA.1/2/2022 tentang […]

  • Dua Bocah SD Salurkan Donasi, Jamil: Anak Sekecil Itu Memang Sangat Menggetarkan Batin

    Dua Bocah SD Salurkan Donasi, Jamil: Anak Sekecil Itu Memang Sangat Menggetarkan Batin

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Risman Lutfi
    • visibility 181
    • 0Komentar

    Nulondalo.com – Tepat pada Senin, 1 Desember 2025 pukul 10 pagi WIB, di sebuah posko penggalangan donasi bencana alam yang terjadi di Sumbar, Sumut dan Aceh yang berlokasi di kantor PB PMII, Dua anak berseragam SD datang membawa pesan moral. Dengan tangan mungil yang belum mengenal rumitnya dunia Mereka menyerahkan uang lima ribu rupiah. Nilai […]

  • Bursa Efek Gorontalo Ajak Masyarakat Waspada Investasi Ilegal dalam Pekan Ekonomi Syariah PWNU

    Bursa Efek Gorontalo Ajak Masyarakat Waspada Investasi Ilegal dalam Pekan Ekonomi Syariah PWNU

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Rivaldi Bulilingo
    • visibility 191
    • 0Komentar

    Bursa Efek Gorontalo hadir sebagai narasumber dalam Seminar Pasar Modal Syariah bertajuk “Investasi Itu Mudah dan Waspada Investasi Ilegal” yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan Pekan Ekonomi Syariah PWNU Gorontalo, Rabu (29/10/2025), di Kantor Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Gorontalo. Perwakilan Bursa Efek, Dodi Prasetya, menyampaikan apresiasi atas inisiatif PWNU Gorontalo yang dianggap sebagai salah […]

expand_less